Cinta Pria Biasa

Cinta Pria Biasa
Hukuman Pak Jefri ayah Adelia


__ADS_3

Pak Gilbran mengambil Hp Gita yang dipegang Vian dan menghubungi Ibu kantin meminta menjadi saksi atas kejadian yang membuat anaknya jadi melahirkan sebelum waktunya dengan jalan operasi yang telat sedikit membawanya nyawa Gita dan bayinya tak selamat.


Pak Gilbran jauh lebih pintar dan cerdik dia meminta anak buahnya dan orang kepercayaannya untuk menjaga dan mengawasi ibu kantin yang telah dicari oleh orangtua Adelia untuk mengubah kenyataan yang dilihatnya.


"Maaf bu ikut kami atas perintah pak Gilbran orangtua Gita, dia akan menjamin kerugian ibu selama ibu libur.. "kata orang kepercayaan Pak Gilbran dan anak buahnya


"Tapi disini adalah sumber penghasilanku, kalo aq keluar dan ikut kalian bagaimana nanti.. ?"Ibu kantin bingun


"Ibu gak perlu khawati, dia juga berkuasa di kampus ini karna dia udah membeli saham dan lebih kuat dari pak Jefri Busan ayah Adelia.."Katanya menyakinkan


"Benarkah? aq udah lama mengenal mba Gita dari suaminya awal masuk sekolah ini, dan aq juga berfikir malo mba Gita bukan anak orang biasa sekarang ternyata benar tapi mba Gita anak yang baik dan gak membedakan siapapun dan tidak sombong.."kata ibu katin mengamati Gita


"Baiklah saya akan ikut kalian dan menjadi saksi.. "Ibu kantin menutup warung makannya dan mengikuti orang kepercayaan Pak Gilbran kekantor polisi yang udah ditunggu pengacara pak Gilbran untuk merekam.


Tak lama setelah ibu kantin memberikan laporan atas yang dia lihat saat itu dia pulang dan anak buah pak Gilbran mengawasi dan menjaga tanpa diketahui siapapun. Pak jefri orang tua Adelia datang kerumah ibu kantin mengancam dan mengobrak abrik rumahnya yang udah dikasih cctv tanpa mereka tau.


"Halo pak, Pak Jefri dengan orangnya ada disini dia mengancam dan mengobrak abrik rumah ibu kantin.. "kata anak buah Pak Gilbran


"Ya segera lapor polisi sebelum mereka pergi biar ayah dan anak sekalian ngadang bersama"pak Gilbran yang udah gak bisa menahan kesabarannya


"Serahkan juga bukti cctv mereka mengancam dan bikin onar disitu.. "katanya pintar


"Baik pak.. "Anak buah pak Gilbran


Polisi datang kerumah ibu kantin dan menangkap pak Jefri dan anak buahnya yang mengancam dan mengamuk dengan bukti cctv yang udah dipasang anak buah Pak Gilbran. Mereka tak bisa berkutik dan mengikuti paksa meski meronta. "Brengs-k kamu Gilbran..! "teriak Jerfri marah. Karna dia dan anaknya mendekam dipenjara tanpa ampun meski meminta maaf untuk dicabut tuntannya.


Gita yang sudah dan menatap keseluruh ruangan dan menatap suaminya yang selalu duduk disampingnya mengusap lembut tangan dan dahinya. Gita meneteskan air matanya bersyukur bisa melihat suaminya kembali dan bersama lagi.


"Sayaang kamu sudah bangun? "Vian memeluk dan mencium istrinya


"Aq takut sekali yaang, kamu gak bangun-bangun.. "Vian meneteskan air matanya


"Aq gak akan ninggalin kamu sendirian yaang, kita akan sama-sama selamanya.. "Gita masih lemah


"Iya yaang, aq sangat mencintai kamu.."Vian mengecup bibir istrinya meski diatara kedua orangtua mereka


"Bayi kita mana yaang..? "Gita mencari sosok bayi


"Inj sayaang sama mamah, anak kamu laki-laki sangat tampan.. "mamah menghampiri Gita dan diikuti pak Gilbran


"Sayaang kamu gak pa2 kan? gak ada yang sakit lagi..? "tanya pak Gilbran mencium kening anaknya


"Gak pa2 pah.. "Gita tersenyum

__ADS_1


"Ini sayang putramu, sangat miril dengan suamimu dan kakeknya.. "mamah tersenyum


"Anakku sayaang.. "Bayi Gita direbahkan disampingnya


"Kalian siapkan nama buat putra kecil kalian.."mamah Gita sangat bahagia dengan kehadiran bayi mungil


"Papah yang akan kasih nama buat cucuku.."Pak Gilbran yang sedari dulu ingin anak laki-laki


"Iya pah boleh.. "Vian mengangguk tersenyum


"Bilang aja yaang kamu gak ide dan gak punya nama buat anak kita.. "Gita mencubit suamknya dan dia cengingisan


