Cinta Pertama Maudy

Cinta Pertama Maudy
Bab 19


__ADS_3

Bab 19


Maudy!!!! 


Seseorang memanggil Maudy dengan suara yang memekakan telinga. Untung saja di sekitar taman tidak ada pengunjung  selain Maudy dan Keano. 


Sontak Maudy terkejut, ia mendorong Keano agar menjauh darinya. Ia menoleh ke asal sumber suara. 


"Kak Galih?" lirihnya. 


 Galih adalah kakak laki - laki Maudy satu - satunya. Galih termasuk kakak yang protektif terhadap adiknya. Dia tidak suka melihat Maudy dengan seorang pria. Bagi galih Maudy masih kecil belum pantas pacaran. Galih bekerja di Kota Bandung, di sebuah perusahaan ternama. Setiap hari sabtu ia pulang ke rumah. Kebetulan ia melewati taman itu dan melihat adik kesayangannya sedang berduaan dengan seorang pria yang hendak menciumnya. Ia pun turun untuk memastikannya. Ia tidak akan membiarkan pria itu mencium adiknya. 


Dengan langkah panjang dan cepat orang yang dipanggil Kak Galih itu mendekat. 


"Kamu sedang apa, malam - malam disini?" tanya Kak Galih dengan tatapan garang. 


"Hmm, anu, Kak, hanya duduk - duduk saja sama Kak Keano," jawab Maudy kikuk. 


Kak Galih menatap Keano dengan sorot mata tajam. Ia cukup kenal dengan sepupunya Robby ini, meskipun tidak begitu akrab. 


"Sudah malam, ayo pulang!" titah Kak Galih seraya menarik tangan Maudy dengan hati - hati. 


"Dan kamu sepupunya Robby, cepat pulang! nanti dicariin om dan tante," ucapnya kepada Keano seraya meninggalkan Keano yang masih terbengong. 


"Kak! Aku duluan ya," pamit Maudy seraya berbalik sebentar, lalu melambaikan tangan. Setelah itu ia menyusul Kak Galih. 

__ADS_1


"Iya!" seru Keano seraya membalas lambaian tangan Maudy. 


"Galak amat sih, kakaknya Maudy," gumam Keano, lalu ia pun bergegas meninggalkan taman tersebut setelah Maudy menghilang dibawa kakaknya. 


Di kediaman orang tua Maudy. 


Terlihat mama menyambut kedatangan putra dan putri kesayangannya. 


"Lho tumben kalian pulang bareng? Bukannya  tadi Maudy bareng Keano? Kok, jadinya pulang sama Kak Galih," cecar mama kepada kedua anaknya. 


"Nggak tahu nih Mah, aku nemu anak ini lagi berduaan sama cowok di taman," sahut Galih seraya mengacak rambut adik perempuan  satu - satunya itu. 


"Kakak!" pekik Maudy tidak suka rambutnya di acak - acak seperti itu. 


"Tidak usah, Ma, tadi Kakak makan di jalan, bareng teman - teman," jawab Galih. 


"Kalau kamu, Maudy?" tanya mama. 


"Hehehe,.. Maudy udah makan sama Kak Keano," sahut Maudy. 


"Ck!" Galih mencibir tidak suka


Kini mereka sudah duduk manis di meja makan, tidak ketinggalan papa juga ikut gabung, setelah mendengar keributan barusan. 


"Baru pulang kamu, Kak?" tanya papa kepada putra semata wayangnya. 

__ADS_1


"Iya pah," sahut Galih sembari menyeruput Teh madu  hangat. 


"Bagaimana pekerjaanmu, Kak?" tanya papa


"Alhamdulillah lancar, Pa!" jawab Galih. 


"Pah, Mah! Maudy kok diijinkan  pergi malam - malam sama laki - laki?" protes Galih. 


"Lha, terus mama sama papa harus melarang gitu? Maudy sudah besar, nanti kalau dilarang - larang malah jadi pemberontak. Lagi pula mama kenal dengan Keano, kok," ucap mama. 


"Ya, tapi Maudy kan sebentar lagi ujian, harus belajar yang rajin, jangan mikirin cowok melulu, pokoknya Kakak nggak suka, Maudy pacaran!" tegas Galih. 


"Duh, Kakak, ribet amat, sih?" yang penting aku bisa jaga diri dan yang terpenting tidak melupakan pelajaran sekolah, Maudy janji akan belajar sungguh - sungguh," Maudy menginterupsi. 


"Awas, kalau kebanyakan pacaran, kalau sampai mengganggu pelajaran, Kakak akan mencabut uang saku bulanan kamu!" ancam Galih sembari menunjuk - nunjuk hidung Maudy. 


"Iya.. Iya.. Aku janji Kakak!" ucap Maudy cepat, jangan sampai Kakaknya itu mencabut uang saku bulanannya, bisa gawat! 


"Sudah! Sudah! Jangan berdebat terus, sudah malam waktunya istirahat," sela papa. 


Setelah menghabiskan satu  cangkir teh madu hangat mereka pun membubarkan diri dan masuk ke kamar masing - masing. 


🌷🌷🌷🌷


"Maaf ya, jika agak membosankan alurnya. " 

__ADS_1


__ADS_2