Cinta Pertama Maudy

Cinta Pertama Maudy
Mabuk


__ADS_3

56


Malam semakin larut, tapi Karina sepertinya enggan beranjak. 


"Teh, kami mau tutup!" seorang pelayan mengingatkan. 


"Oh, iya. Baiklah saya pergi!" seru Karina dengan mata setengah terbuka. 


Meskipun dalam keadaan setengan mabuk, Karina masih sempat pergi ke kasir untuk membayar. 


Setelah itu, ia pergi ke tempat parkir. Jalannya agak sempoyongan, terkadang Karina mencari sesuatu untuk berpegangan. 


Akhirnya ia sampai juga di depan kendaraannya. 


Ia mengambil kunci mobil di tas lalu berusaha membuka pintu mobil tersebut. 


Namun, sepertinya ia kesulitan memasukan kunci tersebut kedalam lubang. Karina tidak bisa fokus, pandangan menjadi ganda. Kepalanya semakin pusing dan _


Brukk! 


Karina tumbang. Namun, beruntung tubuhnya tidak sempat menyentuh tanah karena seseorang menahan tubuh karina dari belakang. 


"Teh! Hei!?" seru orang itu seraya menepuk - nepuk pipi Karina. 


"Ya ampun! Nih, cewek pakai pingsan segala," gumam orang tersebut. 


Terlihat sekali orang itu kebingungan. Akhirnya orang itu memutuskan untuk membawa gadis itu ke dalam mobilnya. 


Orang itu merebahkan tubuh Karina di jok belakang. 


"Teh! Teh! Sadar Teh!" orang itu kembali berusaha membangunkan Karina. 


Namun, Karina bergeming. Ia mabuk.  

__ADS_1


"Haduh! gimana nih?" gumam orang itu seraya menggaruk kepalanya. 


Beberapa saat kemudian akhirnya orang itu menyalakan mesin mobil dan membawa Karina dari sana. 


Tidak sampai dua puluh menit kendaraan itu telah terparkir di sebuah garasi rumah yang sempit. Yang hanya cukup dua mobil saja. 


Dengan hati - hati orang itu membopong Karina. Orang itu membawa Karina masuk ke dalam rumah. 


Lalu orang itu membawa Karina ke dalam sebuah kamar dan merebahkan tubuh Karina di ranjang. 


"Maaf, aku bingung harus membawa kamu kemana? Aku tidak tahu siapa kamu, di mana rumahmu?" gumam orang itu pelan. 


Setelah menyelimuti tubuh Karina, ia pun keluar dari kamar tersebut. Lalu orang itu merebahkan diri di sofa yang ada di ruang tamu. Dan akhirnya orang itu terlelap. 


***


Subuh pun tiba, orang yang tertidur di sofa itu terjaga, sepertinya orang itu terbiasa bangun pada waktu subuh. 


Orang itu pergi mengambil wudhu dan menunaikan sholat subuh. 


"Teh! Teteh" panggilnya. 


Kelopak mata Karina bergerak - gerak dan akhirnya gadis itu membuka mata dengan sempurna. 


Mereka saling pandang dalam kebingungan. 


Deg! 


Bukan main Karina terkejut karena ada seorang asing di depannya. 


"Siapa kamu?!" teriak Karina seraya beringsut menjauh. 


"Tenang! Jangan takut! Tadi malam saya yang menolong kamu," ucap orang itu berusaha menenangkan Karina. 

__ADS_1


"Menolong?" tanya Karina bingung. 


"Tadi malam kamu mabuk dan pingsan. Aku tidak tahu harus membawa kamu kemana? Daripada kamu, aku tinggal di jalan dan ditemukan oleh orang jahat, lebih baik aku bawa kerumah ini," tutur orang itu. 


Karina pun berusaha mengingat kejadian semalam. Ah, iya! Dia ingat kejadian tadi malam. 


"Terima kasih! Maaf jika merepotkan! " ujar Karina. 


"Iya, kamu sangat merepotkan badan kamu berat, mana mulutnya bau alkohol lagi," goda orang itu berusaha mencairkan suasana yang kaku. 


"Ah, masa sih? Maaf ya!" sahut Karina seraya terkekeh. 


"Eh, kamu muslim?" tanya orang itu. 


"Iya, kenapa?" Karina balik tanya. 


"Silahkan sholat subuh! Di sebelah kamar ini ada mushola dan kamar mandinya ada di kamar ini," ujar orang itu seraya menunjuk sebuah pintu yang ada di kamar itu. 


"Oh, iya terima kasih, sudah mengingatkan! Apa disini ada mukena?" 


"Ada di mushola!" sahut orang itu. 


"Aku tunggu di luar ya!" imbuh orang itu. 


Karina mengangguk. 


Saat orang itu akan meninggalkan kamar tersebut, tiba - tiba ada orang yang membuka pintu dengan lebar. 


Blaak! 


"Kakak? Siapa itu??!"


****

__ADS_1


"Wah, bisa jadi bulan shaum ini, bakal jarang2 mampir ke manga. Fokus shaum aja." 


Selamat menunaikan ibadah shaumnya…. 


__ADS_2