
Vian merebahkan istrinya dan membuka jas dan kemejanya karna bau keringat dan membersihkan diri dikamar mandi. Gita yang sudah kekenyangan tertidur lebih dulu dengan nyenyaknya. Setelah memakai baju Vian merebahkan dirinya disamping istrinya dan memeluk istrinya dan mencium pipinya.
"Sayaang tetaplah mencintaiku dan bersamaku.. "Vian berbisik dan membelai pipi istrinya
"Aq yang selalu takut kamu akan membuangku yaang karna kecantikanmu dan kekayaan dan kuasamu.."Vian mencium lagi
"Aq senang kamu cemburu tapi jangan berlebihan sayaang, aq sangat mencintai kamy dan anak-anak kita, gak mungkin hianati kamu I Love U istriku.. "Vian memeluk erat dan lama-lama tertidur.
Gita merasa nyaman dalam dekapan suaminya yang baginya sangat hangat dan penyayang dan juga sabar. Hampir dua jam mereka tidur siang dan Gita terbangun lebih dulu sebelum Vian. Gita menatap wajah tampan suaminya yang sangat dia cintai dari pertama bertemu dengan Gita diUKS diwaktu sekolah di bangku SMP.
"Sayang kamu sangat tampan dan banyak wanita yang suka sama kamu.. "Gita mengusap pipi suaminya dengan lembut
"Aq takut kehilangan kamu, kamu tetaplah bersamaku dan setia padaku.. "Gita memeluk lagi
"Iya saayang.. "Vian yang terbangun dengar ocehan iatribya
"Kamu udah bangun yaang..?" Gita mencubit perut suaminya
"Sakit yaang.."Vian memeluk balik istrinya dan mencium keningnya
"Kamu tau gak yaang ? justru aq yang selalu takut kamu menolakky dan meninggalkanku karna kamu sangat canti dan anak pengusaha kaya..banyak pria yang ingin bersanding denganmu.. "Vian jujur dihatinya
"Aq gak mau cowo lain, aq hanya mau kamu yaang.. jangan tinggalin aq, menjauhlah dari wanita lain kamu jangan makan atau minum pemberian wanita lain dan kamu jangn berdekatan dengan wanita lain, aq percaya sama kamu tapi aq gak percaya sama wanita diluarsana mereka sanggup melakukan apapun demi dapetin kamu yaang.. aq takut"Gita makin erat
"Iya aq akan nurut dan gak akan dekat cewe lain dan gak akan makan minum dari cewe lain karna hanya istriku ini yang berhak atas diriku.. "Vian mencium bibir istrinya dan **********.
Vian makin dalam mencium bibir istrinya hingga dirinya gak bisa nahan hasratnya dan memainkan jari-jarinya diatas dua gunukan dan sensitif Gita , Vian meraba semua inci tubuh istrinya dan menciumnya membuat Gita pun merasakan hal yang sama tak bisa menahan sentuhan lembut dan penuh kasih dari suaminya.
"Yaang udah gak tahan lagi.. "Gita merintih
"Iya sayaang.. "Vian mulai memasukan pusakanya dan menggoyangnya
"Aaahk yaang pelan-pelan anak kita.. "Gita mengingatkan suaminya agar tak lepas kendali
"Hemmm.. "Vian merintih dan tetap menggoyang naik turun memelankan gak seperti biasa sebelum istrinya hamil. Gita menikmati permainan suaminya dan Vianpun sama sangat menikmati dan memainkan dengan penuh cinta hingga sama-sama muncak dan mengeluarkan cairan dan basah dengan keringat mereka berdua.
Setelah bermain hingga puas, Vian mengangkat tubuh istrinya dan membawanya kekamar mandi dan membersihkan tubuh istrinya dan dirinya. Perlahan Vian menggosok punggung dan tubuh lain istrinya yang duduk diam dimandikan suaminya.
