
46
Malam hari di kediaman pengantin yang baru ehem - ehem.
Maudy sedang mengeringkan rambut sambil berdiri di depan cermin. Satria mengambil alih hair dryer tersebut dan membantu mengeringkan rambut Maudy yang panjang.
"Dy, katanya mau belanja keperluan rumah tangga? Dan katanya juga pengen jalan - jalan cari makan malam?" tanya Satria dengan wajah berseri - seri karena habis keramas berkali - kali.
"Nggak jadi aku capek! Badanku sakit semua!" ketus Maudy seraya mengerucutkan bibirnya. Ia agak kesal karena Satria mengerjainya beberapa kali. Yang benar saja, habis mandi, udah rapi, udah wangi mau berangkat, eh, Satria malah mengajaknya berolahraga lagi.
Di sore hari tadi, Satria tiga kali membuat dirinya lemas tidak berdaya. Heran saja, sebenarnya habis minum obat apa suaminya itu? Sehingga sangat perkasa di atas ranjanggg. Baterainya full banget. Nggak ada matinya.
Dan lihat saja itu wajahnya, tidak ada lelah - lelahnya. Malah terlihat bersinar, berseri dan bertambah tampan.
Sedangkan Maudy terlihat agak pucat, dan kalau berjalan seperti bebek. Sesekali terlihat meringis menahan sakit. Tadi aja sampai digendong Satria saat akan ke kamar mandi.
Tapi di mata Satria Maudy terlihat cantik, seksih, menggoda dan menggemaskan.
"Beneran nih, di rumah aja?" goda Satria.
"Iyaa.. Aku tidak nyaman saat berjalan!" rengek Maudy.
"Sakit banget ya? tanya Satria.
Maudy memutar bola matanya dengan malas."Iyaa, gara - gara kamu!" cibir Maudy. Lagi - lagi bibirnya mengerucut.
"Maaf ya, habisnya kamu sangat menggoda aku, tidak bisa mengendalikan diri," ucap Satria seraya menaruh hair dryer di atas meja rias, lalu memeluk Maudy dari belakang. Menghirup ceruk leher wangi floral milik istrinya itu.
"Mulai malam ini kita tidur di kamar yang sama !" bisik Satria dengan lembut.
__ADS_1
"Hemm!" sahut Maudy. Sedikit geli dan merinding karena Satria berbisik tepat di cupping telinganya. Terasa banget hembusan hangat dari napas Satria.
"Aku keluar cari makan ya, apa kamu mau ikut? Kamu nunggu di mobil saja, nggak perlu turun." Satria masih mengendus - endus leher jenjang itu.
"Ya, udah deh. Aku ikut saja! Daripada di rumah sendirian," sahut Maudy.
"Nggak perlu ganti baju, cukup pakai jaket saja," ucap Satria seraya melepaskan pelukannya.
Maudy mengangguk. Lalu ia berdiri dan bergegas hendak mengambil jaket di kamarnya.
Tak berapa lama, pasangan suami istri itu, keluar rumah untuk mencari makan.
Perlahan Satria melajukan kendaraannya. Mengitari kota bandung, mencari makanan yang cocok.
"Kamu mau makan apa, Dy?" tanya Satria pada istrinya itu.
"Mau di pinggir jalan atau di mana?" tanya Satria.
"Di pinggir jalan enak kali ya?" ucap Maudy.
"Terserah kamu!" ucap Satria.
"Eh, itu ada penjual nasi goreng, lumayan rame, mungkin enak," ucap Maudy seraya menunjuk pedagang nasi goreng.
"Makan di situ?" tanya Satria.
"Yuk, kita coba aja!" ajak Maudy.
Satria pun mengikuti keinginan istrinya itu, lalu berhenti tepat di depan penjual nasi goreng itu.
__ADS_1
"Kamu mau turun atau makan di mobil?" tanya Satria kepada Maudy.
"Aku di mobil saja!" jawab Maudy agak ketus. Pengennya sih, ikut turun, tapi yang benar saja, kalau dirinya turun, nanti orang - orang akan menatapnya dengan aneh karena cara jalanya seperti bebek.
"Hmm, baiklah, aku pesankan ya, pedas atau biasa?"
"Sedang aja!"
Satria pun bergegas turun dari mobil, lalu memesan dua porsi nasi goreng spesial.
Tidak sampai satu jam, Satria kembali membawa dua porsi nasi goreng di piring dan menyerahkannya pada Maudy.
"Tunggu sebentar aku ambil minumnya dulu," ucap Satria seraya menyerahkan dua piring berisi nasgor tersebut
Maudy pun menerimanya seraya mengangguk. Lalu meletakan salah satu nasgor tersebut di dashboard.
Satria kembali dengan membawa dua gelas kertas berisi bandrek (minuman khas jawa barat yang terbuat dari rempah - rempah seperti jahe)
"Dingin - dingin gini enaknya minum bandrek," ucap Satria seraya meletakan bandrek tersebut di atas dashboard.
Maudy hanya tersenyum tipis menanggapinya.
Lalu pengantin baru itu menikmati nasi gorengnya dengan lahap di dalam mobil.
Setelah selesai makan, Satria membawa Maudy untuk berkeliling kota bandung hanya sekedar menikmati indahnya kerlap - kerlip lampu di malam hari.
Akan tetapi entah kenapa mood keduanya menjadi lebih baik setelah keliling kota Bandung. Untuk sesaat mereka melupakan masalah mereka masing - masing.
__ADS_1