Cinta Pria Biasa

Cinta Pria Biasa
Perdebatan Vian dan Gita


__ADS_3

Vian pagi dan sore sebelum istrinya tidur sudah siap membuatkan susu dengan rasa yang berbeda-beda agar istrinya tidak bosan dan mau meminumnya. Gita yang tak mau gemuk terkadang harus dirayu oleh Vian yang ingin anaknya tumbuh sehat dan pintar.


"Yaang minum susunya dulu sebelum tidur.."Vian membawakan satu gelas rasa vanila


"Yaang jangan tiap hari dong, nanti aq tambah bengkak.. "Gita yang merasa dirinya gemuk


"Bengkak apanya, orang hamil ya besar kan perutnya.. "Vian tak ingin ada penolakan


"Lihat badanku makin hari makin gemuk aja, aq malu tau yaang.. ?"Gita cemberut


"Yaang penting kamu dan anak kita sehat yaang jangan pikirin orang lain ngomong gemuk, bagiku kamu tetap istriku yang sangat cantik.. "Vian tetap merayu istrinya


"Ayo minum,kasian anak kita udah nunggu minum susunya lebih lagi nunggu papahnya main he.. he.. "Vian yang berulang kali minta jatah ditolak Gita.


"Itu sih mau kamu yaang.. "Gita mengambil susunya dan meminumnya habis


"Pintar sekarang giliran papahnya diajak main yah yaang.. "Vian meletakkan gelas disampin ranjang ada meja kecil.


"Yaang jangan sekaranglah.. "Gita menolak karna dia gak bergairah


"Dari kemarin jangan sekarang tapi gak dikasih terus.. "Vian tetap meraba tubuh istrinya


"Kan hamil muda yaang gak boleh digoyang nanti kamu kebablasan lagi.."Gita yang paham suaminya ngotot dalam hal ranjang


"Gak yaang aq akan hati-hati.. "Vian tetap menjamah semua tubuh istrinya.


"Dasar ih mesum.. "Gita yang gak bisa nolak dan membalas ciuman suaminya.


"Udah gak tahan yaang,dari kemarin kamu tolak terus nih meronta-ronta terus sakit yaang.. "Vian membuka baju dan celananya dan menelanjangi istrinya juga


"Kangennya yaang.."Vian menghujani tubuh istrinya dengan ciuman dan remasan lembut.


"ingat yaang mainnya pelan-pelan ada anak kita masih sangat kecil.. "bisik Gita disela-sela rintihannya


"Iya yaang kamu nikmati saja.. "Vian berada diatas istrinya dan memasukan juniornya yang meronta-ronta terus lama tak dapat jatah.


"Aaaakh yaaang pelan-pelaan..."desahan Gita yang buat Vian memejamkan matanya menikmati desahan dan rintihan istrinya yang dirindukannya


"Yaang libur tiga satu minggu aja kamu gini yaaang.. "Gita berbisik ditelinga suaminya yang masih memainkan juniornya didalam V Gita.


"Aq gak mau libur lagi yaang, dokter aja bilang gak pa2..aaakh"Vian gak mau lagi ditolak.


Gita merintih, mendesah dan meremas selimut yang menutupi tubuh mereka berdua yang ikut naik turun mengikuti pergerakan Vian yang masik asyik menekannya perlahan hingga mereka berkeringat membasahi tubuh mereka dan keluar cairan putih.


"Haah leganya yaang I love u.."Vian mencium bibir istrinya dan merebahkan dirinya disamping istrinya dan memeluk membasuh keringat istrinya


"Yaang aq jadi laper lagi kan..? "Dengus Gita yang sebenarnya tak ingin olahraga malam karna akan buat dia makan dan makan.


"Yah aq buatin makanan, ayo pake baju kita turun.. "Vian meyibakan selimutnya dan mereka terlihat telanjang.


"Yaang bantuin turun.. "Gita yang merasa letih karna pergulatan malamnya.


"Sini aq angkat aja yaang.. "Vian mengangkat tubuh istrinya dan membawanya kekamar mandi.


Vian membersihkan istrinya dan melilitkan handuk seperti biasa yang sering kali memandikan istrinya,barulah dia membersihkan diri sendiri. Gita memakai piaya dan menyiapkan piaya suaminya yang senada dengan dirinya.


