Cinta Pria Biasa

Cinta Pria Biasa
Pertemuan keluarga


__ADS_3

Vian dengan memakai batik yang seragam dengan keluarganya dan dengan jeans hitam panjang terlihat tampan. Kedua kakanya yang membawa makanan kue dan buah serta lainya dan kedua orangtuanya, Iqbal dan Nilam yang berpakaian rapih dan dengan didampingi kaka dari ayah Vian Nizam.


"Malam om tante, mereka keluarga saya.."Vian memberi salam setelah pintunya dibuka oleh mamah dan diikuti papah Gita yang juga rapih sama dengan setelan kemeja dan mamahnya dengan gaun sederhana tanpa corak dan motif.


"Silahkan masuk.. "Mamah Liana dan Suaminya Gilbran dengan senyum menyambut keluarga Vian.


"Duduklah..bu pak.."Pak Gilbran yang duduk berhadapan dengan pak Iqbal


"Kita mulai saja dengan adanya pertemuan ini, saya kaka dari ibu Gita,pak Lody..maaf untuk sebelum jika saya dan keluarga saya ada salah kata disini"kata pak Lody


"Mungkin ini mendadag buat kalian dan repot-repot mempersiapkan ini dan bertanya2 dengan maskud undangan adik saya Gilbran dan Liana"Pak Lodi kaka memulainya


"Yang sudah kita tau bahwa anak2 kita dekat satu sama lain yang udah melebihi batas mereka menjalin kasih dan berhubungan sebelum waktunya membuat keluarga kami dari pihak wanita takut akan kejadian yang lebih dari ini.. karna dari itu kami meminta keluarga besar Vian untuk datang kemari untuk membahas gimana baiknya untuk anak2 kita dan keluarga kita"Pak Lody menjelaskan panjang lebar dan membuat keluarga besar Vian paham


"Yah saya Nizam kaka dari Nilam ibu Vian mewakili keluarga dari laki2 datang kesini sudah siap dengan kelakuan anak2 kita yang belum sewajarnya mereka lakukan tapi karna udah terjadi dan mereka juga saling mencintai, kami menerima semua yang jadi keputusan keluarga dari Gita.. dan kami juga udah siapkan untuk melamar putri bapak dan ibu untuk Vian anak kami"Pak Nizam mewakili


"Syukurlah sebelum kami minta, keluarga Vian udah siap dengan lamaran dan kami menyetujuinya dan secepatnya untuk dinikahkan karna agar sama2 aman, kami tau mereka masih sekolah dan masih dibawah umur tapi kita bisa nikahkan mereka secara sederhana dulu yang penting sah untuk acara pesta bisa menunggu mereka lulus"Pak Lody membuat Vian kebingungan


"Tapi aq dan Gita masih sekolah..?"Vian bingung


"Kamu masih bisa sekolah setelah menikah kamu tinggal disini sama papah karna papah juga akan mengajarimu dan menyekolahkanmu tentang bisnis dan mengenal perusahaan karna Gita anak papah satu2nya dan Gita gak mungkin mau, jadi kamu yang akan menjalankan dan bantu papah nantinya"Papah Gita ingin Vian membantunya


"Vian makdunya papah kamu nikah secara tertutup tapi sah secara hukum,hanya keluarga yang hadir dan setelah nikah kamu akan tinggal disini sama istrimu Gita, karna papah ingin kamu juga tetap sekolah seperti biasa dan sorenya kamu akan diberi pendidikan lagi untuk bantu papah diperusahaannya karna kamu nantinya udah beristri meski kamu masih belum dewasa tapi kamu tetap bertanggung jawab memenuhi lahir batin istrimu kan? "mamah Gita memberi pengertian


"Iya tante Vian paham.. "Vian mengangguk


"Mah suruh Gita turun udah siap apa belum?"pinta suaminya pada istrinya


"Yah pah.. "Istrinya pamit dan naik kekamar Gita


"Silahkan diminum tehnya dan cemilannya mumpung masih anget.. "Pak. Lody pada keluarga besar Vian.


