Cinta Pertama Maudy

Cinta Pertama Maudy
33


__ADS_3

33


Waktu berlalu begitu cepat, Kak Galih juga sudah kembali ke rumah, ia cukup terkejut saat mengetahui, jika adik kesayangannya telah menikah dengan Satria. 


Ia tidak mempermasalahkannya. Yang terpenting bagi dirinya adalah kebahagian adiknya. Namun yang menjadi pertanyaannya, benarkah Keano meninggalkan adiknya, di hari pernikahannya, hanya karena tidak siap atau ada hal lain? 


"Awas saja, kalau kita bertemu! Aku akan membuat perhitungan dengan kamu, Ken!" gumamnya dalam hati penuh kegeraman dengan rahang mengeras. 


Di kediaman Robby. 


"Aku benar - benar tidak percaya jika Keano melakukan ini terhadap Maudy!" ucap Mama Tari. 


"Rob, kamu sudah nyoba menghubungi Keano?" tanya Mama Tari. 


"Sudah, Ma! Tapi tidak aktif," sahut Robby. 


"Memalukan! Sebenarnya apa yang terjadi? Seluruh keluarga Keano sulit dihubungi mereka menghilang bagai ditelan bumi," timpal Papa Doni. 


"Rob, seharusnya tadi kamu yang menggantikan Keano , tapi kalah cepat dengan Mamanya Satria!" sesal Mama Tari. 


"Sudahlah, Ma! Bukan jodoh, siapapun itu yang menjadi suami Maudy, yang terpenting bisa mengobati luka Maudy," sahut Robby bijak dengan tersenyum getir. "Lagi - lagi kalah cepat," batinnya. 


"Sudahlah, ayo sekarang kita berangkat ke acara resepsinya Maudy dan Satria," ajak Papa Doni. 


Mereka bertiga pun keluar rumah, menuju ke kediamannya keluarga Maudy. Untuk menghadiri acara resepsi. 


Kediaman keluarga Maudy. 

__ADS_1


Maudy dan Satria telah siap duduk di pelaminan. Satria terlihat tampan dengan setelan jas berwarna silver. Sedangkan Maudy tetap terlihat cantik mengenakan gaun pengantin modern berwarna putih. Tidak akan ada yang mengira jika di dalam hati gadis itu menggelayut awan mendung. 


Kedua orang tua mempelai dari pihak pria maupun wanita, nampak sibuk menyambut para tamu undangan. 


Bagi mereka yang mengenal dekat keluarga mempelai cukup terkejut karena setahu mereka Maudy menikah bukan dengan Satria. 


Tidak sedikit dari mereka yang ingin tahu kebenarannya, sehingga banyak yang bisik - bisik mempertanyakannya. 


Setelah tahu alasannya, mereka merasa kasihan kepada Maudy, dan banyak dari mereka mendoakan, semoga Satria dan Maudy menjadi pasangan yang langgeng. 


Resepsi berlangsung dengan meriah, dan kini telah usai digelar, pihak WO pun, mulai melepas satu persatu dekorasi. 


Semua kerabat dan tamu undangan telah undur diri termasuk keluarga Robby dan ibu mertua Maudy. 


Menyisakan para tukang yang sedang membersihkan sisa - sisa acara resepsi. Kak Galih pun sudah minta izin masuk ke kamarnya. 


Padahal alasan yang sebenarnya baik Maudy maupun Satria masih merasa canggung jika mereka berduaan saja di kamar dengan status baru mereka. 


Berbeda dengan dulu, waktu status mereka sebagai sahabat, bebas tanpa beban keluar masuk kamar masing - masing. 


Di kamar pengantin. 


Nampak Maudy sedang melepas aksesoris dan perhiasan yang menempel di kepala dan badanya. 


Sedangkan Satria, dia duduk di sofa. Untuk mengusir rasa canggung ia pun melihat - lihat ponsel yang dari tadi dimatikan. 


Banyak panggilan tidak terjawab dari Karina. Dengan berat hati ia pun membuka pesan dari Karina. 

__ADS_1


Karina: "Sat, kamu besok jadi  ke Bandung? 


" Sat kamu kemana sih? ditelpon  nggak diangkat"


Satria dilema, dia benar - benar bingung, jawaban apa yang harus diberikan, kepada kekasihnya itu. 


Akhirnya dia memutuskan mematikan kembali ponselnya. Hari ini dia cukup lelah, dia pikir besok saja menghubungi Karina. 


"Sat?" panggil Maudy. 


'Iya? " sahut Satria. Cukup terkejut dipanggil Maudy, karena barusan ia lagi melamun. 


" Mmmh… kamu mau mandi duluan ? " tanya Maudy. 


" Sudah malam, kamu aja dulu, nanti aku mandinya setelah kamu, " sahut Satria. 


Maudy mengangguk. 


Maudy pun beranjak ke kamar mandi, tidak lupa membawa handuk dan pakaian ganti. Maudy akan mengganti pakaian di kamar mandi. Akan sangat canggung kalau dirinya mengganti pakaian di kamar tidur. 


Beberapa saat kemudian, sekitar tiga puluh menitan Maudy telah selesai membersihkan diri, saat dia meraih handuk, tiba - tiba pandangannya berkunang - kunang. Dunia di sekelilingnya berputar - putar dan_


"Brukk! 


" Sat tolong! "  teriak Maudy. Cukup pelan namun masih bisa sampai ke telinga Satria. 


.

__ADS_1


__ADS_2