
Setelah penolakan Vian, Gita mengurung dirinya bahkan dia gak mau sekolah atau kemanapun dan dia selalu menangis dan jatuh sakit membuat kedua orangtuanya sedih melihatnya. Tapi papahnya tetap tidak merestui dan mengirim Gita sekolah keluar negeri ikut dengan adik Gilbran dan tinggal bersama mereka.
"Papah akan kirim kamu keluarnegeri dan ikut tante kamu disana,kamu sekolahlah yang benar karna kamu yang nanti meneruskan usaha papah.. "Papahnya kesal melihat Gita sedih dan nangis terus
"Terserah papah disinipun aq udah gak bisa sama Vian karna dia udah menolakku jadi papah senangkan..? "Gita menangis
"Tentu saja dia sadar dengan derajatnya.."Papahnya masih sombong
"Tapi setelah aq dewasa,aq akan menentukan hidup aq sendiri papah dan mamah gak boleh ikut campur dan jita aq berjodoh dengan Vian yang sangat aq cintai kelak,papah gak melarang kami"Gita masih mengharapkan Vian
"Dan satu lagi,aq akan memuruti papah tapi ijinkan aq bertemu dengan Vian untuk terakhir kalinya pah.. setelah itu aq akan pergi keluarnegeri sesuai permintaan papah.. "Gita mengajukan syarat.
"Kamu mengajukan syarat pada papah..?"papahnya marah
"Kalo papah gak setuju aq juga gak akan pergi dan gak kemanapun termasuk aq juga gak mau sekolah lagi.. "Gita mengancam
"Baik papah akan menyetujuimu tapi papah yang akan antar kamu bertemu Vian.."papahnya gak mau kalah
"Mah beresin pakaian anakmu yang nakal.."mamahnya yang sedih anaknya akan pergi
Gita sibuk menghubungi teman-teman Vian yang selama ini dekat dengan Vian, yang masih satu sekolah dengan Vian disekola SMA karna mereka udah lulus dan masuk sekolah yang sama, Felik,Noval dan Ari yang mengerti cerita cinta Vian dan Gita.
"Felik, ini aq Gita apa kamu tau dimana Vian?"tanya Gita pada Felik yang mereka sebenarnya sedang duduk dengan Vian
"Dia bersamaku kenapa apa kamu mau bicara? "Felik pada Gita dan Vian menatap Felik
"Kalian dimana? "Tanya lagi
"Disekolah SMA xxx"jawabnya dan Gita mematikan Hp nya
"Mah apa udah masuk semua perlengkapanku dan baju2 kesukaanku..?"tanya Gita senang akan bertemu Vian
"Ya sayaang udah masuk semua.. "Mamah Liana udah selesai
"Sayang kamu disana jaga kesehatan dan diri baik2 yah..? "Mamahnya menasehati Gita
"Tentu saja mah aq akan baik dan jaga diri buat Vian, Vian yang nantinya akan jadi suami Gita dan menantu mamah.. "Gita memeluk Mamahnya
Gita berjalan keluar dengan koper dibawanya dan diikuti mamahnya dan papahnya yang udah siap dimobilnya akan mengantar Gita ke bandara.
__ADS_1
"Pah kita kesekolah xxx calon suamiku ada disana pah.."Minta Gita buat papahnya menahan emosi
"Kamu masih kecil belum saatnya bilang menikah.. !"bentak papahnya
"Pah aq bilan calon suamiku.. bukan berarti menikah sekarang, Vian belum siap kalo udah siap aq udah ajak dia kabur tapi dia gak mau? "Gita sengaja bicara jujur karna kesal papahnya gak kunjung merestuinya
"Ayo pah jalan tapi mampir ketoko dulu ya pah beli kado karna calon suamiku besok ulang tahun aq gak mau melewatinya.. "Gita membuat papahnya makin menahan amarahnya dan mengikutinya.
Gilbran menghentikan mobilnya ditoko jam dan sepatu. Gita memilih jam yang bagus dan mahal dari uang sakunya yang dia sisihkan dan memilihka sepatu ukuran Vian dan masuk dalam mobilnya yang udah ditunggu oleh papahnya.
"Udah pah jalan kita kesekolah buat kejutaan buat calon suamiku..? "Gita tersenyum dengan kado yang dibawanya
"Papah merasa ikut gila karna cintamu yang buta.. "papahnya sambil nyetir
"Kata mamah Gita mirip papah, dulu papah kan yang maksa mamah untuk menerima papah dan sekarang kalian bahagia dan selalu bersama.."Gita buat malu papahnya
"Tapi papah ini laki2 dan kamu ini perempuan harusnya punya malu.. "Papahnya merasa dipojokan
"Aq gak peduli pah aq juga akan ikuti cara papah paksa Vian dan menunggunya sampai dia mau menerimaku dan kami menikah akan punya anak,cucu buat papah.. "Gita tertawa melihat papahnya marah dan melajukan mobilnya cepat.
Mereka berhenti didepan sekolah dan Gita minta ijin masuk dan bicara untuk terakhir kalinya pada Vian dengan muka sedih dan memelas jadi diijinkan oleh guru disekolah Vian yang saat ini sedang mengikuti pelajaran bersama teman-temanya.
