Cinta Pria Biasa

Cinta Pria Biasa
Sekolah yang sama


__ADS_3

Pak Gilbran menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak perempuannya dan menantunya yang di depan umum masih seperti anak kecil. Gita yang digendong sama Vian sambil bercanda dan tertawa menghampiri papahnya dimobil.


"Apa kalian gak bisa bersikap dewasa,membedakan tempat untuk main gendong2an..?"papahnya geram


"Bilang aja papah dulu gak bisa kaya kita yah yaang..? "Gita masuk dalam mobil dan Vian duduk disebelahnya


"Papah jauh lebih normal dibanding kalian yang gila papah.. "Papahnya melajukan mobilnya


"Pulang sekolah kamu langsung latihan Mobil Vian, umurmu udah masuk 17 tahun kamu udah punya KTP dan bisa buat Sim, papah udah gak sanggup nahan malu"papahnya melajukan mobilnya.


Mereka sampai disekolah Gita dan langsung menuju keruang kantor untuk mendaftarkan Vian yang sebelumnya sudah dibahas pak Gilbran dengan kepala sekolah. Tapi dengan syarat dapat mengikuti pelajaran dan mendapat nilai yang bagus dalam tes kenaikan kelas.


"Vian kamu dengar sendiri,kamu harus bekerja keras belajar mengikuti pelajaran dari kelas satu langung tes bukan untuk naik kelas dua tapi kamu masuk dikelas dua mengikuti tes naik kelas tiga"pak Gilbran yang sedang dihadapan kepala sekolah bersama Vian dan Gita.


"Papah tenang aja, Gita akan bantu Vian karna biasanya juga gitu kan yaang? "Gita mendukung Vian


"Iya yaang, kamu jangan bosan yah ngajarin aq belajar"Vian menggenggam tangan Gita


"Iya sayaangku.."Gita tak malu memeluk Vian didepan kepala sekolah


"Jadi benar mereka udah tunangan Pak Gilbran..?"tanya kepala sekolah yang melihat kedekatan merek


"Sudah pak dan lulus nanti saya akan menikahkan mereka.. "pak Gilbran yang penting dalam sekolah


"Yah, memang seharusnya begitu mereka sudah sangat dekat"kepala sekolah


"Kalian boleh masuk kelas bersama.. tapi ingat jangan bikin keributan dengan kisah kalian karna bapak udah dengar cerita cinta kalian atau kalian gak akan lulus dan gak jadi menikah"Pak kepala sekolah pura2 mengancam Gita dan Vian.


"Aq permisi dulu mau langsung kekantor, saya titip anakku dan calon mantuku"Pak Gilbran pamit


"Yah pak Gilbran"jawaban kepala sekolah.


Pak Gilbran keluar dari sekolah dan langsung kekantor sedangkan Vian dan Gita masuk dalam kelas dan Gita duduk disamping Rina dan Vian duduk dibelakangnya dengan Deas.


"Kamu tengan yaang? "Gita menoleh Vian yang diam saja merasa asing dan bingung


"Apa aq bisa mengikuti pelajaran disini bahkan aq gak taun sama sekali yaang? 'Vian ragu


"Hari ini matematika kamu masih bisa karna kamu udah tau dasarnya yaang tinggal dilanjutkan dengan kuadrat saja.."Gita mengeluarkan bukunya


"Ini yaang seperti ini.. caranya begini kalo yang ini.. "Gita yang duduk berhadapan sebelum guru datang


"Yah paham.. kalo yang ini..? "tanya Vian dan Gita tersenyum


"Yaang ini sama cuma dibagi dan dikalikan sama yang atas saja.. "Gita dengan sayang mengajari Vian


"Udah paham pa belum yaang, kalo belum nanti pulang sekolah aq ajarin lagi yah?"Gita memegang tangan Vian


"Iyah, aq harus belajar banyak dari sekolah,mobil dan perusahaan..aq jadi pusing yaang"Vian memegangi kepalanya

__ADS_1


"Aq pijitin.."Gita berdiri disamping Vian dan memijat kepalanya


"Enakan yaang apa mau minum obat,aq ambilin di UKS? "Gita menawarkan dan cemas


"Yaang UKSnya sama gak seperti di SMP dulu..? "Vian tersenyum mengingat mereka sering berciuman di UKS yang sepi


"Nanti dirumah saja, UKSnya gak sama"Gita paham yang dipikirkan Vian.


"Theeet'"jam masuk dan Gita kembali duduk


"Janji yaang? "bisik Vian ditelinga Gita


"Setelah menikah kamu boleh lebih"Gita membalas bisikan Vian


"Nakal"Bisik Vian dan mencubit pipi Gita yang tertawa kecil.


