
Vian dan Gita masuk kamar mereka dan Gita melepaskan kaos suaminya dan celananya sambil ngomel-ngomel dan begitu juga Vian bantu Gita melepaskan bajunya dan mereka masuk kekamar mandi untuk mandi bersama.
"Yaang kamu jangan sampe setuju sama papah.."Gita mengingatkan suaminya
"Pokoknya aq gak setuju enak aja mau menjauhkanku dari mu yaang, dulu aq juga mau dikirim keluarnegeri untuk misahin kita agar aq berada jauh darimu dan sekarang kamu yaang mau dikuliahkan diluarnegri"Gita masih mengomel dan Vian bantu mengusap sabun dibadan istrinya
"Yaang kamu jangan diam saja dong.. apa kamu mau kita jauh dan kamu bisa melirik cewe lain gitu kan yaang? "Gita cemberut dan masih kesal
"Yaang gimana aq mau ngomong kalo kamu dari tadi ngomel terus.. "Vian menguyur bandan istrinya dengan air hangat untuk membersihkan busa sabun
"Habisnya aq kesal sama papah yaang suka seenaknya sendiri..merinta ini merintah itu buat kamu susah kan yaang? "Gita menatap suaminya
"Maksud papah bukan gitu yaang, kamu anak satu-satunya papah kalo bukan kamu ya aq yang bantu papah, dan itu tanggung jawabku yaang mejalan perusahaan papah sebagai suamimu, papah hanya ingin yang terbaikmu makanya papah minta aq harus belajar ini itu untukmu dan aq gak keberatan karna aq juga sayang sama kamu ingin yang terbaik untukmu yaang,aq akan melakuka apapun untukmu yaang"Vian menguyur badannya sendiri
"Apa artinya kami setuju jauh dariki dan kuliah diluarnegeri meninggalkanku? "Gita sedih
"Aq gak bilang setuju, aq bisa saja kuliah diluarnegeri tapi jika kamu ikut denganku yaang, nanti siapa yang ngobati keteganganku kalo bukan kamu yaang"Vian mencubit hidung istrinya
"Makanya kamu nolah papah yaang kita disini aja yah..? "Gita
"Iyah yaang kita lulus juga masih lama kan masih empat bulan lagi"Vian melilitkab handuk pada istrinya dan dirinya
"Tapi papah biasanya lebih awal udah mempersiapkan yaang"Gita diangkat suaminya keluar dari kamar mandi
"Udah gak usah dibahas nanti buat kamu kesal, mau pake baju yang mana yaang..?"Vian memilih baju tidur istrinya
"Terserah kamu aja yaang.. "Gita masih cemberut
"Sini pake baji dulu, kita turun aq udah lapar ini yaang? "Vian memakaikan pakain dalam istrinya
"Kamu masaka apa yaang? "tanya Vian memakaikan baju istrinya
"Kesukaanmu yaang tapi diganggu papah gak tau deh rasanya"Gita menyisir rambutnya sendiri
"Masakanmu pasti enak yaang kan penuh cinta.. "Vian sambil pake bajunya sendiri
"Tapi kayaknya gak deh yaang..tadi aq lupa belum cicipi.. "Gita menyisir rambut suaminya
"Udah rapih ayo turun yaang aq siapi makanan buat kamu.. "Gita menggandeng suaminya.
Mereka turun menghampiri mamah papahnya yang udah siap dimeja makan menunggu Vian dan Gita. Vian dududk didekat Gita dan Gita menyajikan makanan dipiring suaminya.
"Yaang ini kebanyakan..? "Vian yang melihat piringnya penuh
"Kan untuk berdua yaang.. "Gita tersenyum dan Vian mengerti
"Aq suapin..duduk menghadapku yaang"Minta Vian
"Siap yaang. "Gita membuka mulutnya
"Enak yaang kamu cobain masakanku.. "Gita menyuapi suaminya
"Hemmm sangat enak.. pintar istriku"Pujian Vian
__ADS_1
"Gita.. "papah Gilbran
"Papah jangan mulai lagi atau mamah akan pergi.. "Mamah Liana mengancam dan suaminya kembali makan dengan hati kesal buat Vian,Gita dan mamahnya tersenyum
"Papah cobain masakanku biar gak makan hati.. "Gita mengambilkan papahnya masakannya
"Hemm.. "papahnya Gilbran masih kesal
"Bukan hemm papah tapi putriku kau sangat pintar memasak.. masakanmu enak sekali"Gita pada papahnya yang cemberut
"Enak apanya ini sangat pedas,kamu tau papah gak suka pedas.. "Pak Gilbran kepedasan
"Papah harus belajar makan pedas karna ini sangat pas dan cocok untuk papah biar gak marah-marah terus bisa cepat tua papah, sedangkan papah belum punya cucu baru mau aq buatin cucu tapi papah udah tua"Gita membuat mamahnya tersedak
"Uhuk.. uhukk."mamah Liana tersedak
"Gita kamu gak KB ?"mamahnya kaget dengar kata Gita
"Aq gak mau KB lagi, pantatku sakit disuntik terus.."Gita
"Uhukk..uhukk "Vian juga kaget
"Yaang sejak kapan kamu gak KB..?"Vian menatap istrinya
