
43
Karina
Gadis berwajah cantik itu meninggalkan restoran tersebut dengan langkah cepat dan tergesa - tergesa.
Ia pun memesan kendaraan online di sebuah aplikasi berwarna hijau. Ia menoleh ke belakang sejenak. Masih berharap Satria mengejarnya.
Cih!
"Dasar bede*bah! dia tidak berusaha mengejarku, " umpatnya.
Sebuah mobil Av**za silver melintas dan berhenti di hadapannya.
Karina mengira itu adalah mobil yang dipesannya. Ia pun membuka mobil tersebut dan duduk di jok belakang.
Sontak, orang di balik kemudi itu terkejut dan menautkan alisnya.
"Anda?" ucapnya heran.
"Cepat jalan, pak!" perintah Karina dengan congkak. Gadis itu masih terbawa suasana emosi.
Semakin mengernyit lah dahi orang itu.
"Siapa sih, cewek ini? tiba - tiba masuk sembarangan ke mobilnya orang. Main perintah - perintah segala!" umpat orang itu dalam hati.
"Gue kerjain juga nih, cewek!" orang itu menyeringai.
__ADS_1
Lalu orang itu melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.
Di tengah jalan, orang itu bertanya pada Karina. "Non, mau ke mana?"
"Pakai tanya lagi, kan sudah jelas di aplikasi!" jawab Karina masih dengan mode jutek.
"Lha mana saya tahu, saya kan nggak pakai aplikasi!" sahut orang itu dengan santai seraya menahan tawanya.
"Maksudnya?" tanya Karina heran.
"Tolong diperhatikan baik - baik, apa benar mobil ini adalah mobil yang anda pesan?" ucap orang itu.
Deg!
Karina mengamati orang yang ada di balik kemudi itu secara intense. Kebetulan orang itu sedang menoleh pada dirinya.
"Sial!" umpatnya dalam hati. Ternyata orang yang di depannya itu sangat berbeda dengan yang ada di foto profil. Hanya merk mobilnya saja yang sama.
Seketika orang itu menghentikan mobilnya.
"Tahu saya salah masuk mobil, mengapa anda diam saja?" kesal Karina.
"Lho, anda yang salah masuk mobil, kok, saya yang disalahin !" sanggah orang itu tidak mau dikambinghitamkan.
"Dan juga kenapa handphonenya nggak di cek dengan teliti, kan bisa dilihat dari peta perjalanan," imbuh orang itu.
Karina pun membuka aplikasi hijau di handphone miliknya , dan benar saja di peta menunjukan jika mobil yang di pesannya tadi masih berada di restoran tadi.
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian ada panggilan masuk dari pengemudi onlen tersebut.
📞 Hallo! Mbaknya ada dimana? Saya ada di depan restoran, " pengemudi.
📞Maaf pak, bisa susul saya? Saya.." Karina melihat di sekeliling. " Saya depan toko kue Dea Bakery," lanjutnya.
📞"Baik, Mbak, saya meluncur!" pengemudi.
"Tanpa banyak bicara lagi, Karina keluar dari kereta besi itu, lalu ia membanting pintu mobil itu dengan cukup keras.
Braakk!
"Dasar sin*ting! Lagi PMS paling tuh, cewek," maki orang itu seraya mengelus dadanya karena terkejut. Lalu orang itu mengendarai mobilnya, meninggalkan Karina yang tengah menunggu mobil online nya dengan perasaan dongkol.
"Orang aneh! Kenapa juga tidak mengingatkanku sejak awal?" umpat Karina.
Tak berapa lama kendaraan yang dipesannya pun telah tiba. Tak ingin mengulangi kesalahan yang sama ia pun mencocokkan plat mobil tersebut. Setelah yakin cocok ia pun masuk ke dalam mobil itu. Setelah karina duduk di dalam mobil, pengemudi itu pun membawa Karina ke alamat yang dituju.
Satria
Sesuai permintaan Satria, makanan yang tidak jadi dimakan itu, akhirnya di bungkus dan di bawa pulang.
Ada sedikit perasaan lega karena sudah mengatakan semuanya kepada Karina. Dirinya tidak lagi terbebani dengan kebohongan itu lagi.
Biar saja gadis itu marah pada dirinya, ia tidak peduli. Yang terpenting ia sudah tidak membohongi gadis itu lagi.
Dan yang paling utama dia sudah minta maaf dengan sungguh - sungguh. Terserah Karina mau memaafkan atau tidak. Suka - suka Karina juga, kalau dia mau menganggap dirinya seorang bed*ebah.
__ADS_1
Bagi Satria ikatan sepasang kekasih tidak sesuci ikatan suami istri. Jadi Satria memilih melepaskan Karina dan mempertahankan pernikahannya.
"Maaf ya, Karina! Sungguh aku tidak ingin membuatmu terluka. Semua di luar kehendakku. Jika aku memilihmu, maka akan ada dua keluarga yang tersakiti, yaitu Mamaku dan keluarga Maudy. Aku doakan semoga kamu mendapatkan pria yang lebih baik dariku" ucap Satria dalam hati sembari fokus di balik kemudi.