
Vian dan Gita istrinya sampai didepan rumahnya dan banyak keluarga yang menatap kearah mereka karna belum banyak yang tau kalo Vian udah menikah karna dulu saat menikah tertutup dan hanya dua keluarga dan saksi dan orang dekat saja.
"Vi kamu lama sekali gak pulang, kamu kemana aja..?pulang-pulang bawa cewe cantik pake mobil pula..? "tanya salah satu sodara
"Dirumah mertua tan, ini istriku lagi hamil tiga bulan..?"Vian memperkenalkan istrinya pada semua keluarga
"Kamu udah nikah kapan kok tante gak diundang, kamu kan belum lulus sekolah..?"setahu mereka Vian baru masuk kelas tiga
"Kami menikah udah 6 bulan bude,tante dan kami udah lulus sekolah kemarin.."Vian menjelaskan
"Loh kok ibunmu gak undang bude, gak ngomong.. "budhe Vian kaget
"Maaf mba, karna acara nikah Vian dirumah Gita dan tertutup jadi gak bisa undang tapu mereka udah lulus dan udah menikah dari enam bulan lalu dan ini menantuku lagi hamil tiga bulan.. "Ibu Vian menceritakan
"Kok bisa kamu kan sama-sama seumuran anak tante Devan dan dia baru naik kelas tiga Mba..? "pada Ibu Vian
"Iya papah mertua Vian memindahkan sekolah disekolah yang sama istrinya dan karna untuk menjaga dan bersama istrinya dan mereka sekarang baru saja lulus.."ibu Vian menceritakan
"Iya aq dengar dari suamiku yang hadir saat Vian nikah, orangtua istrimu sangat kaya punya perusahaan besar dan berpengaruh besar disekolah dan dikota ini.. "Budhe yang suaminya hadir jadi saksi
"Sama aja budhe,papahku sama kok dengan papah yang lain.. "Gita tersenyum
"Kamu sangat cantik nak, Vian beruntung sekali dapat istri kamu..? "Tante memeluk Gita
"Aq yang beruntung dapat suami yang baik dan sabar seperti suamiku ini tan.. "Gita pada suaminya
"Kamu udah nikah dan kamu kerja apa Vi? tanya sodara yang lain yang ikut dengar
"Ikut ngurus perusahaan papah tan.."Vian menjawabnya
"Kamu sekarang jadi pria hebat ya Vi, kamu juga jadi bersih tidak kucel bantu budhe disawah.. "Kata budhe buat mereka tertawa
"Iya tan hebat udah menghasil baby diperut istriku.. "canda Vian buat Gita melotot
"Ha.. ha.. ha.."mereka tertawa
"Sayaang kamu lagi hamil muda gaj usah ngerjain apapun yah, kamu istirahat saja dikamar atau sama kakak-kakak kamu didalam lagi nonton Tv.. "ibu Vian
"Ya bu.. "Gita digandeng suaminya masuk.
Gita duduk bersama kedua kakaknya yang sedang nonton Tv sambil milipat kardus snak yang akam dibagikan pada tamu dan Vian masuk membawa koper kedalam kamarnya yang udah dibersihkan sama ibunya.
"De gimana kandungan kamu sehatkan?"tanya IZa
"Iya ka sehat.. "Gita tersenyum
"De kamu jangan banyak gerak disini udah banyak yang bantu,kamu coba baju yang akan dipake nanti hari H yah? "Isa mengambil baju untuk Gita
"Bajunya samaan yah Ka..? "tanya Gita
__ADS_1
"Iya sama dengan keluarga kita, nanti kamu juga dirias cantik dengan pake bajunya.. "Iza sambil melipat kardus.
Isabella membawa baju Gita yang bebahan burkat dan batik dibuat gaun sedikit longgar karna tau adik iparnya sedang hamil dan badanya makin gemuk dan kemeja batik buat adiknya Vian yang sekarang badanya juga berisi dan membetuk karna rajin olahraga.
"Ini de kamu coba, bagus kok dibuat model sekarang dan sedikit longgar karna Vian yang minta kamu lagi hamil.. "Isa memberikan baju
"Iya ka aq coba dulu.."Gita mengambilnya dan masuk kamarnya dan melihat suaminya sedang membereskan baju dalam lemari
"Yaang bantuin pake baju ini, dikasih sama kakak katanya samaan buat nanti hari H nya..?"Vian menghentikan membereskan baju dan bantu istrinya pake baju burkat kombinasi batik
"Cantik sekali istriku pake baju ini pas dan cocok.. "Vian setelah memakaikan bajunya
"Yaang tapi ini kelonggaran kan? "Gita merasa kegedean
"Gak sayaang ink pas, jangan terlalu ketat kasian babynya buatuh nafas dan kamu juga bisa makan apa aja jadi gak sempit"Vian mengusap perut istrinya
"Iya nanti hari H aq pake ini aja.. "Gita mengangguk
"Sayaang apa kamu lapar? kamu belum minum susu kan tadi.. "Vian mengambil kotak susu
"Aq masih kenyang yaang.."Gita melihat cermin dan berputar
"Minum susu aja, nanti aq buatin.. "Vian keluar kamar membawa satu dus susu hamil
"Vi bajunya gimana, cukup gak? "tanya kakak Isa
"Iyq cukup ka, bagus.. "Vian masuk dapur.
