Cinta Pria Biasa

Cinta Pria Biasa
Kebersamaan keluarga Vian


__ADS_3

Gita yang menunggu sedari tadi gak sabar dengan kedatangan suaminya. Gita gelisah dan bergerak kesana kemari yang buat mamah Liana dan ibu mertuanya terus mengawasi Gita yang selang infusnya ikut bergerak dan ada bercak darahnya.


"Sayaang kamu jangan gerak terus, liat ini darahnya masuk kedalam selang..? "ibu mertuanya yang sayang pada menantunya


"Bu, Vian lama sekali sih gak datang-datang..?"Gita gak sabar


"Ya sabar kan diurus papahmu, mamah yakin semua akan beres.. "Mamah Liana mengupas apel untuk Gita


"Jangan-jangan kami dikeluarkan dari sekolah..?"Gita yang menebak-nebak dan tak lama Vian dan ayahnya masuk


"Nah ini suamimu datang.."ibu mertuanya bantu Gita duduk


"Vi lihat selang istrimu jadi merah dari tadi gelisak gerak terus nungguin kamu..?"mamah mertuanya


"Sayaang kamu gak nurut yah sama mamah dan ibu sampai merah gini..?"Vian mencubit pipi istrinya


"Habisnya kamu lama banget, kamu gak ada aq melirik cewe-cewe adik kelas kita kan..?"Gita curiga


"Ya Tuhan sayaang kamu masih saja mikir kaya gitu.."Vian menepuk jidad istrinya


"Kamu gak usah khawatir hal semacam itu, kita udah gak lagi pergi kesekolah itu.."Vian duduk disamping istrinya dan menyuapi apel yang disodorkan mamah mertuanya


"Kalian dikekuarkan Vi..? "mamah mertuanya kaget dan duduk diranjang Gita


"Ha.. ha.. ha.. "Gita tertawa senang


"Sayaang kok kamu malah ketawa..? "Vian cemberut


"Sayaang kita bisa tiap hari bermesraan dirumah gak perlu lagi belajar dan mikir sekolah, papah jaga gak akan paksa kamu kuliah dan kita bisa selalu berduaan ha.. ha.."Gita tertawa


"Istriku malah senang, lihat ini mah bu malah ketawa terus kan..? "Vian menggelengkan kepalanya


"Kalian memang gak kesekolah tapi guru yang datang kerumah kalian untuk mengajar dan kalian gak lama lagi ujian.. "Ayah IQbal mertua Gita tersenyum karna mantunya berubah manyun


"Ayah buat mood Gita hilang aja.. "Gita mukanya ditekuk


"Ha.. ha.. lagian kamu sama suamimu tiap hari juga bersama."gantian ayah mertuanya dan ibu mamahnya serta Vian tertawa


"Pasti ini papah ngacam kepala sekolah jadi kita gak dikeluarkan kan yaang..? "Gita yang paham karakter papahnya


"Sayaang kamu sangat mengenal papah.."Vian tertawa


"Tentu saja buka hanya kepala sekolah kita aja yang anaknya di ancam jika gak menuruti papah.. "Gita cemberut


"Sama kaya kamu yang suka ngancam suami dan mamah papah kalo gak nuruti kamu"mamah Liana


"Kalian anak sama papah sama aja gak ada bedanya, mamah sampai heran sama kalian yang selalu berdebat buat mamah pusing"Mamahnya tersenyum


"Yah mamah, gini-gini kan anak mamah dan papah suami mamah kalo aq gak mirip papah terus mirip siapa lagi.. "Gita manyun bibirnya monyong cemberut


"Ya sama-sama keras dan mau menang sendiri.. "Vian tertawa


"Kalian nanti dibalas sama anak kalian, ibu aja dibuat pusing sana Vian pacaran mulu sama kamu Git, ibu sekolahin susah payah kalian enak-enakan bermesraan berdua disekolah.. "ibu Vian yang dulu merasa dongkol karna Vian fokus pacaran

__ADS_1


"Ibu kan kita saling cinta gak mau pisah.. "Gita merasa bersalah


"Yah ibu tau tapi terlalu berlebihan jadi gini kan, kalian jadi ibu dan ayah muda..? "ibunya tersenyum


"Itu sih bukan mau Gita bu, tuh Vian yang burungnya gak cuti.. "Gita menunjuk suaminya yang duduk disofa dan buat Vian tersenyum malu


"Tapi kamu gak bisa nolak kan?dasar gak malu sama mertua kamu bahas gitu..?"Mamahnya menepuk jidad anaknya


"Gimana mau nolak mah, enak.. "Gita buat mereka tertawa


"Enak tapi sering buat aq puasa.. "Vian mendekati istrinya dan mengusap lembut perut istrinya


"Kalo gak direm yaang kasian anak kita.."Gita mencubit kedua pipi suaminya.


