Cinta Pria Biasa

Cinta Pria Biasa
Ijin Nginap


__ADS_3

Kesehatan Aska mulai membaik dan dia setiap pagi berolahraga didepan rumah dengan lari-lari kecil dan bela diri. Gita memandangi suaminya olahraga dengan membawakan air mineral dengan botol untuk suaminya yang berkeringat.


"Udah yaang,nih keringatnya banyak banget baru sembuh.. "Gita memakai handuk kecil menghapur keringat suaminya


"Kalo gak gerak badan malah pegal-pegal yang ketercuali kalo kamu mau malam diajak main baru badan enakan.. "canda Vian menatap istrinya


"Sembuh dulu yaang baru jenguk anakmu.."Balas Gita


"Tapi aq udah sembuh yaang.. "Vian yang selama sakit gak dapat jatah


"Iya nanti malam,hari ini kita akan kerumah ibu kan bantu mereka.. ?"Gita mengingatkan


"Iya yaang tapi kamu disana jangan banyak gerak yah, duduk aja.. "Minta Vian


"Iya sana mandi,ini udah kering.. "Gita pada suaminya karna bau asem


"Yaang cium dulu.. ?"Vian mendekati istrinya


"Gak ah bau asem, dan lihat ini diluar dilhat banyak orang yaang.. "Gita menolak


"Ya udah aq gak mau mandi, olah raga lagi aja.. "Vian menggoda istrinya


"Yaang ih kamu ini nakal banget, udah mau jadi bapak gitu.. "Gita mendekati suaminya dan mencium pipi suaminya


"Dah cepet sana mandi, nanti ibu nunggu kita.. "Gita mendorong lembut suaminya


"Iya yaang.. "Vian mencuri cium mengecup bibir istrinya


"Yaang gak tau malu banget sih, dasar mesum.. "Gita menggerutu.


"Ha.. haa.. ha.. bodo amat sama istri sendiri"Vian berlari masuk dalan rumah.


Papah Gita yang melihat kejahilan Vian dari atas balkon pada istrinya ikut tersenyum karna keromantisan kebersamaan mereka yang buat orangtuanya bahagia. Istrinya yang merasa aneh melihat suaminya tersenyum sendiri mendekatinya.


"Pah kamu kenapa senyum-senyum sendiri?"tanya istrinya


"Lihat kedua anak kita mah, kadang bikin marah tapi kadang juga lucu.. "Suaminya memeluk istrinya dari belakang


"Pah jangan gini kita udah mau punya cucu.."istrinya merasa malu


"Tadi tanya kenapa aq tersenyum.. "suaminya makin erat


"Oh jadi papah iri nih sama anak-anak kita..?"canda istrinya


"Yah sekali-kali mah, aq juga ingin memanjakanmu seperti Vian dan Gita"suaminya buat istrinya tertawa


"Papah ini genit,kita udah tua juga.. "Istrinya melepaskan tangan suaminya


"Masih muda mah, lihat rambutku gak ada uban dan baru mau cucu satu.. "suaminya menyangkal

__ADS_1


" idih papah sok muda, ayo kita turun sarapan udah siap nanti keburu dingin.. "Istrinya berbalik dan keluar kamar


"Iya mah.."suaminya mengikuti istrinya.


Dimeja makan mereka berkumpul bersama menikmati sarapan pagi yang wajib ada ayam buat Gita. Vian menyuapi istrinya dengan telaten dan sabar karna rasa sayangnya membuatnya rela melakukan apa saja buat istrinya.


"Mah kami mau kerumah ibu dan mungkin nginap karna dua hari lagi hari H nikah kedua kakak kami.. "Gita pada orangtuanya


"Iya mamah ijinkan, kalian bantu ibu dan kedua kakak kalian.. "Mamah Liana mengangguk


"Apa harus nginap?kan bisa berngkat pagi pulang sore.. ?"papah gak ingin kesepian


"Papah anak-anak cuma nginap beberapa hari aja, dan mereka juga belum pernah tinggal disana..? "Mamah tau perasaan papah


"Iya papah ini kenapa sih, mau ngurung kami dirumah ini..? "Gita kesal


"Yah kalo bisa papah kurung kalian.. "Papah selasai makan


"Cuma tiga hari aja pah dan papah juga kesana kan..? "Vian pada papah mertuanya


"Yah di hari H,sekalian jemput kalian... "Papah Gita langsung berdiri dan pergi karna akan kantor


"Papah ini bikin anak ngambek aja.. "istrinya mengikuti mengantar suaminya.


