Cinta Pertama Maudy

Cinta Pertama Maudy
Bab 3


__ADS_3

Saat menuju kembali ke rumahnya yang hanya berjarak sekitar sepuluh langkah saja Maudy melihat sebuah kaleng bekas minuman berwarna merah. Ia pun menendang kaleng tersebut untuk meluapkan kekesalannya tanpa melihat ke depan hanya fokus pada kaleng itu. 


Klontang! Begitulah kira - kira bunyi kaleng itu saat ditendang. 


"Aww…! seseorang memekik. 


Deg! 


Sontak Maudy terkejut karena kaleng yang dia tendang mengenai seseorang. 


"Hei…! Lihat - lihat dong! Menendang kaleng sembarangan, sakit tahu!" Orang itu mengumpat, seraya memegang kepala bagian kiri tepatnya diatas telinga. Matanya melotot menahan rasa kesal. 


" Eh, maaf, maaf Kak, saya tidak melihat Kakak, " ucap Maudy bersungguh - sungguh. 


"Yang benar saja masa orang segede ini tidak kelihatan?" cibir orang itu. 


"Sekali lagi maaf Kak!" ucap Maudy bersungguh - sungguh. 


Namun orang itu tidak menjawab malah ngeloyor begitu saja, masuk ke dalam rumah di sebelah rumahnya Maudy. 


"Hidih.. Sombong banget tuh, cowok, amit - amit deh!" Maudy menggerutu dengan pelan. 


"Eh, tapi siapa ya cowok itu kok, masuk ke rumahnya Om Doni?" gumamnya dalam hati dengan heran. Lalu ia pun masuk ke dalam. 

__ADS_1


Ke esokan harinya 


Pagi - pagi sekali ibu telah selesai memasak mie goreng untuk sarapan. Seperti biasa ibu selalu membagi masakannya untuk tetangga sebelah kanan dan kiri. Sebelah kanan keluarga Satria dan sebelah kiri keluarga Om Doni. Semenjak dulu mereka bertetangga baik, mereka selalu berbagi apa saja. 


Setelah mengantar mie goreng ke rumah Satria, lalu Maudy mengantar mie tersebut ke rumah Om Doni. 


Pintu pagar tidak dikunci sehingga dengan mudah Maudy bisa masuk. 


Assalamualaikum! Tok.. Tok.. Tok 


Maudy mengetuk pintu rumah itu, seseorang keluar dan orang itu tersenyum renyah dan ramah kepada Maudy. 


"Eh, Maudy ngirim apa lagi nih?" tanya orang itu. Sepertinya orang itu sudah paham kalau Maudy hendak mengirim sesuatu. 


"Wah, pasti enak tuh! Ayo masuk dulu! Kebetulan kami juga mau sarapan," ucap orang itu seraya mempersilahkan Maudy masuk. 


Tanpa sungkan Maudy mengikuti orang itu ke ruang makan. 


Sesampai di ruang makan Maudy disambut dengan ramah oleh seorang wanita seumuran ibunya. 


" Eh, Maudy bawa apa nih? " tanya wanita itu seraya menerima piring yang dibawa Maudy. 


"Mie goreng dari mama," jawab Maudy. 

__ADS_1


"Wah pasti enak nih, ayo kamu juga ikut sarapan di sini!" ajak wanita itu. 


"Gak usah tante Tari, terimakasih!" tolak Maudy dengan sopan. 


"Tidak ada penolakan! Sekarang hari minggu jadi tidak tergesa - gesa mau sekolah," sergah wanita yang dipanggil tante Tari oleh Maudy seraya mendudukan Maudy dengan paksa di meja makan. 


"Robby, ambilkan piring untuk Maudy!" titah tante Tari kepada Robby anak semata wayangnya yang tampan dan kalem. 


"Siap Ma!" seru Robby seraya mengambil piring di rak lalu meletakkannya di depan Maudy. 


"Terimakasih Kak, jadi ngerepotin" ucap Maudy kepada Robby. 


"Udah nggak apa - apa yang penting mama senang kamu ikut sarapan di sini," sahut Robby lalu ia juga ikut duduk di samping Maudy. 


"Selamat pagi semuanya!" seru seseorang. 


Semua orang yang ada di meja makan pun menoleh kepada orang itu. 


"Eh, Keano ayo sini sarapan juga! Tante kira kamu masih tidur," ucap tante Tari. 


"Keano pun duduk di hadapan Maudy, sekilas dia melihat Maudy. " Ini kan, cewek yang tadi malam nendang kaleng sampai mengenai kepalaku, " gumamnya dalam hati. 


" Ini kan, cowok yang tadi malam," ucap Maudy dalam hati. 

__ADS_1


 


__ADS_2