"Papah akan ikut denganmu karna papah gak mau kamu kabur dengan cowo tengil desa itu.. "papahnya mengikuti Gita
"Ya udah papah bawain kadonya jangan sampe rusak itu buat menantu papag ok"Gita berjalan masuk menyelusuri sekolah mencari kelas Vian.
"Anak nakal, kalo kamu laki2 udah papah hajar kamu.. "Papahnya mengomel dan mengikuti anaknya denga dua kado ditangannya.
Gita melihat kelas 1B kelas yang ditujukan wali kelas Vian yang saat ini sedang mengerjakan tugas dari guru yang meninggalkan kelasnya karna sedang meeting. Gita membuka pintu dan melihat Vian duduk bersama Felik dikursi kedua yang mengejutkan Vian dan teman2nya.
"Hallo calon suamiku apa kabar,aq sangat mencintaimu dan kangen padamu.. "Gita masuk dan berbicara keras menghampiri Vian yang membuat semua teman kelas Vian melongo dan buat pacar Vian yang satu kelas dengan Vian sakit hati
"Gita jangan bikin malu papah..! "kata papahnya lirih yang mengikuti Gita buat Vian merasa sedikit takut karna Gita diikuti papahnya
"Sayaang calon suamiku aq kangen sama kamu, kamu kangen kan sama aq.. "Gita duduk dipangkuan Vian yang diam bingung dan terkejut
"Selamat ulang tahun calon suamiku, semoga kita akan cepat2 menikah dan punya anak.."Gita mencium pipi kanan dan kiri Vian
"Pah sini kado buat calon mantu papah.. "Gita mengambilnya dan kembali duduk dipangkuan Vian
__ADS_1
"Ini kado buat kamu calon suamiku.. "Gita mencubit hidung Vian yang masih diam dengan sikap Gita yang buat dia malu dikelasnya
"Gita ayo turun jangan buat malu papah dan dirimu sendir, udah saatnya kamu terbang.."papahnya menarik tangan Gita
"Kamu siapa tidak tau malu datang dan duduk dipangkuan pacarku.. dengan sikap menjijikkan ini"Kata Salsa pacar baru Vian
"Oh kamu pacar yang keberapa calob suamiku, aq pacar pertama cinta pertama dan selamanya namaku Gita Amelia ada dihati calon suamiku.. lagian kamu baru pacar entah keberapa kali tapi aq calon istri Vian Setiadi"Gita berdiri dan menghampiri Salsa dan Vian megikuti dan memegang tangan Gita.
"Ikut denganku,aq bicara sama kamu dan om kita sebaiknya keluar.. "Vian menarik tangan Gita
"Gak mau..kamu gendong dulu yang kaya dulu baru aq keluar.."minta Gita merengek
Vian mengikuti permintaan Gita karna tau sifat keras Gita gak mau mengalah dan Vian jongkok didepannya dan Gita merangkul Vian dan Vian mengangkatnya buat papahnya malu dan menggelengkan kepalanya dan Salsa juga mengikutinya.
"Gita apa2 ini, kamu bikin malu aq dan dirimu serta papahmu.. ini sekolah bukan taman hiburan.. "Vian menurunkan Gita dan berdiri dihadapannya
"Aq tau yaang, ini bukan taman dan sekolah barumu dan andai ini kamarku kita bisa berciuman dan aq minta kamu bikin tato dileher dan diatas dua gunungku seperti dulu, aq kangen.. "Gita yang gak suka dengan kehadiran pacar baru Vian dan Salsa pergi menjauhi mereka kekamar mandi.
"Apa Gita! jadi kalian pernah.. "papahnya kaget memdengarnya karna Gita sengaja melakukan itu agar kekasih Vian dan papahnya tau yang dirinya untuk Vian
"Bukan seperti itu om kami cuma.. "Vian terhenti oleh Gita
"Sayang kamu jangan malu, papah udah merestui kita.."Gita menutup mulut Vian dan melingkarkan Tangan dipinggan hingga samping perutnya
"Apa yang kalian lakukan Gita bicara sama papah.. "papahnya bicara dengan lirih menarik tangan Gita
"Aq memberikan semuanya untuk Vian karna aq mencintainya dan hanya Vian yang berhak atas kesucianku dan diriku pah.. "Kata Gita bohong dan buat papah dan Vian terkejut dengan pengakuan Gita
"Pleekk"Papahnya menamparnya dan mau menapar lagi tapi dihalangi Vian dengan menarik Gita dalam pelukannya
"Jangan pukul Gita lagi om, aq akan menjelaskan semuanya.. "Vian melindungi Gita yang saat ini menangis
"Kita pulang Gita dan Vian kamu pulang sekolah datang kerumah kami dan bawa kedua orangtuamu..!"papahnya marah dan menjauhi mereka dan keluar dari sekolah
"Kenapa kamu bicara seperti itu..? "Vian kesal pada Gita
"Aq gak mau pisah darimu aq sayang dan cinta sama kamu yaang,kamu yang buat aq melakukan ini.. "Gita dan Vian saling menatap
"Papah akan mengirimku keluarnegeri,hari ini jadwal aq berangkat dan akan jauh darimu yaang, aq gak mau.. "Gita menangis
__ADS_1
"Kita bicara lagi nanti dirumahmu, sekarang ayo aq antar kamu kemobil papamu.. "Vian memegang Tangan Gita.