
Perut Gita makin membesar usia kandungan memasuki bulannya membuat Vian menjadi suami siaga meski dia sibuk dengan bengkel perusahaan dan kuliah yang diambil Vian onlain untuk yang luarnegeri dan kuliah langsung dikotanya.
Gita dengan perut besar masih dengan sikap yang sama keras kepala dan cemburuan terlebih suaminya makin bertambah usia dewasa,tampan dan mapan bahkan banyak dari teman wanita ditempat kuliah yang menaruh hati. Gita dengan sifat cemburu selalu mengawasi detail dari teman yang satu kampus dan HP yang selalu dicek serta terkadang mengantar suamin.
"Yaang perutmu udah besar aq kuliah berangkat sendiri aja yah, kamu gak usah antar sama supir aq kan bisa sendiri..?"Vian yang kasian dengan perut besar Gita
"Gak mau aq seperti biasa aja pake supir dan aq ikut ngantar kamu.. "Gita kekek yang gak bisa ditolak karna akan ngambek berhari-hari
"Ya udah ayo, hati-hati gak usah cemberut yaang.. "Vian menuntun istrinya masuk mobil
"Yaang nanti pulang jam berapa aq jemput..?"Gita yang gak mau melepaskan suaminya
"Biasa sayang dan langsung kekantor, kamu langsung pulang aja yah nanti kasian baby kita sayaang kamu ajak jalan-jalan terus"mengusap perut istrinya
"Nanti aq mau ikut kekantor aja nunggu kamu yaang, mamah nanti mau kebutik ada pesanan banyak aq malas ikut mamah.."Gita dikehamilan tuanya ingin selalu bersama suami
"Oh mamah mau kebutik..?"Vian
"Iya aq malas dibutik,aq sama kamu aja dikantor nanti.. "Gita tak mau sendiri
"Habis antar kamu berarti sediri yaang dirumah? "Gita mengangguk
"Kamu gak usah pulang, kamu dikantin sama ibu kantin yang biasa ngobrol sama kamu yah.. aq gak mau kamu sendirian dirumah.."Vian cemas
"Iya yaang aq nunggu kamu dikantin.. "Gita senang.
Vian mengantar Gita kekantin dan dia menitipkan istrinya pada ibu kantin yang biasa ngobrol sama Gita kalo dia ikut dan Vian masuk kekelasnya. Meski terkadang banyak gosip dan pusat perhatian pada Vian dia gak peduli fokus utamanya belajar untuk kehidupan masa depannya istri dan anaknya.
"Vi lo bawa istri..? "tanya salah satu teman kampusnya
"Yah daripada sendirian dirumah, istriku udah masuk bulannya.. "Vian duduk
"Udah mau lahir, hebat lo Vi udah bisa bikin anak.. "teman yang lain ikut menyahut
"Ya iya mudah tinggal gerak diatas istri.."canda Vian dan mereka tertawa
"Gila.. gila lo Vi, anak orang lo bikin bunting masih muda pula kalian.. "Teman sebelahnya
__ADS_1
"Gimana lagi gak bisa ditahan saking cintanya gue sama dia, ya udah kami dinikahkan serang aja langsung.. "Jawab Vian tertawa.
"Istri lo cantil juga Vi..? "tanya nya lagi
"Jangan macam-macam lagi hamil anak gue dan hanya milik gue.. "Vian tak suka
"Iya Vi, gitu aja cemburu lo.. "Vian di tepuk bahunya
"Iya iyalah satu-satunya hidup dan mati gue.."Vian bersandar.
"Jangan bilang gitu Vi ada yang jeleous.."Salah satu teman Vian menunjuk pada cewe cantik yang tertarik sama Vian.
Adelia Kornelia cewe kaya dan cantik yang pernah ditolong Vian saat mobilnya mogok dijalan saat mau kekampus karna Vian juga punya bengkel jadi dia sedikit paham. Adelia berulang kali mendekati Vian yang dia anggap teman biasa seperti yang lain dan tak lebih tapi karna dia berkuasa dan anak dari pemilik kampus membuat semua murid takut padanya.
Vian awalnya tidak curiga akan Adelia dan mereka juga bertukar no HP tapi kelamaan Adelia karna suka memberikan perhatian lebih pada Vian dan Diketahui Gita. Gita merada cemburu dan dia sering mengantar jemput bahkan ikut kekampus.
