
Ujian kenaikan kelas udah selesai dan tinggal nunggu hasil nilainya saja. Dan janji yang udah disepakati dua keluarga yang akan menikahknan Gita dengan Vian pun telah tiba saatnya yang hanya dihadiri keluarga dekat dari keluarga Gita dan juga dari keluarga Vian serta Rt dan Rw setempat serta tetangga dekat.
"Gita kamu mondar mandir terus nanti kebayabya rusak.. ini sangat panjang kan? "mamah Liana yang melihat kepanikan Gita
"Mah, Vian gak datang2 Hp juga gak aktif jangan2 kabur.."Gita yang baru menunggu 20 menit berasa tahunan.
"Sabar penghulu juga belum datang, kamu udah panik"Mamahnya menenangkan Gita
"Gita kamu telfon Vian, penghulu udah datang"Papahnya yang menghampiri kamar Gita yang udah dihias cantik penuh dengan bunga diranjang.
"Pah Vian Hp nya gak aktif, papah jemput Vian aja.. atau suruh pak Ahmad jemput? "Gita makin panik.
"Udah diingatkan Hp jangan selalu aktif, pake gak aktif segala.. "Papahnya turun dari tangga.
Keributan masih dirumah Vian yang juga gugup karna pertama kalinya bagi mereka anaknya akan menikah dan lagi anak yang paling kecil. Vian yang sangat tampan dengan kemeja putih dan jad hitam yang udah disediakan mamah Liana yang mempunyai butik sendiri dan menyiapkan baju pengantin anak semata wayangnya.
"Bu masih lama apa, ini udah jam nya?" Vian yang juga gelisah karna menunggu keluarga belum juga kumpul dan siap
"Sebentar lagi paman kamu belum datang,dia yang akan jadi saksi kamu nikah"ibu Nilam yang juga gugup
"Bu ada jemputan dari jeluarga Gita.."Eva menghampiri ibunya
"Kita udah telat, kita berangkat saja"ayah Vian Iqbal Setiady
"Kamu hubungi Paman kamu Vi, suruh nyusul kasih alamatnya"Ayah berjalan lebih dulu didepan
"Vian cepat jalan.. "Ibu pada Vian yang selalu ingin pipis nerves
"Kamu deg-deggan de, dari tadi tengok kamar mandi terus? "Evi melihat adiknya gugup
"Ya iya mba ini pertama kan aq takut salah gak bisa ngomong"Vian keluar dari kamar mandi
"Bismillah aja, jangan gugup jadi lancar.. "Evi berjalan keluar
"Di cepat.. "Eva balik dan memanggil Vian.
"Iyah ini lagi jalan"Vian berjalan dibelakang Evi dan naik ke mobil jemputan pak Ahmad
__ADS_1
"Mas Hp nya suruh diaktifkan sama non Gita"Pak Ahmad menyampaikan pesan
"Hp sengaja aq matikan paman, soalnya nantu dia bolak balik telfon bikin aq tambah gugup"Vian buat pak Ahmad tersenyum.
Mereka udah siap dan berangkat kerumah Gita yang ruanganya udah didekor khusus dan terdapat meja yang udah dihias untuk Vian duduk menghadap penghulu. Vian dan keluarga telah sampai dan masuk kedalan ruangan yang udah disiapkan khusus untuk acara ijabkabul.
"Nak Vian silahkan duduk didepan penghulu"Pak Lody menyambuk keluarga besar Vian yang baru saja datang
"Ya paman.. "Vian masuk dan duduk didepan penghulu yang udah siap dan menunggu Vian.
"Pak Gilbran kita mulai.. "Pak penghulu pada pak Gilbran yang akan menikahkan putrinya Gita.
"Yah pak penghulu aq udah siap" pak Gilbran duduk disamping pak penghulu
"Nak Vian kamu sudah siap? "tanya pak penghulu
"Sudah pak"Jawaban Vian gugup
"Tenang nak jangan gugu dan tengang yah..ikuti saja"Pak penghulu.
