
Gita kembali kekamar dan diikuti Vian yang ikut duduk disofa memperhatikan istrinya yang cemberut karna takut suaminya gak perhatian dan sayang sama dirinya karna permintaan papahnya untuk dua kuliah.
"Yaang jangan cemberut gitu dong yaang,yang aq lakuin untuk kamu dan anak-anak kita nantinya yaang..? "Vian duduk didekat istrinya
"Ya aq itu yaang, tapi kamu gak ada waktu lagi buat aq,mana aq lagi hamil kamu sibuk dengan dua kuliah perusahaan papah belum lagi bengkel..?"Gita masih cemberut
"Terus mau kamu gimana yaang? "Vian bingung
"Ya aq maunya kamu sama aq terus yaang jangan sibuk sendir dan jauh dari aq"Gita memalingkan mukanya
"Sayang ini juga sama kamu kan? dan gak mungkin aq gak utamakan kamu dan baby kita kalian segalanya buat aq yaang"Vian merangkul istrinya
"Bohong nanti kalo udah dijalani pasti cuek"Gita masih gak percaya
"Gak dong sayaang,mana bisa aq jauh dan gak nyentuh kamu.."Vian mencium pipi Gita
"Duh dedek mintanya main terus sama papah yah..? "Vian bicara diperut istrinya
"Yaang perutku kan masih rata.. "Gita geli melihat Vian
"Tapi anak kita dengar apa yang kita katakan yaang, makanya ngomongnya yaang baik-baik"Vian mengusap perut istrinya
"Kamu gak sabar yah yaang ?"FGita menatap suaminya
"Iya yaang kalo perutmu besar lagi aq mau selalu ingin usap seperti ini dan ajak dia ngobrol dan kalo lahir aq yang akan gendong dan main sama anak kita"Keinginan Vian
"Trus aq gimana..? "Gita iri
"Kamu aq bikinin dedek lagi biar ramai.. "Vian tertawa
"Yaang kamu ini jahat banget aq aja masih ngebayangin perutku besar nanti dan ngelahirinya gimana? kamu udah mikir anak kedua.. "Gita cemberut
"Iya yaang setelah kamu lahiran kamu bisa KB dan lanjutkan kuliah sama aq yaang"Vian mengecup bibir istrinya
"Kuliah yaang..? "Gita mengulangnya
"Iya kalo kamu yaang, katannya ingin selalu sama aq.."Vian menatap istrinya
"Tapi aq malas sih kolah yaang, aq gak mau bantu kamu ngurus perusahaan papah.. "Gita takut diminta papahnya dikantor
"Iya gak pa2 kan udah tugas aq cari nafkah buat kamu yaang? kamu kuliah gak harus kerja karna aq gak ijinin kamu kerja.."Vian mengusap pipi Istrinya
"Aq ingin kamu fokus pada anak kita dan aq, kamu diam dirumah aja dan kalo jenuh kita bisa liburan dan kamu bisa beli yang kamu mau karna aq kerja buat kamu dan anak kita yaang..? "Vian sangat sayang sama istrinya
"Iya tapi aq gak mau kuliah,aq dirumah aja sama anak kita tunggu kamu pulang kulaih dan kerja"Gita bersandar dipelukan suaminya
"Yaang bau keringat kamu belum mandi ih jorok.. sana mandi.."Gita menutup hidungnya
"Ha.. ha.. iya lupa kamu sih yaang pake drama ngambek segala.. "Vian mencubit hidung istrinya.
Vian masuk kamar mandi dan Gita nonton TV sambil ngemil dikamarnya dan tertawa karna film lucu.Vian keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit dipinggangnya dan melihat istrinya ngemil sambil tertawa dan dia ikut senang dan tersenyum karna istrinya sering cemberut ngambek dan sensitif saat hamil sekarang.
"Yaang seneng banget film apa sih yaang buat kamu tertawa terus? "Vian sambil pake baju
"Itu lucu yaang.. "Gita masih fokus
"Yaang kita gak turun ini, makan..? "Vian menghampiri istrinya
__ADS_1
"Kamu laper yaang? "tanya Gita
"Gak sih tapi baby kan butuh nutrisi yaang ini udah waktunya makan malam loh.. "Vian mengingatkan
"Bawain sini aja yaang ini kan lagi lucu.. "Gita fokus lagi
"Yaang harusnya kita beli susu hamil yaang, apa kita belanja aja yaang? "Vian mengajak istrinya keluar
"Susu vanila yaang atau coklat enak. ?"kesukaan Gita
"Iya ayo kita belanja..sekalian beli baju hamil dulu kan kamu pengin yaang? "Vian mengambil dompet dan kunci mobilnya
"Iya yaang..?"Gita senang dan mematikan TV nya
"Yaang nanti beli janggung bakar, aq pengin jagung bakar.."Minta Gita dalam gandengan suaminya
"Iya nanti mampir ketaman disana banyak yang jual jagung bakar"Vian menurut.