"Udah makan pa belum yaang, mau minum obat loh..? "Vian menatap istrinya.


"Udah tadi disuapin ibu.. "Gita duduk


"Sekarang minum obat dulu biar anak kita kuat gak cengeng.."Vian memberikan obat kemulut Gita.


Orang tua Vian senang dan bahagia melihat kebersamaan dan keromantisan rumah tangga anaknya bungsunya yang masih sangat muda, yang tadinya buat mereka khawatir akan mereka.


"Ibu bahagia lihat kalian seperti ini, semoga kalian selamanya kayak gini langgeng sampai nenek kakek.. "Doa ibunya


"Ya amin.. "jawab Gita Vian dan mamah serta ayah Vian.


"Ibu Gita ada rencana buat rumah makan buat ibu dan nanti ibu bisa cari pekerja untuk bantu ibu setelah acar pernikahan kakak Izanna.. "Gita gak bisa menahan niatnya


"Sayaang kok dibahas sekarang, aq kan udah bilang nunggu kakak nikah dulu dan kamu juga hamil muda gini.. "Vian mengelengkan kepalanya karna istrinya gak bisa nahan niatnya


"Tapi yanh dirumah gimana..?"ibu merasa bingung


"Bu niat Gita agar ibu berkembang jadi pembelinya bukan hanya tetangga tapi bisa orang lain juga.. "Vian menjelaskan


"Yah itu bagus kita akan bantu.."Izanna bersama calom suaminya dan Isabella bersama kekasihnya kakak Vian datang menjenguk


"Kakak datang makasih ya kak Iza dan kak Isa.. "Gita bergantian memeluk mereka sedangkan Agus calon suami Izana duduk disamping calon ayah mertuanya


"Aq setuju ide kamu dek, kakak Izanna bisa bantu karna suami kakak nantinya kerja pagi sampai sore dan siang gak dirumah jadi kakak dari pada kesepian bisa bantu ibu.."Izana duduk disamping calon suaminya


"Iyah kakak juga bisa bantu kalo libur karna kakak Isa kan kerja.. "Isabella yang kerja ditoko besar menjadi kasir dan kekasih Kukuh Prasetyo yang sebagai supervisior


"Gimana kalo ditempatkan didekat bengkel Vi, karna jika pelanggan cape nunggu kan bisa duduk minum kopi atau es dan tempat lokasi yang kamu beli juga masih ada kosong disebelah bengkel jadi gak jauh2 ayah juga bisa bantu ibu kamu.. ?"pendapat ayah


"Bilang aja ayah gak bisa jauh dari ibu sama seperti Vian yang maunya nempel sama aq.."Gita cekikikan


"Ha.. ha.. tuh bu anak mantumu menggoda kita.. "Ayah tertawa karna candaan Gita dan mereka juga tertawa


"Iy yah aq setuju jadi kita gak perlu beli lokasi atau nyewa lagi karna didekat bengkel juga masih lebar dan ramai juga, karyawan yang lain bisa mampir makan.."Vian setuju


"Tuh kan ideku bagus yaang, kamu pertama nolak nyebelin.. "Gita melempar bantal pada suaminya


"Sayaang kamu ini mau aq cubit yah, pipimu yang kaya bakpao.."Vian mendekati istrinya dan mencubit kedua pipinya gemas dan buat mereka tertawa

__ADS_1


"Sakit tau.. "Gita memegang kedua pipinya


"Yah maaf sayaang, makasih yah udah mau memikirkan keluargaku dan mau bantu mereka.. "Vian memeluk dan mencium kening istrinya.


