
Vian terbaring sakit panas pucat dan lemas dikompres mamah mertuanya dan ditemani istrinya yang menyesal karna dia sudah buat suaminya sakit. Dokter yang udah ditunggu pun datang dan lasung naik kekamar Gita dan memeriksa Vian.
"Suamimu demam dan kecapean.."kata doktrr setelah memeriksa
"Gak pa2, jangan terlalu khawatir setelas suntik dan kalian tembus obat ini dan menantu kalian minum obat dan vitamin nanti panasnya akan turun dan sehat lagi.. "dokter memberikan resepnya
"Ya Bram aq akan segera minta, pak Agus untuk menebusnya.. "Papah Gita menerima resepnya
"Makasih ya Bram.. "pak Gilbram mengantar dokter Bram.
"Mamah buat bubur dulu.. ,sayang kamu jaga suamimu dan kompres lagi.. "Mamah memberikan kompresnya pada Gita
"Ya mah.. "Gita mengusap lembut dahi suaminya dan mengkompresnya lagi karna bandanya masih juga panas.
Papah Gilbran meminta Pak Agus supirnya untuk menebus obat dan duduk dihadapan istrinya yang menyiapkan sarapan membantu bibi Yuni didapar dan membuatkan bubur buat Vian.
"Mah sebenarnya ada dengan mereka, masa hanya karna masalah sepele sampai kaya gini? "papahnya tak habis pikir
"Mamah juga gak tau yang dipikirkan mereka, mereka masih sangat muda dan mudah emosi dan anak papah juga cemburuan dan keras kepala"mamahnya sambil mengaduk bubur
"Mamah sering banyak waktu sama Gita,mamah nasehati dia.. "minta suaminya
"Mamah udah sering pah,, bahkan tiap hari tapi papah kan tau sendiri.."Mamahnya mematikan kompornya
"Kadang mamah kasian sama Vian pah, diusianya yang masih sangat muda dia mengemban tanggung jawab yang besar,.."istrinya menyajikan sarapan untuk suaminya
"Itu kan tugas suami mah.. "Pak Gilbran pada istrinya
"Coba papah pikir, diusianya yang harusnya masih sekolah dibawah Gita dan sekarang harusnya baru kelas tiga tapi papah paksa dia untuk setara dengan Gita dan sekarang lulus belum lagi dia belajar perusahaan dan kerja sama papah dan besok kuliah didua pilihan papah belum lagi dia menghadapi anak papah yanh manja keras kepala banyak maunya dan ngurus bengkel,mamah gak tega pah.."istrinya sedih
"Itu jugq buat dia sendiri dan anak istrinya.."papah yang merasa benar
"Iya tapi usianya bahkan baru 18 tahun pah,papah coba ngertiin dia.."Mamahnya buat suaminya mikir
"Kalo besok Vian kuliah dan anak papah Gita dirumah akan timbul masalah lagi, anak papah posesif dan pencemburu dia pasti akan mikir suaminya ini itu dan kita sendiri nanti yang pusing dan kasian Vian dia bahkan mencintai Gita dan ingin yang terbaik buat istri da anaknya tapi masih saja Gita gak cukup curiga terus.. "Istrinya gak ingin rumah tangga anaknya ada masalah
"Tapi kuliah diluarnegeri itu bagus mah apalagi tentang bisnis. "suaminya masih kekeh
"Ya papah kasih pilihan salah satu janga duanya diambil, kasian Vian bukan mesin dia pah, dia anak mantu kita suami Gita calon ayah dari cucu kita.."istrinya ingin suaminya merubah pemikirannya
__ADS_1
"Mamah gak setuju papah terlalu maksa Vian dan jika dia kulaih dua sekaligus gak ada waktu buat anak papah pasti juga anak papah akan sering ngambek dan mereka akan sering bertengkar belum lagi kalo nanti Vian banyak teman cewe pah.. "Liana tetap mendesak suaminya
"Ya udah mah, papah ikuti saran mamah kita sekolahka onlain tapi yang ikut kuliah bisnis luarnegeri yang bagus dan anak mantu kita gak perlu kuliah disini agar dia punya banyak waktu untuk istri dan anaknya dan dia juga gak kenal cewe lain selain istrinya dan bisa lebih banyak waktu diperusahaan kita"suaminya sambil makan dan mengikuti kata istrinya
"Ujungnya yang menguntungkan papah.."Istrinya menggelengkan kepalanya
"Dari pada begong dirumah kan lebih baik bantu papah diperusahaan mah dan lagian Vian yang sekarang tanggungjawab dirperusahaan kita dan dia pintar dan cepat mengikuti dan perusahaan kita juga maju semenjak ada Vian mah.. "suaminya bangga pada Vian menantunya
"Sekarang aja muji-muji,dulu aja benci dan berusaha keras misahkan mereka.. "Istriny menghela nafasnya
"Permisi pak Gilbran ini obatnya.. "pak Agus memberikan obat yang diminta dokter
"Ini kembalinya pak Gilbran..?"Apak Agus menyodorkan kembalian
"Buat beli rokok aja pak Agus, hari ini istirahat saja aq kerja dari rumah.."kata Pak Gilbran yang cemas dan ingin memantau kesehatan Vian
"Baik pak makasih. "pak Agus pergi
"Sini pah, obatnya mamah bawa keatas sekalian buburnya.. "Istrinya mengambil obatnya
"Papah makan aja.. "Minta istrinnya membwa nampan dengan satu mangkok bubur dan kantung plastik isi obat.