"Sayaang kamu baik-baik aja kan perutnya..?"Vian yang lepas kendali memainkan sedikit kencang
"Gak pa-pa kok yaang, gak ada yang sakit tapi enak.. ha.. ha.. "Gita tertawa
"Mau lagi..? "canda Vian
"Gak yaang kasian dedegnya digoyang terus dan papahnya ini sering lepas kendali.. "Gita tak ragu menyentuh pusaka suaminya
"Awas yaang tegang kamu sentuh gitu.. "Vian menggoda istrinya
"He.. he.. udah cape yaang.. "Gita melepas tangannya
"Nakal kamu yah udah goda gak mau tanggung jawab.. "Vian mencubit hidung istrinya
"Burung ini kan miliku jadi terserah aq dan hanya aq yang menyentuh merasakan dan memainkannya.. "Gita memainkannya lagi
"Iya iya hanya milikmu seorang yaang.. "Vian menguuyur membersihkan sabun ditubuh Gita
__ADS_1
"Sayang udah bersih kita keluar, aq pakein kamu baju dan kita turun main sama anak kita.. "Vian mengangkat lagi tubuh istrinya
"Siap bos.. "Gita sambil tertawa.
Tak lama mereka turun dan menghampiri Gian dan kedua orangtuanya yang sedang melatih Gion berjalan. Gion sangat antusias belajar jalan dan Vian bersama Gita duduk melihat anaknya dan sesekali mereka tertawa dan cemas karna tingkah laku Gion. Kebersamaan mereka sangat harmonis ditambah Gita hamil anak kedua.
Kehamilan Gita makin lama makin membesar dan makin ketat pengawasan Vian karna kecerobohan Gita yang masih aktif kesana kemari meski perut sudah besar dan keaktifan Gion yang sudah bisa berjalan membuat nenek dan kakeknya tak henti mengikuti cucunya.
"Yaang hati-hati jalannya gak usah cepet-cepet kasian dedeknya.. "Vian berjalan mengikuti istrinya
"Kamu makin lama makin crewet deh yaang, aq kan gak mau kehabisan diskon.. ini hari terakhir yaang.. "Gita yang gak mau ketinggalan berburu barang diskon
"Iya tapi inget kamu lagi hamil..? buat apa berburu diskon aq beli aja sama tokonya yaang buat kamu.. "Vian yang merasa cemas
"Gak asik dong yaang kalo dibeli, jadi gak ada sensasi berebut dengan yang lain.. gak ada tantangan gitu.. "Gita ikut berdesakkan dan Vian melingkarkan kedua tangan diperut istrinya
"Maaf bu.. jauh dikit istriku lagi hamil maaf.."Vian pada pengunjung lain
"Mas udah tau istrinya hamil ikut berdesakan disini.. !"Kata ibu yang lain yang jadi sangian Gita
"Emang kenapa ? ada larangan..? Gita nyolot
"Sadar diri mba kasian tuh anaknya.. "Ibu satunya lagi
"Anaku malah senang ingin ibunya yang menang.."Gita gak mau kalah
"Udah diem yaang, aq aja yang ambil kamu diem aja disini.. "Vian mendesak ibu yang lain dan berhasil ngambil tas yang diinginkan Gita
"Mas kok curang sih, cowo ikutan..? "Ibu yang lain sewot
"Cepet yaang bawa sini.. "Gita sangat senang
"Iya sayaang, ayo kita bayar.. "Vian mengandeng istrinya
"Bagus kan yaang, ini nanti buat tempat popok anak kita yaang kalo kita pergi jauh.."Gita mwngusap tas nya
"Yah terserah kamu aja tapi jangan lakuin ini lagi bahaya buat anak kita.. "Vian didepan kasir
"Iya.. iya yaang.. "Gita tersenyum
Setelah membayar tak lama Gita merasa mules dan kaki serasa gak bisa melangkah, air ketuban mengalir di kedua kaki Gita buat Vian panik, bingung dan berteriak memanggil satpam untuk membantunya membawa kedalam mobilnya.