"Gak bisa yaang, bingung.. "Jawab Vian


"Gion Putra Vian yang akan jadi anak yang kuat,pintar dan berkuasa.. "Nama yang diberikan Pak Gilbran


"Namanya bagus cucu Gion.. "Ayah Vian ssetuju


"Jadi papah udah merancang nama buat cucu kita..? "tanya istrinya


"Iya mah, nama Gion bagus kan..? "pak Gilbran tersenyum


"Pah sekalian nama putriku pah..?"minta Vian


"Putri yang mana?istrinmu aja baru melahirkan anak satu..? "tanya ibunya


"Kamu ini, istri dan Putramu saja baru lepas dari maut masih ingin putri.. "ayah Vian


"Yaang aq janji dikehamilan kedua kamu, aq akan selalu menjagamu dan kejadian kemarin gak akan pernah lagi terjadi yaang.. "Vian menyakinkan


"Sayaang kamu ini, aq aja masih sakit perutnya.. "Gita mencubit suaminya


"Aq pengin anak tiga jadi papah rancang nama anak dua lagi pah.. "candanya lagi


"Iya nunggu istrimu sehat dulu dan jangan sampai kejadian ini terulang karna kalo tidak papah yang akan bunuh kamu dengan tangan papah sendiri.. "Pak Gilbran menggendong cucunya.


"Tenang saja pah itu gak akan terjadi.. "Vian tersenyum


"Kamu pikir bikin anak mudah kaya terlor ceplok.. "Gita memukul suaminya


"Tentu saja mudah, kamu tinggal diam aja dan aq yang bekerja diatasmu.. gampang kan? "Canda Vian dan membuat mereka tertawa


"Iya tapi kamu aja yang hamil.. "balas Gita.

__ADS_1


"Udah jangan bercanda terus kasian Gion lagi tidur.. "Pak Gilbran mengayun-ayun cucunya.


Setelah diijinkan pulang, Vian membayar administrasi dan membawa pulang istri dan putranya yang udah disiapkan kamar yang udah dimodif kartun didinding dan kumplit dengan perlengkapan yang udah disiapkan Gita sama mamahnya sebelumnya.


"Ini kamar cucuku Gion dekat kamar mamah dan papah karna kalian kalo tidur gak akan dengar anak kalian nangis, nanti kisian cucuku.. "mamah menggendong baby Gion


"Kebetulan Vian juga akan minta mamah untuk bantu dan jaga Gion.. "Vian tersenyum karna dia dan Gita juga gak bisa


"Bilang aja agar kamu gak terganggu anakmu buat anak baru.. "ejek papah Gilbran


"Papah pengertian banget, makasih pah emang tujuannya gitu.. "Vian cengingisan


"Astaga yaang perutku jahitannya masih basah dan aq mau KB.. "Gita melepar banta pada suaminya


"Gak jangan KB, KB itu gak bagus racun ditubuh kamu yaang.. "Vian gak ingin istrinya KB


"Racunya itu kamu yang bikin buncit perutku jadi berbuah anak.. "Dengus Gita dan Vian tertawa


"Nyebelin banget kamu gak tau rasanya mau melahirkan jadi gampang tinggal ngomong minta anak lagi.. "Gita cemberut


"Ya iya dong yang..kan taunya bikin"Vian merangkul istrinya


"Tunda dulu dua tahun Vi, nunggu Gio agak gedean.. "Mamah mengusap baby Gion


"Iya mah aq cuma bercanda, sedikasihnya aja sama yang diAtas.."Vian tersenyum.


"Gita kamu istirahat saja biar mamah dan papah yang jagain cucuku.. "Minta mamahnya


"Tentu mah, kita cape mau tidur.."Vian bangun dari duduknya


"Cape apa, dirumahsakit aja kamu molor terus papah yang gendong anakmu.. "Dengus papah


"Tapi kan papah yang minta cucu, dan tenang saja pah aq bikinin lagi.. "Vian sambil tertawa dan keluar dari kamar baby


"Dasar kalo anak papah gak cinta mati sama kamu,papah udah bikin kamu bergedel.. "pak Gilbran buat Gita dan mamahnya tertawa


"Pah udah tau anakmu suka bercanda masih kemakan emosi.. "istrinya


"Anak mantu mamah ngeselin, malas-malasan gak masuk kantor semua tugas papah yang kerjain bilangnya cape dirumah sakit aja molor terus papah yang jaga Gion.."dengus suaminya


"Yaang sabar pah, gitu-gitu suami Gita dan papah dari cucumu pah.. "Gita tertawa


"Udah sana kamu istirahat, kamu sama suamimu sama saja.. "dengus papahnya lagi

__ADS_1


"Tentu pah, kan sepaket.. "Gita tertawa dan keluar dari kamar


"Mantu anak sama saja bikin papah kesel.. "pak Gilbran rebahan disofa melihat istrinya menganyun-ayun Gion yang menangis.


__ADS_2