Cinta Pertama Maudy

Cinta Pertama Maudy
Bab 7


__ADS_3

"Lho, Kakak ngapain di sini bukankah Kakak di Jakarta?" Anastasia agak gugup. 


"Untuk sementara aku tinggal di Bogor di rumah saudara, orang tuaku ke luar negeri," jawab Keano dengan dingin. 


"Jadi ini yang kamu lakukan di belakangku?"  ucap Keano dengan tatapan tajam. 


"Ma.. maksud Kakak apa?" Anastasia berusaha bersikap normal. Namun, terlihat jelas kalau bahasa tubuhnya mengatakan ia sedang gugup. 


"Jangan pura - pura bodoh! Aku melihat dengan mata kepala sendiri, kamu tengah bermesraan dengan cowok itu," geram Keano seraya menunjuk kepada Satria. 


Robby dan Maudy hanya termangu, menyaksikan interaksi antara Keano dan pacarnya Satria. Masih belum mengerti, sebenarnya apa yang sedang terjadi. Begitu juga dengan Satria hanya mematung di tempat. 


" Kamu Satria kan?" tanya Keano pada Satria dengan wajah masam. 


"Iyaa, Kak! Kita pernah bertemu di rumahnya Kak Robby," sahut Satria agak gugup karena Keano bertanya dengan wajah yang tidak bersahabat. 

__ADS_1


"Kamu tahu, cewek yang bermesraan dengan kamu? Dia statusnya masih pacar aku," Keano berbicara dengan wajah galak. 


"Tidak tahu Kak, kalau aku tahu mana mau pacaran sama pacarnya orang," sahut Satria. 


"Sorry, sebenarnya apa yang terjadi? Bingung nih kita," Robby menginterupsi. 


"Rob, pacarnya Satria itu, sebenarnya kekasihku juga, kami belum putus," terang Keano. 


"Waduh kita nggak ikut - ikutan deh, kalian selesaikan permasalahan kalian dengan baik - baik, jangan sampai ada berantem - beranteman," ujar Robby seraya menepuk bahu Keano dan Satria bergantian. Lalu ia menarik tangan Maudy untuk pergi dari sana.Maudy hanya menurut saja ia juga tidak ingin terlibat.


Satria syok dengan kejadian barusan, ia pun terkulai lemas di bangku taman. Dia tidak menyangka kalau gadis yang dicintai dengan sepenuh hati, ternyata memiliki kekasih selain dirinya. 


"Sat,. Maafkan Aku. Aku tidak bermaksud membohongimu," ucap Anastasia seraya menunduk sedangkan tangannya menggenggam tangan Satria. 


Satria melepaskan tangan Anastasia. "tidak bermaksud berbohong?" ucap Satria dengan sinis. Sungguh ia sangat kecewa pada gadis yang duduk di sampingnya itu. Bisa - bisanya menduakan cinta.

__ADS_1


"Aku hanya merasa bosan saja dengan Kak Keano, kita pacaran udah lama, semenjak aku duduk di bangku SMP. Waktu itu Kak keano kelas satu SMA dan aku kelas 3 SMP. Lulus SMP keluarga aku pindah ke Bogor, jadi aku bersekolah di sini. Setelah itu kami jarang bertemu, hanya sesekali Kak Keano berkunjung untuk menemuiku. Apalagi semenjak Kak Keano kuliah, dia jarang banget menemuiku, Alasanya sibuk kuliah." ia berhenti sebentar lalu melanjutkan perkataannya. 


"Lalu kamu hadir, memberikan perhatian - perhatian yang membuatku bahagia dan melambung, perhatian kamu itu membuatku terlena aku tidak ingin kehilangan kamu, aku sudah jatuh cinta sama kamu, makanya aku memilih berbohong daripada kehilangan kamu," ucap Anastasia dengan wajah sendu merasa bersalah kepada Satria. 


"Apapun alasannya, aku tidak bisa menerima kebohongan. Kak Keano, saudaranya Kak Robby, aku merasa malu dan tidak enak sama dia, lebih baik kita tidak melanjutkan hubungan ini," ucap Satria. 


"Sat, tapi aku benar - benar mencintai kamu, aku tidak ingin putus, aku tidak mau kehilangan kamu, kamu tahu sendiri tadi Kak Keano sudah mutusin aku, jadi sekarang aku bukan pacar siapa - siapa, " rengek Anastasia. 


"Maaf, Nas, aku tetap tidak bisa melanjutkan hubungan kita, kamu sudah berbohong dan menduakan aku, kamu mengkhianati Kak Keano, bukannya tidak mungkin suatu hari nanti kamu juga akan mengkhianati aku." 


"Percaya sama aku! Aku janji aku akan setia sama kamu," sergah Anastasia seraya memegang tangan Satria


"Maaf tapi aku tidak bisa," balas Satria serasa menepis tangan Anastasia lalu dia beranjak dari sana meninggalkan Anastasia. 


"Sat,!" lirih Anastasia. Ingin sekali ia berteriak memanggil cowok itu dan mengejarnya . Namun, di urungkan niatnya itu. Dia terlalu malu kepada Satria. 

__ADS_1


__ADS_2