Cinta Pria Biasa

Cinta Pria Biasa
Berkunjung kerumah Besan


__ADS_3

Setelah bercinta yang buat mereka lelah dan teridur lelap hingga sore hari dan membuat Mamah Liana mengetuk pintu membangunkan mereka karna anak dan menantunya sedari siang tidak kekuar kamar.


"Thok.. thok.. Gita.. Gita udah sore bangun..?"mamah Liana


"Vian udab sore bangun.. ?"Mamahnya yang tak dapat jawaban dari Gita


"Yah mah, bentar kami keluar kok mau mandi dulu.. "Vian yang gugup karna tubuhnya dan istrinya masih dalam satu selimut masih sama-sama telanjang dan untungnya pintu dikunci.


"Yaang sayaang bangun udah sore,katanya mau jalan.. "Vian mengusap pipi lembut Gita


"Hemmm iya yaang.. "Gita membuka mata dan menggeliat.


"Kita mandi yah.. "Vian mengngangkat istrinya


"Yaang nanti kita mau kemana..? "Aziz menggendong istrinya jalan kekamar mandi dan mereka tanpa sehelai benang


"Terserah kamu aja yaang, mah kemana."Vian menurunkan istrinya dan biasa memandikannya.


Setelah mandi memakai baju mereka turun menghampiri papah dan mamahnya yang sedang duduk diteras sambil minum teh hangat dan cemilan yang yang dibuat istrinya. Gita memeluk mamahnya dari belakang dan berbisik padanya.


"Mah kita mau jalan-jalan boleh yah..? "Gita meminta ijin


"Ini udah hampir jam 5 mau kemana..?"mamah Liana melihat Hpnya


"Mau main kerumah mertua.."Gita yang ingin seperti pacaran


"Kalian gak nginap kan..? "papahnya khawatir anaknya gak tidur dirumah


"Gak pah, habis dari rumah mertuan mau jalan ketaman.. "Gita ingin makan sesuatu lagi ditaman


"Nanti kalian kemalaman lagi kaya kemarin..?"Papahnya


"Engak pah, kami akan pulang cepat.."Vian yang kemarin nyesal


"Papah dan mamah ikut aja, toh kita gak ngapa2in dan kita sekalian makan ditaman.."Papahnya yang ingin memastikan anaknya ikut pulang


"Ayo mah kita bersiap, kalian tunggu papah dan mamah.. "Papahnya jalan duluan kekamarnya dan diikuti istrinya.


Gita sedikit cemberut karna niat ingin berdua saja seperti orang pacaran karna dulu dia sama Vian jarang pergi berdua sore hari bahkan malam karna Papah Gilbran yang tidak setuju Gita pacaran dengan Vian.


"Udah yaang jangan sedih gitu, dan jadi ramai kita pergi bersama.. "Vian yang melihat istrinya cemberut


"Ini tuh akal-akalan papah aja yang khawatir kita nginap dan atau kita pulang larut malam yaang.. "Dengus kita


"Yah mungkin tapi karna mereka sayang sama kita yaang, terlebih sama baby kita.."Vian mengusap perut istrinya dan memintanya duduk.


Setelah bersiap papah dan mamahnya gang udah rapih, mereka turun menghampiri anak dan menantunya yang udah nunggu diteras.


"Pah nanti kita mampir ketoko yah, mamah mau bawa sesuatu buat keluarga Vian.."minta istrinya


"Papah jadi supir aja, aq dan Vian duduk belakang.. "Gita selalu ingin nempel suami


"Iya.. iya.."paaphnya nurut.


"Ayo kita berangkat.. "Papah gilbran menghampiri mobilnya.


Dalam perjalanan mereka mampir ketoko kue dan mampir lagi ketoko mini market membeli gula susu teh dan kue kering. Setelah membawa dua kantong penuh mamah Liana dan Gita masuk dalam mobil lagi yang udah ditunggu pak Gilbran dan Vian.


"Udah pah, kita kerumah Vian sekarang.."minta istrinya yang duduk disamping suaminya


"Sayaang jangan makan escream banyak-banyak dari kemarin kamu udah ngabisin banyak escream.."Vian menasehati istrinya


"Kata tante boleh makan Es cream yaang,baby kita malah akan tumbuh sehat dan dia suka es cream coklat.. "Gita tersenyum

__ADS_1


"Iya sama sepertimu yaang, ini makannya gelepotan gini kamu yaang.."Vian membersihkan dengan tisu


"Vi apa keluargamu tau kita akan datang..?"tanya mamah mertuanya


"Tau mah, aq udah bilang dari mamah papah bilang minta ikut.. "Vian yang langsung menghubungi ibunya.