Mamah Liana berjalan menaiki tangga dan menghampiri Kamar anak-anaknya dan melihat Vian sedang duduk menggenggam tangan istrinya dan dia tersenyum melihat anak dan mantunya rukun kembali.
"Vi apa udah baikan..? "Mamah Liana mengecek dahinya yang masih panas
"Cepat makan buburnya dan minum obatnya biar panasnya turun dan sembuh.. "mamah Liana kembali duduk disofa menatap dua anaknya.
"Iya mah.. "Vian mengangguk dan membuka mulutnya disuapi istrinya.
Pak Gilbran masuk dan duduk didekat istrinya yang juga menatap kearah anak menantunya yang udah kembali bersama.
"Vi kalian udah lulus, dan papah gak akan nyekolahin kamu disini Vi tapi ikut pelajaran onlain saja, kuliah bisnis pelaraan luarnegeri"papahnya buat Gita senang
"Sungguh pah, jadi suamiku kuliah satu aja dan onlain kuliah luarmeger?"tanya dengan wajah senang
"Iya agar Vian punya banyak waktu buat kamu dan anakmu dan tidak cemburuan lagi karna onlain tidak mengenal cewe lain selain kamu"papahnya buat Gita senang
"Papah memang papah yang terbaik, aq sayang sama papah cup.. "Gita turun dan beralari memeluk papahnya dan mencium pipinya
__ADS_1
"Ini ide mamah tapi papah yang dapat kado"mamahnya iri
"Mamah cemburu tuh Git..? "suaminya menggoda istrinya
"Ya makasih mamahku sayang aq cinta sama kalian.. "Gita juga mencium pipi Liana mamahnya
"Iya sayaang, mamah senang kamu udah baikan sama suamimu dan ingat Git kunci pernikahan adalah saling percaya.."mamahnya.
"Iya mah.."Gita mengangguk
"Suamimu kasih obat dulu biar panasnya turun.. "papah Gilbran yang ikut cemas
"Pah,papah gak kekantor..? "tanya Vian
"Papah cemas sama kamu Vi makanya gak ngantor.. "mamah mertuanya
"Aq gak pa2 cuma demam aja.. "Vian sambil minum obatnya
"Kamu bisa-bisanya tidu r dilantai Vi, dikiranya kamu badan besi apa..? "papah mertuanya
"Udah biasa tidur sama istri peluk istri dikunci pah gak bisa tidur aq.. "Vian jujur.
"Iya aq jadi guling kamu.. "Gita mencubit perut Vian
"Yah namanya suami istri bertengkar wajar tapi jangan berlarut-larut yang buat renggang kalian, kalian juga jangan saling tersinggung mengertilah satu sama lain karna sejujurnya meski kita marah kesal kadang nyakitin tapi dihati kita sayang jadi memaklumi aja sabar jangan emosi yang berlarut-larut.. "nasehat papahnya
"Ngeselin Vian pah, dulu aja gak mau usaha dapetin aq, malah ngusir aq eh giliran aq yabg usaha dianya gak inisiatif apa gitu.. "Gita kesal
"Udah usahakan hamilin kamu tuh besar kan perutnya.. "canda Vian buat merka tertawa
"ini sih maunya kamu aq hamil satu dua bahkan lebih hamil anakmu.. "Gita memukul dada suaminya
"Banyak anak banyak rejeki dan kita jadi saling terikat dengan adanya anak kita jadi gak ingin pisah, kan banyak tuh yang mau pisah mikirin anaknya banyak jadi batal.. sapa tau kamu minta aneh2 dari aq jdi dengan banyak anak kamu gak bisa lepas dari aq"Vian tersenyum
"Oh jadi mau ngikat aq dengan anak-anakmu dasar ih curang.."Gita mencubit perut suaminya
"Tapi kamu juga mau gak nolak bikin anaknya.. "candanya lagi
"Kalian ini ada-ada aja.. "Papah Gita ikut terawa.
__ADS_1
"Nanti mamah dong yang repot dengan anak-anak kalian, sedangkan kalian asik bulan madu.. "mamahnya manyun
"Gak pa2 mah jadi awet mudah karna ngurus cucu kan banyak gerak.. "canda Vian.