
Setelah malam panjang Vian meminta jatah untuk yang dilakukan hingga Gita merasa nyeri dan sulit berjalan melayani suaminya yang gairahnya masih besar dan menggebu dan kuat.
"Yaang udah cukup ini yang terakhir untuk malam ini, jangan minta terus, udah sakit yaang"Vian mengangkat dengan keringat membasahi mereka berdua
"Tidurlah yaang aq gak minta lagi.. "Vian tersenyum dan menghapus keringan dibadannya dan badan istrinya
"Kamu ini kalo minta buat aq kewalahan yaang.. sakit tau" Gita memukul dada Vian
"Tapi kamu juga menginginkannya kan? "Vian mencubit hidungnya
"Tentu saja tapi gak berlebihan gini, kita kan bisa besok lagi gak harus satu malam ini"Gita cemberut
"Gak tahan masih tegang, ngapain nunggu besok sama istri sendiri,sekarang juga besok pun juga. "Vian tertawa
"Katanya kamu pengin bukti cintaku sama kamu, ini kan buktinya hanya kamu yang bisa buat aq seperti ini"Vian memeluk dan berbisik pada istrinya
"Tentu saja hanya aq gak akan aq ijinkan kamu disentuh wanita lain, aq potong burungmu"Gita cemberut
"Dipotong nanti kamu pengin yaang? "Vian tersenyum
"Pengin nikah lagi"Gita masih kesal
"Curang kamu yaang, burungku dipotong tapi kamu nikah lagi.. aq bunuh nanti kamu yaang"Vian juga mengancam
"Kok aq yang dibunuh yaang bukan cowo yang akan mendekatiku? "Gita komplen
"Kamu aja yang aq bunuh baru setelah itu aq nyusul kamu yaang"Vian mencium pipi istrinya
"Dasar kamu sukanya main teka-teki"Gita memukuli suaminya
"Sakit yaang.. "Vian memegangi tangan istrinya dan memeluknya
"Yaang aq juga pengin hamil anakmu, pasti lucu dia nanti akan mirip sama kamu yaang"Gita yang berfikir kalo hamil suaminya akan lebih terikat dan gak bisa meninggalkan dirinya.
"Yaang kita masih sekolah nunggu kita lulus yah.. "Vian menatap istrinya
"Itu kan lama yaang lulus masih 6-7 bulan lagi.. "Gita ngambek
"Gak lama yaang,lebih lama nanti kita jadi orangtua.. sekarang nikmati saat-saat kita berdua, kita dulu gak bebas pacaran kan karna kamu dilarang papah ?"Vian ingat Gita ketakutan bertemu dengan Vian
"Kamu masih ingin kita berdua dulu yaang,gak pengin punya dedek? "tanya Gita menatap suaminya
"Yaang setiap rumah tangga memimpikan anak untuk keturunannya begitu juga aq sama kamu nanti setelah kamu lulus dan mampu dan siap mengandung anakku tapi karna kita masih sekolah dan aq juga takut tubuh kamu belum siap dan mampu, banyak ibu muda yang gak selamat karna terlalu muda hamil dan aq gak mau itu terjadi sama kamu aq sayang dan ingin selamanya sama kamu yaang.. "Vian memejamkan matanya
"Yaang aq Jug sayang cinta sama kamu, aq nurut aja sama kamu.. "Gita ikut memejamkan matanya.
Mereka tertidur dengan lelapnya setelah melanpiaskan hasrat mereka yang buat mereka lelah dan bangun kesiangan. Mamah Liana dan bi Ani sibuk didapur menyiapkan sarapan dan pak Gilbran sibuk menyiram tanaman.
"Yaang bangun udah siang.. "Vian bangun lebih dulu
"Hemm masih ngantuk.. "Gita masih mengantuk karna lembur melayani suaminya
"Aq mandi dulu.. "Vian turun dan masuk kekamar mandi
"Thok..thok..!Non.. non, diminta ibu turun makan non.. "Bi Ani membangunkan Gita
__ADS_1
"Yah bi nanti"Gita masih tertutup matanya.
Vian selesai mandi dan melihat istrinya masih meluk bantal dan tertidur pulas dengan tubuh yang terlihat setengah telanjang. Vian menyelimuti istrinya dan memakai baju dan turu kebawah menghampiri papah dan mamah mertuanya yang udah lebih dulu dimeja makan.
"Istrimu belum bangun Vi..? "tanya papah mertuanya
"Yah pah masih tidur.. "Vian duduk disebelahnya
"Udah nikah masih saja males, gak mau bantuin mamah masak malah jam segini masih molor"Mamahnya menggeerutu
"Mamah bangunin, biar kita makan sama-sama"Mamahnya bangun dari duduknya
"Mah jangan mah.. "Vian gak mau mamah mertuanya melihat Gita telanjang dan tau semalam mereka menghabiskan malam.
"Gak, ini udah siang.."mamahnya kekeh dan menaiki tangga
"Kamu kenapa? "Papahnya yang melihat Vian gugup dan malu karna mamah mertuanya akan tau malam panjangnya
"Gak pa2 pah.. "Vian masih menatap mamah mertuanya masuk kamar.
Liana membuka pintu dan masuk dalam kamar anaknya yang masih tidur dengan lelapnya memeluk bantal dan berselimut.
