
Vian merasa tidak enak badan dan merasa mual dan ingin makan yang asam. Vian meraih Hpnya dan menghubungi mamah mertuanya karna menguhubungi Gita percuma gak diangkat karna udah sering dia coba.
"Yah nak, apa kamu baik-baik saja disana pulanglahk kerumah kita bujuk sama-sama istrimu.. "Minta Mamah mertuanya yang duduk bersama suaminya yang menggendong Gion
"Baik mah, untuk saat ini aq gak bisa pulang mah Gita sedang emosi dan dia juga mutusin hubungan kerja perusahaan kita dengan Usaha karya apa papah udah tau mah..?"tanya Vian
"Apa Vi.. papah baru tau dari kamu, apa anak itu udah gila mau ngancurin perusahaan kita?"pak Gilbran kaget jadi panik
"Kita lihat dulu aja permainan Gita pah, dia bukan wanita bodoh dia pasti udah tau dampak dan akibatnya dan udah punya solusinya..."Vian menenangkan Pak Gilbran
"Apa maksudmu Vi, kita rugi besar dan mungkin perusahaan kita akan dituntut dan mungkin istrimu juga.. "papah gak bisa berfikir
"Iya pah aq tau, tapi aq minta salah satu teman baikku untuk mengajukan kerja sama untuk memasarkan produk yang udah ditarik Gita dan aq udah bilang sama dia untuk melanjutkannya agar bisa menutupu kerugian kita tapi papah jangan bilang aq yang minta karna temanku akan tutup mulut, aq gak mau Gita makin emosi dan marah karna aq masih ikut campur pah.. "minta Vian untuk mereka diam saja
"Iya papah akan mengikuti yang kamu minta, kamu tetap awasi istrimu dan perusahaan kita Vi, karna itu aset kita untuk masa depan kalian dan anakmu nanti.. "pak Gilbran sedikit tenang
"Yah pah, aq udah punya bukti jika diperusahaan lawan menuntut perusahaan kita dan aq juga bisa mengikuti istriku karna aq juga khawatir padanya tapi yang aq gak bisa bilang pada istriku untuk menjaga kandungan anakku karna Gita saat ini hamil pah.."Vian mengejutkan papah dan mamah mertuanya
"Hamil..? "Teriak mamahnya kaget
"Iya mah, karna udah beberapa hari ini aq mengalami yang sama saat Gita hamil Gion dan mamah tolong periksaan Gita dan awasi yang dia makan dan larang untuk dia bergerak bebas mah, aq khawatir dengan babyku dan istriku "Minta Vian
"Iya nak sore ini mamah akan bawa istrimu periksa, pantas aja makannya banyak.."Mamah juga merasa Gita aneh harusnya sedih gak doyan makan tapi porsinya tambah
"Apa kamu gak bisa pulang dan jaga istrimu, kamu masih memetingkan ego sedangkam istrimu hamil dan anakmu masih kecil?" 'papah mertuanya yang ingin mereka bersatu
"Pah aq gak mementingakan ego tau tersingung sakit hati gak penting, bagiku terpenting istri dan anakku..."Vian jugq ingin kembali
__ADS_1
"Aq gak disini juga ngawasi istriku pah, aq gak akan biarkan dia terluka, aq hanya ingin istriku sadar pah dan tidak emosian lagi dan kembali padaku.. "Vian ingin buat Gita mengerti
"Istrimu sangat keras kepala apa bisa dia ngerti Vi..? "papahnya ragu
"Bisa pah, aq sangat mengerti istriku saat ini masih emosi dan biarin dia memuaskan sakit hatinya nantinya juga akan kembali padaku pah.."Vian sangat mengenal istrinya meski keras kepala tapi juga baik dan bisa memahami yanh salah dan benar
"Yah mamah akan sabar menanti kalian bersama lagi.. "mmah sedih tapi berharap mereka segara bersama
"Yah mah tolong awasi dan jaga istri dan anakku mah pah.."Vian mematikan Hpnya.
