
Setelah mendapat pekerjaan diperusahaan pak Gilbran yang diminta untuk mengurus dan mengelola bersama papah mertuanya kini Vian mempunyai pengahasilan sendiri dan buat bangga Gita karna Vian tipe orang yang suka bekerja keras.
"Yaang sekarang aq udah kerja dan punya penghasilan sendiri, apa kamu gak minta belikan sesuatu atau minta apa padaku sebagai suamimu? "Vian menyakan pada istrinya karna Gita tak pernah membicarakan uang dengan suaminya
"Kamu mau traktir yaang, kan uang bayaran kamu kasih ke aq..?"Gita tersenyum
"Emang kamu punya uang lagi yaang? "Gita curiga
"Yah punya, uang lembur dan bonus dari perusahaan..gak banyak tapi mungkin cukup buat nyenengin kamu yaang"Vian ingin menyenangkan istrinya
"Hemm kalo gitu kita mall dan disana aq akan tau apa yang aq pengi setelah lihat2 disana, gimana? "Gita duduk dipangkuan suaminya
"Boleh, kita gak pernah jalan berdua setelah menikah dan nanti sekalian kita nongkronh sama teman2ku yah? "Vian ingin bertemu teman2nya
"Baik aq bersiap dulu dandan cantik biar suamiku gak melirik perempuan lain"Gita bangun
"Yang ada kamu melirik cowo lain yaang" Vian mencubit pipi istrinya.
Gita mengganti pakaiannya dengan jeans panjang dan kaos lengan panjang dan bemake up tipis dan dibahunya terdapat tali tas kecil yang berisi dompet dan Hp.
"Cantik sekali istriku bikin aq makin sayang"Vian memeluk istrinya
"Gombal, ayo kita jalan? "Gita mengecup bibir suaminya
"Iya ayo mau pake mobil apa motor yaang?"Vian memberikan pilihan
"Pake motor aja yaang biar aq bisa peluk kamu"Gita tersenyum sambil mereka menuruni tangga.
"Anak2 mamah mau kemana nih kelihatanya bahagia banget? "tanya mamah Liana
"Ini mah suamiku katanya mau nyenengin aq, dan membelikan apa yang aq mau mah"Gita tersenyum senang
"Senengnya, tapi kamu harus hati2 nak Vian karna Gita suka kalap"mamahnya meledek anaknya
"Gak pa2 mah selagi aq ada dan mampu akan aq turuti"Vian mengusap rambut istrinya
"Kalian gak makan dulu sama mamah dan papah? "tanya mamahnya
"Gak mah kita mau sekalian nongkrong makan sama teman yang lain"Gita menjawabnya
"Kita pergi dulu mah"Vian berpamitan.
"Yah hati2 ya nak" mamhnya.
Vian dan Gita keluar dengan motornya dan melaju kecepatan sedang. Gita yang sangat menempel dipunggung suaminya yang dipeluknya dan menyadarkan kepalanya dibahu suaminya.
"Yaang mau kemana dulu ini?"Vian sambil jalan
"Terserah kamu yaang"Gita
"Langsung ke mall aja yah? "Vian menambah kecepatan
"Yaang jangan cepet2 aq takut.. "Gita mencubit perut suaminya
"Yah ini bentar lagi sampai"Vian dengan motornya masuk dalam pakiran mall.
Mereka sampai dihalaman parkiran mall yang padat dengan pengunjung lain yang sama akan belanja dan jalan-jalan.
"Dah ayo yaang cepet.. "Gita gak sabar masuk
__ADS_1
"Tadi aja suruh pelan begitu sampai minta cepat-cepet"Vian mengembuskan nafasnya
"iya...iya yaang"Vian yang tangannya ditarik sama istrinya
"Kita jalan-jalan dalu aja yaang kalo ada yang cocok aq kasih tau kamu"Gita menggandeng suaminya berjalan-jalan keliling mall.
Mereka memutari isi mall dengan tangan Vian dalam rangkulan Gita yang manja dan selalu ingin nempel suami.
