
Vian berbaring dekat istrinya yang tertidur lelap setelah minum obat dari dokter. Vian menatap lembut wajah cantik Gita dan mengusap lembut pipi istrinya yang mulus putih bersih dan menciumnya.
"Yaang kamu gak tidur..? "Tanya Gita menggeliat karna sentuhan Vian
"Aq sangat menyesal gak bisa jaga kamu yaang, kamu pasti sangat ketakutan diruang gelap sendirian"Vian menatap istrinya
"Iya takut aq gemetaran teriak-teriak panggil kamu dan menggedor-gedor pintu sampe cape tapi gak ada yang dengar dan aq merasa pusing karna belum makan tau-tau ada kamu yaang aq lega sekali"Gita memeluk suaminya
"Iya ini gak akan terjadi lagi, aq akan hilangin rasa takutmu yaang"Vian membalas Pelukan Gita dan ******* bibir istrinya.
"Yaang ini masih sore.. "Gita menatal suaminya yang sudah bergairah dengan nafas yang memburu
"Gak peduli, udah tegang gak bisa ditahan lagi"Vian menelanjangi baju istrinya
"Yaang tapi aq.."Gita gak melanjutkan katanya
"Kamu kenapa yaang kamu gak haid dan ini celana dalamnya bersih"Vian melepaskan cd istrinya.
"Gak pa2 yaang"Gita membalas ciuman suaminya dan saling ******* meraba.
Gita mengurungkan niatnya untuk bilang kalo dia belum KB karna udah lewat tiga bulan saatnya dia suntik KB tapi karna kejadian pengurungannya yang dilakukan penggemar suaminya dia mengurungkan niatnya bicara dan melayani suaminya penuh gairah.
"Yaang masukin aq udah gak tahan."Gita menggeliat
"Yaang aq sangat sayang sama kamu"Gita berbisik ditelinga suaminya yang menancapkan juniornya
"Aahk aq juga mencintainmu yaang "Vian ******* bibir istrinya dan mengerakan juniornya hingga keringat membahasi mereka dan pucak klimaks mengeluarkan cairan putih.
Setelah melayani suaminya Vian, Gita perlahan menutupi dada suaminya dengan selimut karna Vian lelah dan langsung tidur. Gita turun dan masuk kekamar mandi membersihkan diri dan tersenyum melihat tato didadanya karna ulah suaminya.
"Yaang maaf kali ini aq gak KB karna ingin secepatnya hamil anakmu, aq gak peduli lagi dengan sekolah karna dengan aq hamil kamu gak akan meninggalkanku dan cewe-cewe gak akan lirikmu"Gita didepan cermin
"My baby cepatlah hadir diperut mamah.."Gita tertawa sendiri
"Perutku akan besar lucu.. Vian akan makin sayaang padaku mengusap perutku..ha..ha"Gita membayangkan
"Duh kok aq jadi gila bisa ketahuan nanti, aq bisa dipaksa KB sama mamah.. "Gita mengguyur badannya.
Selesai mandi dan berpakaian Gita turun kebawah dan menghapiri mamahnya dan bibi bantu untuk memasak untuk makan malam. Gita berniat memasak kesukaan suaminya hati ayam cabe hijau dan merah.
"Hemm anak mamah udah mulai jadi ibu rumah tangga yang melayani suaminya"mamah Liana melihat Gita meracik bumbu
"Suamiku kan suka hati ayam dimasak sama cabe mah.. mamah masak yang lain aja buat papah"Gita masih sibuk
"Goreng tempe ayam dan masak sayur kangkung buat kita semua, tapi nanti mamah mau coba masakan kamu enak pa gak?"mamahnya tersenyum
__ADS_1
"Tentu saja enak Gita udah belajar sama ibu mertua.. "Gita membalas senyum
"Mamah coba aja nanti setelah aq masak"Gita mulai memasak.
