
Hari minggu Vian bersiap datang kerumah Gita dengan kaos merah dan jeans panjang hitam yang dulu dibelikan Gita saat ulang tahunnya dan Gita berulang kali chat untuk memberitahu bahwa orang tuanya udah pergi dan bibi juga disuruh pulang tengok anak2nya dan kembali sore setelah Vian pulang dari rumahnya.
"Lama banget sih gak datang-datang"Gita berjalan mondar mandir diluar depan pintunya
"Yaang kamu mampir kemana sih lama banget.. "Gita udah gak sabar
"Thooot"Suara klakson motor Vian
"Yah yaang"Gita tersenyum dan berlari membuka gerbang karna satpam cuti dan supir ikut papah mamahnya menyupiri mereka
"Yaang lama banget aq udah nunggu lama hampir satau jam.. "Gita cemberut
"Nunggu motor yaang dibawa kaka"Vian memasukan motornya dan Gita menutup gerbangnya
"Ayo yaang masuk kita kekamarku?"Gita menggandeng Vian
"Jangan dikamar kita duduk disini saja ruang tamu"Vian menujuk ruang tamu dan Gita mengunci pintunya
"Kamu takut aq menyerangmu yaang? "Gita memeluk Vian
"Iya kamu wanita yang gak sabaran dan main nyosor"Vian bikin Gita tertawa
"Ha.. ha.. ha.. yaang kamu yang bikin aq gini, aq pertam pacaran sama kamu dan kamu yang nyosor duluan cium aq dan saat itu kita belum jadian aq bahkan belum kenal kamu"Giya yang mengalungkan kedua tangan dibahu Vian
"Dan sekarang aq jadi sering ketagihan.."Gita menyentuh bibir Vian
"Aq takut kebablasan dan bikin kamu hamil kita masih kecil dan sekolah "Vian gak mau merusak Gita
"Kalo gitu hamili aq aja yaang, biar kita nikah sekalian dan kita akan sama2 terus" Gita menarik tangan Vian maksa naik tangga dan kekamar Gita
"Aq ingin menjaga dan gak mau merusak kamu yaang sampai kita udah cukup umur menikah baru aq akan menyentuhmu dan makan kamu yaang"Vian masuk kamar.
Gita mengunci pintu kamarnya dan menghampiri Vian dan mendorongnya hingga dia sekarang terlentang diranjang Gita dan Gita naik diatasnya.
"Kamu tau gak yaang..?"Vian yang mengenal karakter Gita lebih sering meminta padanya
"Tau apa..?"Gita duduk diatas Vian yang terlentang
"Mungkin kamu wanita satu-satunya yang kaya gini Agresif dan lebih sering meminta untuk dipeluk dicium dan.."Vian terpotong
__ADS_1
"Bikin anak..ha.. ha. "Gita tertawa
"Itu kan yang mau kamu katakan yaang? "Gita masih tertawa
"Iya ini belum apa2 kamu udah diatasku.."Vian mengalungkan tangan dipinggang Gita yang dan menarik dan membalikan posisinya
"Tapi sekarang kamu kan yang diatasku..?"Gita tersenyum
"Kalo aq dibawah dan kamu duduk diatasku bagaimana aq bisa cium kamu, kamu kangen kan ingin aq cium dan aq makan bibirnya?"Vian Menyatuka kedua terlapak tangannya dengan tangan Gita
"Iya yaang aq kangen cium yaang sekarang."Gita siap dan membuka sedikit bibirnya.
Vian medekatkan wajahnya dan menempelkan bibirnya dan memasukan lidahnya dimulut Gita dan ******* Bibirnya tak henti dan Gita membalasnya.
"Jangan lepas yaang masih pengin"Gita pada Vian melepasnya bibir dan kedua tangannya
"Hemm nakal yah kamu.. "Vian tersenyum dan Gita meraih leher Vian dan ******* bibirnya dan menekan gak mau lepas dan Vianpun mengikuti Gita.
"Yaang aq gak bisa nafas.. "Vian nafasnya terengah-engah dan Gita melepaskan tangannya
"Kamu ngotot yah yaang,aq bales kamu yaang"Vian mencium lagi ********** dan mecium dua pipinya dan dahi kembali kebibir dan turun keleher dan mejilatnya.
