Cinta Pria Biasa

Cinta Pria Biasa
Cek kandungan


__ADS_3

Gita dan Vian turun menghampiri kedua orangtuanya dan duduk bersama makan malam bersama. Mereka menikmati makan malamnya dan tak lupa Vian menyuapi istrinya meski dia memakai masker karna bau telor yang dimakan istrinya.


"Mah pah kita akan kedokter mengecek kandungan istriku karna udah masuk bulan ketiga, aq ingin tau perkembangan baby kami"Vian sambil menyuapi istrinya


"Iyah itu bagus,tiap bulan kamu harus cek kandungan istrimu Vi.. "papag mertuanya setuju


"Apa mamah perlu ikut..? "mamahnya


"Gak usah mah, mamah udah cape seharian jagain istri dan babyku mamah istirahat aja biar aq aja yang membawa istriku.. "Vian buat kedua mertuanya bangga


"Iya kamu makan dulu Vi, mamah udah masakin sayur pake santan kesukaan kamu dan goreng tempe dan sambal.."mamah mertuanya menyodorkan sayur dan lainya


"Vi apa kamu masih mual dan mutah..? "tanya papah mertuanya


"Masih kalo habis bangun tidur pah dan kalo cium bau yang menurutnya aneh langsung lari kekamar mandi.."Gita yang selalu mendengar suaminya munta


"Kamu sekalian cek minta obat mual.. "Saran papah mertuanya


"Pah kalo bayinya udah lahir Vian akan seperti biasa kok.. "Mamahnya yang dulu merasakan saat hamil Gita


"Uhuk.. uhuk.. uhuk.. lama banget itu mah.."Vian tersedak


"Yah memang gitu, kamu yang sabar Vi.."mamahnya tersenyum


"Sabar masih enam bulan lagi ha.. ha.."papahnya dan Gita tertawa yang tak pernah merasakan


"Kalian ini yang gak pernah ngrasain bisa tertawa tapi kalo udah tau baru tau rasa, rasain gak enak tiap hari.. "mamahnya membela Vian


"Maaf yaang,sabar yah ini kan hasil karyamu yang ingin cepet punya baby dan minta tambah lagi gak kapok yaang? "Gita menggoda suaminya


"Gak, kenapa kapok saat baby kita lahir akan terbayar semua dengan senyum mungil baby kita.. "Vian membayangkan


"Setelah baby ini lagir kita bikin lagi yaang..?"Vian balas canda istrinya


"Ha.. ha.. ha. "kedua orang tau Gita tertawa melihat Gita manyun.


Vian berjalan bersama istrinya dan menghampiri mobilnya dan mereka berdua masuk dan segera pergi kedokter kandungan yang biasa Gita mengeceknya kandungannya. Vian dan Gita sangat bahagia dengan kehamilan pertama yang sangat mereka nantikan.


"Sayaang jalannya pelan-pelan saja..?"Vian menggandeng istrinya


"Lama yaang agak cepet dikit nanti antriannya penuh.. "Gita yang gak sabaran


"Iya yaang, aq ambil antrian dulu yah.. "Vian meninggalkan istrinya untuk mengambil no antrian dan balik lagi pada istrinya yang udah duduk


"No berapa yaang? "Gita mengambil no antriannya


"Yah no 12 kan lama yaang itu aja baru no 4"Gita bersandar dibahu suaminya


"Gak pa2 yaang kita sabar dulu yah, cepet kok yaang.. "Vian sangat sabar


"Kalian masih sangat muda dan kenapa ada disini..? "salah satu ibu yang perutnya udah masuk ke 7

__ADS_1


"Tentu saja untuk cek kandungan.. "Git ketus karna tatapan Merek yang Gita anggap buruk


"Sayaang gak boleh gitu.. "Vian menasehati istrinya


"Maafin istri saya ya bu, dia paling gak suka antri menunggu lama.. "Vian merasa tidak enak


"Oh kalian udah menikah.. "Jawaban itu itu kaget


"Kalian hamil duluan karna anak muda jaman sekarang susah diatur..? "tanya salah satu ibu yang lain yang mengantar anaknya yang hamil


"Enak aja kalo ngomong kami menikah udah hampir 7 bulan dan ini aq hamil baru masuk bulan ketiga, ini buku nikah kami tanggal dan bulan tahunnya.. "Gita gak terima


"Anak ibu yang susah diatur hamil duluan gak usah bawa orang lain akan sama seperti anakmu.. "balas Gita ketus


"Mba kalo ngomong dijaga..?"Anaknya gak terima


"Dijaga pake pagar besi,itu ibu kamu yang mulai lagian kalo gak ngapain lo harus marah, kamu bisa tunjukan buku nikah atau bukti yang bisa buat kamu benar.. "Kata Gita yang kesal dan membuat anak itu gelagapan


"Huh kan gak bisa buktiin pake nyolot dan nuduh sembarangan.. "Gita buat Vian tersenyum malu


"Sayaang udah diam, kasian anak kita udah tidur aja sini aq pangku dan bersandar dibahu yah.. "Vian mengangkat,memangku dan mengusap lembut perut istri dan mencium keningnya buat para ibu kagum dan iri karna Vian sangat menyanyangi istrinya.


Gita yang diusap dan nyaman dipangkun suaminya mulai tertidur pulas karna dia tadi juga kekeyangan.


