Cinta Pria Biasa

Cinta Pria Biasa
Cita-Cita Vian


__ADS_3

Setelah semua teman pulang kerumah masing-masing,Vian meminta istrinya untuk istrirahat dikamarnya sedangkan dirinya mengerjakan tugas dadi papah mertuannya diruang kerja.Karna kondisi Vian dan dia juga harus menjaga Gita yang hamil muda, pak Gilbran meminta Vian untuk kerja dari rumah,surat berkas akan dikirim melalui supirnya atau email dan laptopnya.


"Yaang sekarang kamu tidur aja yah aq akan keruang kerja papah.. "Vian setelah mengantar istrinya kekamar dan Gita berbaring


"Iya yaang kamu jangan lama-lama disana,kamu juga harus tidur yaang kamu kan masih gak enak badan.. "Gita menatap suaminya


"Aq gak pa2 yaang..aq akan membiasakan diri dengan keadaan ini sampai kamu lahiran nanti dan kalo kamu hamil lagi aq jadi gak kaget kan yaang.. "Vian tersenyum


"Ini aja baru mau dua bulan kamu udah minta aq hamil lagi yaang.. "Gita juga tersenyum


"Kalo sendiri kasian sayaang sama sepertimu dirumah ini kan kesepian, kalo dua atau tiga kan ada teman bermain dan bertengkar.."Vian yang ingin punya anak lebih dari satu


"Terserah kamu aja yaang.. "Gita memejamkan matanya


"Mimpi indah babyku sayaang"Vian mengusao perut dan menciumnya dan bangun keluar dari kamarnya.


Gita tertidur pulas karna bawaanya mengantuk dikehamilannya dan Vian berada diruang kerja papah mertuanya mengerjakan tugas dari perusahaan pak Gilbram yang udah lama dipelajari dan menjadi bagian penting diperusahaannya.


"Pah ini semua tugas udah selesai aq kerjakan apa masih ada lagi..? "Vian menghubungi papah mertuanya


"Udah cukup untuk hari ini, besok papah yang bawa kamu istrirahat "papahnya menutup telfonya


"Gimana mau istirahat ini udah jam 5 sore, papah ini gimana? 'Vian ngedumel sendiri


"Yaang belum selasai apa kok sampe sore gini sih..? "Gita yang udah bangun dan mandi membawakan kopi capucino kesukaan suaminya


"Sudah sayaang baru saja tadi kan mulainya jufa sore yaang.. "Vian menyambut istrinya


"Ini kopinya yaang..? "Gita meletakan kopinya dimeja


"Sayaang kamu pengertian banget,pas banget aq lagi pengin eh kamu udah buatin.."Vian tersenyum


"Sini sayaang duduk dipangkuanku, aq kangen sama kamu dan baby kita.. "Vian menyambut tangan Gita dan dia duduk dipangkuan suaminya


"Yaang nanti aq yang dibilang manja padahal kamu yaang memanjakan aq"Gita mengalung tangannya dibahu suaminya


"Aq kan pernah bilang kamu manja yaang, suami memanjakan istri kan wajib yaang"Vian mencium pipi istrinya dan mengusap perut istrinya

__ADS_1


"Yaang nanti bantu ngomong sama papah yah, ayah udah dapat lokasi bagus strategis dan ramai tapi belum ada bengkel dan tempatnya gak jauh dari rumah ayah, bisa dijul dan dikontrak buat bengkel kita nanti"Vian yang masih bingung ngomong sama papah mertuanya


"Iya yaang, aq senang kok kamu akan wujudin cita-cita kamu yaang, nanti juga buat masa depan anak kita kan? "Gita bersandar dibahu suaminya


"Iya yaang dari dulu aq ingin sekali,juga bisa bantu ayah agar ayah gak sibuk dilaut lagi yaang kasian udah tua.."Vian yang ingin ayah yang memegangnya


"Ayah bisa yaang..? "tanya Gita


"Justru ayah banyak mengerti mesin yaang,dulu ayah kerja dibengkel saat masih mudah sampai nikah dan keluar saat ibu usaha sendiri jual sayur matang dirumah karna kasian ibu bangun pagi kepasar masak jadi ayah yang ngalah keluar dan bantu ibu juga ikut kelaut sama sodara dab ngurus sawah keluarga ayah"Vian menceritakan


"Kamu percaya aja dan serahkan semua sama ayah.. dan nanti bisa buka kerja buat teman-teman kamu kan yaang? "Gita mendukung


"Iya sayaang karna itu nanti kamu bantu aq yah, aq masih bingung cara ngomongnya dan aq takut papah tersinggung karna aq cari sampingan lain"Vian sambil mengusap perut istrinya


"Papah gak akan tersinggung Vi kalo kalian ngomongnya benar dan mamah juga sebelumnya udah bantu ngomong sama papah kalian"Mamah Liana ibu mertua Vian masuk karna pintu gak dikunci


"Lalu papah gimana mah..? "tanya Vian


"Gimana apanya Vi..? "papah mertuanya baru saja pulang kantor dan melihat pintu terbukan dan berkumpul didalam


"Iya mah.. "Suaminya nurut.


Vian menjadi diam dan menunduk karna bingung untuk memulainya dan Gita melihat suaminya gak berani untuk bicara dan berbisik mendukung suaminya untuk berani ngungkapin sama papahnya.


