
Vian dan Gita sampai dirumah dengan banyak barang yang baru dibelinya, Vian masuk kekamar anaknya Gion yang udah lama tertidur pulas dikamarnya dan menaruh mainan dan baju-baju Gion di meja. Vian mendekati anaknya dan mengusap lembut dahinya dan mencium kening anaknya. Gita yang menyusul suaminya dan tersenyum milihat suaminya memberikan kasih sayang pada anaknya.
"Sayaang anak kita lagi tidur kan..?"Gita masuk dan memeluk suaminya dari belakang yang masih mematap anaknnya Gion
"Gion sangat mirip denganku yaang, aq pintar kan mencetak anak setampan Gion..? "canda Vian
"Yaang ih didepan anak sendiri ngomongnya gitu.."Gita mencubit perut suaminya
"Sakit yaang.. "Vian meringis
"Lagian kamu, kalo anak kita gak mirip kamu nanti kamu kira aq selingkuh.. "Gita bersandar dibahu suaminya
"Gak lah yaang, kan kamu istriku dan hanya aq yang nyentuh kamu.. "Vian berbalik dan memeluk istrinya
"Yaang apa kita akan jadi orangtua yang baik buat anak-anak kita sedang kita belum bisa apa-apa..? "Gita yang masih mudah udah akan dua anak
"Kita belajar bersama dan mengikuti orangtuaku dan orangtua mu yaang, aq yakin kita juga bisa seperti mereka.. "Vian mencium kening istrinya
"Iya yaang.."Gita mulai lelah
"Kamu udah lelah, kita masuk kamar kita yaang.."Vian merangkul istrinya
"Sayaang tolong usap punggungku.. semuanya sakit.. "Gita bermanja pada suaminya
"Iya sayang nanti diranjang yah.. "Vian membuka pintu dan mereka masuk.
Gita merebahkan dirinya dan memeluk suaminya dan Vian mengusap lembut punggung istrinya hingga tertidur lelap dalam pelukan suaminya dan Vian pun ikut tertidur lelap karna waktupun udah tengah malam. Mereka tidur hingga masuk waktu pagi dan Vian bersiap untuk berangkat kerja dan Gita masih tertidur pulas.
"Sayaang bangun udah siang bentar lagi aq udah mau berangkat kekantor.. "Vian mengusap lembut wajah istrinya
"Sayaang ayo bangun, aq mandiin.."Vian membuka baju tidur yang dikenakan istrinya
"Hemmm.. "Gita masih terpejam
"Yaang kamu kalo tidur gak bisa dibangunin, ini udah siang nanti papah marah karna aq atasan malah datang terlambat.. "Vian mengangkat tubuh istrinya dan perlahan membRingkan istrinya diwetafel dengan air hangat
"Sayaang aq masih ngantuk.. "kata Gita kaget
"Ini udah siang yaang, dan bentar lagi aq kekantor kalo nunggu kamu bangun akan telat nanti dan papah pasti akan marah.."Vian menggosok punggung Gita
"Iya.. iya.. "Gita sambil menggosok tangannya
"Udah bersih ayo aq pakein bajunya.. "Vian mengangkat kembali istrinya
Vian mengeringkan tubuh istrinya dan memakaikan baju dan menyisirnya. Gita tersenyum karna perlakuan suaminya sangatlah baik dan sangat memanjakannya, Gita pun menyesal perlakuannya pada suaminya yang telah melukai hatinya dan mengusirnya.
__ADS_1
"Yaang apa kamu gak dendam denganku dan gak sakit hati padaku..? "Gita memegangin tangan suaminya
"Kenapa aq harus dendam dan sakit hati pada istriku sendiri yang berjuang mengandung dan melahirkan anak-anakku dan aq sangat mencintai istriku ini buat apa aq membalas istriku sama saja menyakiti diri sendiri.."Vian membelai rambut Gita
"Sayaang aq juga sangat mencintai kamu, kamu adalah hidupku dan jangan pernah kamu hianatin aq yaang.. "Gita memeluk suaminya
"Iya sayaang, gak mungkin aq menghianati kamu.. "Vian mengecup bibir istrinya
"Kita sarapan kamu lapar kan dan makan yang banyak untuk anak kita didalam sini.."Vian mengusap lembut perut istrinya
"Iya yaang lapar dan suapin yah.. "Gita merangkul suaminya dan mereka menuruni tangga.
Vian duduk bersama istri dan kedua orangtua Gita dan sarapan bersama. Vian dengan telaten menyuapi istrinya dengan ayam goreng kesukaan Gita dan sayur asem. Gion yang udah udah aktif bergerak yang usiannya hampir satu tahun. Kesibukan Vian yang aktif kembali dikantor tapi masih memperhatian istri yang hamil muda saat ini.
