Cinta Pertama Maudy

Cinta Pertama Maudy
Bab 28


__ADS_3

Seminggu berlalu 


Papa Hadi, sudah pulih sepenuhnya, hanya dua hari papa dirawat di rumah sakit. bahkan, ia telah kembali ke kantor seperti biasa. 


Hubungan Keano dengan papanya itu menjadi renggang. Setelah papanya kembali ke rumah, hanya beberapa kali ia bertemu papanya itu. 


Sebisa mungkin ia menghindar dari laki - laki itu. 


Namun, malam ini sepertinya ia tidak bisa menghindar lagi darinya, saat dia masuk rumah, papa sudah menunggu di ruang tamu dengan tatapan tajamnya. 


"Selarut ini, baru pulang kamu?! Sampai kapan kamu mau menghindari papa?" cecar Papa Hadi dengan kesal. 


Keano membisu, ia bingung harus jawab apa. 


"Maaf, Pa, Keano lelah, Keano mau istirahat!" sahut Keano dingin. 


"Duduk dulu, Keen, Papa mau bicara!" sentak Papa Hadi. 


"Apalagi sih, Pa, apa yang mau dibicarakan?" desis Keano. Namun, ia tetap menuruti perintah Papa untuk duduk. 


"Kamu tetap Papa jodohkan, kamu tidak boleh menolak!" ucap Papa Hadi tanpa ba bi bu lagi  langsung ke intinya. 


"Mulai lagi deh Papa ini," batin Keano. 


"Maaf, Pa, apa Papa kurang mengerti dengan kata - kata Keano waktu itu di rumah sakit? Keano tegaskan sekali lagi, Keano tetap menolak perjodohan ini!" tegas Keano dengan suara tetap rendah, bagaimanapun ia tetap menghormati pria di depannya ini. 

__ADS_1


"Kamu tidak bisa menolak, pokoknya kamu harus mau!" sentak papa dengan suara agak meninggi. 


Keano menghela napas, dia pikir papanya ini sungguh sangat keras kepala. "Dasar tuan pemaksa! " umpatnya dalam hati. 


"Sudahlah, Pa, jangan memaksa Keano, pokoknya Keano nggak mau!" suara Keano mulai bergetar menahan kesal. 


"Baik, kalau kamu tidak mau, Papa tidak akan mau mengakui kamu sebagai anak Papa lagi!" ancam papa. 


"Terserah! Keano tidak peduli, Keano capek dengan papa yang selalu memaksa!" suara Keano mulai meninggi. 


"Ken!" sentak papa kesal. 


Mama Ratri yang sudah terlelap akhirnya terbangun karena mendengar suara ribut - ribut dari ruang tamu. Ia pun keluar dari kamar. 


'Ini lho, Ma, anakmu tidak mau diatur! Padahal semua ini aku lakukan untuk kebaikan dia di masa mendatang," ucap papa ketus. 


"Aku carikan calon istri yang sepadan, sederajat dengan kita, supaya kedudukan kita, kelak semakin terpandang dan kuat ," imbuh papa menggebu. 


"Tapi Keano tidak mau, Ma, Mama tahu sendiri kalau Keano udah punya calon sendiri," Keano menginterupsi. 


Mama menghela napas, bingung harus memihak siapa? Yang satu suami yang dicintai dan ia hormati. Dan yang satunya lagi anak tampan kesayangannya. 


Ia pun memilih duduk dan merenung di antara dua pria yang bersitegang itu. 


"Ma, Mama kok, diam saja?" tanya papa. 

__ADS_1


"Terus Mama harus bagaimana?" mama linglung. 


"Ya, bantu Papa untuk menyakinkan anakmu itu agar mau dijodohkan!" 


Mama tersenyum penuh kebingungan, tidak tahu harus bersikap bagaimana. 


"Pa, menurut Mama biarkan Ken, menentukan pilihannya sendiri. Maudy gadis yang baik juga berpendidikan, Mama suka sama gadis itu," Akhirnya Mama memberikan pendapatnya. 


Keano, tersenyum penuh kemenangan, ia senang, karena ternyata mama berada dipihaknya. 


" Lho, Mama malah mendukung Keano? " kesal Papa. 


"Baik saja tidak cukup, kita perlu keluarga yang terpandang agar kedudukan kita semakin kuat di mata masyarakat!" imbuh papa. 


"Keano tidak butuh kedudukan, Keano hanya ingin hidup tenang dan bahagia bersama dengan pasangan Keano!" selak Keano. 


"Ken!" sentak papa tidak suka dengan jawaban Keano. 


"Sudahlah Pa, kalau Papa tidak suka dengan pilihan Keano, lebih baik Keano pergi dari rumah malam ini juga!" ancam Keano. 


"Ya sudah, kamu pergi saja!" bentak papa kesal setengah hidup. 


"Pa!" sentak mama. 


Atmosfer di ruangan itu semakin panas padahal AC tidak dimatikan. 

__ADS_1


__ADS_2