Guru masuk dalam kelas dan minta Vian untuk memperkenal diri dikursinya dan berdiri. Vian mengikuti permintaan guru yang datang kekelasnya.


"Saya Vian Setiady pindahan dari sekolah xx"Vian memperkenalkan dirinya


"Boleh duduk dan Semuany siapkan buku kalian.. "Minta bu guru


"Sayang kamu pake bukuku dulu, aq sama Rina.. Deas matanya gak jelas kalau harus berdua.. "Gita memberikan buku pelajarannya


"Tapi apa kamu gak pa2 yaang? "Tanya Vian yang takut Gita akan kesulitan


"Gak pa2 disini udah aq kasih jawabannya yang pake pensil."kata Gita lirih dan tersenyum dan Vian mengangguk.


Vian menulis dan menjawab sesuai yang dituliskan Gita yang sebelumnya udah dikerjain dirumah yang tau halaman berikutnya yang akan dikerjakan.


"Udah kurang 5menit letakan pulpen lainnya dan kumpulkan"Minta bu guru


"Yaang udah kamu tulis semua kan? "Tanya Gita lirih


"Udah yaang.."Vian memutup bukunya


"Kalian pacaran? "tanya Deas yang dari tadi mendengar percakapan Vian dan Gita


Oh ya maaf kita belum kenalan, aq Vian kamj siapa? "tanya Vian


"Deas..kalian? "Deas bingung


"Yah kita pacaran.."Vian menjawabnya


"Oh pantas kalian sangat dekat.. "Deas mengangguk


"Gita kamu gak mau ngenalin cowo baru kamu? "Rina ngambek karna Gita cuekin


"Maaf Rin jangan ngambek, ini Vian pacarku yang aq ceritakan nanti aq ceritakan lagi.. ada rahasia"Gita ngenalin.

__ADS_1


"Gita jangan ngobrol terus..?"Bu guru menegor Gita


"Ya bu Maaf" Gita menjawabnya dengan membawa bukunya dan buku Rina Deas dan Gita kedepan guru.


"Yaang jangan ngobrol terus nanti dimarahin"minta Vian lirih yang gak mau Gita dihukum dan Gita mengangguk.


Vian melalui pelajaran demi pelajan dengan bantuan Gita yang sangat pintar baik di SMP dan di SMA mendapat peringkat disetiap ujian akhir. Vian yang beruntung memiliki Gita dan Gita yang juga beruntung memiliki Vian yang penyayang dan sabar pada sikap Gita.


"Yaang jam istirahat ayo kita kekantin? "Gita memegang tangan Vian


"Yaang disini saja kamu ajari aq pelajaran berikutnya.. "Minta Vian yang takut dengan pelajaran berikutnya


"Yah nanti aq ajari ikut aq.. "Gita menarik tangan Vian


"Yaang kamu ini lapar yah..? "Vian mengusap perut Gita


"Yaang geli.. "Gita tertawa


"Kamu sangat sensitif,ingat jangan dekat2 cowo lain awas kamu yah aq disini gak bisa kamu lirik2 cowo lain"Vian mencubit hidung Gita


"Aq sensitif dan tergoda cuma sama kamu yaang yang lain hambar.. "Gita membalas mencubit Vian


"Yaang mau pesan apa? "tanya Vian melihat keseliling kantin


"Bakso sama es teh aja yaang, biasanya kita makan bakso kan? "Gita melihat kearah bakso


"Bang dua yah esteh dua.. "Vian memesannya


"Gak bang dua jadi satu aja.. es nya satu aja"minta Gita


"Ini mba baksonya.. "Bang bakso memeberi satu magkuk penuh


"Sini yaang aq aja yaang bawa ini panas nanti kalo ketumpahan gimana? kamu bawa es saja"Vian membawa mangkuknya dan menaruh dimeja dan Gita mengekor dengan membawa esnya.


"Yaang suapin.. "Gita manja


"Yaang ingat kata papah, disini gak ada yang tau kita tunangan dan akan menikah loh"Vian bersisik lirih


"Bodo amat, aq gak peduli jika aq dikeluarin"Gita tetap bermanja


"Kalo kamu dikeluarin aq akan sekolah sendiri dan disini banyak cewe cantik kamu gak cemburu kan? "Vian menggoda Gita


"Aq akan menghabisinya "Gita ngambek


"Makanya nutut yaang,buka lagi mulutnya..?"Vian tersenyum


"Gak mau.."Gita ngambek


"Yaang mau aq ngabisin ini sama cewe disana tuh.. kalo kamu gak mau makan"Vian menunjuk adik kelas

__ADS_1


"Yaang.."Gita membuka mulutnya


"Cantik.. "Vian menggunakan kecemburuan Gita menjadi senjata.


__ADS_2