Cinta Pertama Maudy

Cinta Pertama Maudy
Fin


__ADS_3

63


"Aw!" pekik Maudy.


"Maaf!" sahut Satria merasa bersalah. 


"Aduh!" rintih Maudy. 


"Pelan - pelan dong, paw!" keluhnya. 


"Iya, ini juga udah pelan," sahut Satria lembut. 


"Udah ah! Panas!" protes Maudy. 


"Sebentar sayang, sedikit lagi! Tanggung nih!" 


"Naah… akhirnya selesai juga!" seru Satria seraya mematikan hairdryer dan meletakkannya di meja rias. 


Cup! 


"Hmm,.... Wangi!" ucap Satria seraya menghirup rambut hitam,  panjang, berkilau milik istrinya itu. 


"Rambut kamu sangat indah, kaya gadis di iklan shampo, " pujinya. 


Maudy tersipu mendapatkan pujian dari suaminya itu. 


"Udah ah, jangan muji terus, nanti hidung aku terbang! Lapar nih!" cicit Maudy. 


Satria tergelak. 

__ADS_1


"Pesan makan secara onlen aja, ya?" saran Satria. 


Maudy mengangguk tanda setuju. 


Tidak ada satu jam, abang kurir sopia food pun datang membawa makanan yang dipesan. 


Selesai makan, Satria mengajak Maudy ke halaman belakang, ia ingin mengobrol dengan Maudy. 


Di teras belakang, Maudy dan Satria duduk di bangku yang terbuat dari kayu jati belanda. Mereka duduk berdampingan. Di depan mereka ada sebuah meja bundar yang di atasnya terhidang dua cangkir teh dan beberapa toples camilan. 


"Aku mau berhenti kerja!" tutur Satria mengawali obrolan. 


"Lho, kenapa?" tanya Maudy heran. Bagaimana tidak heran tidak ada hujan, tidak ada angin, tiba - tiba saja suaminya itu ingin berhenti kerja. 


Satria menghela napas. "Aku sudah tidak cocok kerja di sana!!" sahutnya. 


"Aku udah nggak nyaman lagi kerja di sana," sahut Satria. 


"Kenapa nggak nyaman?" tanya Maudy. 


"Bosku bikin nggak nyaman." 


"Maksudnya?" tanya Maudy heran. 


"Sini aku ceritain!" ucap Satria seraya menarik Maudy agar lebih merapat  pada dirinya. 


Selanjutnya Satria menceritakan semua kejadian di kantor dan di Semarang, tanpa ada yang ditutup - tutupi. 


"Nah, gitu ceritanya," ucap Satria. 

__ADS_1


"Oalah, gitu ya? Gatel banget sih, bos kamu itu! Minta diberi pelajaran barangkali,, " ucap Maudy menggebu. 


"Ia, aku ngeri menghadapinya," ujar Satria. 


"Apa kamu takut tergoda olehnya?" selidik Maudy. 


"Pada dasarnya setiap pria akan tergoda oleh wanita yang menggoda, jika imannya kurang pasti akan terjerumus lebih jauh lagi. Untung aku masih ingat dosa." ucap Satria bangga. 


"Aku nggak bisa bayangin jika kamu tergoda olehnya. Aku pasti hancur!" ucap Maudy. 


"Aku janji, aku tidak akan tergoda oleh wanita manapun!" janji Satria


"Awas aja kalau berani!" ancam Maudy. 


"Ampun, istriku cantik!" ucap Satria sambil mengatupkan kedua tangannya di dada. Lalu merengkuh istrinya itu ke dalam pelukannya. 


***


Selanjutnya Satria mengundurkan diri dari perusahaan itu, tanpa bertemu lagi dengan Zelda. Ia tidak ingin memperpanjang masalah dengan Zelda. 


Bukan hal yang sulit bagi Satria untuk mendapatkan pekerjaan di tempat lain. Meskipun belum banyak pengalaman dalam bekerja, tapi performa Satria waktu di wawancara sangat menyakinkan. Ditambah nilai  - nilai ijazah Satria sangat bagus. 


Hari - hari berikutnya Satria dan Maudy menjalani kehidupan rumah tangga yang bahagia. Satu sama lain saling pengertian. Jarang bertengkar, karena keduanya selalu berkomunikasi dengan baik jika ada masalah. 


Kak Galih pun sedang gencar merebut hati Karina. Lambat laun Karina mulai menerima Kak Galih, meskipun masih dalam tahap PDKT. Maudy dan Satria pun tidak mempermasalahkannya. Bagi mereka Karina hanya Masa lalu, biarlah dia menjadi masa depannya Kak Galih. 


Tamat


Maaf ya aku tamatin dulu. Karena mau hiatus dulu sebentar. Nanti lanjut season dua tentang kembalinya Keano. 

__ADS_1


__ADS_2