"Mas kamu masih sangat muda tapi kamu sangat sayang dan pengertian sama istrimu dan dia tertidur apa gak berat..? "Tanya ibu yang lain yang juga mengantri


"Semua suami sayang dan cinta sama istrinya bu, dan seberat apapun istri suami pasti bisa menahannya saat melihat istrinya nyaman seperti ini karna kursinya sangat keras dan gak ada sandaran gimana istriku bisa tidur kalo gak dipangku.. "Vian tersenyum


"Iya tadi kekeyangan dan dikemahilan ini istriku mudah ngantuk.. "Vian mencium kening istrinya


"Kalian kok bisa nikah muda dan padahal kalian sebelumnya gak hamil dan kalian kayaknya seumuran anakku yang masih sekolah SMA.. "tanya ibu yang tadi mengira mereka hamil duluan


"Kami saling suka dan pacaran saat kami masih dibangku SMP awal bu, dan karna kami sangat dekat dan gak bisa dipisahin maka orangtua kami mutusin untuk menikahkan kami daripada kami akan berbuat dosa jadi kami menikah saat kami awal kelas tiga SMA dan kami juga masih sekolah onlain dan senin besok kami ujian.. "Cerita Vian pada mereka


"Oh jadi orangtua kalian merestui dan kalian dinikahkan..? "tanyanya lagi


"Awalnya papah mertuaku gak setuju bahkan istriku akan disekolahkan diluarnegeri tapi karna cinta kami sangat kuat dan istriku menolak dan ingin berpisah jadinya setuju dan alhamdulillah sekarang kami bahagia meski masih sama-sama muda dan kedua keluarga kami juga ikut bahagia dan mendukung kami.."Cerita Vian jujur


"Iya aq ikut kagum melihat kalian dan kamu sangat sabar menghadapi istrimu yang sepertinya mudah emosi.."Anak ibu itu yang tadi saling bantah


"Gak gitu mba, istriku sangat baik, yang penting jangan ada yang mendahului menyakiti hatinya,istriku yang terbaik dan paling cantik he. he"Vian buat Mereka juga tertawa pelan karna Gita tertidur.


Satu persatu mereka dipanggil dan giliran Gita Amelia dipanggil dan Vian tak tega membangunkan istrinya dan dia mengangkatnya dan membawa masuk keruang pemeriksaan dengan Gita masih tertidur karna nunggu hampir satu jam setengah.


"Maaf bu permisi lewat sebentar.. "Vian mengangkat istrinya


"Nak kamu ini buat kami kagum.. "salah satu ibu tersenyum kagum


"Makasih bu.. permisi"Vian masuk kedalam ruang pemeriksaan


"Kenapa istrimu Vi..? "tanya dokter kandungan yang merupakan sodara ibu Liana yaitu dokter Dian

__ADS_1


"Ketiduran Te.. tadi antri lama"Vian merebahkan istrinya


"Kenapa kamu gak telfon seperti biasa dan masuk saja..?"Dokter yang biasa Vian atau mamah mertunya buat janji dulu


"Iya te ini mendadak karna aq khawatir te.."Vian agak malu


"Khawatir kenapa apa yang terjadi apa keponakanku salah makan..? "tanya dokter Dian


"Gak te, bukan itu tapi aq nyetuh istriku dan kepas kontrol te he.. he.. "Vian buat tante Diaj dan suster ikut tertawa


"Kamu ini bikin tante takut aja, kalo sampe ada apa2 sama bayimu? kakakku akan memarahiku terlebih lagi papah mertuamu"Dokter berdiri dan bersiap mengecek Gita yang masih tertidur pulas


"Mau dipriksa aja masih molor dasar anak malas.."Dokter Dian menggelengkan kepalanya


"Tante biar aq aja yang membangunkan istriku.. "Vian mendekati istrinya.


Vian mengusap lembut kedua pipi istrinya dan dan berbisik ditelinga istrinya yang biasa dia lakukan ketika membangunkan istrinya.


"Sayaang...sayaang bangun udah mau diperiksa.. "Vian berbisik dan megusap mencium pipi istrinya


"Yaang.. sayaang..."Vian meniup telinga istrinya


"Hemmm udah siang yah yaang..?"Gita menggeliat dan mengerjapkan matanya


"Iya udah siang waktunya kamu sekolah atau tante pukul pantatmu..?"Tante sambil tertawa


"Tante ganggu aja aq tidur.. "Gita duduk dan menguap


"Tiduran lagi mau tante periksa.. ?"minta tantenya


"Iya tan.. "Tante Dian memeriksanya dan memberikan gel pada perut Gita dan Vian melihat dilayar


"Lihat bayimu tumbuh dengan cepat seperti mamahnya yang makin bengkak ha.. ha"Tante Dian suka sekali mengejek keponakannya


"Bilang aja gendut pake kata bengkak segala"Gita cemberut


"Gak kok sayaang tante bohong, kamu sangat cantik dan gemesin dan lihatlah anak kita yaang.. "Vian sangat bahagia meski masih gumpalan


"Bayi kalian kuat meski ada badai yang menggoyangnya ha.h..ha. "Tante suster dan Vian tertawa


"Berarti gak perlu menahannya yah tan boleh diulang.. "Vian tertawa dan Gita mencubit perut suaminya


"Hus jangan, meski bayimu kuat tapi kalo sering-sering digoyang gak kontrol bisa bahaya buat anakmu.. "kata dokter Dian tante Gita sodara mamah Liana


"Ok.. ok tan bercanda.. "Vian mencium kening istrinya dan membantunya duduk


"ini obat vintamin dan penguat kandungan dari goncanganmu dan tadi mamah mertuamu telfon minta obat untuk mualmu ini dan vitamin untukmu juga. "Dokter tersenyum


"Iya tan makasih kami permisi.. "Vian juga tersenyum.


Vian merangkul istrinya dan mereka keluar dari ruang dokter tantenya dengan membawa obat dan hasil cek kandungan Gita. Vian tersenyum dan berpamitan pada ibu-ibu yang tadi berbincang dengan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2