"Lo ikut lagi kesini ?lo kira ini asrama orang hamil..? "tanya Adelia pada Gita yang sedang mebantu dikantin
"Suamiku yang minta aq nunggu disini kenpa lo yang repot dan ngegas gitu.."Gita masih santai
"Karna ini kampus bokap gue jadi gue berhak disini dan gue penasaran apa benar ini anak Vian sedangkan dia lebih muda darimu?"Tanya Adelia keras
"Lagian lo kaya gak ada laki lain aja goda suami orang.. "balas Gita
"Karna gue yakin lo jebak Vian dan anak yang ada dikandungan lo ini bukan anak Vian.."Adelia keras
"Plaawwk! jangan sembarangan ngomong kamu karna sebeluk aq hamil anak suamiku,kami udah hamil lebih usia kandungan ini.."Gita marah
"Beraninya kamu napar aq.. "Adelia mendorong Gita
"Aaaahkk.. Aak Sayaang.. sayang.. "Gita tersungkur dan ketubannya pecah meringis kesakitan dan menangis.
Ibu kantin panik dan mencari Vian keruang kelasnya dan memberitahukan istrinya yang buat panik dirinya dan meminta ijin untuk mengurus istrinya. Vian menghubungi papa mertuanya karna lokasi lebih dekat dan segera berlari kekantin yang dikelilingi siswa lain tapi tak berani menolong karna bau amis yang keluar serta rasa takut pada Adelia meski kasian melihat Gita mengerang kesakitan.
"Sayaang.. sayaang.. "Vian merangkul dan mengusap kedua pipi Gita dan menciumnya
"Saaakit yaang.. tolong.. "Gita menahan sakit dan menangis
__ADS_1
"Iya sayaang kita kerumah sakit, papah lagi kesini.. "Vian mengangkat istrinya dan membawanya keluar dan kedepan gerbang dan papahnya tiba.
Setelah mendapat Telfon pak Gilbran dan supirnya langsung kekampus. Vian merebahkan istrinya dan dia masuk merebahkan kepala istrinya dipangkuannya dan supir dengan cepat membawa mobilnya. Pak Gilbran gemertar takut cemas dan panik melihat anaknya yang merintih nangis menahan sakit.
"Yaaang sakit.. sakit.. "Gita kesakita
"Kenapa bisa begini Vi..?"tanya pak Gilbran tak tega melihat anaknya dan dia menghubungi istrinya untuk langsung kerumah sakit
"Aq juga gak tau pah, tapi katanya tadi Gita bertengkar sama anak pemilik kampus teman Vian.."Vian mengenggam tangan Gita
"Kenapa mereka bisa bertengkar?Gita kalo gak cemburu dia gak mungki marah..? "pak Gilbran paham
"Iya pah.. "Vian mengangguk
"Aq udah bilang jauhi wanita Vi gini akhirnya kan..! "bentak papahnya
"Aq gak dekat sama dia pah, hanya kenal aja.."Vian jujur
"Pak Budi cepat sedikit.. "Pak Gilbran pada supirnya
"Sayaang bertahan kita udah sampai dirumah sakit.. "Vian menepuk pipi Gita yang akan pingsan.
Vian mengangkat istrinya keluar dari mobil dan membawanya masuk diikuti pak Gilbran dan dia meletakan diranjang yang dibawa suster. Gita mengerang kesakitan dan tangannya gak mau lepas dari tangan suaminya.
"Yaang tetap bersamaku, aq takut.. "Gita menangis karna ini pertama baginya
"Gita sayaang kenapa bisa kamu jatuh.. "Mamah Gita berlari menghampiri Gita dan menangis
"Mamah udah tau anak udah hamil besar masih sibuk ngurusi butik, butik kan bisa sama karnyawan mamah.. "Pak Gilbran memarahi istrinya karna dia yang diminta menjaga Gita
"Gita tadi pagi baik dan sehat pah, prediksi dokter juga masih 12hari lagi ini juga masih sembilan kurang usia kandungan Gita.."Istrinya menjelaskan
"Mamah sama Vian sama saja hanya mementingkan diri kalian sendiri, kamu udah papah larang dan hati-hati sama wanita tak perlu kamu memberikan perhatian lebih yang akhirnya wanita jatuh hati padamu dan buat anakku selalu gelisah dan cemburu dan ngikut kemanapun kamu pergi karna rasa khawatir dan sayangnya sama kamu Vi.. "pak Gilbran marah
"Yah pak maaf, aq juga gak ngerti akan terjadi seperti ini aq yang minta Gita tinggal dan nunggu aq dikantin.. "Vian merasa bersalah
"Udah cukup pah, kasian Gita dia sedang kesakita.. "Isitrinya mengusapa kepala dan perut Gita
__ADS_1
"Dokternya mana kenapa gak datang-datang?"Pak Gilbran yang emosi karna sayangnya ada Gita anak semata wayangnya.
"Maaf kalian bisa keluar dulu, dokter kami udah datang mau cek anak bapak ibu.."Suster masuk dengan Dokter melahirkan.