"Harusnya minggu ini tapi aq sengaja gak KB dan kamu udah minta duluan..kita gituan ha. ha."Gita tertawa
"Yaang kok kamu gak ngomong kamu belum KB aq kan bisa menahannya dan ngantar kamu KB? "Vian memegang tangan istrinya
"Gak mau KB yaang.."Gita cemberut
"Gita kamu ceroboh sekali kalian masih sekolah.."papah Gilbran
"Kalo aq hamil kamu akan jadi papah muda yaang dan papah akan jadi opah ha. ha"Gita tertawa
"Mah kamu ajak anakmu KB sekarang mah dan konsultasi untuk nunda kehamilan sampe mereka lulus kuliah"papah minta istrinya
"Udah gak bisa pah, Gita udah telah beberapa hari untuk dia KB dan mereka udah bersetubuh kalo saat ini ada benih dan KB akan berbahaya untuk anak kita dan cucu kita pah" mamah Liana buat Vian dan Suaminya menghela nafas
"Sayaang kamu sengaja kan?karna aq tau kamu gimana? "Vian menggenggam istrinya
"Iyah yaang aq sengaja aq pengin hamil kan lucu yaang nanti perutku besar dan anakmu, my baby.. "Gita sangat senang
"Sayang aq kan udah bilang nunggu lulus kamu bisa hamil, kalo kamu hamil kamu akan dikeluarin dari sekolah.. "Vian mengingat istrinya
"Ya gak pa2 yaang, atau jangan-jangan kamu gak ingin punya anak dariku? "Gita menatap suaminya
"Yaang tentu saja aq ingin anak darimu dan hanya dari rahimmu.. "Vian
"Ya udah kita berdoa saja yang biar cepet punya baby.. yang lucu aq jadi gemas bayanginya yaang.. kita bikin lagi yah yaang habis makan"Gita sangat bahagia
"Uhuk..uhuk.. "Papah Gilbran terbatuk
"Gita kamu ini wanita,disini masih ada papah dan mamah dan lagi ini masih sore minta suami gitu.."papah Gilbran
__ADS_1
"Gak peduli aq minta sama suamiku.."Gita mejulurkan lidahnya pada papahnya buat mamah dan Vian tersenyum
"Kalian selalu saja bertengkar, kita lanjutkan makan.. "Mamahnya
"Yah mah.. "Vian
"Yaang aq suapin lagi udah jangan goda papah lagi.. "Vian pada istrinya
"Tapi aq udah kenyang yaang.. kamu aja yaang makan aq tungguin.. "Gita menatap suaminya
"Sayang jangan semyum-senyum sediri.."Vian yang menatap istrinya sedang melihat layar HPnya
"Ini sangat menggemaskan lucu yaang..."Gita melihat-lihat dilayarnya
"Apa yang lucu nak..? "tanya mamahnya
"Baju hamil mah.."Gita tersenyum
"Yaang cepat makannya habis ini kita kemall yah yaang"Minta Gita
"Mau ngapain ke mall kamu mau beli apa yaang? "tanya Vian selesai makan
"Kita beli baju hamil yaang..untuk persiapan aq udah gak sabar.."Gita merengek buat papah dan mamahnya menggelengkan kepalanya
"Belum juga hamil yaang.. kita beli baju yang lain aja yah.."Vian mengalihkan ke yang lain
"Kalo gita kita belanja baju bayi aja yaang kan lucu banget yaang"Gita buat Vian menepuk jidatnya
"Yaang lain gak ada yaang yang kamu pengin?"tanya Vian karna yang diminta istrinya gak masuk akal
"Ada.."Gita tersenyum
"Yaang lain aja yaang pengin apa? " Vian pusing dengan permintaan istrinya
"Bikin anak aja.. "Gita duduk dipangkuan suaminya
"Setuju ayo gak pake lama.. "Vian mengangkat istrinya buat mamahnya tertawa
"Anak dan menantumu udah gila kamu malah tertawa mah.. "suaminya menepuk jidatnya
"Pah Vian gak mungkin nuruti yang aneh-aneh permintaan Gita dengan baju hamil karna Gita belum hamil dan lagi baju bayi yang jelas bayinya baru mau diproses"istrinya membereskan meja makan.
"Mah papah bisa gila dengan meraka yang tak tau malu lagi didepan kita"Suaminya memijat kepalanya sendiri.
"Pah mereka masih sangat muda.. dan Gita sama persis dengan papah dulu kan bahkan hingga sekarang.. "Mamah tertawa
"Yah mamah boleh mengejek papah.."suaminya
"Pah kita bersyukur dapat mantu Vian dia sangat sabar dan perhatian sayang sama anak kita,papah tau dengan sifat dan sikap anak kita yang papah aja dibuat pusing"mamah bahagia dengan adanya Vian
"Iya mah, dulu aq salah menilai Vian karna status tapi dia yang menyadarkan papah betapa susahnya anak kita sendiri yang keras kepala dan manja"Suaminya
"Papah ikuti aja kemauan anak-anak pah, kita hanya punya mereka"Istrinya mengingatkan
__ADS_1
"Iya mah papah gak paksa dan lagi kegilaan Gita yang pengin punya anak"Suaminya bersandar.