"Sah..? "Pak penghulu
"Sah..sah"papah Gita diikuti keluarga
"Sah.. "Keluarga besar Vian dan Gita serta tamu yang hadir
"Alhamdulillah "mereka membaca doa
"Bawa pengantin wanitanya kesini"minta penghulu.
Gita dengan balutan kebaya putih yang menjuntai kebawah dengan penuh mute dn mutiara yang cantik dan batik songket dibagian rok berwarna sedikit silver hitam yang udah dirancang sendiri oleh mamah Gita dalam waktu dua minggu setelah acara tunangan. Gita terlihat sangat cantik dan anggun dengan asesoris dan cosmetik tipis membuat Vian yang melihat tersenyum bangga memiliki Gita sebagia istrinya.
"Silahkan duduk nak Gita, ini suamimu Vian Setiadi dan kalian udah sah jadi suami istri secara agama dan hukum"kata pak penghulu
"Silahkan tanda tangani buku nikah kalian"minta pak penghulu menyodorkan buku nikah pada Vian dan Gita.
"Baik pak."Gita menjawabnya dan menandatangi buku nikahnya dengan Vian.
__ADS_1
"Nak pasangkan cincin nikah kalian dijari istrimu"minta ibunya membukakan kotak kecil cincin sepasang.
Gita mengulurkan tangannya dan Vian menerimanya dan memakaikan cincin dan sebaliknya Gita pada jari manis Vian dan mencium tangannya dan Vian mencium kening Gita.
"Sekarang kalian suami istri dan jadilah istri yang baik dan suami yang baik"mamah Liana pada anak dan mantunya
"Ya mah.. makasih udah dukung kita"Gita memeluk mamahnya
"Iya sayang, semoga kalian selalu bersama saling menjaga dan selalu bahagia amin"doa mamahnya pada anaknya
"yah amin"jawaban semua orang ikut mendoakan mereka.
Vian dan Gita duduk bersama keluaga dan menikmati makanan yang udah disediakan dan mengucapkan terima kasih pada yang telah hadir dan memberikan doa untuk mereka.
"Ibu sama ayah pulang dulu yah Vian kamu jadi suami dan menantu yang baik jangan bikin ibu dan ayah malu"Ibu Nilam pada anaknya
"Iyah bu maksih doanya dan maaf ya bu Vian buat kecewa dan malu ibu dan ayah"Vian memeluk ibu dan ayah
"Udah jangan cengeng sekarang kamu seorang suami tugasmu akan lebih besar lagi ketiga jadi ayah jadi jangan bertidak seperti anak kecil,bersikaplah dewasa dan jadi pria yang bertanggung jawab"ayahnya pada Vian
"Iya yah aq akan belajar dan berusaha lebih baik jadi seoarang suami buat Gita"Vian dalam pelukan ayahnya
"De kamu bukan anak kecil lagi, dari kita kamu yang lebih dulu nikah, meski masih mudah sekarang kamu seoarang suami sayang dan setialah pada istrimu"kakanya Evi
"Maaf ya mba aq yang duluan nikah,harusnya mba dulu dan mba Evi"Vian memeluk kedua kakanya
"Yah gak pa2 kita2 sama2 dewasa berhak untuk punya pasangan yang penting kamu bahagia mba ikut bahagia"Evi pada adikny
"ya mba makasih maaf"Vian pada kedua kakanya dan diikuti keluarga yang lain memberi selamat.
Rumah mulai sepi karna udah malam dan juga semua sudah pada pulang.Mamah dan papah Gita pun udah masuk kamarnya. Gita yang lebih dulu naik tangga merebahkan dirinya karna cape dan diikuti Vian yang baru saja masuk dan menatap istrinya yang cantik merebahkan badannya dan memejamkan matanya.
"Yaang mau tidur ganti dulu bajunya, nanti mamah marah bajunya rusak"Vian mendekati Gita.
"Nanti aq istirahat bentar cape"Gita masih enggan dan matanya masih tertutup.
Vian melepaskan jasnya dan ikut merebahkan dirinya disebelah istrinya.
__ADS_1