
Pagi pak Gilbran mengantar kedua anaknya berangkat sekolah dan menemui guru wali kelas mereka yang telah memanggil orang tua Gita karna Gita berkelahi dengan Dina.
"Pagi pak Gilbran silahkan masuk.. "Walin kelas Gita dan Vian
"Yah bu makasih.."pak Gilbran duduk
"Mungkin bapak udah tau maksud saya memanggil pak Gibran dari ana bapak Gita"wali kelas duduk dihadapan Pak Gilbran
"Yah anak kami sudah menjelaskan.."jAwabnya
"Yah pak mungkin ini kedengaran lucu karna mereka masih anak-anak yang suka dengan satu cowo yang sama.. "bu guru sambil senyum
"Yah tapi Vian kekasih anak saya dan wajar jika anak saya cemburu.. "Pak Gilbran
"Ya memang benar dari Vian pun mengakui dia kekasih Gita dan hanya suka sama Gita, cuma disini kesalahanny adalah kekerasan yang dilakukan Gita pada Dina yang telah dipukuli sama anak bapak yang harusnyak perlu seperti itu, karna kekerasan gak boleh secera hukum tapi karna Dina juga salah"Bu guru menjelaskan
"Karna itu kami panggil bapak untuk para orangtua dan guru salig bekerja sama mendidik dan mengingat pada anak-anak karna kekerasan selain dilarang huku. juga akan membuat luka.. "gurunya
"Apa terluka parah sama anakku? "Pak Gilbran bertanya
"Tidak pak hanya luka memar karna tonjokan Gita" jawab wali kelas.
"Ya alhamdulillah tidak ada luka serius, saya minta maaf atas kenakalan anak saya, saya akan mengingatkan dan menasehati anak saya agar kejadian ini tak terulang lagi"Pak Gilbran
"Ya pak sebaiknya begitu dari juga akan melakukan hal yang sama, maaf telah mengganggu waktu bapak Gilbran.."Walikelas
"Ya saya udur diri akan kekantor"Pak Gilbran keluar dari ruang guru.
Pak Gilbran keluar kantor dan menghampiri Gita dan Vian yang duduk diruang didepan ruang kantor menunggu pak Gilbran.
"Gimana pah, apa Gita dikeluarkan..? "Gita cemas
"Gak cuma dikasih peringatan tapi kalo kamu gak bisa nahan emosi dan cemburu kamu dan ini terjadi lagi kamu akan dikeluarin dan gak bisa lagi kamu sekolah sama suamimu?"pak Gilbran sedikit mengancam
"Kalo aq gak sekolah,Vian juga harus keluar.."Gita kesal dan menjauhi papahnya dan suaminya
"Vi kamu suaminya harusnya kamu bisa nasehati dan ingatkan istrimu agar hal seperti ini tidak terulang lagi.."Pak Gilbran pada Vian
"Kamu tau istrimu keras kepala dan mudah emosi, kamu bisa mencegah dan menghalangu Gita, kalian gak lama lagi lulus jangan ada masalah sebelumnya ingat itu Vi papah ngasih kepercayaan besar sama kamu jangan kecewakan papah, kamu harus bisa lulus dan melanjutkan kuliah meneruskan perusahaan papah mengantikan istrimu karna papah hanya punya kalian berdua"Pak Gilbran menasehati Vian
"Iya pah aq akan berusaha tidak buat papah kecewa.. "Vian berjanji
"Papah mau kekantor,kamu pulang sekolah antar istrimu pulang langsung balik kekantor kerja lagi ada rapat.."Pak Gilbran berjalan keluar sekolah.
__ADS_1
Vian setelah pak Gilbran keluar dari sekolah dia masuk dalam ruang kelas dan duduk dibangku belakang istrinya Gita yang masih cemberut.
"Papah ngomong apa yaang? "Tanya Gita menatap suaminya
"Nanti pulang sekolah setelah antar kamu aq diminta kekantor ada rapat penting.."Vian tersenyum
"Aq gak mau pulang, aq ikut kamu kekantor"Gita memaling kan mukanya kedepan
"Sayaang.. "Vian mengusap dadanya sabar.
Tak lama Dina masuk dan menatap Gita tajam tapi Gita cuek dan tak ingin melihatnya. Dina berjalan melewati Gita dan berhenti didekat Vian sengaja, menyapa dan tersenyum padanya.
"Tampan pagi.. "Dina pada Vian buat Gita menahan amarahnya
"Sabar Git masih pagi.. ingat kata papah atau aq akan dikeluarin"Bisik Gita lirih dan melirik Vian yang menatap kearah Gita dan tak menjawab
"Hemm kamu takut ya Vi sama dia..? "Dina lagi, dan Vian tetap tak bergeming
"Kamu sangat tampan Vi ngapain takut cewe, kamu bebas milih cewe mana saja termasuk aq Vi.. "Bisik Dina medekati dan dekat telinga Vian
"Jangan menguji kesabaranku Din..?!"Gita berdiri dan membentak Dina
"Siapa yang mengujimu, aq gak bicara padamu..? "Dina tak tau malu
"Din mending kamu duduk dibangkumu, jangan ganggu aq karna sampai kapanpun yang aq cintai Gita.."Vian mengusir Dina
"Kamu cinta karna kamu takut sama dia dan karna kamu berteman aja sejak kecil, sejujurnya kamu muak dengannya.. "Dina berjalan mejauh dan menghampiri kursinya
"Brengs-k kamu Din cari gara-gara terus denganku tak tau malu.. !"Gita
"Sayaang udah cukup, duduk jangan pedulikan orang gila itu yaah, aq hanya sayang cinta sama kamu yaang"Vian menasehati istrinya lirih
"Iya Git dia hanya mancing kamu supaya kamu emosi marah kamu bertindak konyol dan kamu dikeluarin agar bisa deketin Vian"Rina
"Aq sangat kesal sama dia, aq benci dia.. "Gita duduk dengan hati dongkol
"Yaang percaya padaku aq hanya milikmu.."bisik Vian
"Iya yaang.. makasih"aGita menatap suaminya lirih dan Vian mengangguk.
