
Setelah menunggu hampir dua jam giliran Gita dipanggil namun masih terlelap tidur dipangkuan suaminya Vian. Vian mengangkat istrinya masuk dan membaringkan dibrangkas. Vian mengusap lembut kedua pipi istrinya dan mencium meniup kedua mata istrinya.
"Yaang bangun giliran kamu diperiksa.. "Vian membangunkan lembut istrinya
"Hemmm masih ngantuk.. "Gita mengerjapkan matanya
"Habis ini kamu bisa tidur lagi.. "Vian duduk disamping istrinya
"Ibu pemalas,kamu masih bisa tidur saat tante mau periksa kamu..? "tante Dian dokter kandungan sekaligus sodara ibu Gita
"Tante aq kan cape habis kerja ngurus perusahaan sendiri.. "Gita cemberut
"Yang nyuruh kamu kerja siapa? biasanya juga suamimu..? "Tante sambil periksa
"Dia kerjaannya selingkuh tan sama janda tua tang peyot.. "Gita masih kesal dan Vian hanya tersenyum melihat kecemburuan Gita
"Tante gak percaya Vian punya selera yang buruk, kalo dia mau bisa dapatin yang masih muda perawan ngapain sama yang tua.."kata Dokter Dian
"Tante belain Vian yang jelas-jelas salah..?"Gita makin kesal
"Tante hanya menilai berdasar yang tante tau aja, kalau suamimu selingkuh dia mana mau ngakat badanmu yang berat kaya karung beras ini dan masih mau memperdulikan kamu bahkan mamahmu bilanga suamimu lebiha tau kamu hamil daripada dirimu sendiri yang perutnya ada isinya.. "Dokter selesai memeriksa
"Jadi aq beneran hamil tan..? "tanya Gita bangun
"Yah udah masuk tujuh minggu.. "kata dokter
"Astaga ini gara-gara kamu, aq udah bilang belum KB main nylonong aja jadinya gini kan aq hamil lagi.. "Gita menyalahkan suaminya yang duduk didekatnya
"Main nylonong apanya kamu juga ketagihan keenakan.. "Vian tersenyum dan buat Dokter dan suster tertawa dan bikin Gita malu
"Percuma ngomong sama kamu bawaannya mesum mulu.. "Gita turun dan duduk dihadapan dokter
"Ya maklum udah lama gak dicas, kamu masih jual mahal.. "Vian masih menggoda istrinya
"Oh jadi kalian masih marahan..? "tanya dokyer yang tau ceritanya dari mamah Gita
__ADS_1
"Kasian anakmu Gita butuh nutrisi dan vitamin dari papahnya.."Dokter membantu Vian
"Tuh denger yaang, anakku membutuhkanku kan.. kita bulan madu yah yaang.. "candanya lagi bikin istrinya malu
"Bulan madu aja sana sama janda tua penggemarmu.. "Bentak Gita malu
"Gak butuh, kamu juga ada gak akan habis jika aq sentuh berulang kali jadi buat apa aq nyentuh oranglain virus.. "Vian duduk didekat istrinya
"Suamimu aja jijik sama cewe lain, kamunya aja yang mudah cemburuan.. "Dokter ikut campur
"Siapa yang cemburu.. "Gita masih ngeles
"Kalo gak cemburu kamu dan suamimu gak bikin mamah dan papahmu stres mikirin kalian berdua.."Dokter memberikan resep
"Vintamin dan kasih sayang papah anakmu yang penting untuk perkembangan bayi kalian.. "Dokter ingin keponakannya berbaikan
"Siap dok segera meluncur tenang aja.."Vian sambil tersenyum
"Jangan harap.. "Gita pergi meninggalkan mereka.
Vian mendekati istrinya yang masih pulas tertidur dan melucuti baju istrinya dan dirinya karna sudah lama tak menyetuh istrinya membuat dia ingin menyalurkan hasratnya yang lama terpendam terlebih kata dokter anaknya membutuhkan dirinya. Vian berada diatas istrinya dibawah satu selimut dan tanpa ijin istrinya juniornya yang udah lama tegang udah bersarang.
"Aaakh.. yaang ngapain kamu sih.. "Gita merasakan setuhan dan gerakan suaminya dan memukul kecil dada suaminya.