"Ekheemm.. jangan mentang-mentang udah nikah kamu de, main mesra-mesraan didepan kakakmu yang belum nikah.. "Isabela senang liat kebersamaan mereka


"Kenapa kakak Isa gak bareng aja sama kakak Izanna nikahnya kan bagus.."Vian menyindir Kukuh kekasih Isabela yang belum melamar kakak keduanyA


"Maunya kakak sih gitu tapi gak tau mereka masih sunyi.. "Izaanna tau isyarat adik bungsunya


"Isabel yang belum mau aq lamar kak, aq udah berniat melamar dia dan orangtuakupun setuju tapi gak tau adik kakak ini selalu buat alasan gak jelas.."Kukuh yang merasa pria tanggung jawab


"Kenapa kamu nak, bagus loh dan masa kamu kalah sama adikmu yang saat ini aja udah mau punya anak dan kamu akan punya keponakan..? "mamah Gita yang udah seperti keluarga


"Iya betul ngapain ditunda-tunda, kalian nikah bareng aja biar nanti jadi satu nikahnya jadi ibu dan ayah gak mikir kalian lagi.."Ibunya setuju


"ibu apaan sih main setuju aja, gak tanya aq dulu.. "Isabell cemberut


"Ibu yang putuskan gak perlu ijin kamu.."ibunya jadi kesal karna mereka udah pacaram lama.


"Kukuh besok setelah Gita sembuh, kamu bawa orangtuamu datang kerumah ibu kita bicarakan pernikahan kalian bareng sama kakak kalian Izanna,ibu gak mau ada penolakan atau ibu dan ayah gak mau ngurusi kalian.."ibunya mengancam


"Ibu malu kalian bahkan pacaran lama lebih dari kakak kalian tapi kamu Isabel masih santai gak malu jadi bahan omongan tetangga,udah lengket kaya perangko gak mau nikah.. "Ibunya makin kesal liat Isabel cemberut


"Bu kita satu devisi kalo nikah salah satu dari kita harus keluar.."alasan Isabel menunda


"Kamu Isa yang keluar dan biarin Kukuh yang kerja, udah jadi tanggung laki-laki kerja untuk istri dan anaknya kelak, kamu bisa bantu ibu"ayah juga setuju


"Ya bu yah besok setelah adek sehat dan ayah ibu dirumah saya dan orangtua saya datang kerumah ibu ayah untuk langsung kepernikahan saja saya udah siap.."Kukuh udah lama siap.


"Yee.. selamat ya kak, kalian akan nikah bersama dan pesta acaranya pasti besar dan mewah.. "Gita sedih


"Kok kamu jadi sedih yaang tadi aja bahagia.?"Vian tau yang ada dipikiran Gita istrinya


"Kamu iri kan karna kedua kakak kita akan ada acara besar dan pesta yang bagus dan mereka akan dirias cantik seperti ratu dan ada panggung mewah.. ha.. ha.. "Vian menggoda istrinya yang sedih makin sedih


"Kita udah nikah alhamdulillah daripada kita dipisahkan papahmu dulu kan? yaang apalagi saat ini dalam perutmu udah ada baby kita,dan aq bahagia udah bisa bersatu denganmu kita jadi suami istri dan akan jadi orangtua.. "Vian memeluk istrinya


"Bu nanti saat pernikahan rias istriku yang cantik ini jadi pendamping kakak agar mereka juga tau Vian punya istri yang sangat cantik"Canda Vian agar istrinya tertawa


"Yaang.. "Gita menangis terharu karna cinta suaminya


"Udah jangan sedih lagi, aq sayang sama kamu.. "Vian mencium kening dan pipi istrinya


"Iya sayaang,mamah juga bisa buatin pesta kalo kamu mau..? "Mamahnya juga merasa bersalah


"Gak perlu mah, kami direstui kalian semua dan kami udah nikah aja udah senang yah yaang. "Gita juga menatap suaminya


"Iya sayaang I love u.. "Vian sangat sayang istrinya


"I love u to yaang. "Gita mencium pipi suaminya.


"Isa kamu gak ingin seperti adikmu tuh..?"Ayahnya yang melihat kebahagiaan anak bungsunya

__ADS_1


"Apa yah, dari dulu mereka pasangan alay"Isa buat mereka tertawa


"Bilang aja kakak Isa iri.. "Vian gak suka dibilang alay.


__ADS_2