
Vian dan Gita setelah berbelanja mereka menghampiri teman-temannya dicafe tempat biasa Felik,Noval dan Ari bertemu. Gita menitipkan barang belanjaannya pada kasir, Dan berjalan dan duduk didepan teman-temabnya.
"Hai bro.. lama tak bertemu kamu makin cool aja bro"Felik ada Vian
"Udah punya bini pastilah dimake over"Ari tertawa
"Kemana aja susah sekali kamu dihubungi?"Noval
"Kalian menghujani suamiku dengan banyak pertanyaan, suamiku bingung kan mau jawab yang mana dulu.. "Gita balas mereka
"Woi.. udah ada yang bela nih ye.. "Felik
"Kamu aja yaang jawab merek?"Vian tersenyum
"Suamiku sibuk kerja mengurus perusahaan papah,aq aja istrinya dibiarin sendiri apa lagi kalian"Gita menjawabnya
"Pengantin baru kok dibiarin sih nganggur.."canda Ari
"Nganggur klo siang klo malam hajar.."Vian membalas mereka sambil tertawa
"Ha.. ha.. ha. "mereka tertawa buat Gita malu
"Yaang ih.. "Gita mencumbit perut suaminya
"Biasa aja Gita, kalian udah nikah gak perlu malu itu wajar lagi"jawab Noval
"Yah wajar karna ada yang lebih hebat dari kalian.. juniornya tajam"Felik
"Masa sih siapa?"tanya Vian kaget karna lama gak pernah bertemu
"Noval bentar lagi jadi bapak bro"Ari menepuk bahu Noval yang tertawa
"Busyet kita kalah yaang, kita udah mau empat bulan nikah aja perutku masih rata"Gita terkejut
"Karna kalian pake KB kan, kalo tidak kalian lebih jago dari aq"Noval tak terima
"Iya lah kita sama-sama masih sekolah"Vian pada semua
"Kamu sama siapa Nov? "tanya Vian
"Mantan pacarmu bro? "Ari menjawabnya
"Mantan apa?jangan buat kompor bro? "Vian sama Ari dan melirik Istrinya yang mulai cemberut
"Salsa bro.. "Noval tersenyum dan menunjuk Salsa yang baru keluar dari kamar mandi
"Oh Salsa.. "Vian terkejut
"Hai Vi apa kabar..? "Tanya Salsa menghampiri suaminya Noval dan duduk disampinya
"Baik Sal,udah berapa bulan..?"tanya Vian menatap perut Salsa
"Udah tiga bulan..? "Salsa mengusap perutnya
"Sayaang katanya lapar, aq pesenin makanan yah? "Vian yang liat istrinya cemberut
"Gak udah kenyang"Gita cemburu
__ADS_1
"Belum makan udah kenyang, bentar tunggu sini"Vian berdiri
Vian menghampiri pelayan dan memesana nasi goreng untuk semua orang dan minuman dingin bersoda untuk para teman cowonya dan kembali duduk disamping istrinya yang jadi diam dan sibuk dengan Hp.
"Mba apa kalian masih lanjut sekolah? "tanya Salsa dengan sebutan mba karna Gita lebih tua
"Yaang panggil Gita saja bair lebih akrab"Noval pada istrinya
"Gak bisa gitu lah, dia kan memang lebih tua dari kita.. "Salsa masih saki hati dan masih mencintai Vian
"Kamu bisa gak jangan bikin masalah!"bentak Noval
"Istriku cuma beda satu tahun gak masalah buatku karna bagiku istriku satu2 wanita yang akan jadi pendampingku"Vian merangkul istrinya karna tau istrinya pasti tersinggung dan sakit hati
"Tentu saja masalah tetap saja tua, karna ketuanmu kan, mba merayu daun muda ha.. ha..."Salsa buat Noval gak enak dan buat Gita menahan marah
"Istriku gak pernah merayuku, aq yang merayu istriku untuk jadi kekasihku bahkan aq yang cium dia tanpa seijinnya"Vian mengusap lembut pipi istrinya
"Bisa diam ga kamu Sal..!"Noval marah
"Udah jangan ribut makanan datang nih"Felik merasa gak nyaman juga
"Sayaang aq suapin yah.. aq sengaja pesan satu, biar kita makan berdua dan ini sosis bakar kesukaan kamu yaang"Vian pada istrinya yang masih diam menahan marah
"Buka mulutnya yaang..? "Vian menyuapi istrinya buat Salsa makin ingin menyakiti Gita
"Yaang pake sosisnya..? "minta Gita menunjuk sosis yang menggugah selera makannya
"Yah yaang..ini masih panas aq tiup dulu"Vian mengambil satu sosis
"Enak yaang..? "tanya Vian menghapus kecap yang menepel dipojok bibir istrinya
"Hemm enak.. "Gita tersenyum karna meski dia dihina tapi suaminya memanjakan dan membelanya
"Cie.. cie.. romantis betul pengantin baru kita jadi iri pengin kawin juga"Felik memecahkan keheningan
"Kawin sama kucing Lik, pacaran aja belum mikirin kawin"Ari mengejek
"Kamu aja masih demen menjomblo, aq masih untung meski udah putus"Felik gak terima
"Kalian jangan sepertiku menyesal kemudian, lulus aja dulu sukses biar bisa bantu temen kaya aq ini yang nganggur "Noval mengingatkan temannya
"Apa maksudnya nyesal, aq lagi hamil anakmu kamu bilang nyesal udah terlambat?"Salsa pada suaminya buat Gita menatap mereka
"Kalo bukan kamu yang merayu aq ini gak akan terjadi tau kamu? "Noval yang sedari tadi nahan marah karna dia tau istrinya masih suka sama Vian.
