Cinta Pria Biasa

Cinta Pria Biasa
Kecemburuan Gita


__ADS_3

Vian kembali dengan membawa empat bungkus rujak dan Gita yang melihat suaminya membawa kantong sangat senang dan menghampiri suaminya dan mencium tangan suami dan mengambil kantong ditangan suaminya. Vian tersenyum melihat muka ceria istrinya setelah dibawakan rujak.


"Sayaang kamy duduk aja, biar aq yang ambil magkuk dan nyiapin rujaknya.. "Vian yang tau istrinya ceroboh


"Aq sendiri aja yaang aq bisa.. "Gita membuka bungkusan rujak


"Hemmm enak yaang.. "Gita menaruhnya dimangkuk dan mencium bau rujaknya


"Gita suamimu diambilin makan siang dulu, Vian kan lapar.. "mamah Gita berjalan kedapur


" Aq ambil sendiri aja mah.. "Vian mengambil piring


"Istrimu itu bener-bener kalo yang diminta udah dapat langsung aja dan gak ingat suami udah makan pa belum.. "Mamah Gita menggerutu


"Gak pa-pa mah, aq bisa ambil sendiri kok mah.. mamah makan rujak aja sama Gita dan papah mana mah..? "Vian sambil makan


"Papah dikamar Gion, Gion mau tidur.."Mamah mengambil mangkuk dan mengambil satu bungkus rujak


"Vi kamu belinya kebanyakan ini..? "mamah Liana yang melihat masih dua bungkus lagi


"Ini buat nanti mah, ditaruh kulkas.. "Gita melahap habis rujaknya


"Suamimu gak dikasih..? "Goda mamahnya


"Satu yang satu buat aq lagi nanti.. "Gita membuka satu bungkus lagi buat suaminya


"Sayaang ini buat kamu..?"Gita masih mencicipi jatah suaminya


"Yah nanti habis makan, kamu makan lagi aja.. "Vian yang melihat istrinya sangat lahap makan rujak


"Yaang kamu udah makan pa belum..? "Vian gak mau istrinya sakit perut


"Istrinya jangan ditanya soal makanan, udah tiga kali makan Vi.. "Papah Gilbran berjalan menghampiri istrinya


"Nih pah rujak.. ?"mamah Liana pada suaminya


"Bareng aja mah, papah gak terlalu suka ngilu.. "Papah Gilbran hanya nyobain beberapa potong


"Enak ini pah..seger.. mantep. "Gita masih nyobain punya suami


"Iya kamu lagi hamil muda, papah kan gak.."papahnya


"Jangan banyak-banyak Gita, ingat nanti perutmu sakit dari tadi kamu udah makan terus.. "mamahnya yang melihat Gita makan lahap


"Iya mah sayang mah, ini Vian makan rujaknya dikit.. "kata Gita masih belum mau berhenti


"Gimana gak sedikit, liat istrinya rakus gitu.."Papahnya ngejek

__ADS_1


"Pah ini kan buat baby.. "Gita membela diri


"Awas nanti kamu makin gendut..suamimu liat cewe lain.. "Goda mamahnya dan Gita langsung menaruh sendoknya dan diam cemberut


"Gak sayaang, aq gak mungkin kaya gitu tadi mamah hanya bercanda.. sini aq suapin yah.."Vian sabar dan tak ingin istrinya marah


"Ini tadi yang jual cewe apa cowo?muda apa tua..? "Gita mulai curiga


"Cewe ibu-ibu.. "Vian menjawab dan menutupi yang tadi


"Bohong kan..? "Gitq curiga melihat mata suaminya yang tak ingin menatapnya


"Tadi ibu-ibu yang jual dan yang numbuk, aq gak bohong yaang..? "Vian mengalihkan tatapannya karna Vian gak pandai bohong


"Sayaang kalo gak mau bilang jujur aq buang semua semua yang ada disinu..!"Gita kesal


"Gita suamimu cape dan udah beliin yang kamu minta, tadi kan mamah hanya bercanda kenapa jadi ribut.. "bentak mamahnya yang menyesal dengan candaanya


"Aq tau suamiku bohong dan tidak dan nyimpan sesuatu dihatinya..? "Gita menatap suaminya


"Mamah yang salah, udah tau sifat anaknya gini masih digoda.. "Papah Gilbran nyalahin istrinya


"Iya tadi yang jual ibu-ibu tapi punya anak perawan yang ikut bantu yaang..? "Vian menjelaskan


"Lalu..? "Gita masih curiga


"Udah deh crita gak usah cengingisan gitu..!"Gita masih kesal


"Anaknya deketin aq, buatin teh hangat dan ngasih kue..aq udah nolak karna aq gak pesen tapi maksa suruh aq minum.."Cerita Vian


"Trus kamu minum dan dia ngrayu kamu..?"Gita makin kesal


"Dia cuma tiba-tiba duduk didepan aq tapi aq udah bilang aq pesen rujak buat istriku tercinta yang lagi hamil anak keduaku sekarang yang nyidam minta rujak.. "Vian jujur