Liana masuk dalam kamar dan menghampiri Gita yang memakai gaun cantik dan berhias tipis dan sederhana dengan dibantu orang salon yanh diminta Liana mamahnya Gita.


"Sayang kamu udah sangat cantik, ayo keluar calon suamimu dan keluaga Vian sudah datang dan menunggu kamu."Liana merapikan gaun anaknya


"Yah mah aq udah siap ayo mah turun"Gita memakai gaun pink dengan asesoris bunga dan permata yang panjangnya selutut


Gita turun dari tangga dan menghampiri Vian yang terpesona melihat kecantikan Gita dan Gita memberi salam dan mencium tangan mereka dan kemudian berdiri dihadan Vian mencium telapak tangan Vian dan duduk dipangkuan Vian membuat orangtuanya geram melihat tinggak Gita yang agresif.


"Sayang kamu udah lama yah datang..? "Gita duduk dalam pangkuan Vian yang juga menahan malu pada keluarganya dan keluarga Gita

__ADS_1


"Gita duduk disini dekat papah, kamu gak malu dan gak sopan didepan keluarga seperti itu bikin malu.."Papahnya geram


"Pah aq biasanya juga dipangku sama Vian kalo duduk.. yah yaang?"Gita pada Vian


"Duduklah disamping papah yah..nurut"Minta Vian dan Gita nurut dengan muka ditekuk


"Gita jangan cemberut nanti jadi jelek, setelah kalian menikah nanti juga kalian akan sama2 terus.."Kaka Liana pak Lodi menasehati keponakanny


"Kita mulai lamaran Vian dan Gita.."Pak Nizam


"Yah pak.. kita mulai saja"Papah Gita setuju


"Vian kamu berdiri sematkan cincin ditangan manis Gita.. "ibunya memberikan kotak cincin yanh dibeli dengan tabungannya Vian.


"Gita ayo beli berdiri didekat Vian kalian bertukar cincin"Mamahnya Gita


"Yah mah.. "Gita berdiri dan mengalunkan tanganya pada lengan Vian


"Sayaang kamu sangat tampan bikin aq makin cinta.. "Gita mencubit hidung Vian


"Yaang diamlah jangan bikin ulah"Bisik Vian


"Ayo Vian pasangkan cincinya.. "Minta mamah Gita


"Bukan tante dan Om,.. Vian tapi mamah dan papah kamu juga dan panggil sama seperti Gita panggil kami"Liana pada calon menantunya


"Iya mah pah.. "Vian meraih tanga Gita dan menyemat cincin bagus dengan satu permata ditengah.


"Cantik.. "Gita suka dengan cincinya


"Giliran Gita Sematkan ciincin pada Vian jadi gak ada lagi yang buat kamu cemburu karna udah ada tanda kalian bersama"papahnya yang tau anaknya ribut dengan cewe lain membahas Vian


"Tentu saja mah, Vian dan cintanya hanya miliku"Gita menyematkan cincin ditanga jari manis Vian dan mencium tangan Vian dan Vian mencium kening Gita.


Mereka bertukar cincin dan kini mereka duduk bersama dihadapan keluarganya dengan kebahagian diwajahnya.Para Orangtuapun ikut bahagia meski usia mereka sangat muda tapi tetap merestui mereka.