"Suami kamu masih tidur? "tanya papah menghampiri istri dan anaknya
"Iya pah dia baru bisa tidur tadi, siang tadi dia gak bisa tidur kepikiran aq dikurung.. untungnya dia gak pulang meski jam pulang masih nunggu Gita, katanya gak enak perasaanya gelisah.."Gita menceritakan
"Iya karna suamimu sangat mencintai kamu sayaang makanya kamu belajar jadi istri yang baik jangan buat dia sedih karna sifat dan sikap kamu yang masih kekanak-kanakkan"Mamahnya menasehati
"Iya mah ini juga lagi belajar, Gita sengaja masak ini karna tadi siang dia gak makan karna gak ada Gita,katanya rasanya gak lapar dan gak enak biasa makan bareng, ini tuh gara-gara Si Dina jadi suamiku terlantar gak makan!"Gita kesal
"Masaknya pelan-pelan disini gak ada musuhmu yang akan rebut suamimu"papah Gilbran yang liat anaknya kasar
"Maaf pah ini karna mengingat si ular sih pah he..he. "Gita cengengesan
"Suami istri itu udah satu tubuh yang dialami suami,istri juga akan merasakannya dan sebaliknya sama seperti kamu yang dikurung Vian yang merasakan"mamah Liana
"Benarkah mah, jadi gitu yah mah.. "Gita tersenyum senang
"Kamu selesaikan masak mamah mau mandi, ingat jangan sampe gosong dan membakar umah.. "mamahnya
"Tenang mah papah yang jagain anakmu masak.. tapi buatin papah kopi dulu mah"minta papah Gilbran
"Gita suamimu udah makin pintar diperusahaan sesudah lulus sekolah papah akan Kirim Vian kuliah diluar negeri agar dia bisa mengurus perusahaan lebih baik lagi dan papah bisa pensiun muda"papah sambil minum kopinya
"Gak bisa,Gita gak setuju.."Gita cemberut
"Ini harus buat kebaikan kalian nantinya, Vian anak yang cukup pintar dalam dunia bisnis"lanjut papahnya
"Gita gak mau jauh dari suami, dimana ada Vian disitu ada Gita.. "Gita keras kepala
"Ini untuk kemajuan suamimu harusnya kamu senang dan bangga suami akan jadi pria muda dan hebat"Papahnya juga keras kepala.
"Udah cukup kalian ini baru ditinggal bentar udah bertengkar,mamah aja belum sempat mandi mendengar kalian saling bantah"mamanya turun menghampiri mereka dan juga Vian mendengar istrinya bicara keras
"Yaang ada apa sih masak kok marah-marah?"Vian pada Gita
"Ceritakan pada mamah kenapa kalian saling bantah? "mamahnya kesal
"Papah bikin masalah mah, masa papah mau kirim suamiku keluarnegeri jauh dariku dengan alasan biar suamiku lebih pintar lagi agar bisa mengurus perusahaan papah dan papah mau pensiun muda"Gita kesal
"Papah mereka kan belum lama menikah mana mau mereka berpisah lagian buat apa kuliah diluarnegeri disini juga bagus-bagus kualihnya"istrinya
"Mah diluarnegeri Vian bisa belajar bisnis untuk memajukan perusahaan kita, dan papah gak salah ini semua untuk masa depan mereka juga mah"suaminya
__ADS_1
"Papah tanya dulu Vian mau apa gak?"istrinya
"Gak mau, gak boleh..Suamiku kalo harus jauh dariku lebih baik keluar aja dari perusahaan papah.."Gita melawan dan memeluk suaminya
"Yaang kamu buat bengkel aja aq dukung kamu kita bisa mulai sedikit demi sedikit kan yaang? "Gita dalam bersandar pada suaminya
"Papah gak setuju, buat apa bikin bengkel, siapa yang akan bantu diperusahaan kalo bukan suami Vian? "papahnya sama kerasnya
"Gak peduli itu kan perusahaan..papah urus sendiri.. "Gita melawan
"Cukup kalian gak usah bertengkar lagi bikin pusing kepala, kalian papah sama anak sama aja keras kepala.. "mamahnya duduk memegangi kepalanya
"Mah mamah gak pa2 kan..? "tanya suaminya
"Pusing mamah pah.. setiap hari kamu dan anakmu bertengkar gak ini itu hal kecil jadi besar.. "istrinya
"Papah yang mulai mah.."Gita
"Papah memikirkan masa depan kalian.."papah
"Diaaaam! "teriak mamah
"Mamah yang putusin sama Vian.."mamahnya
"Vian apa kamu mau kuliah diluarnegeri belajar bisnis seperti yang papah kamu bilang nak? "Mamah membuat Vian bingung dan Gita melotot pada Vian.
"Aq terserah Gita aja mah, kalo Gita mengijinkan aq akan kuliah kalo tidak diijinkan aq akan tetap disini sama istriku"Vian bingung
"Kamu ini laki-laki Vian,tanggung jawabmu lebih besar untuk istri dan anak-anakmu kelak"papah masih ngotot
"Yah pah tapi jika istriku keberatan mana bisa sukses pah.. "Vian yang gak mau Gita sedih
"Papah udah tau jawabannya jadi mamah cuma bisa ngasih pilihan kalo mereka harus kulaih diluarnegeri maka biar Gita juga ikut atau tidak sama sekali"istrinya
"Yaang kalo papah maksa kita tinggal dirumah ibu sama ayah saja biarin papah sendiri dan ngurus perusahaannya sendiri"Gita merengek
"Gita jangan ngancam papah, kamu anak papah satu-satunya kalo bukan kamu dan Vian yang tinggal disini dan mengurus perusahaan papah mau siapa lagi hah..? "Pak Gilbran kesal
"Papah sama mamah bikin anak lagi aja.."Gita
"Ayo saayang kita mandi aja.. "Gita merangkul lengan suaminya
"Dasar anak kurang ajar, lihat mah anak mamah egois dan keras kepala.. "suaminya
"Sama seperti papahnya.. "istrinya ikut pergi kekamarnya akan mandi.
__ADS_1