Cinta Pria Biasa

Cinta Pria Biasa
Balas Dendam Gita


__ADS_3

Jam olahraga telah usai semua murid barganti baju seragam istrirahat dan Vian kekantin membeli makanan dan minuman membawanya kekelas dimana Gita tertidur dibangkunya dengan kepala menempel dimeja.


"Yaang bangun..?"Vian mengusap kepala istrinya lembut


"Yaang bangun makan dulu..?"Gitaa mengeliat


"Udah selesa yaang..? "Gita mengucek matanya


"Udah ayo makan dulu biar ada tenaga..?"aminta Vian dan duduk disamping istrinya


"Buka mulutnya yaang..? "Vian menyuapi bakso dan lontong kesukaan Gita


"Masih sikat yaang..?"Vian cemas


"Udah gak terlalu yaang, soalnya gak banyak gerak.. "Gita sambil makan


"Yaang kamu makan juga, aq suapin.. "Gita mengambil sendok dan menyuapi suaminya


"Kalo masih sakit nyeri dan perih gak usah balas Dina yaang, lain kali aja aq gak mau kamu makin sakit.. "Bisik Vian lirih sambil menyuapi isrinya


"Gak mau nunda lagi.. aq mau pulang sekolah, tanganku udah gatal pengin hajar dia yaang"Gita gak sabar


"Pake gerakan tangan aja, jangan kaki nanti akan terbuka jadi sakit lagi.."Vian cemas


"Akan aq tahan.. "Gita tersenyum


"Kamu tahan, sakitnya gak sembuh-sembuh aq yang rugi yaang"aVian cemberut


"Cuma 4-5hari yaang setelah itu bisa kamu sentuh lagi"Gita yang liat suaminya cemberut


"Lama yaang,kamu tau aq didekatmu gak bisa lama gak setuh kamu.. "Vian buat Gita tertawa


"Kamu jadi ngotot gini yaang, mesum lagi?"bisik Gita mencubit hidung Vian


"Karna aq sayang sama kamu yaang.. "Vian balas mencubitnya


"Kalian lagi ngobrol apa main cubit-cubitan..?"tanya Rina buat Vian dan Gita tertawa


"Duh kok tertawa ini pasti isinya mesum?"Rina ikut bercanda


"Tau aja lo Rin..? "Gita sambil tertawa


"Udah yaang kenyang.. "Gita menggelengkan kepalanya


"Aq ngembaliin mangkuk dulu.. "Vian pergi menjauhi mereka.


Vian keluar kelasnya berjalan kekantin dan bertemu Dina yang pura-pura terpeleset didepan Vian dan jatuh pada dekapan dada Vian yang membawa mangkuk dan gelas kosong yang jatuh karna kaget dan teman Gita memfotonya tanpa sepengetahuan Vian.


"Maaf Vi, aq gak sengaja tadi terpeleset.."Dina senyum


"Yah gak pa2.."Vian mengundurkan langkahnya dan Dina melepaskan dekapannya


"Biar Vi yaang pecah aq yang ganti sama ujang baksonya aq yang salah..?"Dian yang melihat Vian memunguti pecahan mangkuk dan gelas


"Gak usah.."Vian membuang pecahannya kedelam tong sampah


"Makasih Vi.. " Dina dan Vian hanya mengangguk dan pergi menghapiri tukang bakso.


Dina tersenyum sinis setelah melihat Vian pergin dan mengecek foto yang diambil temannya saat jatuh dalam pelukan Vian.


"Bagus ini akan bisa membuat hubungan mereka renggan? "Dina tertawa


"Kamu mau apain Din..? "Tanya temannya


"Liat saja nanti kita butuhkan foto ini.. "Dian berjalan diiikuti temannya


"Aq jadi gak sabar akan ada apa Din?"tanyanya


"Akan ada kehebohan.."Dina tertawa lagi.


Jam istirahat telah usai dan Vian bersama Gita dan teman kelas yang lain mengiukuti pelajaran sampai jam akhir sekolah, mereka bersiap pulang dan Gita menatap Dina yang juga menatap Gita. Satu persatu anak-anak keluar dari kelasnya dan kekuar dari sekolah.