"Yaang sabar yah,kita kerumah sakit.. "Vian mengusap dahi dan mencium keningnya
"Udah gak tahan yaang sakit sekali.. "Gita meringis kesakitan
"Iya.. iya.. ini kita jalan.. "Vian melajukan mobilnya dengan cepat
"Cepat yaang, sakit mamah tolongin Gita.. hik.. hik.. "Gita memanggil mamahnya
"Ya ini sampai sayaang bentar lagi.. "Vian makin cepat
Tak lama mobil Vian sudah didepan pintu masuk rumah sakit dan mengangkat tubuh istrinya dan berteriak memanggil suster. Gita direbahkan diranjang dan didorong suster masuk keruangan operasi sesar karna sebelumnya Gitapun sesar dan dokter yang menangani sudah paham kondisi Gita.
"Mamah dan papag cepat kerumah sakit, Gita mau operasi anak kami mau lahir.."Vian didepan ruang operasi menghubungi mamah mertuanya
__ADS_1
"Ya mamah akan segera kesana sama papah.."Mamah Gita panik
"Maaf mas, ibu Gita minta anda masuk menemaninya.."Suster yang diminta Gita
"Yah sus.. "Vian mengikuti suster
Vian duduk disamping istrinya dan mengusap rambut dan mencium kening dan menggenggam tangan istrinya yang sudah dibius dan tertidur. Tak lama dokter Dian yang merupakan sodara mamah Gita berhasil dan menggedong bayinya.
"Vi anak kamu sangat cantik.. "kata dokter Dian
"Anaku cewe dok..? "Vian kaget karna paska USG 4bulan lebih dikira Cowo
"Iya cewe ini sangat mirip dengan sodara-sodaramu.."Dokter memberikan Bayinya
"Putriku sangat cantik.. "Vian menggedong dan mencium dahi putrinya
"Sayaang papah akan selalu menjaga kamu.."Vian meneteskan air matanya dan tak lama kemudian Gita tersadar mendengar tangisan bayi
"Yaang.. "Gita pelan dan lemas
"Sayaang anak kita kita cewe sangat cantik sepertimu.. "Vian menunjukan putrinya
"Sayaang mukanya mirip keluargamu bukan aq.."Gita mengusap lembut pipi putrinya
"Kalo gitu besok-besok kita buat lagi aja yang mirip kamu yaang.. "Goda Vian pada istrinya yang mulai terasa sakit
"Ini aja baru didedel, enak aja bikin lagi.. "Gita cemberut
"Sudah jangan bercanda disini, kamu adzanin dulu Vi, nenek dan kakeknga juga pasti penasaran liat wajah cantik cucunya.. "kata dokter
"Ya dok.. "Vian mulai mengadzani
Setelah mengadzani putrinya, Vian membawa putrinya keluar dan memberikan pada mamah mertuanya yang udah menunggu dan Suster memindahkan Gita keruang perawatan dan mereka mengikuti dibelakang. Mereka berkumpul diruang perawatan Gita.
"Udah ada cowo dan cewe cucu kita mah, udah kumplit.. "Papah Gita bergantian menggendong Cucunya baru lahir
"Belum pah, perlu ada anak cowo lagi untuk jagain putriku dan istriku.. "Vian meledek istrinya
"Kamu aja yang hamil yaang.. "Gita mencubit perut suaminya
"Kalo emang bisa aq gak nolak tapi sayangnya gak bisa dan kamu yang bisa hamil anak-anakku.. "Vian sambil tertawa
"Doa kalian udah terkabul dan kalian harus bersyukur tetap rukun untuk membesarkan anak-anak kalian.. "Keluarga Vian datang dan masuk
"Tentu saja bu, kami akan selalu bersama untuk menjaga membesarkan anak kami.."Vian memeluk ibunya
"Ayah ikut senang dan selalu mendoakan kalian yang terbaik.. "Ayah Vian yang sedang memperhatikan cucu yang baru lahir
"Iya makasih ya yah ibu.. "Gita ikut terharu.
Mereka berkumpul bersama dan menikmati kebahagian dengan kedua cucunya.
Sekian.
The And.
__ADS_1