Vian dan Gita selesai makan dan langsung kekamar untuk membereskan baju dalam koper yang akan dibawa kerumah ibu dan ayah Vian yang akan menginap beberapa hari disana karna akan ada pesta pernikahan kedua kakak Vian.


"Yaang apa masih muat, kamu coba dulu..?"Vian ragu karna istrinya sekarang agak gemukan


"Iya bandanku makin lama makin besar yaang, gimana ini masa bajuku kecil semua ya gak bisa dipakai..? "Gita membuka bajunya


"Bukan bajunya yang kecil yaang tapi badanmu yang makin berisi dan semok.."Vian tersenyum


"Kamu ngejek aq yaang, aq gak cantik lagi kan? "Gita cemberut ngambek


"Gak sayaang, kamu sangat cantik dan bandan kamu makin seksi loh.."Vian memeluk istrinya


"Ini nih pantatnya aja kaya gitar sepanyol dan ini dua gunungnya bikin gak tahan.."Vian meremasnya bikin Gita mengerang


"Sakit yaang,terus aq bawa baju apa? "Gita melepaskan pelukan suaminya karna jika diladenin suaminya akan minta jatah


"Baju hamil yaang kita beli yaang.. "Vian memunjukan pada Gita


"Gak mau, itu gak seksi dan juga bukan baju pesta kan..? "Gita makin cemberut


"Ini untuk malam yaang dan sebelum pesta agar kamu nyaman, kamu lupa kalo ada baby diperut kamu..? "Vian tetap memasukan baju daster dan pakaian dalam


"Tapi gak malu-maluin pake gituan..?"Gita ngambek


"Bagi wanita hamil ini gak memalukan sayaang, banyak loh yang gak hamil aja pake daster untuk harian dirumah kadang keluar rumah.. "Vian gak ingin istrinya sedih

__ADS_1


"Sayaang dari ibu kan kita udah dibuatin baju kembaran dan kita bisa mampir beli yang kamu mau dan memilih gaun, jangan ngambek lagi..? "Vian mencubit pipi istrnya


"Iya yaang beliin aq gaun yah..? "Gita langsung tersenyum


"iya kita berangkat dan mampir ketoko.."Vian menggandeng istrinya dengan tangan kiri membawa koper.


Vian dan Gita menghampiri mamah Liana untuk berpamitan akan tinggal dirumah orangtua Vian.


"Mah, kita mau berangkat sekarang.. "ijin Gita


"Kalian udah bawa obat dan susu hamil untuk disana..? "Mamah mengingatkan


"Kalo obat Gita udah tapi susu hamilnya lupa mah he. he. "Vian langsung kedapur


"Yaang rasa coklat aja.. "minta Gita.


Vian membawa satu kotak besar susu rasa coklat dan mereka langsung menuju parkiran dan berangkat. Vian berhenti didepan toko baju dan mereka masuk untuk memilih dan membelinya.


"Sayaang sekarang kamu pilih mau gaun yang mana..? " Vian mengikuti istrinya


"Pilih yang agak longgar aja jangan yang sempit kasian baby kita.. "Vian gak ingin anaknya tersiksa


"Yaang ini gimana..? "Gita menujukan satu gaun yang menurut Vian terbuka dan ketat


"Gak bagus yang lain aja.. "alasaan Vian


"Ini gimana? "Gita menunjukan lagi


"Itu jelek.. "Vian buat Gita cemberut


"Yaang ini aja yaang bagus simple dan gak ramai.. "Satu gaun warna salem polos berbahan lentur dan dingin


"Ya boleh, bagus juga pilihan kamu yaang.."Gita tersenyum


"Celana legging aja yaang kan nyaman seperti yang kamu pake ini..? "Vian mengikuti istrinya memilih celana


"Iya yaang tapi warna abu aja karna aq udah punya hitam merah dan coklat.. "Gita pada pelayan


"Nona sedang hamil? "tanya pelanyan baju


"Iya istriku sedang hamil udah masuk bulan ketiga.. "Vian yang menjawab dan mengusap perut istrinya yang sedikit kelihatan


"Kalian pasangan muda, bahagia sekali liatnya..? "Palayan toko itu tersenyum


"Makasih mba.. "Gita ikut tersenyum


"Bungkus mba.. "minta Vian.


Mereka keluar dari toko membawa satu kantung baju yang Gita mau dan masuk dalam mobil kerumah orangtua Vian yang udah ramai keluarga besar untuk bantu.

__ADS_1


__ADS_2