Ibu Nilan dan kedua kakak Vian Izana dan Isabella sibuk didapur mempersiapkan makanan untuk mantu dan besannya yang akan datang dan ayah Iqbal bantu memotong buah semangka untu pencuci mulut.


"Bu ini buahnya udah..? "suaminya memberikan nampan isi semangka


"Ya yah, ibu juga udah selesai masak.."Istrinya


menyajikan dimeja makan


"Za nasinya bawa sini..? "minta ibunya


"Bell kamu goreng tempe tepung dulu.. "Minta ibu Nilam karna Vian suka dan dia lagi gak suka daging


"Ini sayur jamurnya mah.. "iZana membawa sayur jamur


"Udah ada semur ayam, sop ,sambal, sayur jamur dan goreng tempe tepung kayaknya udah cukup kan Yah..?"Ibu Nilam yang gugup karna besannya orang yang sangat kaya dan keluargnya sangat sederhana.


"Cukup bu, nanti kebanyakan akan mubazir karna banyak pilihan dan gak dimakan. "Suaminya yang juga melihat persiapannya


"Ibu mandi, mereka sebentar lagi sampai loh bi.."Minta suaminya yang udah rapih


"Iya yah bantu bawa piring dan gelasnya bawa sini, dan ibu mau mandi.. "istrinya gugup.


Mereka telah sampai didepan rumah Vian yang rumahnya masuk pelosok karna didearah pinggiran dekat laut. Ayah keluar rumah dan menyambut besan dan anak mantunya yang udah didepan rumah.


"Sore pak Iqbal maaf sore-sore kami ganggu keluarga..? "Pak Gilbram menyalami pak IQbal dengan penuh senyum


"Jangan bilang gitu pak, saya justru senang Anda dan istri anda mau main kegubuk kami ini.. "Pak Iqbal merendak dirinya


"Jangan gitu Pak Iqbal, rumah senyaman ini dan bagus dibilang gubug,kita udah seperti keluarga pak IQbal, kalo boleh saya panggil mas aja biar lebih dekat.. "pak Gilbran masuk mengikuti ayah Vian


"Ya mas, itu sangat baik buat kita karna kita udah jadi keluarga. "Istri pak Gilbran


"Iya benar jadi gak perlu resmi gini.. "Pak Gilbran tertawa


"Mana mba Nilam..? "tanya mamah Gita


"Sebentar lagi mandi.. "jawab Ayah Vian


"Nak Izanan dan Isabell ini tolong bawa buat kalian.. "mamah Liana memberikan dua kantung yang dibelinya


"Tante kok repot-repot sih tan.."Iza meraih satu kantong da Isabel satu kantong.


"Makasih yah tan.. "Isabella dan mamah Liana mengangguk.


Mereka duduk berbincang diruang tamu dan canda tawa dan berkumpul bersama. Gita yang sedari tadi mengendus bau makanan dan perutnya mulai keroncongan karna masakan ibu mertuanya sangatlah enak. Vian tau gelagat istrinya dan tersenyum karna dia tau istrinya mudah lapar dan bau makanan gak tahan ingin segera memakannya.


"Sayaang kamu lapar..? "Bisik Vian karna kedua orang tua masih sibuk canda tawa


"Iya lapar yaang,.."Gita mengangguk


"Ibu Gita lapar, ini bau makanan yang enak.."Gita pada ibu mertuanya


"Oh kamu udah lapar sayaag, mari kita makan saja.. "Ibu meraih tangan menantunya dan meminta kedua orangtua juga ikut


"Iya Nak, ibu dan dua kakakmu masak buat kalian.. "Ayah Mertuanya dan Gita tersenyum bahagia


"Ayah apa ada ayam semur yang ibu masak karna baunya udah kecium.. "Gita yang dulu pulang sekolah selalu ikut makan bersama keluarga Vian

__ADS_1


"Iya nak, ayam semur kan kesukaan kamu.."ayah buat Gita senang


"Iya makasih ya bu, Gita sayang sama ibu.."7Gita yang gak tahan lagi langsung jalan kemeja makan


