Cinta Pria Biasa

Cinta Pria Biasa
Perkelahian Vian dan Bian


__ADS_3

Vian yang merasa lelah setelah aktifitasnya dalam belajar disekolah yang baru dengan pelajaran yang baru saja dipelajari dari Gita yang dengan sabar memberikan pegetahuan ilmunya pada Vian.


"Yaang udah jam pulang, udah tutup bukunya belajar besok lagi jangan terlalu terfosir nanti kamu sakit.."Gita mengomel


"Bentar lagi yaang dikit lagi ini.. "Vian masih membaca buku yang dia belum paham


"Yaang udah jam pulang, semua udah pada pulang.. ayo pulang, kita udah dijemput"Gita menutup buku yang dibaca Vian dan memasukannya dalam tas.


"Gak sabaran yaang kamu "Vian melihat Gita kesal


"Iya, ayo cepet kita pulang.. "Gita menarik Vian


"Gita..! "Teriakan Bian menghampiri Gita dan Vian yang berjalan keluar dari kelas


Bian yang sengaja menunggu didepan kelasnya untuk menemui Gita dan melihat kekasih baru Gita. Membuat Gita mundur dan dan berdiri dibelakang Vian dengan menggengam telapak tangan Vian.


"Jadi pria ini yang buat kamu mutusin aq Gita"Tanya Bian marah karna kali pertama dia diputusin Cewe, karna sebelumnya dia yang berganti2 cewe


"Jangan kasar pada kekasihku, dia hanya main2 denganmu karna kamu menggoda dan memaksanya, aq kekasihnya dari kita dibangku SMP disini yang berhak marah adalah aq karna kamu mau jalan dengan Gita yang masih bersamaku bukan kamu yang marah"Vian juga sebenarnya sakit hati mengingat Gita bersama Bian


"Ha. ha. lucu sekali,kamu pikir aq merebut pacarmu? aq ini disukai banya wanita dan takluk padaku jadi bukan aq tapi pacarmu yng tergila2 dan memintaku untuk jadi pacarku"Bian mengelak sebenarnya


"Bohong yaang, dia yang mendekati aq untuk jadi kekasihnya.. dan selalu menhubungiku dan datang merayu papah"Gita mejelaskan pada Vian


"Aq lebih percaya pada Gita kekasihku daripada dirimu"Vian percaya pada Gita


"Pria bodoh, mau saja dibohongi wanita tak guna dan manja.. "Bian yang sebenarnya sakit hati


"Anggaplah aq bodoh karna aq sangat mencintai Gita dan Gita pun sebaliknya jadi pergilah jangan ganggu kami"Vian masih sabar dan menggandeng Gita pergi.


"Gita aq akan beri kamu satu kesempatan, tinggalkan dia.."Bian menarik tangan satunya dan Mereka tertahan karna tangan Gita ditarik Bian


"Lepaskan aq Bian.. aq gak mau sama kamu, dari awal aq tidak mencintai kamu,aq hanya mencintai Vian.. "Gita berusaha melepaskan tangannya dari Bian yang makin erat


"Apa yang kamu lihat dari pria kecil jelek dan miskin ini bahkan otaknya bodoh! "Bian menghina Vian yang berdiri memunggungi Gita dan Bian


"Aahk sakit.. lepaskan aq.. Kamu yang bodoh dan jahat banyak mempermainkan wanita.. lepaskan aq! "teriak Gita menahan sakit


"Lepas tangan kekasihku..! "Teriak Vian yang mulai hilang kesabaran menggenggam kerah Bian

__ADS_1


"Kalo aq tidak mau kamu mau apa! "bentak Bian


"Aq sudah cukup sabar !"Vian menonjok wajah Bian berkali2.


"Buk.. buk.. buk.. "Vian memukuli Bian


"Udah aq ingatkan jangan ganggu kami, apalagi menyentuh kekasihku.!"Terika Vian makin garang memukuli Bian yang tersungkur tak bisa melawan dan membuat Gita bingung.


"Yaang udah cukup, kamu bisa membunuh dia.. "Gita memegangi satu tangan Vian tapi digibasnya


"Yaang udah cukup.. tenanglah, aq gak pa2!"Teriak Gita memeluk Vian dari belakang dan buat Vian berhenti


"Yaang kamu menjauhlah biar aq habisi dia yang berani menyentuh tanganmu dan menyakitimu! "Vian masih kesal dan marah serta cemburu.


"Yaang udah cukup, aq hanya mencintaimu"teriak Gita.


Gita dengan kuat membalikan Vian dan mereka berhadapan, Gita menatap Vian yang wajahnya merah dan matanya melotot, Vian memegangi kedua pipi Vian dan mencium Vian untuk meredakan amarahnya. Vian merasakan bibir manis Gita dan seketika mereda dan membalas ciuman Gita dan ********** dan Bian melihat adegan Vian dengan intens ******* bibir Gita.


