Cinta Pertama Maudy

Cinta Pertama Maudy
Bab 15


__ADS_3

Bab 15


Maudy Kezia Putri …! Dari mana saja kamu!???" sentak mama Dina. 


" Mmmm… Maudy hanya mampir makan bakso, Ma,... " 


" Hanya makan bakso sampai petang gini?" selidik mama. 


" Ya, mampir ke taman sebentar," jujur Maudy. 


"Awas ya, kalau bohong! Mama tidak suka anak perempuan mama sepulang sekolah keluyuran," omel mama. 


Iya… Ma,... 


"Kok bisa bareng Keano, janjian ya?" tanya mama kepo. 


"Iya, Ma, tadi Kak Ken, sengaja mampir ke sekolahnya Maudy," jujur Maudy. 


"Ya udah, sana mandi! Kucel gitu," ejek Mama. 


"Eh, tunggu! " seru mama. 


"Ada apa lagi Mama sayang???." Maudy menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap mama lagi. 


"Sebentar lagi ujian, jangan coba - coba untuk pacaran!" tegas mama. 


"Ish, siapa yang pacaran?" sanggah Maudy. 


"Siapa tahu kamu dan Keano jadian," selidik mama. 

__ADS_1


"Ish, Mama kejauhan mikirnya!" ucap Maudy tersipu malu lalu ia beranjak meninggalkan mama. 


*****


Kediaman Robby


Setelah memarkir mobil di garasi, Keano pun masuk kedalam rumah. 


Di dalam nampak Robby sedang memindah - mindah chanel menggunakan remot. 


Robby menoleh kepada Keano yang melewatinya begitu saja. 


Terlihat oleh Robby jika wajah Keano nampak sumringah, bibirnya tiada henti menyunggingkan senyuman. 


"Ken, senyum - senyum mulu, habis dapat lotre, kamu?" ejek Robby. 


"Lagi seneng nih kayaknya?" selidik Robby. 


"Ah, biasa aja!" sahut Keano menyembunyikan perasaannya


"Lha terus ngapain senyum - senyum sendiri kaya orang gi*la?" cibir Robby. 


"Ish, mau tau aja urusan orang!" sahut Keano sambil tergelak. 


"Udah ah, mau mandi dulu!" imbuhnya lalu beranjak meninggalkan Robby yang masih penasaran setengah mati dengan apa yang terjadi dengan sepupunya itu. 


****


Robby. 

__ADS_1


Sepeninggalan Keano, ia hanya geleng - geleng kepala seraya tersenyum kecut. 


Pada dasarnya ia sedikit paham apa yang terjadi dengan sepupunya itu. 


Tadi saat ia selesai mandi, ia mendengar suara deru mobil dari arah rumah Maudy. Ia pun penasaran dan melihatnya melalui kaca jendela kamar yang ada di lantai dua. 


Dengan jelas ia melihat Keano membukakan pintu mobil untuk Maudy. Robby juga menyaksikan interaksi di antara keduanya. Nampak ekspresi Keano begitu bahagia dan Maudy tersipu malu - malu . 


Robby kira ada sesuatu di antara keduanya. Ada perasaan tidak suka di hati Robby. Namun, ia menepisnya. 


"Apa aku keduluan sama Keano?" batinnya. 


Sejak dulu Robby sangat menyukai Maudy. Namun, ia memendam perasaannya itu sendirian karena Robby tahu kalau Maudy hanya menyukai Satria. 


Ada secercah harapan saat setelah ia mengetahui Satria menolak Maudy. Namun, sepertinya ia harus kembali mengubur perasaannya itu, karena ia bukan orang yang suka bersaing dengan saudara atau sahabatnya jadi ia memilih mundur sebelum berperang. 


Yang terpenting baginya, Maudy bahagia bersama orang itu, dan siapapun itu, bisa menjaga Maudy dengan baik. 


Dari balik kaca jendela ia mengawasi kedua orang itu dengan tatapan nanar. Setelah mengetahui Keano masuk ke rumah, ia pun menuruni tangga menuju ruang televisi seolah - olah tidak terjadi apapun. 


Memang Robby sangat pandai menyembunyikan perasaannya. 


****


Di sebuah kamar bernuansa putih hitam di lantai dua, nampak Keano tengah berbaring setelah sebelumnya membersihkan diri. 


Kedua tangannya menopang kepala di atas bantal, netranya menatap langit - langit putih itu. Ia tengah memikirkan kebersamaanya bersama Maudy tadi. Ia pun tersenyum. 


"Tidak ada kejadian yang spesial tapi udah bahagia kaya gini," batin Keano. 

__ADS_1


__ADS_2