Cinta Pria Biasa

Cinta Pria Biasa
Canda Vian bikin papah mertuanya kesal


__ADS_3

Sudah satu minggu baby Gion dirumah dirawat oleh omah Liana mamah Gita yang sangat senang dengan kehadiran cucu laki-lakinya dan membuat ramai dengan suara tangisan bayi. Vian tak lagi kuliah langsung tapi meneruskan secara onlain dan aktif lagi diperusahaan papah mertuanya.


"Pah kok gak siap-siap ngantor..?"tanya Istrinya


"Gak papah dari rumah aja mau jagain cucu.."Pak Gilbran menggendong Gio


"Mah kapan mau ada acara pemberian nama, papah gak sabar mau ngundang keluarga dan kasih lihat mereka cucuku yang tampan ini"Pak Gion mencium cucunya


"Tenti saja tampan, papahnya juga tampan apalagi anaknya.. "canda Vian yang udah siap ngantor


"Pah udah lama papah gak ngantor, papah mau balas Vian kan..? "Vian yang bertanggung jawab


"Lah itu kamu tau, selama kamu kuliah berapa bulan kamu cuma berepa kali masuk dan kemarin lahiran juga boloskan..? "pak Gilbran tak mau diganggu


"Pah jangan gitu lah pah, kita berangkat sama-sama pah.. "Vian minta papahnya kekantor


"Gak kamu aja yang ngantor papah dari rumah aja sekalian jagain anakmu, kamu urus perusahaan kita.. "Pak Gilbran sedang senang2nya dapat cucu


"Sabar Vi, papahmu lagi seneng-senengnya ada cucu dan itu juga anakmu.. "mamah Liana pada menantunya


"Pusing sendiri mah, gak ada papah dikantor"Vian yang urus semua.


"Gita belum turun lagi ngapai..? "tanya mamah mertuanya


"Lagi dandan gak tau mau kemana ditanya diam aja..? "Vian cemberut karna dicuekin istri


"Kalian ribut..? "tanya mamahnya menyajikan makanan


"Gak mah, itu gak tau tiba-tiba ngambek.."Vian gak mengerti apa kemauan istri.


"Bawaan hormon.. "mamahnya tersenyum.


Gita turun dan menghampiri meja makan menyajikan sarapan pada suaminya tapi masih dengan sikap diam. Vian menatap istrinya yang ngambek entah kenapa dia gak tau karna sejak kemarin Gita diam.


"Yaang mau aq suapin..? "Vian ingin istrinya buka mulut


"Gak usah sok perhatian.."jawab Gita ketus


"Pah, Gion tarun ranjang dulu sini makan.."Minta istrinya sambil makan


"Yaang aq kan selalu perhatian sama kamu, kamu kenapa sih yaang dari kemarin ngambek gitu ketus lagi.. ?"Tanya Vian bingung

__ADS_1


"Pikir aja sendiri.. "Gita masih kesal


"Gita gak boleh gitu kalo ada masalah dibicarakan jangan diam dan marah kesala sendiri mana tau suamimu? "mamah menasehati


"Bikin ulah lagi kamu Vi.. ?"tanya papah mertuanya dan duduk


"Pah mana pernah Vian bikin ulah.."Vian keberatan


"Kamu dekat dengan wanita itu bukan ulah, siapa yang buat aq kesakita kalo bukan wanita yang jadi temanmu itu, dan udah berapa hari kamu kemana aja, bisa pulang sampai larut malam..? "Gita kesal


"Itu kan aq terlalu tampan yaang, dan kalo pulang malam lembur dan karna papah juga yaang.. "Vian melenpar pada papah mertuanya


"Kenapa jadi papah yang salah..? "tanyanya


"Papah udah lebih seminggu gak ngantor dan semua numpuk dan buat aq lembur karna itu anak papah ngambek.. "Vian buat papah tersenyum


"Kamu aja yang kerjanya lambat,papah yang disalahin.. "Papah gak mau salah


"Yaang kamu minta papah ngantor biar aq bisa cuti dan bisa manjain kamu.."rayu Vian pada istrinya


"Gak bisa itu udah tanggung jawabmu sebagi pimpinan dan direktur perusahaan, papah kan harusnya udah pensiun udah ada kamu dan kapanpun papah bisa libur.. "Papah yang ingin dekat dengan Gion


"Gak bisa, papah masih muda kalo Vian lembur terus gimana ada waktu sama istri dan anak.. "Gita membela suaminya


"Jangan bantah wewenang dan tanggung jawab udah papah serahkan semua pada suamimu dan kamu harus terima itu, dan pinter2ran suami aja bagi waktu karna dulu papah juga gitu dan sekarang giliran kamu Vi karna kamu anak papah juga.. "Papah gak mau kalah


"Kamu jangan lelet ya yaang, kamu kan bisa mantu karyawan lain untuk bantu kamu dan katanya suami kak Isa dan Iza mau kamu ajak gabung dari pada mentuk ditoko kan kasian kak Iza dan kak Isa.."Gita menegor suaminya