"Yaang ini piyama yang kita beli kemarin yah yaang..?" Vian merasa kekanak-kanakan dengan gambar beruang dan berwarna pink


"Iya cantik yah yaang..? "Gita tersenyum melihat suaminya manyun

__ADS_1


"Ini gak cocok buat aq yaang, ini warna cewe dan bergambar bulu gini.. "Vian enggan memakainya


"Bagus yaang cocok buat kamu, biar samaan pake yaang.. "Gita merengek


"Iya tapi kali ini aja besok kamu beliin aq kolor pendek aja buat tidur.. "Vian gak mau istrinya ngambek dan memakainya.


"Tapi aq udah beli banyak yaang beda warna dan motif untuk kita.. "Gita buat suaminya menghela nafasnya karna dia tau pilihan istrinya akan sama yang dipakai.


Setelah memakai baju tidur yang buat Gita menahan tawa melihat suaminya dan buat Vian manyun, mereka turun bersama menghampiri dapur. Vian segera meracik bahan-bahan yang akan dimasaknya sesuai permintaan istrinya.


"Yaang mie pake telor plus potongan ayam yah yaang.. "Minta Gita yang duduk dimeja makan melihat suaminya mengambil bahannya


"Ok siap sayaang gak lama akan siap.."Vian tersenyum


"Jangan terlalu pedas yaang dan kamu bisa pake masker ini biar gak bau agar kamu gak muntah.."Gita memberikan masker pada suaminya


"Makasih sayaang, kamu sangat pengertian coba cium aq dulu.. "Vian menggoda istrinya


"Hah tadi aja udah dimakan sampe aq kelaparan, masih minta cium.. "Gita mencubit perut suaminya dan mencium pipinya.


"Biar semangat masak yaang dan enak hasilnya.. "Vian cengingisann.


Vian memasak dua menu mie yang satu kumplit dengan ayam dan telor dan satunya hanya mie dan sayur saja plus cabe karna Vian suka pedas.


"Sudah siap sayaang.. "Vian menyajikan di mangkuknya


"Ayo dimakan pelan-pelan yah yaang masih panas.. "Vian memberikan satu mangkuk yang dipesan Gita


"Pasti enak nih, suamiku masaknya pake cinta.."Gita mengambil sendok dan meniupnya


"Tentu saja, khusus buat istri dan babyku.."Vian mengusap lembut rambut istrinya


"Hemmm sayaang enak sekali.. "Gita mencicipinya dan memakannya


"Iya yaang.. "Gita mengangguk sambil makan.


Vian dan Gita menyantap mie yang dibuat Vian karna setelah olahraga malam penyatuan mereka membuat mereka lapar dan ingin makan yang berkuah.


"Ada apa nih malam-malam ribut.. ?"mamah Liana dan suaminya yang mendengar suara didapurnya dan tawa canda Vian dan Gita.


"Mamah dan papah mau biar Vian buatin..?"Vian pada kedua mertuanya


"Iya papah jadi lapar liat kalian makan lahap nyantap mie.. "Papahnya memegangi perutnya


"Iya papah sama mamah duduk dulu, gak lama kok.. "Vian memakai maskernya karna dia akan masak menu yang sama dengan Gita


"Vi biar mamah aja, kamu habisin makan kamu dulu.. "Mamah mertuanya tak ingin ganggu mantunya


"Mamah duduk aja mah ini kan mudah.. "Vian tak mau dengar dan menyiapkan bahan


"Yah mamah duduk.. "mamahnya nurut


"Emang mamah dan papah habis olahraga malam jadi laper.. ?"Gita buat Vian melotot pada istrinya yang pintar tapi lugu


"Jadi kalian habis olahraga malam jadi kalian kelaparan dan buat keributan membangunkan papah dan mamah ?"papahnya balik tanya


"Tentu saja ini kan malam jum'at mana mungkin Vian biarin aq nganggur.. "Gita yang tak malu dan buat mamahnya menggelangkan kepalanya


"Haa.. haa.. kamu ini udah besar udah mau punya anak tapi masih saja bodoh.. "papah Gilbram tertawa akan keluguan Gita yang buat Vian menahan malu

__ADS_1


"Ini mah pah udah matang, dimakan dulu jangan dengerin Gita.. "Vian menaruh dua mangkuk mie dihadapan kedua mertuanya dan duduk lagi disamping istrinya


"Kamu ini yaang gak malu ngomong gitu.."Vian mencubit pipi istrinya


"Ngapai malu kan sama mamah dan papah.."Gita yang selalu jujur pada kedua orangtuanya.