"Gita bangun jangan molor terus ini udah siang.."mamahnya membuka korden dan jendela
"Mah apaan sih main masuk kamar gak ketuk pintu dulu.. "Gita kaget dan malu
"Ngapain mamah ketuk pintu, suamimu aja udah dimeja makan, kamu masih ngringkut dalam selimut.. "Mamahnya masih belum tau
"Iyah mamah keluar dulu aja, nanti aq turun"Mamahnya masih menata bantal disofa
"Hemm jadi kalian asik2 sampe bangun kesiangan dan biarin mamah sibuk masak sendiri yah.. "Mamahnya mengerti dan tersenyum
"Ya wajarlah mah suami istri.. "Gita malu dan turun dengan menahan perih diselangkangan
"Makanya mamah dan papah cepat nikahin kalian karna gini nih kelakuan kalian"Mamahnya menatap jalannya anaknya yang memegangi bawah perutnya
"Kamu sintik KB kan Git? "mamahnya cemas anaknya hamil disaat sekolah
"Iya mah.. kan mamah yang nyuruh yang minta dokter Dila nyuntik aq dan ini masih dua bulan dan jangkanya tiga bulan"Gita masih merasa nyeri
"Kamu kenapa sakit perut? "tanya mamahnya
"Gak mah..?"Gita menahan malu
"Trus kenapa memegangi perut?"tanyanya lagi
"Bukan perut mah tapi bawah perut, perih karna Vian minta terus"Gita cemberut
"Ha.. ha.. ha.. "Mamahnya tertawa
"Mamah kenapa tertawa sih liat anak nyeri malah ketawa"Gita kesal
"Ngapain mamah simpatik sama sakit nyeri kamu yang sengaja kalian buat.."Mamahnya masih tertawa
"Udah deh mamah keluar dulu aq mau mandi"Gita mengusir mamahnya
__ADS_1
"Iya.. iya.. mandi pake air hangat, dan minta suamimu libur sampe kamu sembuh"mamahnya bantu Gita jalan kekamar mandi
"Mamah bilang aja sama mantu mamah, mau gak libur.. "Gita buat mamahnya malu
"Ngawur kamu, ini kan urusan suami istri bukan urusan mamah"mamahnya menyiapkan air hangat dibak mandinya yang kumplit
"Udah cepet mandi nanti mamah bantu turun"mamahnya keluar dari kamar mandi dan merapikan baju yang berantakan sambil ngomel
"Gita kamu ini udah menikah, kamu kan bisa beresin baju kamu dan suamimu, baju kotor sampai numpuk gini.. "Mamahnya menaruhnya dalam kranjang
"Mau dilondry mah,.."Gita dalam kamar mandi
"Kamu aja bisa nyuci pake mesin cuci setrika dari pada bengong nunggu suami pulang kerja"mamahnya lagi
"Malas mah.. "Gita keluar dari kamar mandi
"Jangan kebiasaan gini, sekarang suamimu masih diam karna kalian belum lama nikah tapi lama-lama liat kamu malasa gini juga akan keberatan"Mamahnya masih ngomel
"Mamah ngomel-ngomel terus.."Gita memakai bajunya dan menyisir rambutnya
"Dah ayo turun mah.."Gita keluar dari kamarnya.
Liana mengikuti anakanya yang jalannya sangat pelan karna rasa nyerinya dengan membawa kranjang isi baju kotor menantunya dan anaknya yang menuruni tangga dan menghampiri suami dan papahnya.
"Lama sekali mah..udah laper ini apalagi Vian tuh gelisah nunggu kalian"Pak Gilbran pada suaminya
"Vian gelisah bukan karna lapar ataupun nunggu kita pah.. "Mamahnya tersenyum buat Vian malu
"Mamah jangan bikin suamiku malu"Gita duduk dekat suaminya
"Mamah gak lakuin apapun dan gak buat suamimu malu.. "Mamahnya menaruh pakaian kotornya
"Mamah mau ngomong apa sih mah, berbelit-belit bikin papah penasaran? "suaminya gak mengerti
"Papah tau kenapa mereka bangun kesiangan, karna mereka habis perang panjang sampe anakmu susah jalannya untung secepatnya kita nikahin mereka atau kita akan banyak gunjingan"Mamahnya membuat suaminya tertawa
"Mamah tuh suka bocor.."Gita cemberut
"Kamu yaang ngapain minta mamah kekamar jadi gitu tuh mereka ngetawain kita"Gita mengambil makanan untuk suaminya
"Aq udah cegah yaang tapi mamah naik aja keatas"Vian juga ikut tertawa
"Vian Kalian masih sekolah pake pengaman"Papahnya pada menantunya
"Gita suntik KB pah? "Vian sambil makan
"Suntik KB tapi mamah yang harus tetap rajin mengingatkan karna nafsu kalian aja gak bisa dikendalikan bisa2 kita akan lebih awal dapat cucu pah.. "mamahnya mengambil makannya
"Mah aq pengin hamil tapi belum boleh sama Vian"Gita ingin segera hamil
"Papah setuju sama suamimu, kamu masih dibawah umur dan masih sekolah kalian bersenang-senang aja dulu nikmati masa berdua kalian karna kalo udah punya anak kalian akan sama seperti mamah dan papah yabg punya anak gak bisa diatur pembakang"Papahnya menyindir anaknya
"Siapa juga yang susah diatur dan pembangkang lagian aq sama seperti papah justru papah lebih parah, kabur dari rumah bawa anak gadis orang"Gita gak mau kalah buat mamahnya tersenyum
"Mamah ini apa2 cerita sama anak nakal itu, liat kan jadi mengejek papah"suaminya cemberut buat Vian tersenyum.
__ADS_1
"Kalian itu papah sama anak sama aja kerasnya, maksa, mau menang sendiri, semua harus dituruti yang buruk2 pokonya ada ada kalian"istrinya buat Gita dan suaminya cemberut.