Cinta Pria Biasa

Cinta Pria Biasa
Bercak merah


__ADS_3

Vian merebahkan dirinya disamping istrinya yang masih mengenakan baju pengantin karna mereka sama-sama cape, meski dihadiri dua keluarga dan tetangga tapi karna stress panik dan deg-deggan yang melanda pikiran mereka sebelum pernikahan membuat mereka leleh.


"Yaang aq takut kamu gak datang, Hp kamu mati? "Gita menatap suaminya dan memeluknya


"Ya maaf sayang, aq sengaja mematikan Hp nya karna kamu pasti akan buat aq makin panik belum lagi pertayaan teman2ku dan kita"Vian yang malas balas chat satu persatu


"Aq takut kamu pergi dari pernikahan kita"Gita mengusap lembut dada suaminya


"Kenapa kamu berfikir seperti itu, kamu gak percaya pada suamimu sendiri"?"Vian menatap istrinya


"Yah mungkin kamu merasa tertekan karna pernikahan kita apalagi sebelumnya kamu pusing dengan banyak belajar bersama papah tetang perusahaan"Gita duduk dan melepas asesoris yang menempel ditubuhnya


"Aq sangat mencintai kamu yaang, aq tidak keberatan belajar apapun dan aq justru bersyukur kedua orangtuamu menerima aq yang hanya pria biasa ini"Vian membantu istrinya melepas sanggul istrinya


"Tapi bagiku kamu luarbiasa yaang"Gita menatap suaminya


"Yaang bukain bajunya ini panjang banget berat lagi"Gita cemberut karna bajunya berat


"Yah sini, diamlah.. "Vian menurunkan retsleting dipunggung Gita dan membantu Gita melepas bajunya.


"Aq ambilin baju tidur yaang"Vian hendak turun dari ranjang dan membawa baju kebaya istrinya


"Gak usah yang kaya gini aja"Gita meraih tangan Vian yang hedak turun


"Nanti kamu masuk angin gak pake baju"Vian menatap istrinya dan melihat dua gunung Gita yang masih tertutup bra


"Gak dingin kan ada kamu yaang.."Gita memeluk suamknya


"Hangat sekali yaang"Gita merasakan dada Vian yang sebenarnya menahan gairahnya


"Yaang kamu cape tidurlah ini udah malam"Gita masih menahannya mengingat istrinya sama masih sekolah


"Apa kita gak akan malam pertama yaang?"Gita melepas pelukannya


Gita menatap suaminya dengan kecewa dan sedih karna malam pertama yang dibayangkan dan ditunggunya ternyata suaminya tidak menginginkan yang sama.


"Kita masih sekolah, kalo kamu hamil dan sekolah kamu gimana? "Vian masih memikirkan sekolah Gita dan masa depannya


"Aq gak mau buat kamu malu dan putus sekolah menghancurkan cita2mu, kamu sangat pintar sayang kalo kamu putus sekolah"Vian memberikan pengertian pada istrinya


"Cita2ku menikah,jadi istri dan ibu dari anak2mu yaang"Gita sambil melepaskan rok kebayanya dan membuangnya kelantai dan tersisa memakai celana dalam dan bra saja.


"Dan sekarang aq istrimu,kamu suamiku dan aq gak pikirin yang lain"Gita duduk dipangkuan suaminya


"Yaang janga begini tidur yah udah malam"Gita memeluk dan mencium kedua pipi bibir dan leher Vian.


