Cinta Pria Biasa

Cinta Pria Biasa
Permintaan Angga


__ADS_3

Vian tiba dikantor dan segera masuk keruang rapat untuk kerja sama dengan perusahaan yang udah disetujui oleh Pak Gilbram selaku pemilik pertama dengan perusahaan ternama yang tidak kalah besar dengan perusahaan Vian dan Pak Gilbran.


"Maaf saya terlambat.. "Vian masuk dan duduk disamping papah mertuanya


"Kita mulai saja, dan ini menantuku yang akan memimpin rapatnya.. "Pak Gilbran menyerahkan pada Vian


"Dari pihak, Perusahaan Usaha Karya yang bertanggung jawab yang mana..? "tanya Vian yang bingung karna baru hadir


"Saya Anastasya yang bertanggung jawab atas kerja sama kita, Pak Vian.. ?"Anastasya ibu muda yang usianya lebih tua 4tahun dari Vian tapi masih sangat cantik


"Ya silakan kamu terangkan dan jelaskan proposalnya.. "Vian fokus pada kerjaan


"Yah baik pak.."Anastasya berdiri dan menjelaskan.


Anastya ibu satu anak cowo yang ditinggal suami karna selingkuh dan bercerai dua tahun lalu, kini dia pemegang perusahaan ayahnya yang juga anak tunggal dari keluarganya sama seperti Gita. Dia menjelaskan dengan sangat bagus dan dimengerti semua pihak.


"Yah bagus, kerjasama kita dilanjutkan dan seterusnya lebih semangat lagi agar hasilnya lebih memuaskan perusahaan kita.. "Vian kagum


"Makasih pak, kami akan berusaha sebaik mungkin.."Anastaya juga membalas senyum


"Rapat cukup sekian dan lanjutkan kerja kalian,kami permisi.. "Pak Gilbarn yang membuka rapat diawal dan menutupnya.


Vian berjalan berdampingan dengan Pak Gilbran mertuanya,yang sambil jalan membahas kerja sama tadi karna Vian sangat bersemangat atas kerja samanya dengan perusahaan Anastasya.


"Vi tetap berhati-hatilah dan jaga perusahaan kita ini karna papah merasa janggal..?"Pak Gilbran yang merasa aneh


"Kenapa pah, bukanya papah udah baca dan dengan sendiri tadi..? "tanya Vian


"Mereka perusahaan besar dengan gampang mengajukan kerja sama dan setuju dengan permintaan kita dengan sangat singkat.. "pak Gilbran merasa curiga


"Yah pah, aq akan selidiki ini..papah benar"Vian setuju


"Secepatnya sebelum kita terlambat dan awasi pergerakan perusahaan mereka.. "Pak Gilbran didepan ruangannya dan masuk


"Yah pah.. "Vian mengangguk dan jalab lagi.


Vian masih jalan karna ruangannya masih empat ruangan lagi dari ruangan papah mertuanya dan Anastasya yang berpapasan dengan Vian diruangnya.


"Ibu Anastasya belum pulang? "tanya Vian karna semua udah bubar


"Belum sengaja ingin menemui anda "katanya


"Oh, silakan masuk ruangan saya.. "Vian membuka pintu dan membiarkan pintunya terbuka


"Duduk bu.. "kata Vian dan meminta sekertarinya membuatkan minum.

__ADS_1


"Jangan bu, mas Vian karna kita masih sama-sama muda.."Minta Anastasya


"Tapi ini kantor, gak baik kalo hanya panggil nama atau sebutan mba.. "Vian gak ingin timbul masalah


"Sepertinya mas Vian lupa denganku..? "Dia tersenyum dan duduk


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya..?"tanya Vian yang juga duduk dihadapannya yang terhalang meja didepannya


"Mas Vian yang saat dipantai bermain dengan anakku dulu, dan istrimu marah karna kita berjabat tangan dan aq minta kenalan denganmu.. "Anastasya menceritakan


"Oh waktu, itu kami sedang bulan madu diVila papah mertuaku yang kebetulan dekat pantai.. "Vian mengingatnya


"Oh kalian sedang bulan madu saat itu, pantas istrimu sangat marah.. "Anastasya juga mengingat kemarahan Gita


"Yah maafkan istriku dia sebenarnya gak bermaksud seperti itu karna istriku sangat baik.."Vian melindungi istrinya dan tersenyum


"Mas Vian sangat sayang istri..? "Katanya


"Ya semua suami akan sayang istri dan anak."Vian bersandar disofa


"Tadi apa ada yang salah dari semua yang udah dibahas dirapat..? "tanya Vian kembali ke inti


"Gak ada yang salah mas, hanya saja ingin ngobrol aja karna setelah main dengan mas Vian anakku sering menanyakan anda.."Anastasya