"Udah tukar cincin sekarang kita bahas kapan akan hari baik mereka nikah dan sebaiknya dimana terserah kalian saja selaku orangtua kandung Vian dan Gita.. "Kata Pak Lody


"Lebih cepat lebih baik mas, karna saya dari pihak wanita yang mengkhawatirkan anak perempuan saya.. "pak Gilbran


"Kami nurut saja pak Gilbran, tentukan saja harinya kami sudah siap kapanpun pak Gilbran akan menikah anak kita"pak Iqbal menjawabnya

__ADS_1


"Pah kita nikah nunggu lulus saja, sebentar lagi aq udah tes kenaikan kelas dua dan Gita kelas tiga kan,itu gak lama.. "Minta Vian yang gak tau pikiran orangtua


"Tidak, kalian akan menikah setelah kalian tes kenaikan kelas karna papah gak mau anak papah hamil dan belum menikah"Pak Gilbran khawatirkan Gita


"Vian kamu akan papah pindahkan sekolah sama istrimu dan satu tinggkat yang sama dengan istrimu, papah juga peran penting disekolah jadi kamu bisa masuk sama dengan istrimu biar dia gak kabur bolos dan main kesekolahmu bikin onar"Pak iqbal yang tau anaknya posesif.


"Papah tau aja kemaun Gita, baru aja Gita mau minta pindah sekolah bersama suamiku biar dia gak pacaran lagi sama cewe lain"Gita tertawa kecil


"Tentu saja papah tau kemauan anak papah sendiri yang susah diatur "Papahnya bikin cemberut Gita


"Maksud papah,,Vian akan masuk kelas tiga sama seperti Gita..?"tanya Vian bingung


"Yah, biar kalian gak minder gak malu dan lebih cepat lulus akan lebih baik karna papah akan kuliahkan kamu menggantikan Gita, Gita mungkin akan hamil dia gak bisa meneruskan sekolah tapi kamu bisa lanjut kuliah dan mengurus perusahaan papah, kamu laki2 punya tanggunh jawab besar untuk rumahtanggamu"Pak Gilbran pada Vian yang sejak saat ini udah seperti anak


"Suamiku kamu jangan takut nanti aq yang akan bantu kamu disekolah yah.. sayang"Gita mencubit pipi Vian


"Yah pah saya nurut apa kata papah saja karna itu pasti yang terbaik"Vian sambil mengangguk


"Kalian fokus sekolah dulu,besok papah akan kesekolahmu dan memindahkanmu ke satu sekolah sama Gita dan belajarlah yang benar jangan bikin malu papah.. "Pak Gilbran menyandarkan punggungnya.


"Semua sudah dibahas dan ini udah habis hampir malam dan saya udah siapkan makan malam, mari kita makan dulu.. "Mamahnya mengajak semua makan malam.


Mereke makan malam disatu meja makan yang udah disiapkan oleh mamah Gita yang masak dibantu bibi dan keluarganya untuk Keluarga Vian dengan menu yang Gita pilih kesukaan Vian.


"Nak Vian ini Gita bantu masak yang pilih menunya,katanya kesukaan kamu kan? "Liana pada calon menantunya


"Iyah yaang masak potongan hati ayam sama cabe hijau, sayur sop dan teh anget tawar.."Gita pada Vian dengan senyum manisnya


"Iya ini kesukaan Vian kalo dirumah kalo masak ini bisa dihabisin sama Vian tanpa nasi.. Gita sering bantu ibu dirumah masak untuk Vian"Ibu Vian


"Jadi Gita sering kerumah ibu..?"tanya Liana pada calon besannya


"Yah waktu diSMP dulu sering kerumah.. "ibu Vian menjawabnya


"Pantas saja Gita jadi bisa masak.."Liana tersenyum


"Iya dong mah, besok kan Gita udah punya suami jadi Gita masakin buat suami.. "Gita pada mamahnya


"Yah bagus kalo kamu tau kewajiban kamu sebagai istri dan bukan hanya bikin onar"pak Gilbran pada anaknya


"Papah selalu ngomong gitu"Gita ngambek

__ADS_1


"Yaang suapin.. "Gita merengek dan Vian menyuapi Gita dengan sabar dan diperhatikan kelaurga mereka melihat kemanjaan Gita dan sayangnya Vian yang sangat sabar dan keromantisan mereka.


__ADS_2