
36
Pukul 7 :00
Setelah sarapan, seluruh keluarga telah berkumpul di ruang tamu. Di sana juga telah hadir ibu mertua Maudy. Pagi - pagi sekali beliau sudah bertandang ke rumah besannya.
"Rencana kalian setelah ini, apa?" tanya papa kepada pengantin baru itu.
"Kami masih bingung, semua serba mendadak, tidak ada persiapan apapun," jujur Satria.
"Apa Maudy untuk sementara tinggal di rumah Mama saja?" tawar Mama Satria .
"Terserah Maudy saja, maunya gimana. Namun, untuk sementara aku tidak bisa membawa Maudy untuk tinggal bersamaku di Bandung. karena aku baru bekerja dua minggu di sana, jadi belum menemukan tempat tinggal yang layak untuk kami tempati," tutur Satria.
"Pelan - pelan saja, Sat. Nanti sambil bekerja, kamu cari rumah kontrakan untuk kalian tempati. Kalau masalah biaya nanti Insya Allah kami bantu," saran papa.
"Nanti aku bantu carikan rumah kontrakan yang nyaman," timpal Kak Galih.
"Terima kasih, Pah, Kak! Maaf jika merepotkan. Untuk sementara, mungkin Satria akan menerima bantuan dari kalian. Nanti jika Satria sudah punya cukup uang, Satria ganti," ucap Satria.
__ADS_1
"Tidak perlu berterima kasih dan tidak usah dipikirkan! Papa akan selalu membantu kalian. Yang perlu berterima kasih di sini adalah keluarga kami. Berkat kamu dan mama kamu, keluarga kami tidak jadi menanggung malu," tutur papa seraya menghela napas pelan.
"Kamu tenang saja, Sat, tidak perlu memikirkan masalah biaya apapun, kami orang tua maklum, kamu belum cukup mapan, kamu baru dua minggu mendapatkan pekerjaaan. Kamu masih punya mama yang akan selalu membantu kamu, begini - begini juga mama kamu itu tabungannya banyak lho! " ucap mama melinda bangga.
Ya, meskipun mama melinda seorang janda, tapi warisan yang ditinggalkan almarhum suaminya cukup banyak. Selain itu Mama Melinda juga masih bekerja sebagai ASN.
"Maudy sendiri kamu maunya gimana, Nak?" tanya Mama Melinda dengan lembut.
"Sebelumnya Maudy minta Maaf, sudah banyak menyusahkan kalian, gara - gara Maudy gagal menikah dengan Keano, semua jadi berantakan,' tutur Maudy terbata seraya menunduk, matanya mulai berkaca - kaca.
"Kamu tidak bersalah, Nak! Yang salah Keano yang sudah melarikan diri," selak Mama Melinda.
Maudy tersenyum getir mengingat pernikahannya dengan Keano batal. Dirinya masih belum percaya dengan Keano yang pergi begitu saja.
"Ya, tidak apa - apa terserah kamu saja!" sahut Mama Melinda.
"Maudy juga akan mulai mencari kerja," ucap Maudy.
"Lebih baik kamu cari kerja di Bandung saja, agar bisa dekat dengan Satria. Nanti Kakak carikan kerja di perusahaan tempat Kakak bekerja," ucap Galih.
__ADS_1
"Betul itu! Suami istri harus bersama - sama tidak boleh berjauhan," sahut Mama Melinda antusias.
Meskipun kalian menikah secara dadakan dan tanpa rencana, tapi mama harap kalian bisa membawa pernikahan ini ke arah yang lebih baik. Mama harap kalian bisa menerima satu sama lain, jangan remehkan pernikahan ini, segera urus dokumenya dan segera daftarkan pernikahan kalian secara sipil, " nasihat Mama Melinda bijak.
Deg!
Satria cukup tersentuh dengan nasihat Mamanya . Ya, meskipun ia hanya sebagai suami pengganti, tapi kini dirinya dan Maudy telah resmi menjadi pasangan. Sah di hadapan Alloh.
Satu minggu kemudian
Atas dorongan dari keluarga, akhirnya Satria dan Maudy telah resmi menjadi suami Istri secara negara. Satria pun telah kembali bekerja.
Selama itu juga, Maudy tidak pernah mendapatkan kabar dari keluarga Keano. Bahkan, keluarga Robby saja yang notabene saudara kandung, juga tidak mengetahui keberadaannya.
Keluarga Keano menghilang bagai ditelan bumi.
Maudy tidak ingin berlarut - larut dalam kesedihannya, ia pun mengikuti saran Kak Galih untuk memasukan lamaran di perusahaan Kak Galih bekerja.
__ADS_1
Dua minggu kemudian ia pun mendapatkan pekerjaan itu. Maudy pun menyusul Satria ke Bandung.
Kebetulan Satria sudah mendapatkan kontrakan di sana. Mereka memutuskan untuk tinggal bersama di kontrakan itu.