"Aaahk yaang"Gita merintih dan Vian melepasnya karna ada sesasi panas didadanya dan ga mau kebablasan.
"Kamu bikin tato yaang.. ?"Gita turun dari ranjang dan bercermin ada lima tato yang dibuat Vian.
"Bukanya kamu pengin yaang sama kaya temen kamu.."Vian memeluk Gita dari belakang
"Iya..ini cantik yaang dan gak akan terlihat orang.. he.. he.. "Gita senang
"Udah puas sekarang yaang.. ?"Vian menatap wajah cantik Gita dicermin
"Iya..kita kapan2 bikin lagi yah yaang, ini sangat cantik"Gita meraba tato merehny
"Sakit gak yaang? "Vian yang tadi agak maksa
"Sedikit dan bikin geli terus ada rasa gimana gitu..yang bikin aq merintih.. "Gita dengan lugunya menceritakan yang dia rasakan
"Kalo diterusin akan ada bayi disini, dan kita belum siap.."Vian membalikan Gita dan mengancing kemeja yang dibukanya.
__ADS_1
"Kalo mau bikin anak gitu yah yaang, kamu kok tau banyak yaang.. ?"Gita penasaran
"Laki2 punya intsting dan ada yang tegang yang akan nuntut wanita untuk melayani sayaang"Vian mencubit hidung Gita
"Burungnya yah yaang sini aq pegang yaang"Gita ingin menyentuhnya
"Jangan sekarang nakal, nanti kalo kita udah umur.. sekarang lagi tidur"Vian mencubit kedua Pipi Gita yang gak tau malu dan lugu
"Ya udah aq nuggu kamu dewasa yah yaang kita bikin anak"Gita membuat Vian tertawa
"Ha.. ha.. ha.. "Vian tertawa terpingkal2
"Yaang jangan tertawa bikin malu aq aja deh"Gita memukul kecil dada Vian
"Kamu lucu yaang gak ada cewe kaya kamu yaang.. "Vian masih tertawa
"Sini duduk yaang"Gita duduk dipangkuan Vian.
Gita duduk dipangkuan Vian didepan meja kaca rias Gita dan memeluk Gita dan mencium rambut dan melingkarkan tangannya diperut Gita.
"Yaang aq kasih tau kamu yah yaang dan ingat jaga buat aq yaang"Vian ingin menasehati keluguan Gita
"Ada bagian pria yang sensitif yang gak boleh disentuh kecuali sama pasangan yang udah jadi istrinya karna kalo disentuh akan tegang dan gak bisa dikendalikan meminta wanita untuk melayaninya dan akan ada bayi setelahnya, apa kamu ngerti? "Vian pada gita
"Iyah yaang aq ngerti, aq gak boleh nyentuh bagian itu milik pria kan karna nanti aq sendiri yang rugi kan? "Gita mengerti dan Vian mengangguk
"Wanita juga sama ada bagian sensitif yang gak boleh aq sentuh atau pria manapun kertercuali suami kamu nanti yang minta kamu melayaninya karna itu kamu harus menjaganya jangan asal minta padaku atau pria lain demi kehormatan kamu sendiri dan buat bangga suamimu kelak yang mendapat kesucianmu"Vian menasehati Gita yang Agresif
"Aq janji yaang akan menjaganya buat kamu, hanya kamu yaang akan dapat kesucianku aq mau kamu jadi suamiku"Gita merangkul Vian
"Yah kita berdoa semoga kita saling setia orangtuamu setuju dengan hubungan kita dan dewasa nanti aq jadi pria yang mapan jadi suami kamu amin"Vian juga berharap jadi suami Gita yang dicintainya
"Iyah yang Amin."Gita turun dari pangkuan Vian
"Kita turun bawah yah.. "Vian yang gak mau merusak Gita
"Iyah yaang aq udah paham, aq minta cium dak peluk dan tato juga sama kamu aja"Gita menggandeng Vian dan mereka turun
"Anak pintar"Vian pada Gita.
__ADS_1