Cinta Pria Biasa

Cinta Pria Biasa
Kebingungan Vian


__ADS_3

Masa libur sekolah yang dimanfaat Vian dan Gita sebagai pengantin baru untuk bulan madu meski hanya dirumah saja. Gita memahami suaminya yang masih sama-sama sekolah dan belum berpenghasilan, dia tak menuntut apapun pada suaminya.


"Kita udah menikah tapi aq belum bisa memberimu nafkah, memberikan apa yang kamu butuhin bahkan uang aq pun gak punya"Vian merasa tak berguna


"Kenapa tiba2 ngomong gitu sih yaang, aq gak pernah minta apapun, aq tau suamiku saja masih sama2 sekolah denganku"Gita memeluk suaminya yang menatap luar jendela


"Apa kamu tidak menyesal menikah denganku yang tak punya apapun bahkan perkerjaan juga gak ada? "Vian menatap istrinya


"Gak, aq gak menyesal kalo kamu udah lulus kamu juga akan bisa kerja, apapun pekerjaanmu aq mendukungmu yaang"Gita paham yang dipikirkan suaminya


"Sini yaang, apa kamu butuh uang? "tanya Gita


"Aq punya tabungan kamu bisa pake, uangku juga uangmu kan dan nanti uang kamu juga uangku"Gita memberikan buku tabungannya yang mendapat jatah tiap bulannya dari kedua orangtuannya


"Kamu simpan saja, aq gak tidak membutuhkan uang, hanya saja aq suami yang tak berguna.."Vian memberikan kembali buku tabungan Gita


"Yaang jangan merasa gitu, aq jadi bingung kalo kamu kaya gini, kita baru menikah seminggu masa kamu sedih dan merasa tak berguna gitu"Gita ngambek


"Jangan salah paham yaang, aq tidak mempermasalahkan pernikahan kita tapi aq ini laki2 yang udah jadi suami.."Vian menatap istrinya


"Aq gak mungkin menyusahkan orangtuamu terus disini tak melakukan apapun dan jadi beban buat mereka, aq ingin berpenghasilan sendiri mencukupi kebutuhan kita.. "Vian menjelaskan keinginannya


"Aq akan tinggal sama ayah dan ibu yah, aq bisa bantu sodara seperti biasa, aq kerja setelah pulang sekolah, aq akan pulang kesini seminggu sekali dan kita juga tiap hari ketemu kan disekolah"Vian ingin kerja


"Gak mau, gak boleh.. aq gak mau disini sendirian, kita udah menikah harus selalu sama-sama, aq gak mau ditinggal"Gita menangis


"Aq tidak meninggalkanmu aq hanya pergi kerja aja buat kamu, aq gak mungkin kaya gini terus yaang, mengertilah aq malu kalo harus kaya gini terus.."Vian merasa malu


"Aq udah menikah tapi hanya makan tidur tidak melakukan apapun, kebutuhanmu aq gak bisa nyukupi.. "Vian duduk disofa kamar


"Kalo kamu mau tinggal sama Ayah dan ibu aq juga akan ikut sama kamu, dimanapun kamu tinggal aq ikut yaang "Gita merengek


"Tapi orangtuamu gak akan mengijinkan kamu pergi, kamu anak tunggal mereka"Vian ragu membawa istrinya karna orangtua Gita


"Aq udah menikah, dan udah jadi kewajibanku ikut kemanapun suamiku pergi"Gita maksa


"Yaang aq kan cuma tinggal sama orangtuaku ,tiap sabtu sore aq pulang sini hingga minggu sore dan kita ketemu disekolah, tolong nurut yaang? "minta Vian pada istrinya

__ADS_1


"Gak mau, aq akan bilang papah sama mamah ikut tinggal bersamamu"Gita pergi dan keluar dari kamarnya


"Yaang jangan.. "Vian mencegah tapi Gita udah keburu pergi.


Gita dengan wajah sedih karna suaminya yang ingin meninggalkannya dan akan tinggal bersama orangtuanya untuk kerja bantu sodara. Gita dengan air masuk dalam kamar orangtuanya.