"Ini teh nya pah.. "Istrinya memberikan tehnya


"Kalian lagi bahas apa kok papah dibawa-bawa? "tanya papahnya buat Vian tersenyum


"Yaang ngomong aja jangan takut, nanti biar aq yang jadi lawannya papah"bisik Gita


"Kenapa kalian bebisik-bisik ada apa?"tanyanya lagi


"Papah dengerin anak papah Vian mau bicara yah.."minta istrinya


"Ada apa Vian..? "tanyanya lagi meletakan tehnya yang masih panas


"Pah sebelumnya Vian minta maaf, Vian mau bilang kalo Vian dan Gita mau buka bengkel pah dan ayah nanti yang akan mengurusnya pah jadi Vian tetap kerja diperusahaan papah"Vian berhasil mengutarakan niatnya

__ADS_1


"Apa kamu gak akan ingkar dan meninggalkan papah sendiri diperusahaan karna kamu satu-satunya harapan papah untuk melanjutkan perusahaan kita untuk keluarga kita nantinya"Papahnya ingin janji dan kepastian Vian


"Iya pah aq janji pah aq gak akan lepas dari tanggung jawabku atas perusahaan papah, buka bengkel cita-citaku dari dulu pah untuk bantu ayah dan memang hobiku dalam otak atik mesin pah, aq nyerahin semua sama ayah dan teman-temanku yang akan mengurusnya, aq disana cuma bantu aja dan itu kalo libur dan ada waktu saja senggang pah"Vian menyakinkan papah mertuanya


"Papah percaya sama kamu tapi kamu janji setelah kamu lulus kamu kuliah dijurusan bisnis yang papah udah ditentukan dan papah akan bantu kamu buka bengkelnya dan membebaskan kamu dibengkel setelah jam kerja perusahaan selasai atau hiburan kamu jika kamu jenuh diperusahaan tapi tetap kamu fokus diperusahaan papag karna bengkel memang usaha yang menjanjikan tapu juga ada masa ramai dan tidaknya sedangkan diperusahaan papah kamu udah pasti dan kamu juga yang akan pimpin perusahaan papah dan hasilnya juga buat anak-anakmu kelak"Papah mertuanya


"Aq bisa kuliah jika kami gak akan ketahuan nikah dan istriku hamil, tapi jika ketahuan dan dikeluarkan gimana pah? "Vian bingung dan belum bisa janji


"Masalah itu nanti papah yang urus karna papah juga udah memberitahukan kepala sekolah kalian dan dia mengerti jadi gak perlu ambil pusing, jika ada masalah kalian lanjut sekolah onlain dan mengikuti ujian karna dari pemerintah gak membatasi orang yang ini sekolah"Papah Gita yang udah mempersiapkan kemungkinan


"Iya pah, setelah luluh aq bisa kuliah tapi atas ijin Gita dulu pah,kalo istriku mengijinkan aq akan mengikuti kata papah"Vian menatap istrinya


"Aq gak mau ditinggal dan juah dari suami apa lagi aq hamil.. "Gita cemberut


"Papah kan gak bilang suamimu akan pergi keluarnegeri.."Pak Gilbran tersenyum


"Tapi papah dulu bilang akan menyekolahkan suamiku diluarnegeri kan pah?"Gita masih mengingatnya


"Yah dulu sebelum kamu hamil, tapi karna ada cucu papah, papah mendaftarkan suamimu onlain tapi tetap kuliah bisnis luarnegeri yang bagus dan kamu juga kan kuliah dikota kita ini yang gak jauh sama dibidang bisnis juga karna onlain kan hanya 2-3jam dari luar dan sisanya kamu sekolah disini"papah Gilbran yang udah menyiapkan segala hal


"Kuliah dua tempat papah kira suamiku robot apa, suamiku punya istri dan calon anak ini memangnya fokusnya kuliah terus?"Gita cemberut


"Gak pa2 yaang aq akan bagi waktu, dan yang aq utamakan kamu istriku dan baby kita.."Vian setuju


"Yaang nanti kamu sibuk sendiri dan aq dicuekin belum lagi kamu kerja.. "Gita kesal


"Tapi kalo malam aq hanya milikmu kan yaang"goda Vian buat orangtua Gita ikut tersenyum


"Maunya siang malam kamu cuma perhatian sama aq yaang, papah itu sengaja dari dulu mau misahin kita.. "Gita kesal dan cemberut


"Kalo papah mau misahin kalian udah papah paksa kamu kuliah diluarnegeri dulu tapi papah nikahkan kalian kan dan kalian suami istri bersama terus masih nyalahin papah"Pak Gilbran gak merasa bersalah


"Yaang kualiah kan cuma bentar setengah hari dan nanti pulangnya aq bisa sama kamu terus dan kerja bisa disambi gini kan? "Vian menyakinkan istrinya


"Iya terserah kamu aja tapi kalo aq dan anak kita kurang kasih sayang dan perhatianmu yaang, aq pecat kamu jadi suamiku"Gita turun dari pangkuan suaminya dan keluar dari ruang kerja


"Sanyaang kok gitu sih, aq berjuang kan juga buat kita dan anak-anak kita sayaang"Vian mengejar istrinya.

__ADS_1


__ADS_2