
Kedua orang tua Vian datang berkujung setelah Gita memberitahukan bahwa Vian sakit dan mereka berkumpul bersama diruang keluarga menunggu dokter datang untuk memeriksa Vian.
"Masuk pak IQbal bu Nilam, Vian ada diruang tamu sama ibu Liana dan nona Gita.. "bibi pada orangtua Vian
"Yah bi makasih yah.. "Orangtua Vian membawakan buah dan kue untuk keluarga Gita dan Vian
"Ibu ayah kalian datang..? "Vian mencium kedua tangan orangtuanya diikuti Gita istrinya
"Sayaang kamu juga bilang sama mereka yah..? "Vian pada istrinya
"Iya kan mereka juga berhak tau keadaan anaknya tersayang.. "Gita sambil senyum
"Sayaang kan aq gak pa2.."Vian mencubit hidung istrinya
"Iya benar kata istrimu nak, ibu dan ayah ini orangtuamu kami gak mau terjadi apa-apa denganmu..? "Ibu Vian duduk didekat suaminya
"Dimana pak Gilbran Vi,apa masih dikantor?"Ayah IQbal melihat keseliling
"Aq disini pak IQbal membawa dokter untuk Vian.. "Pak Gilbran berjalan mendekati istrinya dan diikuti dokter Bram teman baik Gilbran yang merupakan dokter pribadi mereka.
"Ini mah buah yang diminta Vian.."Pak Gilbran memberikan pada istrinya
"Ada pah buahnya..? "Vian tersenyum
"Yah ada.. mau buat apa kamu pesan itu Vi?"tanya pak Gilbran
"Bikin rujak mah..? "Vian pada mamah mertuanya penuh senyum
"Sakit minta rujak kamu Vi..? "ibu Nilam ibu Vian
"Gak pa2 bu seger.. "Vian cengingisan
"Ada apa dengan suamimu cantik? "Dokter pada Gita
"Apa kabar om..?"Gita mencium tangan dokter Bram
"Baik cantik.. ini suamimu..? "tanya dokter Bram
"Iya om ini Vian suami Gita, dan ini ibu dan ayah mertuaku.. "Gita mengenalkan mereka
"Senang bertemu dengan besan apa kabar?"Dokter mengalami keluarga Vian
"Baik dok makasih.. "Ibu dan ayah Vian
"Coba sini nak kamu tiduran disofa, om periksa..?"Minta dokter.
Vian merebahkan dirinya dengan bantalan paha istrinya yang memangku kepala Vian dan dokter Bram menghampiri dan memeriksanya Vian.
"Semua bagus normal gak ada apa2?"Dokter Bram setelah memeriksa Vian
"Tapi om, dia kalo pagi mual dan mutah,gak mau makan lesu gini om..?"Gita memberitahu dokter
__ADS_1
"Tadi aja om disekolah Gita makan bakso,Vian cium baunya langsung mutah-mutah kan aneh om..? "Gita
"Ini nak rujaknya udah jadi.. "Mamah Liana menaruh diatas meja dan Vian langsung bangun dan mengambilnya dan menyantapnya
"Dokter apa suamiku kesurupan.. kok makan rujal kaya makan kacang..? "Gita heran melihat suaminya menghabiskan rujaknya
"Vian ini sangat asam dan sedikit pedas kok langsung habis kamu lagi sakit loh? "Mamah Liana juga terkejut
"De menantumu tidak sakit, tapi sedang nyidam karna aq rasa Gita hamil..? "Dokter Bram tertawa kecil dan mengejutkan semua keluaga
"Bram maksudmu anakku Gita hamil dan Memantuku yang nyidam gitu..? "pak Gilbram ikut merasa aneh
"Iya biasanya gitu dan ini mirip sama ayah Vian waktu aq hamil Vian suamiku yang nyidam.."Ibu Vian tersenyum bahagia
"Vian dulu diperut ibumu kamu hukum ayah, sekarang gantian anakmu balas kamu, sekarang tau kan rasanya gak enak banget orang nyidam..? "ayah Iqbal pada Vian
"Ayah tapi aq gak tau Gita hamil, istriku gak bilang apa2 padaku yah.. "Vian menatap Gita
"Sayaang kamu hamil kok gak kasih tau aq sih.. kamu hamil berapa bulan yaang?"Vian menghampiri Gita yang masih bingung
"Tapi aq gak hamil, aq biasa aja.."Gita mengusap perutnya
"Jangan-jangan kamu hamili wanita lain..!"bentak Gita
"Kamu jahat yaang.. jahat.. akan aq bunuh wanita yang merayu kamu, siapa katakan padaku.. "Gita teriak dan nangis
"Aq gak pernah nyentuh wanita lain selain kamu yaang sugguh.. "Vian berjalan mundur karna Gita memukulinya
"Duduk diam.. "bentak mamah Liana
"Gita kamu kapan terakhir haid..? "Tanya Dokter Bram memeriksa nadi dan perut Gita
"Tanggal 15 om, maksudku tiap tanggal 15-16 istriku haid tapi memang bulan ini dia gak haid sampai mau lewat tanggal lagi he he"Vian mengingatnya
"Kamu ingat betul tanggal istrimu haid Vi, istrimu saja lupa..?"dokter tersenyum
"Iya om karna tiap tanggal itu aq yang bersihin,karna Gita jorok om gak mau cuci kalo disekolah tembus aq yang bawa pembalut karna dia sering lupa?"Vian buat Gita melototkan matanya dan mereka tertawa
"Bener Gita?masa cewe gitu..?"Dokter pada Gita sambil tertawa
"Iya bener tapi lebih bener lagi biar suami Gita tau ok kalo Gita lagi halangan jadi gak mitu gitu om karna dia gak bisa libur lama"Gita membalas suaminya bikin malu Vian
"Oh jadi gitu.. "Dokter Bram tertawa mereka juga tertawa
"Ya maklum om jiwa muda.. "Vian membela dirinya
"Gita nanti atau besok kamu cek yah, karna suamimu tidak menghamili wanita lain tapi menghamili istrinya yaitu kamu saat ini sedang hamil,untuk tepatnya kamu datang kerumah sakit menemui dokter kandungan sama suamimu karna om kan dokter umum"Dokter Bram mengusap kepala Gita
"Kok Gita hamil om.. Gita masih sekolah"Gita nangis
"Kamu tanya suamimu kenapa kamu bisa hamil? "Dokter Bram tersenyum.