"Yaang kita pulang yah..?"Gita menlingkaran tangannya ada pinggang hingga perut Vian.


"Apa tanganmu sakit yaang..? "Vian mengecek kedua tangan Gita cemas


"Tanganmu merah yaang, bajingan itu memegangmu sangat erat.. "Vian meniup pergelangan tangan Gita yang merah dan Bian menatap kelembutan Vian pada Gita.


"Non Gita,mas Vian ayo kita pulang udah ditunggu Pak Gilbran dirumah"Supir pak Gilbran menghampiri Vian dan Gita


"Papah udah pulang pak Adin ini kan masih jam satu lebih?"Gita heran


"Ayo yaang nanti papah marah2 lagi"Gita merangkul Vian dan mereka mengikuti pak supir.


Mobil pak Gilbran dengan supir pak Ahmad yang menjemput Gita dan Vian pulang yang udah ditunggu Gilbran diruang kerja dirumah dengan orang kepercayaannya. Pak Ahmad melajukan mobilnya dengan cepat hingga tidak makan waktu lama mereka sampai dirumah.


"Kalian cuci muka tangan dan ganti baju setelah itu turun maka dulu baru temui papah kalian"Mamahnya yang udah siapkan makan siang Gita dan calon menantunya


"Vian mamah udah minta papah tadi belikan kamu pakaian ada dikamar Gita.. cepatlah turun sebelum papah kalian marah"Mamahnya yang tak ingin suaminya marah


"Mah, papah tumben gasik udah dirumah ada apa mah? "tanya Gita


"Mamah juga gak tau.. kamu cepat ganti baju sana"mamahnya mendorong Gita,sedangkan Vian udah naik lebih dulu.

__ADS_1


"Iyah mah.. "Gita jalan menaiki tangga menyusul Vian.


Vian masuk kekamar mandi dan mencuci muka tangan dan kakinya dikamar Gita dan Gita masuk kedalam kamar dan menutup pintu kamarnya dan membuka kemeja sekolahnya.


"Yaang tunggu aq masih disini jangan buka dulu yah, biarin aq keluar dulu setelah pake kaosnya"Vian yang gak mau jadi hilaf


"Sama-sama aja yaang, kita kan bentar lagi nikah.. dan kamu juga nanti akan liat tubuhku kan..?"Gita yang langsung membuka kemejanya dan mendekati Vian dengan senyumnya


"Yaang jangan menggodaku, kita nikah masih dua minggu lagi dan aq gak bisa nyentuh kamu selama kita masih sekolah"Vian mengalihkan tatapannya karna Gita hanya pake Bra


"Kenapa gak mau nyentuh aq, apa aq kurang seksi, kurang montok gak bikin kamu nafsu atau kamu gak suka sama tubuhku? "Gita sedih


"Gak gitu yaang, kita masih sekolah aq mau kita lulus, aq takut jika aq nyetuh kamu dan kamu hamil trus kamu putus sekolah kan sayang nanti masa depanmu cita2mu gimana? "Vian memakaikan kaos ada Gita


"Setelah nikah kan para pengantin melakukan malam pertama, kita juga sama gak boleh ditunda"Gita sambil tertawa


"Wanita cuma kamu aja kayaknya yang bilang gitu yaang"Vian mengalungkan tangannya dipingga hingga perut Gita


"Kamu beneran mau yaang udah siap aq sentuh kamu? "Vian menatap Gita


"Ya kan.. biar tau gitu yaang"Gita terbata gugup dan memerah menahan malu


"Pengin tau rasanya beneran..? "Tangan Vian merayap masuk dalam kaos dan menyentuh dan meremah Gunung Gita.


"Yaang.."Gita kaget gunungnya diremas


"Tadi katanya mau baru aq peluk dan raba gini aja udah gugup merah tuh mukanya.. "Vian melepaskan pelukannya dan tangannya


"Ha.. ha.. ha.. "Vian gantian tertawa liat wajah Gita merah


"Kamu ngerjain aq yaang, kamu jahat banget"Gita duduk diatas Vian dan menggelitik Vian hingga tertawa terpingkal2.


"Gita.. Vian.. !papah udah bilang kalian jaga jarak kalian belum menikah!"bentak papahnya yang membuka pintu kamar anaknya karna tawa mereka terdengar sampe luar.


"Kamu gak malu duduk diatas Vian..cepat turun makan, dan kamu Vian setelah makan keruanh kerja papah"Pak Gilbran geram melihat anak dan mantunya.


"Iyah pah.. "Gita turun atas Vian dan Vian bangun.


Hari demi hari dilalui Vian dengan belajar dari pelajaran sekolah bersama Gita, setir mobil bersama supir papah Gita dan juga teknik dasar dalam mengurus perusahaan. Semua membuat Vian jadi sibuk lelah dan lebih dewasa.

__ADS_1


__ADS_2