"Sayaang minum susu dulu.. "Vian menyodorkan satu gelas susu
"Iya yaang.. "Gita mengambil gelasnya dan meminumnya
"Hemm pasangan muda bikin iri deh.. "goda tantenya
"Iya tan lagi hot-hotnya tan "balas canda Vian yang sekarang gak tau malu
"Hot dalam ranjang atau hot bertengkarnya karna kemarin mamah mertuamu cerita kalo kamu sakit tidur diluar karna kalian bertengkar.. "kakak Iza menyidir
"Itu sih cuma salah paham ka, maklum istriky saking cintanya sama aq, jadi cemburuan ka"Vian melirik Istrinya yang duduk disampingnya
"Siapa bilang cemburu, kamu aja yang nyebelin.. "dengus Gita
"Ngaku aja yaang gak usah malu.. "Vian mencubit hidung Gita
"Sakit yaang.. "Gita menghempas tangan suaminya
"Iya maaf sayaang.. "Vian mencium pipi Gita
"Jangan mesum disini Vi,mentang-mentang udah nikah.. "kama Isa pada Vian
__ADS_1
"Bilang aja kakak iri dengan kemesraan kami"Goda Vian
"Buat apa iri, besok aja kami nikah.. "Isa melempar kulit kacang
"Ha.. ha. ha.. "Vian tertawa.
Gita sangat senang dirumah Vian karna ramai dan banyak teman ngobrol, apalagi semua orang sayang padanya. Mereka bercanda tawa bersam hingga sampai malam dan buat Vian menunggu dikamarnya sambil main Hp dengan tidak sabar karna janji istrinya akan memberikan jatah.
"Halo yaang mau sampai kapan kamu buat aq menunggu,cepatlah masuk aq udah gak tahan..? "Vian menghubungi istrinya
"Iya bentar lagi yaang.. "Gita masih belum ngantuk dan merasa tidak enak karna kamarnya dekat dengan ruang keluarga yang saat ini keluarga sedang berkumpul.
"Gita kamu tidur aja ini udah malam, kamu sedang hamil jaga kesehatan.."minta ibu mertuanya
"Iya bu.. "Gita mengangguk dan berdiri jalan masuk kekamarnya.
Gita masuk dan melihat suaminya sedang cemberut karna dibiarkan menunggu sedangkan juniornya sudah meronta-ronta minta keluar dari sarangnya.
"Yaang kunci pintunya.. "minta Vian dan Gita menguncinya
"Kamu sengaja mau nyiksa aq yah..? "Vian langsung memeluk dan menghujani istrinya dengan ciuaman
"Yaang ngomongnya jangan keras-keras mereka masih diluar kamar kita.. "Gita malu
"Aq gak peduli, aq udah gak tahan jangan tunda lagi jangan banyak alasan.."Vian melucuti baju istrinya
"Yaang aq malu nanti kedengaran dari luar.."Gita masih menolak suaminya yang nafasnya berkejaran
"Busa ini gak pake ranjang dan kamar ini meski kecil tapi kedap suara dan kita bisa menyalakan musik diHp ini jadi kamu gak perlu menahan desahanmu yaang, karna aq suka desahanmu mengairahkan.. "Vian memeluk dan mencium bibir istrinya.
"Yaang tapi aq takut kedengaran dari luar, kamu lagi kalo main lama.."Gita masih belum nyaman
"Udah diam nikmati aja jaangan banyak alasan.. "Vian mereba mencium semua tubuh istrinya dan buat Gita menahan dan membungkan mulutnya agar tidar terdengar desahannya
"Jangan ditutupi yaang aq gak dengar..."Vian menarik tangan istrinya
"Yaang jangan sentuh dibagian itu, aq gak tahan.. "Vian sengaja agar istrinya mengeliat dan mendesah lirih.
Vian terus meraba mencumbu mencium ditiap inci tubuh iistrinya dan buat Gita tak tahan lagi untuk mendesah lirih ditelinga suaminya karna suaminya sangat suka desahan Gita.
"Aaakh yaang.. "Gita mendesah dan Vian memasukan juniornya yang sedari tadi meronta
"Jangan ditahan dan teruslah mendesah"Vian menekannya dan mengoyangnya.
Gita menggigit bibirnya sendiri agar suaranya tidak keluar dan menggeliat, Vian makin keceng dan ******* bibir istrinya yang suaminya tau istrinya menahannya.
"Yaang udah.. "Gita udah gak kuat menahan nyeri
"Sedikit lagi yaang.. "Bisik Vian masih merem melek
__ADS_1
"Tahan yaang.. "Vian makin kenceng dan mengeluarkan cairan putih membuat lega dirinya.
"Nyebelin katanya bentar tapi bikin perih.. "Gita menutupi dirinya dan tubuh suaminya dalam satu selimut dan mereka tidur lelap.