Mereka menuruni tangga dan mendekati mamah dan papah mertuanya untuk berpamitan akan pergi kemall untuk belanja baju dan susu buat Gita.
"Mah pah kita mau belanja susu dan baju hamil buat Gita..? "Vian meminta ijin
"Oh kebetulan mamah juga gak masak, niatnya mau ajak kalian makan malam diluar kan kita udah lama gak makan diluar Vi?'mamahnya tersenyum
"Oh kalo gitu kita bareng aja mah, nanti sore sekalian pilihin Gitq baju hamil dan keperluan lainnya.. "minta Vian
"Yah mamah mau ikut.. "Mamah Liana senang
"Pah ayo ikut.. "istrinya pada suaminya pak Gilbran
"Pake mobil suamiku tapi papah yang nyupir, Suamiku duduk sama aq.. "Gita buat papahnya menghela nafas
"Oh ya pah sekalian papah yang bayarin, ini kan demi cucu papah kan? "Gita tersenyum
"Sayaang kita kan juga ada uang.."Vian pada istrinya
"Biarin kan gak boleh boros mau buat bikin bengkel yaang, jadi uang papah aja kan banyak"Gita berbisik pada suaminya
"Sabar pah untuk cucu kita.. "Mamah Liana juga tersenyum
"Iya asal jangan minta beli mall karna papah angkat tangan"Pak Gilbran berjalan duluan
"Tentu pah.. "Gita tersenyum
"Sayang kamu gitu suka malakin papah, aq kan sanggup memenuhi kebutuhan kamu yaang"Vian lirih cemberut
"Iya yaang aq tau nanti aq akan minta kamu beliin sesuatu.. "Gita tau suaminya cemberut
"Apa yaang ?"Vian menatap istrinya
"Ada deh.. "Gita buat Vian penasaran
"Hemm kamu selalu gitu"Vian menggandeng istrinya dan masuk dalam mobil.
Mereka bersama dalam satu mobil Vian yang disupiri oleh papah mertuanya atas permintaan anaknya yang didampingi istrinya disebelahnya dan Vian bersama Gita dibelakang.
"Mah ini kita langsung ke mall atau kita makan dulu dimana..?"Papahnya
__ADS_1
"Kita makan dulu, aq udah lapar pah.. "Gita yang menjawabnya
"Mau makan apa? "tanya papahnya
"Sate kambing,gule kambing, sop iga es jeruk pah"Gita ingin makan daging
"Kamu gak ingat suamimu gak suka Git?"mamah Liana
"Gak pa2 mah, nuruti Gita aja ini keinginan baby.. "Vian ingin istrinya senang
"Itu bukan kemauan baby Vi, tapi dari kecil istrimu suka makan daging.. "Papahnya
"Vi kamu udah minum obat mual? "tanya mamahnya cemas
"Udah mah.. "Vian menjawabnya
"Kita beli buat kamu dulu Vi, nanti dibawa kewarung sate nuruti istrimu? "minta pak Gilbran
"Mau makan apa kamu Vi..? "tanya mamahnya
"Rujak mah.. "Minta Vian buat papah mertuanya menggelengkan kepalannya
"Malam gini dimana kita cari rujaknya Vi?"tanga Papah mertuanya bingung
"He.. he.. ya udah gak usah pah gak lapar"Vian juga bingung
"Vi kamu harus makan meski sedikit buat asupan tubuh kamu, kalo makan buah terus rujak juga gak bagus Vi.. "mamah Gita
"Iya yaang kamu mau apa? "Tanya Gita menatap suaminya
"Kamu aja yaang aq gak lapar.."Vian yang nafsu makannya berkurang
"Aq juga gak jadi makan aja.. "Gita pura-pura marah dan memalingkan wajahnya
"Sayaang nanti baby kita gimana kamu makan yah..? "Vian merayu Gita
"Gak mau,papah gak jadi beli sate kambing.. kita kemall aja.. "Gita tetap marah
"Ya kita beli bubur yah yaang,aq mau bubur?"Vian ingin istrinya makan
"Bubur kamu makan bubur ayam? "Gita pada suaminya
"Yah tapi gak pake ayam yah..? "Vian yang entah kenapa gak suka makan daging
"Papah Vian mau bubur pah,kita makan bubur aja sama-sama.. "Gita tersenyum sama Vian dan memeluknya
"Sayaang kamu harus makan biar gak sakit kalo sakit aq yang sedih kan terus anak kita gimana? "Gita pada suaminya
"Iya yaang aq akan makan"Vian mengusap perut istrinya
"Besok kamu mau makan apa Vi biar mamah yang masakin..? "tanya mamah mertuanya
"Sayur asam aja mah sama tempe goreng dan sambal, Gita ayam goreng.. "Vian selalu mengingat istrinya
"Yah mah, papah juga suka sayur asam mamah udah lama gak masak sayur asam"ssuaminya
"Yah pah besok yah.. "istrinya tersenyum.
__ADS_1