__ADS_1
Gita dengan membawa bantal menghapiri Vian dan memukulnya dengan bantal sambil nangis.
"Ini semua gara-gara kamu yaang yang buat aq hamil.. "Gita memukul bantal suaminya
"Kok aq sih, kamu lupa kamu yang minta bikin anak.. ada tuh saksinya mamah sama papah"Vian berlari dibelakang papah mertuanya
"Tapi kan kamu yang gak sabaran minta gitu terus.. aq sampe lupa gak KB.. "Gita mengejar suaminya
"Udab cukup ini semua salah kalian papah pusing liat kalian seperti anak kecil, kalian akan punya anak jadi orangtua masih kejar-kejaran kaya india.. "bentak pak Gilbran
"Kalian yang bikin jangan disesali dengan adanya cucu mamah kasian dia belum lahir liat mamah papahnya bertengkar gini.."Mamah Liana kesal
"Lalu gimana dong mah, bayinya dipindah perut mamah aja, Gita kan sekolah kalo Gita hamil bisa dikeluarin dan Vian pasti goda dan merayu cewe lain mah.. "Gita merengek pada mamahnya
"Mana ada bayi dipindah perut,kamu jangan aneh-aneh kalian yang buat kalian tanggung buahnya.. "mamah Liana
"Sayang menantuku gak pa2 kamu hamil ini kan anak suamimu sendiri, kamu harusnya bersyukur udah dikasih turunan.."ibu Vian menghampiri Gita dan mengajaknya duduk
"Banyak diluar sana yang pengin hamil punya anak dan mendapat turunan gak bisa dan kamu usia sangat muda udah mau jadi muda kamu beruntung sayang.. jaga kandungan kamu baik-baik ini cucu pertama ibu"Bu Nilam mengusap perut Gita
"Tapi Gita masih sekolah bu nanti dikeluarkan dan Vian pacaran lagi gimana.. "Gita menangis
"Yaang dalam pikiran kamu negatif melulu, siapa yang akan goda pacara sama cewe lain, sekedar melihat melirik cewe lain aja kamu pasang tanduk mana berani aq selingkuh.."Vian pada istrinya buat mereka tertawa
"Tentu saja, akan aq bunuh wanita yang berani dekati kamu.."Gita melotot
"Kalian lulus kurang berapa bulan lagi, kan masih bisa ditutupi karna perutmu masih kecil nak butuh 4-5bulan baru terlihat besar apa lagi hamil pertama dan yang mual mutah bukan kamu tapi suamimu jadi teman-temanmu gak akan curiga kamu hamil karna yanh nyidam suamimu"ayah IQbal memberikan pendapatnya
"Iya yaang benar kata ayah, kita jaga anak kita sama-sama aq akan selalu disampingmu dan bantu kamu.. dua bulan setengah kita ujian gak akan terlihat perutmu besar dan kamu gak mual dan mutah, aq yang meraksan itu dan malah kamu terlihat segar makan terus lah iya sampe kedua pipimu aja kaya kue samir"Vian sambil terbawa
"Jadi maksudmu aq gendut dan jelek gitu..jahat.. jahat"Gita menangis lagi
"Vian istrimu lagi hamil akan lebih sensitif jaga kata-katamu.. "ibu Nilam memarahi Vian
"Yah maaf sayaang habisnya kamu bikin gemes.. "Vian mencubit dua pipi istrinya
"Sakit tau.. "Bentak Gita
"Gita kamu besok ditemenin mamah ke dokter kandungan sama suamimu juga,papah takut kamu bicara aneh-aneh dan minta dipindahkan cucuku yang gak tau apa2?"Papah Gilbran cemas anaknya akan nekad
"Papah tenang aja pah, aq sayang sama anakku aq akan menjaga istri dan anakku ini yang masih diperut Gita"Vian mengusap perut istrinya
"Kamu gak marah aq hamil kamu kan minta ditunda punya anaknya..? "Gita pada Vian
"Yah awalnya sebelum ada anakku karna kita masih sekolah tapi setelah ada anak kita yang sengaja kamu minta kan? dan sebelumnya aq setuju sebelum kamu meminta yaang, ini anak kita buah cinta kita..papah sayang sama kamu baby kecilku"Vian duduk didepan istrinya mengusap berbicara pada perut Gita dan mencium perut Gita
"Iya yaang aq akan menjaganya dengan baik,kalo kamu juga menginginkan anak ini"Gita tersenyum
"Tentu saja aq menginginkannya,kamu jangan mikir yang aneh lagi ada anak kita.. "Gita mencubit hidung istrinya
"Nah Gitu..om kan jadi senang liatnya, dan pertumbuhan anakku tumbuh sehat dan baik karna kasih sayang kalian orangtuannya"Dokter Bram ikut bahagia
__ADS_1
"Gak yangka Bram aq akan jadi opah.. "Pak Gilbran tertawa dan mereka juga tertawa bersama dengan bahagia.