Jam sekolah telah usai yang diikuti Vian dan Gita dengan hari dongkol karna Dita selalu buat masalah yang buat Gita emosi dan ingin memukul dia.
"Tampan aq pulang dulu yah, kamu hati-hati dijalan.. "Dita berjalan melewati mereka
__ADS_1
"Aji-g kamu buta apa tuli, gak tau malu banget sih.. "Gita pada Dina
"Oh ya bukannya kamu sepertiku untuk mendapatkan Vian? "Dina bikin Gita makin emosi
"Jangan samakan aq denganmu wanita gila..!"bentak Gita
"Din cukup jangan cari masalah terus, kamu sengaja kan buat Gita emosi?kamu tau aq hanya sayang dan cinta sama Gita tapi karna kebencianmu sama Gita kamu gunakan aq untuk membuat Gita marah..?"Vian marah
"Tepat sekali, ternyata kamu jauh lebih pintar dari kekasihmu itu..!"Dina marah
"Apa alasanmu kamu marah dan benci sama aq, aq gak buat salah sama kamu dan kita kelas tiga baru bareng satu kelas..? "Gita
"Jangan pura-pura bego dan bodoh..! "Dina
"Karna kamu, Bian ninggalin aq dan karna kamu dia mutusin aq, kamu tau aq benci banget sama kamu..? "Dina memberikan alasan selama ini dia benci
"Oh jadi karna Bian jadi kamu mau balas dendam sama aq dengan mendekati Vian..?"Gita tersenyum
"Dasar wanita bodoh, dia yang datang padaku merayuku bahkan merayu orangtuaku hingga kedua orangtuanku meminta aq menerima Dia dan mutusin Vian yang sangat aq cintai, yang ternyata Bian hanyalah kecoa bagiku.."Gita tertawa
"Gara-gara dia aq menyesal seumur hidupku karna aq mengkhianati Vian, dan menurut menerima Bian yang hanya cowo brengsek yang suka menghianati cewe seperti dirimu dan wanita lainnya lagi dan dia pria yang menggunakan segala cara untuk mendapatkan harta dari wanita dan untungnya aq tidaklah bodoh sepertinlmu"Gita menceritakan jadi Vian tau yang sebenarnya.
"Tapi alhamdulillah aq tau sebelum semuanya terlambat dan kembali pada Vianku yang baik jujur dan tulus mencintaiku dan kamu harusnya menyadari dia mendekati kamu untuk apa?"Gita pada Dina
"Dia hanya morotin kamu, manfaatin kamu dan buat kami sakit hati tapi kamu buta. kasian sekali kamu Dina tidak menyadari itu!"Gita keras
"Bian bukan laki-laki seperti itu, kamu saja yang bodoh telah meninggalkan Bian dan kembali pada Vian cowo yang gak berguna bahkan dia lebih buruk dari Bian yang seperti kamu katakan..."Dina membalas Gita.
"Kamu kira aq gak tau kalo kekasihmu ini cowo yang miskin dan umurnya lebih muda dari kita, yang manfaatin kamu dan merayumu agar dia jadi seperti ini,dengan mobil mewah bergabung dengan papahmu dan bisa sekolah disini atas kepintarannya manfaatin kamu dan papahmu. "Dina buat Gita makin emosi dan Vian sedih
"Plaaak jangan asal bicara kamu.."Gita menampar Dina
"Vianku memang berbeda harta dengan kita tapi dia gak sedikitpun manfaatin aq seperti Bian, dia kerja keras sendiri untuk bisa seperti sekarang ini dan membiayai sekolahnya sendiri dan bahkan diriku.. dia memberikan apa yang aq mau dengan hasil jeripayah kerjanya meski masih sekolah tapi bisa memenuhi kebutuhanku! "Gita keras
"Kamu harusnya sadar, kamu memberikan apa yang Bian minta dan apa kamu juga tau kalo dia bahkan dari kalangan dibawah dari Vianku tapi berkat kamu dia menjadi pria yang bergaya dengan motor gedenya dan mobilnya bahkan uangpun darimu tapi apa kamu tetap ditinggalkan setelah dia mendapatkan apapun darimu termasuk harga dirimu yang tidak suci lagi.."Gita buat Dian kaget
"Jangan terkejut gitu Dina karna aq hampir kejebak sama sepertimu tapi untungnya aq gak bodoh, aq tau saat dia akan memberikan obat padaku dan karna itu aq tidak meminumnya dan meninggalkannya karna diriku kesucianku hanya milik Vianku.. "Gita merangkul Vian"Gita tersenyum pada Vian suaminya
"Maafin aq yah saayang jadi buat kamu terluka lagi.."Gita menatap suaminya
"Gak yaang kamu gak salah aq yaang terlaku mencintai kamu dan lemah buat aq hampir saja kehilanganmu" Vian mendekatkan wajahnya dan mencium ******* bibir Gita dihadapan Dina.
Untuk waktu agak lama Vian mencium ******* bibir istrinya yang disambut dan dibalas sama Gita buat Dina risih dan meninggalkan Vian dan Gita dikelas yang sepi.
__ADS_1