"Siapa yang merayu, kamu yang datang padaku saat aq hancur gara2 wanita tua ini yang datang dan merebut Vian dariku"Salsa berdiri dan marah sama Gita
"Plaaak cukup kamu nyalahin Gita, kamu dan Vian tidak pernah pacaran dan aq tau itu,karna dari kecil mereka saling mencintai kamu aja yang deketin dan merayu Vian dan untungnya dia masih kuat menahan, tidak sepertiku yang masuk dalam jebakanmu"Noval tak terima dan menumpahkan kesalnya
"Udah cukup kenapa kalian jadi bawa-bawa aq dan suamiku..?"Gita marah karna suaminya diungkit
"Kamu gak malu sudah nikah dan sedang hamil masih saja suka sama suamiku"Gita menarik tangan suaminya
"Kita pulang yaang.. "minta Gita
"Maaf yah aq kita pulang dulu"Vian mengikuti istrinya
__ADS_1
"Yaang kita ambil belanjaan dulu dan bayar makanan dulu yah.. "Vian berhenti didepan kasih.
Setelah membayar dan mengambil barang yang dititipkan kasir Vian dan Gita menghampiri motornya yang diparkir didepan cafe tempat mereka nongkrong.
"Bro tunggu.. "Felik dan Ari mengejar Vian dan Gita
"Bro kita masih bisa bertemu kan? "Ari sama Vian
"Tentu saja boleh, datang kerumah mertuaku yah.. soalnya aq gak bisa seperti kalian lagi"Vian tersenyum
"Kabari yah bro?"minta Felik
"Kalian boleh main sama suamiku tapi tidak dengan wanita gila itu.. "Gita masih kesal
"Ya Git tenang aja.. "Ari tersenyum
"Besok hari minggu kalian boleh datang, suamiku gak sibuk.."Gita mengundang mereka
"Sip kamu memang terbaik Git pantas aja Vian tergila2 padamu? "Felik sambil tertawa
"Kita pulang dulu yah, kalian besok datang aja aq tunggu"Vian dan Gita udah duduk dimotornya.
Vian merasa aneh karna Gita tak lagi memeluknya seperti sebelumnya, Vian menambah kecepatan agar Gita memeluknya tapi tak juga memeluknya tapi berpegangan pada jok motor. Vian menghentikan motornya ditepi jalan yang sepi.
"Yaang kamu marah padaku? "Tanya Vian turun dan menatap Gita yang ternyata habis nangis
"Kamu nangis..?"Vian menyentuh pipi istrinya tapi Gita mengibasnya
"Apa aq salah, kalo gitu aq minta maaf yaang buat kamu sedih.. "Vian mengangkat dagu istrinya yang menangis
"Yaang jangan menangis aq tau kamu sedih dan menahan marah tadi.. "Vian memeluk Gita yang masih menangis
"Percaya padaku, aq sama Salsa gak pernah pacaran, dia memang mengerjaku dan dia sering bersama kami semua tapi aq gak pernah melayani dia karna aq masih sangat cinta sama kamu yaang dan gak bisa berpaling dari kamu, aq juga tau dia perempuan seperti apa tapi aq gak bisa kasar kan pada wanita?"Vian makin erat
"Sayang udah jangan nangis lagi"Vian menghapus air matanya
"Dia jahat yaang buat aq sakit hati, kalo aq yang diomong aq bisa tahan tapi masih suka dan menatapmu.. "Gita terisak-isak
"Tapi aq sayang dan cinta sama kamu kan, aq suami kamu yaang, aq gak peduli dia suka dan sebagianya tapi aq hanya milikmu"Vian mengapus airmatanya lagi
"Janji yaang jangan selingkuh yah yaang meski aq lebih tua darimu dan aq jelek nanti kamu gak akan melirik dan tergoda cewe lain"Gita menatap suaminya
"Iya aq janji, kamu sangat cantik yaang usia kita cuma beda satu tahun bahkan aq yang jadi lebih tua dari kamu, kamu masih saja cantik"Vian mencium istrinya
"Ini dijalan jangan cium aq yaang nanti kalo ada yang lihat gimana? "Gita menatap sekeliling
"Yaang kamu ini aneh, sedih tapi masih mikir sekeliling,biasanya juga nyosor duluan"Vian tersenyum
"Itu kan dirumah bukan dijalan, aayo pulang"Gita naik motornya
"Ok. kita pulang tapi kamu siap buat malam ini aq makan habis.. ha.. ha.. "Vian tertawa
"Kan mesumnya kumat.. "Gita mencubit perut suaminya
"Yaang katanya pulang, kok menggodaku.. tegang nih, apa kamu main sini mumpung sepi..? "Vian mengoda istrinya
"Gak mau, dirumah aja.."Gita cemberut dan Vian tertawa dan mereka kembali pulang.
__ADS_1