"Kamu gak menginginkanku, kamu gak suka dengan tubuhku atau aq gak sexy gak montok jadi kamu biasa saja dan menolakku?"Gita sedih dan meteskn air matanya karna Vian menolaknya


"Jangan nangis, kamu cantik badanmu bagus mulus putih bersih dan berisi.. "Vian menghapus air mata istrinya

__ADS_1


"Tapi kamu diam saja dan menolakku? "Gita masih kecewa dan sedih


"Kamu tau aq sangat tersiksa menahan sentuhanmu karna aq gak mau buat kamu kecewa nantinya, kamu hamil dan putus sekolah,kamu akan menyesal dan menyalahkanku"Vian masih penuh pertimbangan


"Jadi kamu menahannya karna takut aq hamil tapi aq udah minum obat KB dikasih mamah katanya biar gak hamil dulu kalo mau berhubungan sebelumnya minum obat KB"Gita kini tersenyum


"Kamu minum KB? "Vian terkejut dan Gita mengangguk


"Bener kamu udah siap, sampai minum obat KB segala.. "Vian merebahkan Gita


"Iyah aq udah siap lahir batin, aq ingin menyerah semua yang ada pada diriku untuk suamiku, kan kamu yang bilang agar aq memberikan kesucianku pada suamiku dan kamu suamiku kan? "Gita dibawah suaminya


"Cantik sekali, aq menahannya dari kemarin tapi kamu udah mempersiapkan pencegahan kehamilan gimana bisa aq menahan lagi yaang, bersiaplah jangan menangis aq sentuh"Vian tersenyum dan melepas kemejanya.


Vian mencium bibir Gita dan berulang kali ********** dan menghujani tubuh istrinya dengan ciuman dan sentuhan jemari tangannya yang bergerak menari ditubuh istrinya.


"Aaakh yaang geli.. "Vian meremas dan mencium memainkan lidahnya didua gunung istrinya yang telah dibuka branya


"Kamu pengin lihat junior suamiku kan yaang yang dulu pengin sekali kamu sentuh,sekarng sentuhlah apa yang ada pada diriku hanya milikmu kamu berhak meminta dan menyetuhnya"Vian membuka celananya hingga telajang dan juniornya berdiri tegak.


"Hai kenapa malu dan menutup mata..ini kan yang ingin kamu sentuh lihat dan inginkan? " Vian membuat malu Gita.


Vian meraih tangan Gita yang menutupi wajahnya dan meletakan tangan istrinya pada juniornya untuk istrinya menyetuhnya dan Vian membuka celana dalam istrinya yang kini mereka sama2 telanjang dan menutupinya dengan satu selimut.


"Yaang ini sangat keras..?"Gita menyentuh dan melihat junior suaminya


"Kalo gak keras gak bisa masuk sini yaang"Vian juga menyentuh V istrinya mengusapnya buat Gita memejamkan matanya


"Suami tidak akan merasa jorok dengan miliknya sendiri"Vian memaikan dengan lidahnya


"Aaakh.. aakh yaang"Gita merasa gairahnya naik tak tertahan


"Yaang aq juga ingin punyamu"Gita bagun dan mencium bibir suaminya dan tangan sama2 menyentuh bagian bawah mereka


"Kamu mau coba main2 dengan bibir dan lidahmu pada senjataku ini?"Vian karna Gita ingin mencobanya


"Gak jijik?"tanya Vian tersenyum dan Gita menggelengkan kepalanya


"Aakh.. yaang"Gita mencium dan memasukan junior suaminya dalam mulutnya dan Gita berulang kali memainkannya


"Aq udah gak tahan lagi yaang.."Vian merebahkan tubuh istrinya yang merasakan hal yanh sama.


Vian kembali menyentuh V istrinya dan naik menghujani istrinya dengan sentuhan dan kecupan buat Gita merintih bergairah dan suarah desahannya buat Vian makin memburu nafas dan gairahnya. Vian membuka kedua paha istrinya dan mengarahkan juniornya dengan tanganya pada V istrinya dan menekannya.


"Aaakh yaang saaaakit"Gita merintih merasa perih dibagian V nya


"Tahan yaang belum masuk masih susah"Vian mencoba menekannya lagi dan lagi,Gita mengeliat dan meremas seprainya


"Jleeeb"Junior Vian masuk sarangnya dan bercak merah pada junioar dan seprainya

__ADS_1


"Aaaaakh aaakh yaaang saaakir"Gita memukul kecil dada Vian dan menahannya karna baru saja juniornya masuk dan menyobek Vnya yang terasa perih.


