
Dokter memeriksa Gita dan hanya ada jalan operasi karna air ketubannya habis dan Gita juga pendarahan. Dokter setelah keluar memeriksani meminta Vian untuk menandatangi surat untuk Gita operasi segera untuk menyelamatkan istri dan anaknya.
"Suaminya atau keluarganya..? "minta dokter
"Saya suaminya dok,.."Vian panik khawatir dan campur-campur perasaannya
"Kami orangtuanya dokter...?"Pak Gilbran ikut maju
"Untuk menyelamatkan ibu dan bayinya harus segera dioperasi karna air ketubannya habis dan pendarahan,asien juga saat juga pinsang"dokter
"Tolong segera tanda tangani suratnya agar cepat dilakukan tindakan.."Katanya lagi
"Vi cepat kamu tanda tangani suratnya.."minta mamah mertuanyaa
"Iya mah.."Vian dengan tangan gemetar menandatangi suratnya
"Dokter tolongkan lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan istri dan bayiku.. "Vian menangis
"Iya kita berdoa saja, dengan jalan operasi mereka selamat.. "Dokter masuk setelah mendapat tanda tangan.
Gita dibawa keruang operasi oleh suster dan tak lama dua dokter masuk dan Vian serta kedua orangtunya menunggu didepan ruang operasi dengan cemas. Dokter dan suster melakukan tugasnya diruang operasi dan pak Gilbran yang masih emosih dan khawatirnya masih mengomel karna kejadian ditempat kuliah bisa membuat anaknya dan cucunya kehilangan nyawa.
"Anak pemilik tempat kamu kuliah siapa namanya? yang hampir membunuh anak dan cucuku, kalo dia tidak mendorong anakku, anak dan cucuku gak akan terancam nyawanya.."Pak Gilbran
"Adelia pah, dia mengaku anak pemilik kampus.. "Vian dengan mata masih penuh air mata bersama mamah mertuanya juga menagis dan bersandar pada Vian karna sama-sama kena omel
"Papah akan bikin perhitungan karna papah juga berhak ditempatmu kuliah meski tidak sepenuhnya tapi papah juga ikut adil didalamnya.. "Pak Gilbran yang juga berkuasa
"Pah saat seperti ini kita mikirin anak cucu kita berdoa untuk keselamatan mereka.."istrinya menangis
"Ini juga salah mamah, kalo nurut sama papah tetap dirumah jagain anak cucu kita dia gak mungkin akan menunggu Vian disekolah.."Pak Gilbran masih menyalahkan istrinya
"Kamu gak perlu lagi kuliah yang menjadikan anakku kepikiran karna kecemburuannya padamu, kamu kuliah onlain saja kan bisa .!'bentak Pak Gilbran
"Iya pah maaf.. "Vian menurut saja karna papah mertuanya sedang marah.
__ADS_1
"Oe.. oe.. oe.. "suara tangisan bayi
"Pah, Vi anakmu udah lahir.. "Mamah dituntun Vian mendekati pintu
"Keluarga pasien.. "Dokter dengan membawa bayi laki-laki yang sangat tampan seperti Vian
"Iya saya mamahnya dan ini suaminya suster"Mamah Lian tersenyum saat melihat bayinya
"Ini cucu anda laki-laki dia sehat dan normal"suster memberikan pada Neneknya
"Gimana dengan istri saya sus ijinkan saya masuk.. "Vian ingin bersama istrinya
"Saat ini belum sadar dan sedang ditangani tolong untuk bersabar.. "Suster masuk dan Vian duduk terkulai lemas lagi karna Gita masih ditangani.
Orang tua Vian datang dan menghampiri cucu laki-lakinya dan ayah Ikbal mendekati Vian yang sangat sedih khawatir dan lemas menunggu istrinya yang udah satu jam lebih didalam ruang operasi.
