Cinta Pertama Maudy

Cinta Pertama Maudy
Bab 16


__ADS_3

Waktu berlalu, dikeesokan harinya. 


Sore itu seperti biasa Maudy keluar dari gedung tempat ia menimba ilmu. Seperti biasa juga ia harus pandai - pandai menyesuaikan suasana hatinya di saat melihat cinta pertamanya pergi dengan cewek lain. 


Plak! Seseorang menepuk bahunya. 


"Woy, melamun aja!?" Chaca sahabatnya membuyarkan lamunannya. 


Maudy pun agak terlonjak, "Haduh kaget tahu!" sentaknya sembari mengelus dada. 


"Ngapain bengong kayak gitu? Nanti kesambet lho! "


Maudy hanya diam tidak menyahuti ucapan Chaha. 


"Pulang bareng yuk, tuh angkotnya sudah datang!" ajak Chaca seraya menarik tangan Maudy. Memang Maudy dan Chaca lebih suka naik angkot ketimbang kendaraan online, karena naik angkot lebih murah. Lumayanlah bisa menghemat uang jajan. 


Namun, belum sempat ia masuk ke dalam angkot seseorang memanggilnya. 


"Maudy!" 


Ia pun menoleh ke asal sumber suara. 


"Kak Ken?" serunya dengan mata berbinar. Entahlah ia merasa senang bertemu dengan Keano lagi. 


"Pulang bareng aku aja!" ajak Keano. 


"Cha, kamu pulang sendiri nggak apa - apa kan?" tanya Maudy kepada Chaca. 


"Dih, dasar sahabat durhaka! Udah ada cowok ganteng aja, lupa sama temen!" cibir Chaca. 


Maudy hanya tergelak menanggapi ocehan Chaca. 


"Udah ah, dadah Chaca! Pak, titip teman saya ya!" ucapnya sembari berlalu meninggalkan Chaca yang sudah naik angkot itu. Lalu ia pun menghampiri Keano. 


Chaca hanya tersenyum dan geleng - geleng kepala di dalam angkot yang sudah merayap meninggalkan sekolah setelah be beberapa siswa duduk di dalamnya. "Mudah - mudahan dengan kamu bersama cowok itu, kamu bisa ngelupain Satriamu itu," gumamnya dalam hati. 


Kembali kepada Keano dan Maudy. 


Maudy sudah duduk manis di samping Keano yang sedang mengemudi. 

__ADS_1


"Dy, jalan dulu yu?" ajak Keano sambil tetap fokus ke depan. 


"Hmmm, kemana?" tanya Maudy. 


"Aku traktir makan di kafe mau?" tanya Keano. 


"Hmmm, ditraktir lagi?" Sahut Maudy sungkan. 


"Udah nggak apa - apa, mau ya?" Keano memohon. 


"Boleh lah! sebentar aku ngabarin mamaku dulu," sahut maudy seraya mengetik sesuatu  di ponselnya untuk dikirimkan kepada mama. 


Ting! Tak lama ia mendapat notifikasi balasan dari mama. 


( isi pesan dari mama: "jangan lama - lama, jangan malam - malam, jangan aneh - aneh, cepet pulang" ) 


("Iya mama sayang!" Maudy membalas chat mama dengan diakhiri emot love) 


Beberapa saat kemudian mobil Keano sudah terparkir di kafe yang unik dan sepertinya nyaman. 


Setelah turun dari mobil mereka pun beriringan masuk ke kafe tersebut. 


Salah satu tulisan yang menggelitik hati Maudy adalah, "Buanglah mantan pada tempatnya!" ia pun terkekeh setelah membacanya. 


"Kamu mau pesan apa?" tanya Keano kepada Maudy seraya menyodorkan menu yang ada di meja. 


Maudy pun menerima menu tersebut dan melihat - lihat isinya. 


"Spaghetti aja deh, sama bakso bakar," ucap Maudy. 


"Minumnya? " tanya Keano 


"Bobba ice milik aja deh!" 


Keano pun menuliskan Pesanan di notes yang tersedia di meja, lalu ia menyerahkannya pada kasir yang nantinya akan diteruskan ke bagian kitchen. 


Hampir dua jam, pesanan baru diantar. 


"Haduh! lama amat ya Mbak?" keluh Maudy pada pelayan. 

__ADS_1


"Iya, maaf ya Mbak, banyak pengunjung jadi antri pesanannya lama," sahut pelayan itu dengan ramah dan sopan. 


"Silahkan dinikmati dan permisi!" tambahnya sebelum undur diri. 


"Terima Kasih!" ucap Maudy dan Keano bersamaan. 


Kini di meja terhidang 2 porsi makanan yang sama, bedanya, milik Maudy agak pedas dan Keano tidak, sedangkan untuk minumannya punya Maudy rasa avocado dan Keano memilih rasa cappucino. 


Berhubung lapar, Maudy melahapnya segera tanpa basa - basi lagi. 


Keano hanya geleng - geleng kepala dan tersenyum melihat tingkah Maudy. 


Tidak butuh waktu lama makanan yang antrinya lama itu habis tanpa sisa. Sepertinya dua orang itu laper banget. 


"Kenyang!" ucap Maudy. 


"Mau tambah?" tawar Keano. 


"Nggak terima kasih! Sudah cukup!" sahut Maudy. 


'Pulang yuk! " ajak Maudy. 


"Dih, SMP!" cibir Keano. 


"SMP, apa itu? Aku kan, SMA ?' tanya Maudy dengan polos. 


" Sudah - Makan - Pulang! Hahahah,.. jawab Keano sembari tergelak. 


"Hehehe," Maudy tersipu. 


"Jangan pulang dulu! sebentar aja, aku mau ngomong sama kamu," ucap Keano dengan serius. 


"Hah, mau ngomong apa, Kak?" tanya Maudy heran. 


Keano terdiam sejenak, sorot matanya begitu lembut menatap bola mata Maudy. 


"Aku sudah memikirkannya sejak tadi malam. sampai tidak bisa tidur. Aku sepertinya menyukai kamu, mau nggak kamu jadi pacar aku?" ucap Keano menembak Maudy dengan lancar. 


"Hah?" Maudy ternganga. 

__ADS_1


__ADS_2