"Tahan yaang aq belum menggerakannya dan memainkannya kamu udah kaya gini yaang"Vian melihat Gita merintih menahan perih dan meremas Seprai


"Perih yaang pelan2.."Gita menggigit dada Vian untuk melampiaskan rasa perihnya


"Kita sudahi apa yaang aq gak tega liat kamu menahan sakit"Vian hendak mencabut Juniornya


"Jangan yaaang teruskan aq gak pa2 ini karna kita permata kalinya, aq akan menahan dan menikatinya"Gita tak rela malam pertamanya gagal


"Bener yah tahan yaang..aq sangat mencintai kamu yaang,aq akan buat kamu bahagia"Vian menaik turunkan juniornya perlahan dan mencium ******* bibir istrnya dan menggenggam kedua telapak tangan istrinya.


"Aaaakh... Aaahk yaang"Gita lama2 menikmatiya


"Udah enaakan? "bisik Vian pada istrinya dan Gita mengangguk


"Aq lebih kenceng yah yaang aq gak kuat nahan lagi"Vian yang sedari tadi mengerakan juniornya perlahan agar Gita nyaman dan menikmatinya


"Yah yaaang aaakh hemmm"Gita menikmati sentuhan gerakan junior suaminya yang makin keceng tanpa henti.


Vian terus menekannya makin kenceng yang buat Gita ikut mengimbangi suaminya dan klimaks,keringat membasahi mereka dan Gita kewalahan lemas tapi Vian masih menikmatinya dan masih kuat dan mengoyangnyakan naik turun makin keceng buat Gita mengeliat kewalahan dan memukul dada suaminya.


"Aaaakh yaang Tahan udah mau keluar"Vian makin keceng mengoyangnya


"Uda perih yaang cepet klaurin, aq gak kuat"Gita merintih dan Vian menekannya dan masih menggoyangnya hingga keringatnya mebasahai mereka berdua


"Aaaaakh yaang udah keluar, makasih yaang"Vian mengeluarkan ciaran putih dan merebahkan dirinya disamping istrinya


"Haah"Vian merasa sangat puas dan menikmatinya.


"Yaang kamu kuat banget sampe aq kewalahan gak kuat nahan,sakit yaang perih"Gita memukul dada Suaminya


"Ayo kekamar mandi aq cek yah yaang"Vian mengangkat tubuh istrinya dan masuk dalam kamar mandi dan membuka selangkan dan melihatnya dan mengeceknya dengan senter HPnya.


"Merah yaang ada bekas darahnya diselangkangan.."Vian perlahan mengusapnya dan mebersihakn bekas cairan dirinya yang keluar dari V istrinya dan meniupnya


"Gak pa2 yaang cuma sedikit perih karna ini pertama kalinya aq disentuh"Gita mengusap rambut suaminya yang jongkok didelan V nya


"Aq kasar yaang buat kamu jadi merah dan lecet gini"Vian tak tega dan mengusap V istrinya sangat pelan dan membersikan dengan tisu


"Gak kasar kok yaang cuma seperti singa kelaparan yang gak ada kenyangnya"Gita tertawa


"Maksudnya? "Vian berdiri dan mengangkat istrinya lagi dan merebahkan istrinya


"Kamu gak mau berhenti terus menekannya sampe aq gak sanggup kamu masih menekannya"Gita mencubit perut suaminya dan melihat sprei dengan bercak merah


"Habisnya enak yaang bikin nagih"Vian juga mencubit hidung istrinya


"Yaang seprainya merah"Gita menggeser tidurnya karn bercak keperawanannya

__ADS_1


"Turun dulu yaang, ini darah suci kamu yaang, keperawananmu yang udah aq makan"Vian melepaskan seprai dan menggantinya.


Setelah mengganti seprainya Vian dan Gita merebahkan dirinya diranjang dan menutupi istrinya dan diriya dengan selimut dan memeluk istrinya yang lebih dulu tertidur pulas meski masih sama2 telanjang.


__ADS_2