Cinta Pertama Maudy

Cinta Pertama Maudy
Bab 13


__ADS_3

Bab 13


Keano


Sore itu, ia pulang kuliah lebih awal , tiba - tiba terlintas di otaknya untuk menjemput Maudy, entah mengapa akhir - akhir ini ia merasa nyaman berada di dekat gadis itu. 


Dengan semangat  empat lima, ia pun mengendarai mobil sedannya menuju ke tempat Maudy sekolah. 


Tidak ada satu jam, ia pun telah sampai. Namun ia mengurungkan niat untuk turun dari mobilnya, karena ia melihat sosok seorang gadis yang paling tidak ingin ia temui saat ini, ya dialah Anastasia mantan pacar yang pernah mengkhianatinya. 


Ia pun hanya memperhatikan Anastasia dari dalam mobil, ia juga melihat Maudy yang berada  di seberang sana  sedang menyaksikan Satria membonceng Anastasia. 


Jelas sekali, ia  melihat tatapan sendu Maudy. Lalu setelah dua orang itu meninggalkan sekolah, ia pun turun dari mobil dan mendekat pada Maudy yang sedang mematung dan terlihat sedang menghirup udara. 


*****


Gadis yang tadi di sekolah terlihat sedih itu, kini berada di hadapannya sedang melahap semangkuk bakso dengan semangat. Sepertinya kesedihan yang menggelayuti gadis itu telah terurai oleh hanya semangkuk bakso. 


"Uhg..! Kenyang banget!" seru Maudy sembari menyeruput jus strawberry sampai tandas. 


"Mau nambah lagi?" tanya Keano sembari tersenyum geli. 


"Ish, gila! Yang bener aja, perut sampai penuh gini," sahutnya sambil mengusap perut ratanya dan menyender. 


"Hahha, kali aja masih belum puas, tenang aku yang traktir," ucap Keano sambil tergelak. 


"Nggak! Terima kasih!" sergah Maudy. 

__ADS_1


Tanpa diduga Keano mengulurkan tangan untuk mengusap bi*bir Maudy dengan jempol tangannya.. 


Deg. 


Maudy tertegun mata mereka beradu, nuansa canggung pun menghampiri mereka. Keduanya tersipu. 


"Hmm, ada kecap dibibir kamu," Keano agak tergagap. 


"Terima kasih!" sahut Maudy kikuk. 


"Habis ini mau kemana?" tanya Keano. 


"Sudah sore, pulang aja," sahut Maudy. 


"Baiklah, sebentar aku bayar dulu yah!" ucap Keano seraya beranjak dari tempat duduk. 


"Iya!" sahut Keano. 


"Terima kasih!" 


Keano hanya mengangguk dan menyunggingkan sebuah senyuman. 


Setelah selesai membayar, mereka pun meninggalkan kedai bakso tersebut. 


Saat mereka menuju mobil Keano, tidak sengaja perhatian Maudy tersita oleh pasangan yang sedang bergandengan yang juga hendak meninggalkan kedai tersebut. Ya, tidak lain pasangan itu adalah Satria dan Anastasia. 


"Maudy, Kak Ken, kalian habis makan bakso juga?" tanya Satria sembari melepas tautan tangan dengan Anastasia. 

__ADS_1


"Iya!" Maudy dan Keano menjawab berbarengan. 


"Kok, kita nggak ketemu ya barusan di dalam?" ucap Satria basa - basi, sebenarnya ia agak canggung bertemu Keano di saat dirinya sedang bersama Anastasia. 


"Lha ya itu, kita makan di lantai satu tadi," sahut Keano santai. 


"Oh, pantesan, kita tadi di lantai dua," ucap Satria.


"Ya udah, kita duluan ya!" ucap Satria seraya menuju motor maticnya. 


Anastasia sedikitpun tidak ikut bicara ia hanya diam membisu. Ia pun mengekor di belakang Satria menuju motor Satria. 


Setelah pasangan itu menghilang dari hadapan mereka, Maudy dan Keano pun bergegas masuk ke dalam mobil. Dan mobil yang ditumpangi Maudy itu meninggalkan tempat tersebut. 


Suasana dalam mobil Hening. 


"Kak, mampir ke taman itu dulu yuk!" ajak Maudy seraya menunjuk pada sebuah taman yang cukup asri dan ada ayunannya. 


Keano pun menepikan mobilnya di pinggir taman tersebut. 


Maudy pun bergegas turun dari mobil menuju ke sebuah ayunan kosong dan duduk di sana, sepertinya suasana hatinya sedang buruk. 


Setelah mengunci mobilnya, Keano pun menyusul Maudy dan duduk di ayunan kosong di sebelah Maudy. 


Keano dengan sabar menemani gadis itu, tanpa bertanya apapun. Namun, ia mengerti mengapa tiba - tiba suasana hati gadis di sampingnya itu memburuk. Kalau bukan Satria, siapa lagi? 


Dirinya saja tadi sempat merasa tidak enak hati melihat Anastasia bersama Satria. Namun, dia bukan orang yang suka berlarut - larut dalam kekecewaan. 

__ADS_1


__ADS_2