Cinta Pertama Maudy

Cinta Pertama Maudy
Bab 14


__ADS_3

Bab 14


Hari semakin senja, langit berubah menjadi jingga, mungkin sebentar lagi berganti gelap. Namun tidak ada tanda - tanda kalau gadis di samping Keano akan beranjak dari ayunan itu. Gadis itu dari tadi hanya sibuk dengan dunianya. 


Keano khawatir kalau orang rumah mencari gadis itu. Akhirnya ia memberanikan diri untuk bersuara. 


Dy, sampai kapan di sni? Pulang yuk! Nanti orang tua kamu nyariin. "


" Eh, iya kak! "Maudy sedikit tersentak, dia tidak sadar kalau dirinya melamun begitu lama. Sampai - sampai melupakan orang di sampingnya. 


" Maaf kak! Pasti bosan menungguku keasyikan melamun, " 


" Ah, biasa aja, " sahut Kenao. 


" Segitunya, ya, kamu suka sama satria? Padahal kamu udah ditolak gitu," imbuh Keano. 


Maudy menoleh, menatap tajam pada Keano, lalu tersenyum kecut dan wajah cantik itu berubah masam. 


" Cinta pertama Kak! " sahut Maudy. 


" Cinta pertama? Untuk apa kalau cintanya sendirian alias bertepuk Sebelah tangan," cibir Keano. 


" Kak Ken, nggak bakalan ngerti!" sungut Maudy seraya mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Cukup ngerti, semua orang kan pastinya memiliki cinta pertama. Hanya, untuk apa ditangisi cinta pertamanya jika cintanya sendirian. Aku juga punya cinta pertama. Anastasia cinta pertamaku. Awalnya sakit mengetahui cinta pertamaku mengkhianatiku, tapi jika cinta kedua lebih baik dari cinta pertama, why not! " ucap Keano tegas. 


" Semudah itu melupakan cinta pertama? " selidik Maudy. 


"Mudah, jika cinta kedua lebih baik! " sergah Keano. 


"Emang Kak Ken, udah nemuin cinta kedua?" 


"Lagi pendekatan," sahut Keano. 


"Aku bukan orang yang suka berlarut-larut dalam kesedihan atau kekecewaan, hidupku terlalu berharga untuk meratapi hal - hal yang nggak penting," ucapnya seraya tersenyum miris. 


"Udah ah, curhatnya. Kita pulang yuk! Nanti dicariin orang rumah," ucap Keano seraya beranjak dari ayunan begitu juga Maudy. 


Namun, ia beruntung karena dengan sigap Keano menangkap tubuh Maudy. Keano memeluk pinggang ramping Maudy. Maudy pun menoleh pada Keano, wajah mereka begitu dekat, Maudy bisa merasakan  hembusan hangat napas Keano. Ia juga bisa merasakan detak jantung Keano. Suasana canggung pun menghinggapi mereka. Secara perlahan Keano melepaskan pelukannya dari pinggang Maudy setelah Maudy berdiri dengan tegak dan seimbang kembali. 


"Hati - hati Maudy!" seru Keano mengusir rasa canggung. 


"Makasih Kak!" ucap Maudy kikuk. 


"Hei! Anak sekolah jangan pacaran di sini, pakai peluk - peluk segala lagi, masih pakai seragam, anak jaman sekarang tidak tahu malu!" ucap seorang Ibu yang kebetulan lewat  bersama anak balitanya. 


Maudy sangat malu ditegur oleh ibu - ibu itu, ia pun segera pergi dari tempat itu sambil menarik tangan Keano. 

__ADS_1


" Siapa yang pacaran? Si Ibu sok tahu! " rutuknya dalam hati. 


Sedangkan Keano hanya senyum - senyum sendiri. 


"Dasar anak jaman sekarang," umpat ibu-ibu itu sambil geleng - geleng kepala. 


****


Mobil yang dikendarai Keano telah sampai tepat depan rumahnya Maudy. 


"Perlu aku bukain pintu?" tanya Keano sambil tersenyum manis. 


"Eh, nggak usah lah Kak,"  tolak Maudy halus, malu juga sama tetangga kanan kiri kayak apa aja, sampai harus dibukain pintu mobil. Pacar juga bukan. 


Namun, dengan sigap Keano turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Maudy. 


"Silahkan Nona!" goda Keano. 


Maudy pun turun, sembari mengucapkan terima kasih. Jangan ditanya perasaan Maudy saat ini. Ia sangat malu tapi entah mengapa juga senang. Setelah itu Keano memasukan mobilnya di rumah sebelah yaitu rumahnya Robby. 


Di depan pintu Mama sudah menunggu Maudy dengan berkacak pinggang, tatapannya tajam seolah - olah mau menerkam. 


"Maudy! Darimana saja kamu? Jam segini baru pulang???? 

__ADS_1


__ADS_2