"Trus..? "GiTa ingin mendengar kelanjutannya


"Yaang terus-terus nanti kebentur kan.. "Vian bingung mau jelasin apa lagi


"Setelah tau kamu punya istri dan anak apa yang mereka katakan..? 'Gita masih curiga


"Ya mereka percaya dan aq juga perlihatkan foto cantik dan anakku yang tampan.. "Vian makin makin bingung menghadapi kecemburuan Vian


"Dia ngapain dan ngomong apa lagi..? "Gita mendesak


"Ya dia bilang katanya kita masih sangat muda.."Vian makin gak ngerti harus jawab apa


"Oh jadi tadinya anak penjual lotek itu ngira kamu belum nikah dan belum punya aq dan anak kita jadi dia deketin kamu ngasih minum dan kue terus deketin kamu yang dia lihat tampan.."Gita bisa menebak

__ADS_1


"Mungkin.. "Vian mendekati istrinya


"Jangan cemburu gitu yaang, mereka gak ngapa-ngapain..kamu istri tercantik dan paling aq berharga dalam hidupku yang sangat aq cintai yaang dan mereka juga memuji kecantikan istriku ini.. "Vian merayu dan mencium pipi istrinya yang cemberut


"Besok ajak aq kesana biar mereka tau kamu suamiku dan aq hamil anak keduamu.. "Gita masih cemburu


"Iya boleh sayaang jangan cemberut gitu kasian dedeknya... "Vian merayu istrinya


"Kamu ini udah mau punya anak dua Gita masih kekanak-kanakkan gitu.. "mamahnya menggelangkan kepalanya


"Mah kita perlu jaga-jaga apalagi suamiku muda tampan dan berduwit pasti banyak cewe yang lirik-lirik dan ingin mendekati suamiku bahkan ingin memiliki Vian.." Gita yang tak ingin suaminya selingkuh


"Sayang jangan berlebihan gitu, aq cintanya cuma sama kamu dan aq akan mengabdikan hidup dan matiku hanya untuk kamu, kita akan selalu sama-sama besarin anak kita.."Vian menyakinkan istrinya


"Gita suamimu udah bilang gitu kamu masih gak percaya..? "Papah Gilbran pada anaknya


"Papah gak ingat baru saja kami bisa kumpul dan kami hampir berpisah karna cewe yang tergila-gila sama saumiku.."Gita teringat kembali


"Sayaang udah cukup gak usah dingat-ingat dan percaya sama suamimu ini gak mungkin nyakitin hati kamu, kamu segalanya buat aq.."Vian memeluk istrinya


"Sekarang kamu naik kekamar dan tidur aja yah.. aq mau kekantor lagi yah.." Vian melihat jam tangannya


"Gak usah kekantor..temenin aq tidur aja, biar. papah yang kekantor aja biar kamu lebih aman gak usah kerja aja.. "Gita memeluk suaminya


"Kok jadi papah yang jadi korban, papah disinu kan jaga anakmu dan kamu.."Papahnya yang udah nyerahin semua tanggung jawab kantor sama Vian


"Sayaang gak gitu juga, kamu gak percaya sama aq.. kamu meragukan cintaku..? "Vian meraih dua pipi istrinya untuk menatapnya


"Aq percaya sama kamu dan cintamy tapi aq gak percaya sama wanita diluar sana hik.. hik.. hik"Gita sensitif dan menangis


"Sayaang dengerin aq yah, sampai kapanpun hidup dan matiku hanya bersama kamu dan cintaku ini seumur hidup dan matiku hanya untuk kamu, aliran darah dan hembusan nafasku hanya untuk kamu.."Vian menyakinkan istrinya dan menghapus air mata istrinya


"Kamu gak perlu khawatir yaang aq bisa mengatasi itu dan akan menjauhi hal-hal seperti itu.. "Vian memeluk istrinya


"Iya tapi kamu jangan pergi yaang temeni aq tidur.. "Gita gak. mau jauh karna rasa kesal dan cemburunya


"Iya sayaang, aq telfon kaka dulu untuk menghandel semua kerjaanku dan temani kamu tidur yah.. sekarang kita keatas tidur"Vian mengangkat istrinya


"Vi hati-hati ingat istrimu lagi hamil.. "mamah cemas karna badan Gita makin berisi


"Tenang mah, aq gak selemah yang mamah kira masih bisa ngasih cucu mamah 3 - 4 dan bisa lebih.. "canda Vian


"Yah tapi kamu jangan minta bantuan papah dan jangan harap papah kekantor karna terlalu banyak ngurus anakmu yang nakalnya sepertimu.. "Pak Gilbran yang juga kelelahan karna Gion gak mau diam


"Siap pah bos.. "Vian sambil tertawa dan dengan Gita.


"Dasar anak-anak nakal.. "Mamah Gita juga ikut tertawa.

__ADS_1


__ADS_2