"Gita kamu ini bau makanan langsung saja lapar.. "mamah Liana menggelengkan kepalanya


"Dasar anak itu.. "papah Gita sedikit malu dengan kelakuan Gita


"Gak pa2 de, anakmu udah biasa kok dari dulu mereka pacaran.. "Ayah Vian tersenyum


"Oh Vi jadi dulu kamu diam-diam sering culik Gita kesini, pantas selalu pulang telat.."mamah Liana menjewer Vian


"Kalo dirumah kan bisa bermesraan mah.."Canda Vian yang juga ikut duduk dimeja makan


"Iya tuh tan, mereka datang dan ngurung dikamar entah apa yang mereka lakukan.. "Iza yang gak habis pikir


"Tentu saja bercumbu kak.. "Gita yang disuapi ibu Vian dengan lahapnya buat Vian malu dengan kata2 istrinya


"Untung papah cepat-cepat nikahin kalian kalo gak bisa ditaruh mana muka papah ini"Pak Gilbran sambil makan


"Gak gitu pah, Gita aja mengada-ada, cuma dipipi dan dibibir aja.."Vian jujur


"Iya tapi tangannya kemana-mana.. "Gita gak terima dan buat mereka tertawa


"Kalian ini gak dirumah mamah,gak disini ngomongnya mesum.."7mamah Liana menggelengkan kepalanya


"Bu lagi ayamnya dan nasinya Gita masih lapar.. "Gita minta tambah


"Iya sayaang ibu ambilin, makan yang banyak yah biar cucu ibu sehat dan kuat.. "ibu mertuanya mengambil nasi dan ayam semurnya.


"De bengkel 90 persen udah siap tinggal nama dan peresmian buka aja dan warung makan ibu juga udah hampir selesai.. "Ayah membuka cerita yang akan usaha bersamanya


"Kalo itu terserah sama Vian aja mas, dan mas siapnya kapan, kalo aq sih cuma bantu mereka aja mas.."papah mertua Vian yang babtu dananya


"Kasih nama Velis atau Velisa bengekel motor aja yah.. kan bagus..?"Saran Gita sambil makan


"Velis atau Velicia artinya apa nak..? "tanya Ibu mertuanya


"Nama babyku bu.. he. he"Gita cengingisan


"Sayaang kamu udah merancang nama anak kita..? "tanya Vian kaget


"Iya dong yaang.."Gita tersenyum


"Oh jadi kalo anak kita lahir cowo namanya Velic dan kita bikin anak lagi cewe Velicia.?"canda Vian buat Gita cemberut


"Maunya kamu tuh bikin anak terus.. "Gita memalingkan mukanya dari suaminya dan buat mereka tertawa


"Kamu aneh anak baru mau satu tapi merancang nama dua, berarti kamu minta bikin anak lagi dong..?"candanya lagi


"Aq bilang jika cowo Velic dan jika lahir cewe Velicia sayaang.. "Gite gemas


"Sama aja yang minta dua kalo lahir satu berarti harus tambah satu lagi dan jika jenis kelaminya sama kita bikin lagi aja.. "Vian makin menggoda istrinya


"Ini aja belum lahir udah mikir bikin anak lagi dan lagi, kamu aja kalo gitu yang hamil.. "Gita kesal dan mereka tertawa.


"Udah jangan bercanda lagi perut ibu udah mau kram ini.. "ibunya yang tak henti tertawa karna menantunya mayun cemberut dan Vian yang tak henti menggoda istrinya.


"Kami udah biasa dengan canda mereka dan mesum mereka mba.. apalagi kalo Gita berdebat sama papahnya bikin pusing"mamah Liana


"Jadi ramai yah.. "ibu Nilam


"Iya makanya papah Gita khawatir kalo-kalo mereka nginab sini dan gak mau pulang lagi kerumah katanya mau ngikuti mereka.. "mamah Gita menceritakan dan buat suaminya melotot padanya

__ADS_1


"Iya udah aq duga ikut pasti ada alasan.. "Gita mukanya ditekuk


"Tentu saja papah hanya punya kalian da papah gak mau kesepian"sanggah papah Gilbran buat orangtua bahagia karna papah mamah Gita udah mau menerima Anaknya sepenuh hati dan menyanyangi Vian.


__ADS_2