"Yaang kita pulang aja yah, antar Rina dan Deas aja dulu..? "Vian karna cemas pada istrinya yang nunggu Dina didepan sekolah


"Bentar lagi yaang mereka muncul..? "Gita masih fokus melihat keseliing


"Yaang itu mobil Dina keluar..? "Gita turun dari mobil.

__ADS_1


"Yaang tunggu.. "Vian keluar dari mobil diikuti Rina dan Deas


"Sinetron akan hadir Rin..? "Deas mengikuti Rina yang juga Mengejar Gita


"Gila lo seneng banget.."Rina sambil lari kecil.


Gita berdiri didepan Mobil Dina dan Dina mengijak remnya, terkejut melihat Gita berdiri didepan mobilnya secara tiba-tiba.


"Din apa Gita tau fotonya? "Teman Dia yang duduk disampingnya


"Belum lah.."Dina masih bingung


"Keluar Din..? "teriak Gita


"Ada apa Dina.." keluar santai


"Katakan padaku kenapa kamu membohongiku dan mengunci aq di UKS..?"Gita kesal dan marah


"Apa maksudmu,apa yang kamu bicarakan aq gak ngerti..? "Dina pura2


"Jangan pura-pura bego..! "bentak Gita


"Kamu yang bilang dipanggil ke UKS dan kamu mengikuti aq dan mengunciku lalu kamu mendekati Vian.!"Gita keras


"Oh kemarin memang aq bilang kamu ke UKS tapi kamu dikurung aq gak tau.. "Dina masih mengelak


"Jadi kamu gak mau ngaku.. dan ini bukti jelas rekaman kamu?! "bentaknya lagi


"Haa.. ha.. ha.. jadi ada yang dengar aq ngomong? ups maaf gak sengaja? "Dina sambil tertawa


"Iya aq ngurung kamu kenapa?mau apa kamu? "tanyanya mendorong Gita


"Buk.. buk.. buk.. "Gita memukul wajah Dina


"Jadi kamu berani pukul aq, jago juga kamu Git? "Dina membalas Gita


"Brengs-k kamu menghindar seranganku..! bentaknya


"Jadi hanya itu kemampuanmu Din..? "Dina lelah


"Lanjut Git..!"Teriak Deas


"Kalian bantu aq..? "minta Dina pada temannya.


"Vi istrimu dikepung kita maju apa? "Deas


"Istriku mampu melawan mereka.. "Vian masih mengawasi.


Dina dan temannya membuat lingkaran dan satu persatu menyerang Gita,Gita menangkap tangannya dan menendang dengan dengkulnya dan melumpuhkan teman-teman Dina buat Vian tersenyum bangga. Dina mengambil kayu yang ada disekitar situ dan hendak memukul Gita dari belakang. Vian melihatnya dan berlari menghampiri mereka.


"Sayaang.."teriak Vian memeluk Gita


"Buk.. "Dina menghantam punggung Vian


"Vian..! "Dina kaget


"Sayaang kamu gak pa2..?"Vian cemas pada Gita dan memeluknya.


"Yaang punggungmu sakit..?"Gita mengusap suaminya dalam pelukannya


"Aq gak pa2 yaang, penting kamu gak pa2..?"Vian mencium kening Gita.


Dina melihat kecemasan Vian dan keromantisan mereka membuat dia makin emosi dan melayangkan kayunya lagi pada Gita namun Vian menahan kayunya.


"Hentikan! gak akan aq biarkan kamu menyakiti is.. "Vian hampir keceplosan menarik kayu dan membuangnya


"Ayo sayaang kita pulang udah cukup yah.."Kata Vian lirih


"Iya yaang.."Gita merangkul suaminya dengan seyuman


"Rin, Deas cepat aq antar pulang.. "Vian pada kedua temannya.


Vian mengandeng tangan Gita dan masuk dalam mobil diikuti Rina dan Deas. Mereka tertawa dan membahas Dina yang melompong dibentak Vian karna membela istrinya.