"Yaang kita udah muter-muter udah ada yang cocok pa belum, cape ini?"Vian lelah
"Udah yaang.. "Gita mengusap lengan suaminya
"Yang mana ayo ambil"Kata Vian bersemangat kembali
"Udah aq ambil udah aq miliki khusus buat aq dan hanya untuk aq"Gita tersenyum
"Mana kamu aja belum bawa barang, aq belum bayar"Vian bingung
"Ini.. kan yang cocok sama aq yang udah aq miliki selamanya"Gita mencubit hidung suaminya dan tertawa
"Yaang jangan bercanda, cape ini.. "Vian duduk didepan toko
"Iya udah kita pergi yaang, katanya mau nongkrong aq juga laper"Gita menarik tangan suaminya
"Katanya mau beli sesuatu yaang, kita udah sampe sini muter udah satu jam yaang"Vian ngeluh
"Aq gak pengin.. gak ada yang aq suka gimana dong?"Gita melihat keseliling
"Kamu ngerjain aq yaang? "Vian cemberut
"Gak kok yaang, kita selama pacaran kan gak pernah berdua kemall atau jalan keluar kaya gini karna papah dulu gak setuju, kini aq ingin kita berdua seperti yang lain jalan2,nonton makan berdua dan lainya"Gita ikut duduk disamping suaminya
"Ya maaf yaang kamu cape yah, habis kerja seharian nemenin aq jalan.. "Gita mengusap pipi suaminya
"Jangan minta maaf yaang, aq yang salah setelah nikah aq biarin kamu sendiri, aq sibuk belajar dan kerja.."Vian merasa bersalah
"Kita gak pernah jalan keluar.."Vian menatap istrinya
"Sekarang mau apa kemana aq turuti yaang?"Vian pada istrinya
"Kita nongkrong aja yaang kamu kan udah janjian sama teman2 kamu"Gita mengingatkan
"Bener kamu gak ingin apapun? "Vian melihat keseliling
"Ada tas, sepatu baju dan asesoris kamu gak pilih..? "Tanyanya lagi
"Gak yaang kan udah banyak dikamarku kamu liat sendiri kan penuh jadi sempit barang2ku semua"Gita membayangkan kamarnya
"Kamu aja yang beli yaang baju atau apa, aq pilihin? "Gita yang tau suaminya tak punya banyak barang dab baju
"Aq akan beli kalo kamu juga beli.. "Vian memaksa istrinya
"Ya udah kita sama-sama yaang?"ajak Gita menarik suaminya ketoko baju.
Gita diikuti Vian masuk dalam toko baju pria dan wanita yang kumplit. Gita memilih kaos dan celana untuk suaminya dan begitu juga Viab memilih gaun untuk istrinya.
"Yaang ini bagus kan kaos warna putih dan hitam cocok buat kamu yaang? "Gita memilih dua kaos untuk suaminya
"Apapun yang kamu pilih aq suka yaang, kamu coba gaun ini yaang cantik? "Minta Vian memgambil gaun pink polos selutut dengan lengan pendek
__ADS_1
"Yah aq coba..kamu pengang ini yaang"Gita memberikan dua kaos yang dia pilih.
Gita masuk dalam ruang ganti dan mencoba gaunnya sangat pas dan cocok bahannya juga bagus dan halus. Gita tersenyum dengan pilihan suaminya yang cantik.
"Yaang lihat ini cantik kan? "Gita berputar didepan suaminya
"Iya sangat cantik istriku.. "Vian tersenyum karna Gita akhirnya mau membeli sesuatu dengan hasil kerjanya.
"Bentar yaang aq ganti dulu.. "Gita masuk dan mengganti baju semula
"Mau lagi yaang? "Vian pada istrinya
"Ini aja yaang, ayo kita bayar.. "Gita membawa gaun dan dua kaos suaminya
"Oh yaang bentar.. "Gita ingat
Gita minta pelayan untuk memberikan yang dia minta dan Vian mengikuti istrinya dengan membawa baju yang belum dibayar.
"Mba celana dalam pria ukuran L yah..? "Minta Gita buat Vian tersenyum yang berdiri agaj jauh dari isyrinya dan pelayan berwajah aneh karna mereka terlihat masih sangat muda
"Ini mba ukuran L, kalo boleh tau buat siapa mba..? "Tanya pelayan yang udah nikah
"Buat suamiku mba,itu yang lagi berdiri "Gita menunjuk pada suaminya
"Mba udah nikah? "Tanya pelayang kaget
"Yah udah.."Gita sambil memilih
"Aq kira kalian masih sekolah, karna kalian masih sangat muda?"pelayan tersebut
"Yah kita masih sekolah kelas tiga SMA mba, umur kita 17 tahun"Gita masih memilih
"Mba ini ya satu lusin aja, dan tolong mba sekalian celana pendeknya yang buat dirumah aja"Gita memberikan celana dalamnya
"Ini mba sebelah sini.. "Pelayan tersebut masih bingung
"Yang coklat hitam sama navy mba"Gita memilih tiga celana pendek
"Ini ukurannya udah yakin mba, karna udah gak boleh ditukar? "pelayan tersebut
"Udah mba, aq tau betul ukuran dan tiap inci badan suamiku mba"Gita yakin dengan pilihannya
"Yaang lama banget, udah laper ini.. "Vian menghampiri istrinya
"Yah yaang ini tinggal kamu bayar aja.. "Gita mengambil kaos dan gaun
"Ini mba sekalian dinota..?"Gita memberikan pada pelayan
"Oh ini suami mba.. kalian masih sangat muda?"pelayan tersebut menatap Vian dan kagum dengan ketampanannya
"Iya mba ini suamiku, dan ukuran yang aq pilih pas kan dengan suamiku..? "Gita tersenyum
"Yah mba pas.. "pelayan tersebut dengan memberikan nota
"Dah ayo yaang kekasir?"Ajak Vian merangkul istrinya
"Makasih ya mba... "Gita dan Vian berjalan kekasir.
Setelah Vian membayar barang belanjaannya mereka keluar dan menemui teman2nya yang udah nunggu dicafe.
__ADS_1