"Udah makan lagi gak usah ribut.. "Mamah mertuanya yang merasa heran dengan pembahasan mereka


"Vi ini enak,kamu pintar masak juga yah.."papah mertuanya memujinya


"Suamiku memang pintar masak pah dan masakannya sama dengan ibu mertuaku sama enaknya.. "Gita senang dengan pujian untuk suaminya


"Gita malah berencana setelah suamiku buat bengkelnya beres, aq mau buat rumah makan untuk ibu kasian kan dirumah tapi tak berkembang.. "Gita yang sebenarnya memikirkan keluarga suaminya


"Bagus itu nak,mamah setuju.. "Mamah senang dengan pemikiran anaknya


"Sayang kamu lagi hamil jangan memikirkan hal yang berat, ibu dirumah udah banyak langganan dan kalo buat rumah makan siapa yang bantu itu..?"Vian kurang setuju karna sejujurnya dia ingin ibunya istrirahat saja setelah ayah mengurus bengkel


"Ibu hanya akan kasih resep saja yaang dan mengawasi pekerja aja, kita kan bisa cari orang buat kerja bantu ibu dan dua kakakmu juga bisa bantu kan..? "Gita mengerti pikiran suaminya


"Kakak pertamaku akan menikah bulan depan,mereka akan sibuk yaang jangan bahas ini dulu yah.. ?"minta Vian.


"IZanna mau menikah,mamah ikut senang.."Mamah mertua ikut bahagia


"Iya mah, dan mamah dan papah ikut bantu disana yah, karna ibu dan ayah bilang mamah sama papah diminta kesana.."Gita yaang berkomunikasi lewat HP


"Besok kita main yah yaang minggu kerumah ibu aq kangen mereka atau kita tinggal disana aja..? "Gita ingin bersama keluarga Vian yang baik dan dekat dari dia SMP


"Gak boleh, kalian main boleh tapi untuk tinggal papah gak ijinkan.. "papahnya keberatan anak mantunya tinggal dengan besannya


"Gak kok pah paling pas mendekati hari H aja kami nginap bantu ibu dan ayah pah.. "Vian mengerti kekhawatiran papah mertuanya karna Gita anak satu2nya mereka


"Iya Vi jangan lama-lama nanti mamah kesepian gak ada kalian.. "Mamahnya juga gak mau ditinggalin anak mantunya


"Mamah gak akan kesepian lagi gak lama Vian akan buatkan cucu yang banyak katanya mah pah.. "Gita yang gak bisa bohong dan buat Vian tersenyum malu


"Yaang banyak berapa..? "papah mertuanya


"Jangan dengerin Gita pah, kalo ngomong asal aja..aq kan cuma bercanda.."Vian merasa malu dan mencubit paha istrinya


"Au.. sakit yaang "Gita merasa pedas pahanya


"Kamu kan yaang bilang minta anak 3 biar ramai biar anak ini gak kesepian sepertiku yang sedirian dirumah ini, sok lupa lagi.. "Gita kesal karna dicubit suaminya


"He.. he.. jangan dibahas yaang, kan cuma bercanda.. "Vian mengusap lembut perut istrinya


"Bercanda apa, burungmu aja ngotot minta terus.. "Gita buat kedua orangtuanya tertawa


"Udah gak usah ribut, bagi papah dan mamah yang penting liat kalian selalu bahagia bersama dan cucu berapapun yang akan dikasih kalian papah dan mamah terima.."Papahnya yang tertawa


"Dua aja, aq gak mau jelek melahirkan banyak anak.. "Gita ingin satu anak cewe dan satu cowo


"Tiga, aq mau nya tiga biar sama dengan keluargaku yaang, banyak anak banyak rejeki.. "Vian ingin tiga anak


"Tadi bilang bercanda, sekarang minta tiga kamu aja yang hamil.. "Gita cemberut


"He..he..yaang kamu yang hamil tapi aq juga yang ngerasain nyidam mual dan muntah kan jadi kamu bisa kasih aq tiga anak yaang.."Vian kekeh ingin tiga anak


"Hemmm.. "Gita melirik suaminya yang tersenyum.

__ADS_1


"Yang penting anak dan ibunya sehat yah, jadi mau dua dan tiga gak pa2 mamah dan papah yang akan bantu merawat cucu2 kita yah pah? "Istrinya pada suaminya.


"Iya mah.. "Vian mengerti.


__ADS_2