
Bab 25
Di sebuah rumah sakit ternama, Papa Keano terbaring lemah di ranjang pasien yang ada di ruangan VIP.
Mama duduk di kursi yang ada di pinggir ranjang, mengelus dahi papa dengan lembut.
"Pa, cepat sehat ya," ucap mama sendu.
Papa hanya tersenyum lemah, matanya melirik kepada Keano dan Maudy yang berjejer di samping Mama.
Keningnya berkerut saat matanya tertuju kepada gadis di samping Keano.
"Ini Maudy, Pa, pacarnya Keano" ucap Keano memperkenalkan Maudy kepada papanya. Sepertinya Keano paham jika pria yang terbaring lemah itu bingung dengan kehadiran Maudy.
"Om," sapa Maudy sopan seraya mengangguk.
Papa hanya mengangguk pelan sebagai balasan.
"Cepat sembuh ya, Om," ucap Maudy tulus.
"Terima kasih!" ucap papa lirih
"Kok, bisa Papa pingsan di kantor?" tanya mama cemas.
"Mungkin papa hanya kelelahan saja, Mama tidak perlu cemas seperti itu," balas papa seraya terkekeh lemah.
"Papa juga sih, hari sabtu bukannya libur, malah masuk kantor," cibir Keano.
Papa terkekeh menanggapi cibiran dari putra satu - satunya itu.
"Ken, papa ingin berbicara berdua dengan kamu. "
__ADS_1
"Iya, Pa, bicara saja!" sahut Keano.
"Ma, tolong mama dan temanya Keano keluar dulu papa hanya ingin bicara berdua dengan Ken, " pinta Papa Hadi.
Mama Ratri pun mengajak Maudy untuk keluar dari ruangan itu.
Sepeninggalan mama dan Maudy, papa kembali membuka suara.
"Ken, mendekatlah!" pinta papa.
Keano pun mendekat kepada papa lalu duduk di kursi ."Apa yang ingin papa bicarakan? " tanya Keano.
"Ken, papa semakin tua, kesehatan papa akhir - akhir ini naik turun, mungkin sudah saatnya papa beristirahat." sebentar papa menjeda kata-katanya.
"Papa ingin menyerahkan urusan perusahaan seutuhnya sama kamu, papa yakin kamu pasti sudah siap," lanjut papa.
"Baik, Pa! Ken, akan menuruti apapun yang papa inginkan yang terpenting papa sehat terus," ucap Keano.
"Dan satu lagi, kamu sudah papa jodohkan dengan putri dari salah satu rekan papa. Kalau kita bisa menjalin hubungan pernikahan dengan mereka, maka perusahaan kita akan semakin kuat," ucap papa sedikit terbata.
"Pa! Keano akan menuruti semua perintah papa, kecuali dalam hal jodoh, Keano sudah memiliki pilihan sendiri, Keano hanya ingin menikah dengan Maudy," ucap Keano tegas, ia sampai lupa jika papanya sedang sakit.
"Ken, Lupakan gadis itu! Papa tahu kamu sangat mencintainya, tapi kamu tidak bisa meneruskan hubungan dengan dia, pokoknya kamu harus menuruti perintah papa, kamu tidak bisa membantah!" Papa bicara sedikit meninggi.
"Pa, Ken mohon papa jangan ikut campur dalam urusan jodoh. Selama ini ken selalu menuruti apapun perintah papa. Namun untuk urusan jodoh, Ken, tidak mau!" Keano memelas.
"Ken!" sentak papa lemah.
"Maafkan Ken, Pa!" Keano menggelengkan kepala lalu berbalik meninggalkan papa.
"Ken!" panggil papa kesal.
__ADS_1
Keano tidak menggubris panggilan papa Hadi, ia keluar dari ruangan itu.
Keluar dari ruangan itu Keano sangat kusut, ia kesal dengan papa, karena pria yang selalu ia hormati selama ini tiba - tiba ingin menjodohkannya dengan putri dari salah satu rekannya.
"Ada apa?" tanya mama, heran melihat anaknya kusut dengan wajah ditekuk sedemikian rupa.
Keano menghela napas, meraup oksigen agar sesak di dadanya berkurang.
"Mama tanya aja sendiri pada suami mama itu," jawab Keano.
"Maudy, ayo, aku antar pulang!" ucapnya pada Maudy.
"Ma, Keano antar Maudy pulang dulu!"
"Kak, aku pulang sendiri saja naik bus, Kakak temani mama saja di sini, kasihan mama kalau sendirian di rumah sakit," tutur Maudy. Ia tidak sampai hati jika Keano harus mengantarnya pulang.
"Ma, boleh kan, Keano mengantar Maudy pulang dulu sebentar? nanti Keano segera kembali!" tutur Keano.
"Baiklah! tidak apa - apa, Maudy, biar Keano mengantar kamu pulang, tante lebih tenang ketimbang kamu naik kendaraan umum," tutur Mama.
"Terima kasih tante, oh ya, bolehkah, aku pamitan dulu sama, Om?"
"Tidak perlu, papa lagi istirahat!" sergah Keano. Lalu ia menarik tangan Maudy, mengajaknya pergi dari sana dengan segera, ia khawatir kalau Maudy bertemu dengan papa, nanti Maudy tahu tentang perjodohan itu. Ia tidak ingin merusak suasana hati gadis itu.
" Tante, Maudy pulang dulu! "
Mama mengangguk. "Salam untuk orang tua kamu ya," seru mama.
"Iya Tante," balas Maudy. Lalu Keano dan Maudy pun benar - benar meninggalkan, mama.
Mama semakin bingung dengan tingkah putranya itu."Ada apa dengan dia," batin Mama, lalu ia masuk ke ruang rawat papa, karena ia mendengar samar - samar sepertinya papa memanggil.
__ADS_1