"Mah.. pah.. hik. hik"Gita menangis dalam pelukan Liana mamahnya yang kaget melihat anaknya tiba2 masuk dan penuh airmata


"Ada apa..?"Mamahnya tak mengerti


"Apa kamu bertengkar? "tanya papahnya juga kaget


"Gak mah, pah tapi Vian mau pulang kerumah orangtuanya meninggalkan aq disini.."Gita sambil nangis


"Coba kamu ceritakan jangan sambil nangis papah gak ngerti dan kenapa suamimu mau pulang kerumah orangtuanya? "Pak Gilbran masih bingung


"Suamiku malu tinggal disini terus tidak melakukan apapun, dia pikir akan menambah beban mamah dan papah, dia mau pulang mau kerja sama sodaranya tapi aq gak boleh ikut tinggal sama Vian karna dia takut mamah dan papah gak ijinkan aq tinggal sama Vian dirumah orangtuanya"Gita menangis lagi dan orangtuanya kini paham


"Berarti suamimu bertanggug jawab, dia mikirin kamu.. "Papahnya


"Papah mau apa? "Gita curiga


"Kamu panggil aja"Papahnya masuk keruang kerja.


"Sayang kamu panggil aja suamimu menemui papah, percaya saja sama papahmu"mamahnya tau apa yang akan dilakukan suaminya


"Yah mah.. "Gita keluar kamar orangtuanya.


Gita menghampiri suaminya yang sedang duduk termenung dikamar memikirkan ketidak mampuannya dalam memenuhi kebutuhan rumah tangganya.


"Yaang ayo ikut aq, papah mau bicara denganmu diruang kerja"Gita pada suaminya


"Ada apa yaang, kamu ngomong apa tadi sama mamah papah? "Vian merasa deg-deggan dan sedikit takut


"Gak ngomong apa2 ayo papah udah nunggu"Gita menarik tangan suaminya


"Iyah yaang jangan ditarik2 gini nanti kamu jatuh"Vian mengikuti istrinya.

__ADS_1


Gita menggandeng suaminya dan masuk dalam ruang kerja papahnya yang sedang duduk disofa bersama istrinya dengan dua teh hangat dan cemilan yang udah disajikan oleh mamah mertuanya.


"Papah memanggilku? "Vian tersenyum


"Yah duduklah dan minum teh mu"Pak Gilbran yang udah anggap Vian seperti anak sendiri


"Yah pah.."Vian duduk dan Gita juga ikut duduk disampingnya dengan menggenggam tangan suaminya.


Vian berfikir dalam hatinya menebak-nebak apa yang akan dikatakan kedua mertuanya padanya dan apa yang akan dilakukan dan dijawabnya.


"Istrimu bilang kamu mau pulang kerumah orangtuamu dan meninggalkan istrimu disini?"Pak Gilbran bertanya


"Bukan meninggalkan pah, aq hanya tinggal bersama orangtuaku untuk kerja ikut sodara kami setelah pulang sekolah dan tiap sabtu aq akan kembali kesini"Vian menjelaskan


"Mau kerja?apa kamu sudah siap? "Tanya papah mertuanya


"Aq sudah beristri pah,aq udah siap untuk istri dan rumah tangga ku"Vian menjawabnya dan membuat kedua mertuanya tersenyum bangga


"Kalo kamu udah siap dan papah juga udah melihat perkembanganmu mengenai bisnis dan perusahaan,kamu juga udah punya KTP dan udah bisa kerja bergabung sama papah diperusahaan karna papah udah siapkan tempat buat kamu"papahnya buat Gita senang


"Yaang papah minta kamu kerja sama papah diperusahaan kok kamu diam aja?"Gita pada suaminya yang bingung


"Aq takut belum mampu dan buat papah kecewa "Vian jujur


"Kalo gak mencoba mana tau kita mampu dan tidaknya.. "pak Gilbran sambil nyruput teh nya


"Nak kamu terima saja, kalo bukan kamu yang bantu papah diperusahaan mau siapa lagi,kamu menantu juga anak mamah dan papah juga sama seperti Gita, istrimu gak mungkin bantu papah belum lagi kalo istrimu hamil dan kamu juga keberatan istrimu kerja kan? "mamah nertuanya


"Iya mah, aq gak mau Gita cari uang,biar aq aja, aq suaminya dan udah jadi tanggung jawabku memenuhi kebutuhan istri dan rumahtanggaku"Vian yang ingin Gita jadi ibu rumahtangga yang baik


" Kalian masih satu minggu libur sekolah,kamu bisa manfaatkan untuk belajar kerja diperusahaan langsung besok sama papah, dan kalo udah masuk sekolah kamu pulang sekolah langsung kekantor kerja setengah hari.."pak Gilbran menjelaskan


"Yah pah baik "Vian mengangguk


"Nah gitu nak jadi istrimu gak nangis,takut jauh dari kamu"mamahnya ikut senang.


Mereka berbincang sambil menikmati teh den cemilan dimeja yang disiapkan mamahnya.

__ADS_1


__ADS_2