"Kalian jaga bengkel aq akan melihat istriku,ini jam istirahat dia pasti keluar kantor."Minta Vian naik motornya dan memakai helm.
Gita keluar dari kantor dan naik mobilnya dan melaju cukup kencang dan Vian mengikuti dari belakang dan tak lama mobil Gita mogok dan dia keluar dari mobilnya dan terlihat sedang menghubungi tukang service tapi Vian dengan cepat berhenti dan turun dari motor gedenya.
"Kamu ngapain ada disini, gak usah sok perhatian dan jangan sentuh mobilku! "bentak Gita mengikuti Vian yang mencoba masuk dan menghidupkan mobilnya dan tetap gak bisa
"Diam jangan banyak bicara yaang.."Vian mengecup bibir istrinya sekilas dan buat Gita kesal
"Dasar mesum..! "bentaknya dan mengamati suaminya mengecek dan memperbaiki mesinya.
Gita reflek menfambil tisu dan mengelap keringat yang ada dileher suaminya dan Vianpun tersenyum rasanya ingin makan habis bibir istrinya. Dan Gita menarik tangannya karna dia sadar saat ini dia sedang marah dan terluka.
"Gak sengaja jangan mikir yang aneh.. "Gita memalingkan wajahnya
"Tapi aq suka, istriku yang manja dan keras kepala ini masih perhatian pada suamimu ini yang udah kamu usir dan tak punya apa2 ini"Vian menyidir istrinya dan buat Gita sedih karna dia juga menyesalinya tapi gengsinya besar
"Udah kamu coba sekarang yaang, mungkin udah mau nyala.. "Minta Vian tau istrinya sedih.
__ADS_1
"Sayaang tunggu sebentar.. "Vian berjalan dan berjongkok dihadapan istrinya
"Sayaang jangan pake baju yang ketat dan jangan banyak gerak, jangan asal minum obat atau soda.. "Vian mengusap perut istrinya
dan menciumnya buat Gita malu karna dijalan takut ada yang lihat
"Kamu gila mau buat malu aq, dasar mesum!"Gita mundur dan berjalan masuk mobil dan bisa hidup dan Gita langsung melaju pergi meninggalkan Vian
"Awas kamu yaang aq hukum kamu nanti.."bisik Vian dihatinya dan mengikuti istrinya dari jarak agak jauh yang ternyata istrinya menemui teman mereka janji makan siang bareng dirumah makan kecil Dina.
Vian melihat dari kejauhan dan memperhatikan istrinya makan dan dia menikmati rujak yang dia bawa karna rasa mual melanda lagi. Demi anaknya dia akan menahan rasa yang pernah dia rasa sebelumnya dan Gita dengan lahapnya makan ayam kesukaannya.
"Makan yang banyak yaang, untuk baby kedua kita.. "bisik Vian dalam batinya tersenyum melihat istrinya sangat lahap makanya
"Mas kamu melihat apa, kok senyum-senyum sendiri.. "tanya pemilik warung dipinggir jalan dengan menyodorkan jus jeruk
"Disana istriku sedang hamil anak kedua kami tapi dia lagi ngambek pak.. "Vian tersenyum lagi karna melihat istrinya tertawa denga n teman-temannya
"Kamu sangat sayang istrimu, sampai ngambek tapi kamu masih mengawasi istrimu.. ?"kata penjualnya
"Sangat pak karna aq gak mau istri dan bayiku kenapa2,istriku sangat ceroboh dan aktif bergerak kesana kemari.. "Vian sambil minum
"Iya sangat terlihat kamu sangat sayang perhatian dan khawatir sama istrimu, yang hamil muda.. "katanya lagi
"Semoga kalian cepet berbaikan dan langgeng sampai nenek kakek mas.. "Doanya
"Ya amin, makasih banyak pak atas doa nya.."Vian tersenyum pada pemilik warung.
__ADS_1