"Aq belum bilang papah yaang,papah gimana seteju pa ga kedua kakak iparku kerja diperusahaan kita.. "Vian minta persetujuan papahnya


"Boleh aja asal kerjaannya bagus bertanggung jawab dan tidak merugikan.."pak Gilbran sambil makan


"Yah pah aq akan ingatkan dan bantu mereka belajar diperusahaan kita agar bisa bantu kita.. "Vian yang ingin ada orang kanan


"Suami kak Iza lulusan kuliah juga kan dan kak Iza kerja sabagi supervisior pastinya bisa yaang jadi kamu bisa ringan dan gak lembur terus.. "Gita sewot


"Mau gimana lagi yaang kan aq gak mau perusahaan kita bermasalah, aq belum punya orang kanan yang bisa bantu aq.. "Vian yang gak ingin ngecewakan papah mertuanya


"Ya kamu benar cari orang kepercayaan sulit jadi mesik kedua kakak iparmu kamu tetap harus bertanggung jawab penuh karna papah gak mau perusahaan papah sampai hancur karna kelak buat anak-anakmu juga.. "pak Gilbran ingin anak cucunya bahagia


"Iya pah aq paham.. "Vian mengerti

__ADS_1


"Kalo masih sibuk lembur terus ngabaikan aq, kamu aq pecat jadi suami cari lagi yang baru"Dengus Gita ingin disayang suami


"Yaang kok gitu sih main pecat kaya karyawan aja, aq ini suamimu..papah anakmu, aq bikinin anak lagi biar kamu gak ngomong gini lagi.."Vian gak suka


"Sini aq suapin yaang, aq selalu perhatian sayang sama kamu tapi kamunya aja yang suka ngambek.. "Vian menyuapi istrinya


"Lah gimana gak ngambek liat suami kalo pagi kalo malem ditunggu sampai ketiduran gak pulang2 eh pagi lagi baru bisa ngobrol"Gita ngeluh


"Sini aq telfon kakak ipar untuk secepatnya kekantor.. aq yang trima mereka.."Gita meraih telfon Vian dan membukanya


"Yaang ini kontak siapa kok ada nama cewa disini.. Farah? "Tanya Gita


"Jangan cari masalah yaang, kamu bacanya cuma diujung itu Bu farah guru onlainku kuliah jadi jangan mikir aneh-aneh lihat fotonya seumuran mamah.. "Vian yang gak mau dapat omelan papag mertuanya


"Yah sapa tau ini ini fotonya kamu ganti.."Gita tersenyum


"Aq gak suka nyentuh cewe lain selain kamu yaang, aq cuma tegang dengan bau badan kamu dan dekat denganmu setuhanmu jadi gak perlu khawatir.. "Vian menegaskan agak kesal


"Yaang apa gak bisa ditawar harus 40 hari libur bisa-bisa struk yaang rugi nanti kamu"canda Vian bikin papahnya tersedak


"Uhuk.. uhuk.. "Pak Gilbran terbatuk


"Vi jangan mulai lagi, papah kamu tersedak.."Mmah mertuanya yang paham menantunya suka bercanda


"Baru semiggu istrimu melahirkan udah gak sabar, kamu potong aja burungmu dan digantung diijemur diloteng biar gak struk.."pak Gilbran yang suka balas canda Vian


"Kalo dipotong nanti Gita rugi dong pah, dan gimana mau nambah cucu buat papah kan mau nambah dua lagi pah.. "balas Vian


"Papah udah siapin nama pa belum buat anak kedua dan ketigaku.. aq langsung mau bikin loh pah gak pake lama..ekpres kilat khusus"Vian bangun dari duduknya dan berjalan cepat meninggalkan meja makan karna udah selesai makan


"Sayaang udah kamu berangkat jangan ledek papah terus.. "Gita melotot


"Uhukk.. uhuk.. Dasar menantu kurang ajar sukanya bikin papah kesal.. "pak. Gilbran melempar buah pada Vian pelan


"Ha.. ha.. ha. maaf pah, jangan lupa nama baby ku.."Vian berlari dan keluar rumah membuat mamah dan Gita tertawa


"Papah ini selalu kepancing sama canda Vian.. "Mamah tertawa dan mengambil minum untuk suaminya


"Gimana gak kesal mah, selalu bikin papah tersedak.. "pak Gilbran sambil minum


"Papah heran bisa-bisanya kamu cinta mati sama sikoyol suamimu.. " dengus pak Gilbran

__ADS_1


"Bilang aja papah juga sayang sama Vian dan semenjak ada Vian papah jadi terbantu dan bolos kerja, kalo sakit papah juga yang paling khawatir "Gita tersenyum


"Itu karna terpaksa anak papah cuma kamu dan kamu gila sama suamimu.. "pak Gilbran tidak ingin mengakuinya karna Vian anak yang baik jujur bertanggung jawab dan bikin tawa.


__ADS_2