"Benarkah apa papahnya sibuk jadi gak main sama anaknya..? "tanya Vian


"Maaf buat kamu sedih,mungkin karna dia sibuk dan istri anakku juga merasa aq sibuk gak ada waktu sama mereka.. sebenarnya ingin tapi laki2 tanggung jawabnya juga memenuhi lainnya juga mau tidak mau ya gini"Vian tak menyalahkan


"Kalo itu saya memaklumi tapi mantan suamiku dulu juga kasar suka memukul dan dia selingkuh.. "katanya lagi


"Apa anakku bisa bertemu denganmu mas?"tanyanya


"Tapi aq juga sibuk dan disini kantor..aq pun gak bisa bertemu tanpa istriku ada disampingku.. "Vian bingung


"Anaku sakit, sering memanggil anda sejak hari itu dan saya pikir dengan bertemu dengan anda anakku akan lebih baik.."mintanya lagi


"Sakit apa..? "tanya Vian iba


"Leukimia.. "katanya sedih dan meneteskan air mata


"Masih sangat kecil,sudah sakit kasian sekalia.. yang sabar ya mba.. "Vian ikut sedih


"Apa bisa kamu menjenguk anakku..?"desaknya lagi


"Baiklah setelah istirahat, kasih alamatnya saja.. "Vian mau mengangguk

__ADS_1


"Ini no Hp ku tolong disave nanti aq chat alamatnya.. "Anastasya memberikan kartu namanya


"Yah baik.. "Vian menerimanya dan menyimpannya no Hpnya di Hp Vian


"Makasih saya permisi, dan saya tunggu kedatangan untuk anak saya.. "Anastasya bangkit dari duduknya dan keluar


"Ya.."Vian singkat dan menutup pintu ruangannya.


Vian kembali duduk dikursi kerjanya dan menatap kartu nama Anastasya dan berfikir akan memberitahukan istrinya tapi bingung Gita akan marah dan tidak mengijinkan sedangkan dia sudah janji dan merasa kasian pada anak Anastasya. Dia meletakan dilaci kartu namanya dan kembali bekerja hingga tiba makan siang. Vian melihat jam tangannya dan meraih kunci mobilnya dan keluar kantornya.


"Vi ayo makan sama papah..? "papah mertuanya melihat Vian hendak pergi


"Gak bisa pah, mau bengkel temanku mau ketemu.. "Vian bohong


"Oh ya udah hati-hati.. "Jawab papah mertuanya tak curiga karan Vian sering dijam istirahat kebengkel


"Ya pah.. "Vian pergi.


Vian yang udah dapat chat dari Anastasya dan melaju kealamat yang ditujukan dan secepatnya datang dan tiba didepan rumah yang sangat besar dan mewah dengan penjagaan ketat dan banyak.


"Maaf saya Vian udah ada janji.."Vian pada penjaga


"Yah anda udah ditunggu,silahkan masuk":kata penjaga.


Vian masuk mengikuti penjaga dan kini dia berada diruang tamu dan tak lama Anastasya turun menghampirinya dengan menggendong anaknya yang baru berumur empat tahun yang pucat dan lemah.


"Om Angga kangen.. "Angga turung dan menghampiri Vian yang masih merasa iba setelah melihatnya


"Oh ya kamu masih ingat sama om..? "tanya Vian mengangkat dan memangku Angga dan Anastasya tersenyum karna melihat anaknya bahagia


"Iya om ingat, om jadi papah Angga yah..?"minta Angga buat Vian bingung


"Angga jangan bicara seperti itu, om Vian juga udah punya pasangan dan anak yang tampan."Anastasya merasa tidak enak dan malu


"Maaf ya mas Vian.. "Anasntasya menundukalu


"Tapi aq mau om jadi papahku, aq mau panggil om papah.. "Angga menangis buat Vian makin bingung dan iba


"Iya kamu boleh kok panggil papah sama kaya anak om, Gion.. "Vian mengijinkan


"Udah jangan nangis sayaang, kamu udah makan.. apa obatmu udah diminum..?"tanya Vian


"Oh ya, mas Vian juga belum makan siang kan? kita makan siang bareng karna bibi juga udah siapkan.. "minta Anatasya dan Vian mengangguk


"Sayang sini papah suapin dan setelah makan minum obatnya dan istirahat tidur yah.. "Vian menyuapi Angga.

__ADS_1


Mereka makan bersama dan Vian disela makannya sambil menyuapi Angga yang terlihat sangat bahagia karna seperti mendapat papah yang sayang dan perhatian yang selama ini dia gak pernah dapatkan.Anastasya kagum melihat Vian yang masih sangat muda tampan dan rasa sayangnya tulus.


__ADS_2