"Sayaang kamu jangan kemana-kemana dirumah aja sama mamah dan Gion.. "pinta Vian yang mengkhawatirkan istrinya
"Tapi aq pengin makan rujak yaang..? "Gita seperti anak kecil bermanja pada suami
"Yah nanti aq beliin, kamu dirumah aja.."Vian mengulangnya
"Iya.. iya.. "Gita nurut
"Pah kita gak mau ikut aq kekantor ?papah gak ngecek kekantor..? "tanya Vian yang ingij dibantu papah mertuanya
"Gak, udah ada kamu.. kamu bisa urus semua sendiri, papah mau jagain Gion bantu mamah dan mengawasi istrimu biar tetap dirumah.."Papah mertua yang udah malas untuk kekantor
"Kamj jauh lebih penting dari papah kamu kan direktur utamanya..papah mau hadir dan tidak nya udah gak masalah, semua sudah jadi tanggung jawabmu bukan papah.. "Papah mertuanya tetap kekeh
"Yaaang kamu sabar yah, kamu pasti bisa dan perusahaan kita juga akan maju demi anak-anak kita dan kamu bisq bersantai kalo anak-anak ini udah besar.. "Gita menyemangati suaminya
"Pah kasian Vian butuh papah dikantor.."Mamah mertuanya ikut membela Vian
"Mah dikantor banyak karyawan dan juga banyak orang kepercayaan Vian dan papah yang bisa bantu Vian, tapi kalo mamah kan disini sendiri jagan Gion yang lagi aktif gerak dan mamah sering pusing belum lagi Gita yang keras kepala lagi hamil muda.. "Pak Gilbran tak mau kalah
"Ya pah, aq berangkat sendiri saja papah benar mereka lebih butuh papah, aq bisa sendiri.. "Vian mengerti apalagi demi anak istrinya
"Sayang aq berangkat dulu yah, hati-hati jangan banyak bergerak.. "Vian mewanti-wanti
"Iya sayang yang semangat yah.. "Gita tersenyum dan mengantar suaminya sampai depan.
Vian berangkat kekantor dan menyelesaikan rapat dengan orang-orang kepercayaannya yang merupakan orang pak Gilbran dan suami kakaknya. Vian dapat menyelesaikan dengan cepat dan baik meski banyak pertentangan diawal karna semua menanyakan pemilik perusahaan yaitu Pak Gibran. Setelah rapat selesai Vian teringat keinginan istrinya yang ingin memakan rujak dan dirinya pun nyidam.
Vian berjalan keluar dan naik mobilnya dan berkeliling jalan mencari penjual rujak yang dan dipinggir jalan setelah menempuh perjalanan 30 menit barulah dia menemukan rujak yang diinginkan istri dan dirinya yaitu rujak tumbuk dengan beraneka buah. Vian menghentikan mobilnya dipinggir jalan dan berjalan masuk ke warung rujak.
"Bu pesen rujaknya yah empat tapi jangan terlalu pedas.. "Vian menunjukan Empat jarinya
__ADS_1
"Oh iya mas...silahkan duduk dulu"Kata penjual rujak yang menatap Vian dari bawah atas dan atas bawah.
Vian mengenakan kemeja putih, dasi navi,jas hitam dan celana hitam yang diambilkan Gita untuk dikenakan suaminya yang tampan dan kantoran. Vian duduk dan memainkan Handponenya. Si penjual sengaja menyuruh anak perawannya untuk mendekati Vian.
"Mas ini minumnya teh anget dan kue yang aq buat.."anak penjual rujak yang baru lulus SMA
"Tapi aq gak pesan mba.. "Vian menolak
"Gak pa-pa mas sambil nunggu dan jangan panggil mba, aq lebih muda dari mas.."kata anak itu
"Namaku Bella mas, baru lulus SMA.. "cewe cantik putih dan berambut ikal anak penjual rujak
"Ya makasih, nanti dihitung aja sama rujaknya.. "kata Vian masik cuek dan tau maksud Bella
"Gak usah mas, nanti bayar rujaknya aja.."Kata Bella dan Vian belum menjawab karna bunyi telfon berdering dari istrinya
"Sayaang ini aq lagi nunggu rujaknya, yang sabar yah.. bentar lagi pulang.. "Vian membuat Bella melompong karna kaget Vian udah ada yang punya
"Mas ini rujak buat pacar..? "tanya ibu Bella yang sedang menumbuk
"Buat istriku bu, lagi hamil yang kedua dan saat ini baru dua bulan.. "Vian jujur dan sengaja agar mereka tak punya maksud lain
"Mas masih sangat muda dan umurnya pasti gak beda jauh dari anakku.."ibu Bella terkejut
"Iya umurku baru 20 tahun bu dan istriku pun sama.. kami menikah setelah luluh sekolah SMA dan setelah enam bulan menikah istriku hamil anak kami pertama sekarang udah mau satu tahun dan istriku hamil lagi.."Vian menjelaskan
"Oh jadi mas ini nikah muda..? "tanya Bella yang juga kaget
"Iya mba kami udah pacaran dari SMP.. "Vian tersenyum
"Mas sangat tampan pasti istrinya juga cantik bisa mutusin nikah muda..? "tanya ibu Bella
"Yah tercantik ,karna bagiku gak ada yang cantik selain istriku.. "Vian menujukan foto istri dan anaknya pada Bella dan ibunya
"Pantas mas sangat cinta sama istri, karna istri mas sangat cantik seperti artis dan anak mas sangat tampan mirip sama mas.. "Ibu Bella dan Bella hanya cemberut karna dia bukan apa dibanding Gita yang putih bersih dan tidak berjerawat seperti Bella
"Yah.. makasih"Gita memasukan Handponenya lagi dalam saku
"Ini mas jadi empat puluh ribu.. "kata ibu Bella
"Yah bu ini uangnya.. kembalinya gak usah, makasih udah teh dan kuenya.. "Vian berjalan keluar menghampiri mobilnya
"Yah mas makasih.. "Ibu Bella yang mendapat uang seratus ribu
"Kenapa istirahat bu, orang tampan kaya dan sempurna udah ada pemiliknya..? "Bella menghela napas
__ADS_1
"Ibu juga gak tau kenapa karna setau ibu seribu satu yang beruntung yang mendapat pria sempurna.."Ibunya juga merasa disayangkan