"Vi yang sabar, istrimu baik-baik saja Vi.."ayah pada Vian dan merangkulnya
"Iya yah, Gita masih ditanggani udah lama belum keluar juga dokternya.. "Vian sedih
"Sabar nak.. "ayah mengusap bahu Vian
"Pah ini cucu kita kamu gak ingin melihatnya.."Mamah Gita menghampiri suaminya
"Mana mungkin aq gak melihat cucuku sendiri mah?aq menantikannya tapi aq belum tenang anak masih bertaruh nyawa didalam"Pak Gilbran berjalan mondar mandir membuat Vian makin bersalah dan sedih
"Udah tau wanita luar akan hanya buat masalah gak perlu simpatik perhatian ataupun berteman, karna gak ada wanita berteman dengan laki-laki ini akibatnya dan anak cucuku jadi korban.. "papah masih menyalahkan Vian
"Aq suka dan jijik sama wanita penggoda karna hanya bikin masalah pada rumah tangga orang lain.. "umpatnya lagi dan mereka hanya mendengarkan dan tak ada yang membalas dan menjawab
"Kreekk"pintu dibuka dan dokter keluar
"Dok anakku gimana, dia gak pa2 kan baik sehat..? "pak Gilbran dengan tidak sabar karna hidupnya adalah anak satu-satunya meski tiap hari bertengkar
"Iya pak anak bapak selamat dan saat ini belum sadar karna pengaruh obat dan akan dipindahkan keruang inap perawatan jadi bapak dan keluarga bisa menuggu dia sadar, karna untungnya anak bapak cepat dibawa kesini dan cepat ditangani dan jika terlambat mungkin ibu dan anaknya gak selamat tapi alhamdulillah tepat waktu dan mereka selamat dan bayinya juga sehat.. "Dokter yang membuat tangis pak Gilbran pecah sedari tadi ditahan
__ADS_1
"Terimakasih dok telah menyelamatkan anakku satu-satunya,dia adalah hidup kami dok.. "Pak Gilbran menangis dan memeluk istri yang menggedong bayinya
"Iya pah Alhamdulillah anak dan cucu kita baik-baik saja.. "istrinya
"Iya selamat yah pak atas kelahiran cucu bapak kami permisi.. "kata dokter
"Denger kamu Vi, anakku dan cucuku hampir saja mati karna ulah wanita yang gak jelas akan merusak rumah tanggamu, kamu gak usah kuliah lagi kamu udah kuliah onlain ikut manca negara yang lebih bagus karna papah akan buat perhitungan pada anak pemilik kampus dan orangtuanya yang membuat anakku kesakitan dan bertaruh nyawa.. " keganasan pak Gilbram
"Iya pah.. "Vian mengangguk dia menyadari semua yang dia miliki dan di cintai bersumber dari papah mertuanya.
Gita berada diruang perawatan berbaring lemah pucat dan belum sadar. Vian duduk disampingnya dan menggenggam tangan istrinya. Dia mengusap lembut pipi istrinya dan mencium keningnya dan berbisik padanya.
"Makasih sayaang kamu telah memberikan kebahagiaan terindah dan kuat untuku dan anak kita, aq akan selalu mencintaimu dan setia padamu I love U.. "bisik Vian
"Cepat bangun sayaang anak kita laki-laki tampan dan sehat.. "Bisik Vian lagi pada istrinya yang seperti tidur terlelap
"Vian kamu istirahat dan makan malam dulu, dari siang kamu belum makan.. "Mamh Liana yang sedang menggendong cucunya
"Nanti mah nunggu Gita.. "Vian menatap istrinya
"Vi kamu nanti sakit dan gak bisa jaga istrimu gimana?makanlah dulu Vi.. "minta ibunya dan papah mertuanya melirik Vian yang juga sama sedih dan gak makan
"Pah kamu juga makan, nanti gak bisa balas dendam kalo sakit.. "sindir istrinya
"Mereka akan nrima pembalasan lebih dari yang anakku rasakan, polisi sudah menangkap temanmu Vi, karna papah udah menghubungi teman papah yang anggota hukum yang penting dan papah juga sudah menghubungi pengacara.."Pak Gilbran masih sakit hati
"Terserah papah aja pah, dia memang pantas mendapatkan itu, kalopun papah gak hukum dia..aq yang akan menghukum dia karna buat istriku seperti ini.. "Vian yang juga menyimpan sakit melihat istrinya
"Kamu cari bukti untuk memberatkan dia karna papah gak mau dia mendapat hukuman yanh ringan.. "minta pak Gilbran
"Ibu kantin saksi kuatnya pah, tapi kita juga harus waspada karna Adel anak pemilik kampus pasti akan menekan ibu kantin dan siswa yang lain mungkin takut meski tau kejadiannya.. "Vian
"Dia pemilik tapi aq juga pemilik sebagian dari yang dia miliki.. "sebernarnya banyak beberapa rekan bisnis jadi satu untuk membngun kampus tapi yang terbesar orang tua Adel dan pak Gilbran dan lainya hanya beberpa persen tapi yang lain kenal baik dan gak bisa nolak pak Gilbram. Jadi dengan bersatu bahkan Pak Gilbran berencana membeli saham mereka agar jadi lebih kuat.
"Aq akan bicara pada ibu kantin karna dia bertukar no Hp dengan Gita.. "Vian meraih Hpnya
__ADS_1
"Papah yang bicara.."Pak Gilbran mengambil Hp Gita ditangan Vian.
Emosi dan amarah Pak Gilbran tak terbendung dia setelah dokter mengatakan bahwa anaknya dan cucunya jika tidak waktu bisa kehilangn nyawanya.