"Git kamu liat wajah Dina yang melongo liat Vian yang memelukmu tadi..? "Rina bahagia


"Rasanya aq bahagia liat dia melongo gak berkutik.. ha.. ha."Rina dan Gita tertwa

__ADS_1


"Tapi tadi kalo Vian gak lari menghalangi kamu mungkin pingsan Gita dipukul balok kayu besar gitu.."Deas yang serius jadi penonton


"Iya tapi kamu hampir keceplosan yaang tadi kamu mau bilang istriku kan..?"Gita pada suaminya


"Ya panik yaang, lagian emang kamu istriku kan..? "Vian tersenyum sambil nyerti


"Kenapa tadi gak dilanjutin aja bisa jadi topik besok.. "Rina


"Senang yah kami dikeluarin kamu Rin..? "Gita mencubit Rina


"Ya gak sih.. Git kok kamu jago sih bela dirinya aq jadi pengin belajar deh..?"'Rina kagum


"Besok-besok deh aq ajarin kamu, kamu datang aja kerumah tapi gak dalam minggu ini masih nyeri aq.. "Gita buat Rina bingung


"Nyeri kenapa? apq hubungannya dengan latihan.. apa kamu kena pukul..? "Tanya Rina


"Iya kena pukul Rin.. "Gita tersenyum


"Mananya Gita kok tadi aq gak tau kamu kena pukul? "Rina buat Vian dan Gita tertawa


"Ha.. ha.. ha.. yaang jangan buat Rina bingung?"Vian tertawa


"Kena pukulan burungnya Vian Rin.. ha. ha"Gita dan Deas ikut tertawa


"Anj-ng aq kira perut loh kena tonjok.. eh gak tau nya gituan kalian?"Rina cemberut karna merasa dibodohi


"Gituan apa Rin..? "Canda Vian


"Emang perlu aq jelasin? pantas aja dadamu penuh dengan tato Gita? "Rina menunjuk dada Gita


"Kamu kasih liat Rin yaang, nanti Rina minta sama pacarnya? "Vian masih tertawa


"Udah pernah.. "Rina buat mereka menatapnya


"Kenapa kalian natap aq gitu..?"Rina merasa takut


"Kamu udah.. sama seperti aq dan Vian..?"Gita terkejut


"Aq gak gila yah, aq emang pernah dileher dan diatas dada tapi kita gak gila sampe situ yah.. jangan ngawur kalian..? "Rina kesal


"Jangan ngawur tapi2 bubting.. "Deas


"Bunting pale lo..gimana bisa bunting gua masih perawan yah.. "Rina gak terima


"Istriku juga masih perawan sebelum aq bobol.. "Vian tertawa lagi


"Gila kalian main berapa rode bisa sampe kamu nyeri Gita..? "Deas heran


"Tanya aja diri sama orangnya.. "Gita melirik Vian


"Sampai Gita nangis De..ha.. ha..? "Vian tertawa


"Kalo aq Git udah aq tendang burungnya.."Rina


"Kalo ditendang nanti aq gak bisa punya anak dong Rin..? "Gita tertawa


"Kamu mau aja sampe dibikin gitu..? "Rina gak tau


"Gak bisa nolak Rin, nanti kamu kalo udah nikah juga tau.. "Gita menatap Rina


"Belum pengin kawin gue.. masih pengin kuliah tapi cowo gue udah ngajak kawin sih secara umurnya udah dewasa.."Rina yang pacarnya dewasa


"Ya iyalah lagian kamu udah tunangan kan tinggal kawin aja, umur calon lo juga udah 25 tahun kan udah siap tuh jadi bapak anakmu?"Gita yang tau calon suami Rina


"Gila lo Rin cowo lo tua juga.. "Deas terkejut


"Sialan lo bilang tua,cuma beda 7tahun dari kita masih muda dan tampan yah cowo gue"Rina gak terima


"Lulus tinggal kawin aja Rin, kasian cowo lo tegang minta obatnya.."Vian yang udah tau rasanya


"Emang aq obat..? "Rina


"Ya iyalah Rin kalo aq aja obatnya Vian kalo lagi tegang.. "Gita tersenyum dan Vian menghentikan mobilnya didepan rumah Rina


"Hemm iya.. iya paham"Rina keluar dari mobil.


Setelah mengantar Rina, Vian dan Gita mengantar Deas kerumahnya dan kembali kerumah.

__ADS_1


__ADS_2