"Anak kita membutuhkanku dan aq membutuhkanmu udah lama kamu nyiksa diriku aq udah gak tahan lagi yaang.. "Vian menekannya masuk
"Karna salahmu sendiri berani bohong dan memilih wanita itu daripada anak dan istrimu.. "Gita masih kesal
"Aq sangat mencintai kamu dan anak kita, gak usah bahas lagi yang buat kamu terluka dan gak penting hanya bisa merusak rumahtangga kita saja.. "Vian meraih bibir merah Gita meski dia menolaknya.
Vian tetap memaksa mencium istrinya dan tak melepaskannya dan membuat tato dimana-mana dan ******* lagi bibir istrinya hingga Gita tak lagi memberontak dan membalas ciuman suaminya yang udah lama dia rindukan tapi karna gengsi dan sakit hati dia menutupinya.
"Yaang aq tau kamu juga menginginkan ini dan merindukanku karna kamu juga gak bisa jauh dariku dan hanya mencintaiku.."Bisik Vian sambil membuat ombak dengan menggerakan juniornya yang tegang
"Aaakh yaang pelan-pelan ada anak kita.."Gita tak ingin membahasnya karna rasa gairahnya mengusai dirinya
__ADS_1
"Hemmm.. "Vian mencium lagi istrinya dan saling beradu hingga klimaks dan keringat membasahi mereka dan keluar cairan putih.
"I love you yaang.. "Vian merebahkan dirinya disamping istrinya dan memeluknya hingga tertidur pulas bersama.
Vian yang udah menghubungi kedua orangtua Gita untuk menjaga anaknya dan dirinya dan Gita tidak pulang karna akan menginap dihotel dengan alasan kemalaman.
"Pah mereka periksa kedokter kenapa lama sekali gak pulang-pulang bikin mamah cemas.. "Kata mamah Gita dan buat suaminya tertawa
"Mamah gak perlu khawatirkan kedua anak kita yang sedang bulan madu dihotel.. "kata suaminya sambil tertawa
"Bulan madu..? "istrinya mengulang kaget
"Yah mah Vian udah telfon papah akan bawa Gita nginap dan mungki sekarang mereka sendang asyik berdua karna mereka masih sama-sama saling cinta dan berdasarkan sifat Vian dia akan memaksa Gita dan Gita gak mungkin nolak mah karna dia juga cinta mati sama Vian mantu kesayangan mamah.."Pak Gilbran pada istrinya
"Ha.. ha.. bagus itu pah jadi mereka bisa bersatu lagi gak bikin pusing kita lagi.."istrinya tertawa
"Kita harus sabar menghadapi mereka mah, mereka masih muda tapi udah jadi orangtua dan jadi gini kita yang pusing "suaminya merebahkan dirinya ranjang mendekati cucunya
"Pa apa benar Gita hamil lagi dan kita punya cucu lagi..? "Mamah Liana masih belum percaya
"Yah tadi hasilnya positif dan udah masuk dua bulan kata Vian.. "Jawab suaminya senang
"Tak disangka kita makin tua pah, dan bentar lagi ada dua cucu.."mamah juga merebahkan didekat anak Gita cucu mereka yang ada ditengah
"Dan mungkin akan nambah lagi mah, Vian ingin anak banyak biar kita pusing ngurus anak-anaknya.. "kata papah tersenyum
"Papah senang dengan kita punya cucu banyak..? "Tanya istrinya yang juga bahagia
"Yah senang bagaimanapun Gita anak kita satu-satunya dan berapapun anak mereka adalah cucu kandung kita mah, dan rumah ini akan ramai dengan cucu-cucu kita.."suaminya memejamkan matanya
"Tapi kita butuh tenaga ekstra kuat pah, karna mereka taunya bikin anak tapi kita yang merawat dan mengurusnya.. "istrinya menghela nafas
"Iya mamah benar, karna itu aq serahkan semua urusan perusahaan pada Vian agar aq bisa bantu mamah mengurus cucu-cucu kita.."Suaminya yang lebih senang mengurus cucu
"Iya pah, semua yang kita miliki toh untuk mereka.. "Istrinya ikut memejamkan mata dan mereka tertidur lelap.
__ADS_1